Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
sahyati321

Cara kerja alat penjual bensin eceran Pertamini

Recommended Posts

pertamini.jpg.876b27a456d8a87c0cfd258f05

Saat ini banyak pedagang eceran bensin premium menjual dagangannya tidak lagi menggunakan botol. Mereka menggunakan alat yang diberi nama Pertamini.

Apakah takarannya sesuai? Bagaimana cara kerjanya? Pertamini selain memakai pompa atau literan manual juga dengan gelas takaran berkapasitas lima liter. Selain itu juga dilengkapi batas tera pada setiap satu liternya.

Tangki cadanga memakai drum berkapasitas 200 liter yang ditanam di bawah bangunan khusus berdinding beton. Bensin yang dibeli dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dimasukkan ke dalam drum sebelum dijual kepada konsumen.

Nyoman Suardana, salah seorang pedagang bensin eceran di pinggir jalan Cokroaminoto, Denpasar, Senin mengaku lebih untung menjual bensin mengunakan alat pertamini tersebut.

Ia mengatakan, pertamini sebuah alat sederhana yang dirancang hampir menyerupai pertamina, hanya saja ukurannya kecil sehingga konsumen tertarik untuk membeli bensin, ketimbang menjualnya secara manual.

"Menjual bensin dengan alat pertamini lebih praktis dibandingkan manual yang menggunakan botol," ujar Nyoman Suardana, Senin (27/4).

Nyoman Suardana mengaku menjual bensin seharga Rp8000 per liter sedikit lebih mahal dibandingkan di Pertamina Rp7.400/liter.

"Ketika menjual bensin mengunakan pertamini konsumen lebih banyak yang membeli dibandingkan ketika menjual bensin mengunakan botolan," ujar Nyoman Suardana.

Dengan peralatan sederhana itu mampu meningkatkan pendapatan dari sebelumnya rata-rata Rp200.000 kini menjadi Rp250.000 per harinya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By DOGOL
      MENCARI SENIOR UNTUK KLARIFIKASI PROBLEM
      081385754354





    • By peter_hutomo
      BlackBerry resmi mematikan layanan perpesanan instan miliknya yang sempat populer, BlackBerry Messenger atau BBM pada 31 Mei 2019.
      “Kami bangga dengan apa yang telah kami bangun hingga saat ini,” ungkap pihak Emtek pemilik BBM dalam postingan blog resminya, seperti dilansir dari lama CTV News, Sabtu (1/6/2019).
      Emtek juga mengungkapkan jika industri teknologi sangat cair, dan terlepas dari upaya substansial pihaknya, pengguna telah pindah ke platform lain.
       BlackBerry meluncurkan platform komunikasi berbasis cloud untuk pengembang aplikasi BBM, yang tiba di perangkat seluler pada 2005. BBM merupakan salah satu platform pengiriman pesan instan gratis pertama dan salah satu jaringan sosial seluler terpopuler di dunia.

      Sebagai pendahulu WhatsApp milik Facebook dan iMessage milik Apple, BBM juga merupakan salah satu layanan pesan instan pertama yang menampilkan tanda terima baca.
      Menariknya pada 2012, kata "BBM," yang dapat digunakan sebagai kata benda dan kata kerja, ditambahkan ke kamus Collins English.
      Perusahaan teknologi yang berbasis di Waterloo, Ontario, dalam beberapa tahun terakhir telah mengalihkan fokusnya dari handset karena mengubah dirinya menjadi bisnis pengembangan perangkat lunak.
      Dikatakan bahwa ia akan terus menawarkan BBMe, layanan pengiriman pesan yang mirip dengan pendahulunya. Tetapi sementara layanan hanya akan gratis untuk tahun pertama, pengguna harus membayar untuk berlangganan setelah itu. Hal ini lantaran BlackBerry terus mengalihkan fokusnya dari handset ke bisnis pengembangan perangkat lunaknya.
    • Guest News
      By Guest News
      Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Abdul Afif Almuflih dan Khoir Eko Pambudi, mahasiswa Kimia, dan Endri Geofani dan Fakultas Pertanian, mendemonstrasikan cara memproduksi bensin dari minyak jelantah.

      Minyak jelantah, katalis dari tanah liat dan bensin yang dihasilkan.
      Indonesia adalah produsen sekaligus konsumen minyak goreng yang cukup tinggi. Sebagai konsekuensinya, Indonesia juga memiliki masalah dengan tingginya volume minyak goreng bekas. Namun, tidak lama lagi, minyak bekas yang biasanya dibuang itu akan memiliki nilai ekonomis tinggi. 
      Setiap tahun, konsumsi minyak goreng di Indonesia mencapai lebih dari tiga juta ton. Data Asosiasi Pedagang Kreatif Lapangan Indonesia (APKLI), yang antara lain membawahi ribuan pedagang “gorengan” atau camilan goreng di tanah air menyebutkan, setiap pedagang dalam seharinya menggunakan antara 3-5 liter minyak goreng. Setelah digunakan, biasanya minyak goreng bekas atau yang biasa disebut jelantah, akan dibuang. Sebagian masyarakat mengolahnya kembali menjadi biodiesel untuk keperluan bahan bakar hingga sabun cuci.
      Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada melangkah lebih maju lagi, dengan mengolah minyak jelantah menjadi biogasolin atau bensin. Mereka adalah Abdul Afif Almuflih dan Khoir Eko Pambudi, mahasiswa Kimia, dan Endri Geofani dan Fakultas Pertanian. Di laboratorium kampus setempat, ketiganya mendemonstrasikan bagaimana cara memproduksi bensin dari minyak jelantah.
      Menurut Khoir Eko Pambudi, minyak jelantah dipilih untuk mendorong masyarakat tidak memakai minyak goreng berulangkali yang berdampak buruk pada kesehatan. Di samping itu, minyak jelantah juga tersedia melimpah, terutama di kalangan pedagang gorengan, camilan yang sangat populer di Indonesia.

      Eko Pambudi menambahkan, kunci proses perubahan ini adalah katalisnya, yang mereka buat dari tanah liat, yang diaktifkan dengan logam kadium. Tanah liat dipilih karena merupakan material yang bisa ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia dan murah. 
      “Kita memakai katalis yang berasal dari alam, dan itu tinggal menggali tanah saja sudah bisa mendapatkannya. Kita menggunakan limbah juga, dan tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi yaitu minyak jelantah. Dan katalisnya juga kita desain untuk bisa digunakan berulangkali, karena dalam prakteknya saat ini di kebanyakan industri, katalis hanya bisa dipakai sekali,” kata Khoir Eko Pambudi.
      Anggota tim peneliti yang lain, Abdul Afif Almuflih mengatakan, proses produksi bensin dimulai dengan memanaskan minyak jelantah. Uap hasil pemanasan akan mengalir melalui pipa yang sudah diisi katalis tadi, dan menetes di bak penampung sebagai bahan bakar baru. Dalam penelitian yang sudah dilakukan sejak tahun lalu itu, dari satu liter minyak jelantah, akan dihasilkan 420 ml bensin dan 290 ml diesel atau solar.
      Karena penelitian ini telah mampu memproduksi bensin berbahan dasar minyak jelantah, Afif meyakini penggunaan minyak goreng baru akan lebih efisien dalam proses produksi biogasolin ini. Karena itu, Indonesia sebagai penghasil minyak sawit terbesar kedua di dunia, berkesempatan untuk memproduksi bensin berbahan baku minyak sawit dalam skala industri. Meskipun mengaku belum menghitung biaya produksi secara rinci, harga bensin berbahan minyak goreng bekas ini diyakini tidak lebih mahal dari bensin yang sudah ada.
      “Penelitian ini kami harapkan menjadi langkah awal, yang nantinya minyak kelapa sawit murni itu dapat dijadikan bahan baku dan diproduksi secara massal untuk bahan bakar minyak (BBM). Apalagi Indonesia memiliki potensi kelapa sawit yang sangat berlimpah khususnya di wilayah barat,” jelas Abdul Afif Almuflih.
      Penelitian ini setidaknya telah memenangkan empat penghargaan dunia. Keempatnya adalah medali emas dari World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) , medali emas dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), perunggu dari Malaysian Technology Expo (MTE) 2016, dan penghargaan khusus dari Toronto International Society of Innovation & Advanced Skills (TISIAS) Kanada. (www.voaindonesia.com)
    • By anon

      Pada awalnya saya juga ngga percaya. Sebab, Whatsapp (WA) saya ngga ada. Ternyata setelah bertanya dengan teman, mereka melihatnya ketika menggunakan WA via Web (Desktop) dan WA yang sudah di-upgrade. So, ini kampanye baru LGBT.
      Sekarang, Anda lihat sendiri emoticon berikut ini.

      Hmm.. rada aneh kan? Terutama emoticon yang ada Love antara perempuan dengan perempuan, yaitu gambar manusia dengan rambut panjang sebahu. Kalau emoticon lelaki biasanya memang beda.
      Lalu, ada emotican yang menggambarkan keluarga. Ada Pria dengan Pria (berbaju biru) dan menghasilkan anak-anak lelaki. Begitupun sebaliknya, wanita dengan wanita dengan muka berbahagia, dan anak-anak dari mereka.
      Tentu bisa saja, itu tante-tante dan ponakan mungkin ya? Tapi apa iya, maksud gambar tersebut adalah itu?
      Seorang teman memajang emoticon dengan cemas di sebuah grup WA seperti ini, yang lengkap yang dia temukan sendiri. Bukan hasil forward.

      Jangan terlalu terpaku lihat kalimat awal dan akhir, karena itu sepenuhnya pendapat si pemilik akun WA yang posting. Tapi lihat saja gambar-gambar emoticon tersebut. Baju warna biru memang menggambarkan lelaki, berambut pendek. Sudah lazim di WA. Juga perempuan baju Pink.
      Kabarnya, gambar demikian juga ada di BBM (Blackberry Messenger). Karena saya ngga pakai BBM, saya nggak bisa buktikan. Bagaimana menurut Anda?
    • By Joshua_ikhsan

      Di setiap stasiun pengisian bahan bakar, selalu tertera peringatan dimana setiap pelanggan dilarang menghidupkan mesin saat sedang mengisi BBM. Peringatan serius itu tentu bukan sekedar saran atau harapan yang bisa diabaikan begitu saja. Karena jika sampai kecolongan sedikit saja tentu hasilnya akan fatal.
      Salah satu contoh berbahaya itu ditunjujkkan oleh sebuah video yang diunggah dalam akun youtube berikut. Seolah tidak ada apa-apa, si pemilik mobil membiarkan nozzle terbuka dan menggelontorkan BBM ke tangki tanpa pengamatannya. Padahal, saat itu mesin sedang menyala.
      Beberapa saat kemudian, muncul api yang segera melahap luapan melimpah bahan bakar yang masuk ke tangki. Pemilik mobil yang panik beserta anak dan istrinya di dalam mobil pun langsung melarikan diri.
      Untungnya, petugas SPBU bergerak sigap dan memadamkan api dengan segera, meski sempat terlihat salah satu dari mereka melakukan tindakan darurat yang keliru dengan mengucurkan air ke titik api.
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy