Jump to content

Beberapa Orang Ditangkap di Zurich Gara Gara Skandal Fifa


Recommended Posts

566995a1119a1_fifa.jpg.dadeb15d06b24d11b

Pihak berwenang Swiss mengukuhkan mereka telah melakukan serangkaian penangkapan baru atas permintaan pihak berwenang Amerika terkait skandal korupsi FIFA. Sebagian dari mereka ditangkap di hotel yang sama di Zurich, di mana penangkapan pertama terjadi pada Mei lalu. 

New York Times pertama kali melaporkan hari Kamis bahwa lebih dari 12 orang diperkirakan akan menghadapi dakwaan setelah penangkapan terbaru di hotel Baur au Lac itu. The Times melaporkan beberapa pejabat yang ditangkap itu berasal dari Amerika Selatan dan Tengah, dan dicurigai terlibat dalam pemerasan, pencucian uang, dan penipuan. 

Menurut laporan itu, mereka yang ditangkap antara lain Alfredo Hawit dari Honduras, Presiden CONCACAF, badan sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia, serta Juan Angel Napout dari Paraguay, presiden badan sepak bola Amerika Selatan CONMEBOL. Para pejabat Swiss menyatakan Amerika Serikat mencurigai keduanya menerima suap jutaan dolar. 

FIFA hanya menyatakan mengetahui tindakan yang diambil Departemen Kehakiman Amerika itu. Badan pemerintah Amerika tersebut juga bertanggungjawab atas rangkaian penangkapan sebelumnya. Departemen Kehakiman menyatakan dapat melakukan penangkapan itu karena para pejabat FIFA tersebut menggunakan bank-bank Amerika dalam transaksi mereka.

Para pejabat FIFA berkumpul di hotel tersebut hari Kamis guna membahas proposal yang dimaksudkan untuk mereformasi badan sepak bola dunia tersebut, setelah munculnya tuduhan sejak lama mengenai korupsi yang berpuncak pada penyelidikan kejahatan oleh Amerika Serikat dan Swiss. 

Pada 18 November lalu, Presiden FIFA yang diskors, Sepp Blatter dan ketua badan sepakbola Eropa Michel Platini kalah dalam upaya banding mereka menolak skors sementara 90 hari yang dijatuhkan komisi etika FIFA. 

Skors sementara itu melarang Platini bertugas sebagai presiden UEFA dan menghentikan pencalonanannya dalam pemilihan ketua FIFA pada 26 Februari. Blatter juga diskors dari jabatannya sebagai presiden FIFA setelah menjabat selama 17 tahun. 

Para pengacara Platini segera mengecam investigasi “sepihak, tidak adil dan bias” terhadapnya. Blatter dan Platini diskors pada bulan Oktober. Keduanya terilit skandal korupsi FIFA yang kian dalam. 

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By everybadi
      Liburan Gisel Anastasia di Sumba harus terganggu usai heboh video syur mirip dirinya yang tersebar di media sosial.
      Gisel yang tengah menikmati momen seru bersama keluarga dan sahabat pun tak bisa melepaskan stres karena adanya video syur tersebut.
      Tak ingin berita makin simpang siur, Gisel akhirnya memberikan klarifikasi. Ia mengaku kaget usai mendengar kabar video syur tersebut.
      "Udah denger, denger banget kan ada apa nih hah again jadi ya sebenernya agak males sih nanggepinnya tapi kan nggak mungkin juga nggak jawab," ucap Gisel Anastasia di video yang beredar di YouTube, Sabtu (7/11).
      "Kalo ditanya mah agak nggak happy ya ini kan bukan kali pertama banget gitu jadi ya yang kemarin aja kita masih proses jadi ya udah lah jadi sedikit liburannya ada apa ini kaget," lanjutnya.
      Janda Gading Marten itu mengaku sedih terlebih ia khawatir sang putri, Gempita Nora Marten, mengetahui tentang isu miring Gisel.
      "(Tau tentang video syur) semalem, cuma ya udah pernah juga kita hadapin aja yang kemarin juga masih diproses jadi akan berjalan berbarengan aja. Sedih sih berkali-kali kan, kepikiran kalo anak ngeliat gimana kayaknya langganan banget. Nggak apa-apa kan aku yang tau kehidupan juga kita yang jalanin," cerita Gisel.
      Sama dengan kasus sebelumnya, Gisel menyebut banyak orang di luar sana yang memiliki bentuk muka mirip dirinya.
      "Pokoknya aku nggak mau bikin runyam semuanya kalo begitu muka kayak aku juga banyak," kata Gisel.
      Tak lupa ia juga membahas soal gorden kamar yang juga disoroti oleh netizen. Pasalnya gorden yang ada dalam video mirip dengan gorden kamar Gisel Anastasia.
      "Yang tau aku ya tau lah. Cuma ada aja yang nggak terlalu deket itu tuh kamar kamu banget gordennya gitu kan sedih aku nggak mungkin ngapa-ngapain di kamar aku yang suka ditidurin Gempi gitu," tegas Gisel.
      Dua kali tersandung kasus yang sama, ibu satu anak itu pun hanya bisa berusaha yang terbaik untuk membersihkan namanya.
      "Ya terserah kalo netizen ya bebas kan selalu diberi tempat jadi ya mau gimana yang bisa aku lakuin cuma menjalani aja membuktikan dan berusaha jadi yang terbaik dari diri aku aja," jelas Gisel.
      Masih berada di Nihi Sumba, Gisel pun belum terpikir untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
      "Aku sih udah sempet tektokan nanti lah paling kalo pulang kita obrolin baiknya gimana," tutup Gisel Anastasia.
    • By congek
      Pandemi virus corona atau Covid-19 yang muncul pada awal 2020 ini diharapkan bisa mengubah sepak bola Eropa dan dunia ke arah yang lebih baik lagi.
      Sebelum virus corona muncul, sepak bola di Eropa tampak baik-baik saja. Namun pada kenyataannya masih menyimpan sejumlah persoalan, terutama terkait ketimpangan antara klub besar dan kecil.
      Klub-klub besar akan makin kuat dan kaya dengan kekuatan uang yang mereka miliki. Sedangkan tim-tim medioker atau kecil sekalipun tidak akan berdaya menandingi klub-klub besar tersebut. 
      Pemain-pemain potensial dari klub medioker atau kecil bisa saja pindah dengan mudah dari klub tersebut dengan rayuan gelimangan uang klub besar. Imbasnya, klub kecil kembali harus memutar otak mencari pemain yang bisa membuat mereka bisa bersaing dan bertahan di kompetisi itu.
      Sementara itu, klub-klub besar dengan latar belakang sejarah serta prestasi yang mereka punya seperti duduk manis menanti pundi-pundi uang kembali terisi oleh 'setoran' dari sponsor dan juga penggemar.
      Akan tetapi, kondisi tersebut bisa mengalami sedikit perubahan atau bahkan signifikan setelah pandemi Covid-19 ini berakhir.
      Virus corona membuktikan diri bisa memberikan dampak besar bagi keuangan klub, baik kecil maupun besar. Akan tetapi, klub-klub kecil yang tentu merasakan imbas paling besar dari krisis ini.
      Tidak ada pemasukan dari tiket penonton, tidak juga mendapat dana hak siar. Ditambah lagi, kunjungan fan ke stadion, museum, maupun fasilitas klub lainnya, nihil karena larangan dari pemerintah selama masa karantina. Di lain sisi, operasional klub terus mengalir untuk membayar gaji pegawai dan aspek lainnya.
      Barcelona sudah merasakan itu. Bahkan Blaugrana melakukan pemotongan gaji pada pemain-pemainnya sebesar 70 persen, termasuk Lionel Messi selama pandemi berlangsung.
      Tidak hanya itu, Luis Suarez dan kawan-kawan juga akan membantu Barcelona agar para pegawainya di luar pemain bisa 100 persen menerima gaji. 
      Juventus juga disebut-sebut akan melakukan langkah serupa, mengurangi gaji para pemainnya. Potongan 20 sampai 30 persen bakal didapat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan agar Si Nyonya Tua memiliki napas panjang di tengah wabah Covid-19.
      Ini jadi bukti, kehidupan klub elite di ujung tanduk. Masa krisis ini membuka peluang klub-klub melakukan penyesuaian gaji pegawainya di masa mendatang. Hal tersebut sudah diprediksi pelatih Everton, Carlo Ancelotti.
    • By Adeus
      Seorang mantan bankir swasta Swiss, Julius Baer mengaku bersalah, Kamis (15/6/2017).
      “Dia menerima tuduhan konspirasi suap, korupsi dan pencucian uang A.S. sehubungan penyelidikan korupsi luas di badan sepak bola dunia FIFA,” ujar media internasional.
      Jorge Arzuaga, 56, dari Argentina, mengajukan permohonannya di hadapan Hakim Distrik A.S. Pamela Chen di pengadilan federal Brooklyn.
      Jaksa menuduhnya membantu menyalurkan suap dan uang suap kepada pejabat sepak bola di Amerika.
      “Arzuaga adalah satu dari lebih 40 orang dan entitas dalam penyelidikan A.S.” jelas reuters.
      Jaksa mengatakan pejabat sepak bola mengambil lebih dari $ 200 juta uang sogokan dan uang suap dengan imbalan hak pemasaran dan penyiaran.
    • By spammerindo
      Arsenal resmi ditinggalkan dua pelatihnya pekan ini. Ya, The Gunners kehilangan Andries Jonker dan Freddie Ljungberg yang sebelumnya menjadi manajer dua tim berbeda.
      Jonker merupakan manajer bagi tim Akademi Arsenal. Ia bergabung sejak tahun 2014 setelah menjadi asisten Louis van Gaal di timnas Belanda.
      Jonker selama ini punya reputasi bagus untuk menangani pemain muda. Tak heran klub Bundesliga, Wolfsburg merekrutnya untuk memperbaiki prestasi tim.
      "Saya menikmati tiga tahun bekerja di Arsenal. Terima kasih pada CEO Ivan Gazidis dan Arsene Wenger untuk semua dukungannya," kata Jonker seperti dilansir laman resmi klub.
      "Yang jelas banyak pemain muda di Akademi Arsenal setelah saya pergi. Saya akan terus memantau perkembangan karier mereka," ujar Jonker menambahkan.
      Tak hanya Jonker yang direkrut Wolfsburg. Ljungberg yang menangani tim Arsenal U-15 juga diajak untuk mendampingi Jonker.
      "Ljungberg juga tak sabar bekerja dengan saya di Wolfsburg. Kami akan saling melengkapi," kata Jonker.
    • By berita_semua
      Barcelona melakoni leg pertama babak 16 besar ajang Copa del Rey musim 2016-2017 dengan bertandang ke markas Athletic Bilbao di Estadio San Mames, pada, Jumat (6/1/2017), dini hari WIB. Tampil menekan sejak menit awal, Blaugrana justru harus menyudahi laga ini dengan kekalahaan 1-2 atas Athletic.
      Jalannya Pertandingan
      Babak Pertama
      Babak pertama baru berusia enam menit, Barca sudah memberikan ancaman ke gawang Athletic. Adalah sepakan spekulasi dari Neymar Junior yang hampir membuat publik tuan rumah terdiam. Namun bola hasil sepakan bintang Timnas Brasil itu belum menemui sasaran yang tepat.
      Hanya berjarak delapan menit, giliran Athletic yang nyaris membuka keunggulan atas Barca pada pertandingan ini. Namun, peluang emas mereka yang hadir dari aksi Inaki Williams, masih mampu diamankan oleh Marc-Andre ter Stegen.
      Aritz Aduriz! Mampu membawa Athletic unggul 1-0 atas Barca melalui golnya pada menit 22. Memanfaatkan umpan tarik dari Raul Garcia, penyerang berusia 35 tahun tersebut menyambutnya dengan sundulan yang tak mampu dihalau Ter Stegen.
      Hanya berjarak tiga menit dari gol Aduriz, gawang Barca kembali kebobolan di laga ini. Adalah Inaki Williams yang sukses mencatatkan namanya di papak skor, usai sepakannya meluncur deras ke dalam gawang kubu tamu. Athletic 2-0 Barca.
      Tertinggal dua gol dalam waktu singkat, memaksa Barca langsung meningkatkan tempo permainan mereka. Alhasil, sebuah peluang emas pun mereka dapatkan via aksi dari Luis Suarez. Namun, kans pemilik julukan El Pistolero tersebut belum membuahkan hasil.
      Dua menit jelang turun minum, Barca sejatinya bisa memperkecil ketertinggalan mereka. Tapi, peluang emas mereka via aksi Neymar belum mampu menembus rapatnya pertahanan Athletic. Hingga 45 pertama usai, kedudukan 2-0 untuk keunggulan Athletic atas Barca masih menghiasi papan skor laga ini.
      Babak Kedua
      Barca yang tengah tertinggal dua gol, langsung tampil mengebrak pada awal babak kedua laga ini. Bahkan, mereka hampir saja mengubah kedudukan jadi 1-2, jika sepakan keras Rakitic tak digagalkan oleh Iraizoz.
      Barca akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan mereka dari Athletic jadi 1-2 setelah Lionel Messi mencatatkan namanya di papan skor. Memaksimalkan peluang dari sepakan bebas, La Pulga pun menyepak bola masuk ke dalam gawang Athletic yang tak mampu diamankan Iraizoz.
      Pada menit 62, Barca kembali hampir meraih gol penyeimbang kedudukan pada laga ini melalui aksi dari Neymar. Akan tetapi, sepakan pisang yang dilepaskan oleh mantan pemain Santos tersebut masih mampu ditepis oleh Iraizoz.
      Berselang tujuh menit, Athletic sebenarnya memiliki kesempatan untuk menambah keunggulan mereka atas Barca jadi 3-1. Akan tetapi, sepakan melambung yang dilepaskan oleh Aduriz masih dengan mudah diamankan oleh Ter Stegen.
      Memasuki sembilan menit jelang laga usai, Athletic menerima sebuah kerugian dengan harus bermain dengan 10 pemain. Hal tersebut terjadi setelah Iturrapse mendapatkan kartu kuning kedua usai melakukan pelanggaran kepada Neymar.
      Hingga peluit panjang ditiupkan wasit bertanda usainya pertandingan, tidak ada lagi gol tambahan yang mampu dicetak oleh kedua keselebasan. Tim tuan rumah, Athletic, mampu meraih kemenangan 2-1 atas tamunya, Barca.
      Susunan Pemain
      Athletic Bilbao (4-1-4-1): Iraizoz; San Jose, Boveda, Etxeita, Balenziaga; Laporte; Saborit (Muniain 68’), Raul Garcia, Inaki Williams (Gorka 84’), Iturrapse; Aduriz (Goni 78’).
      Pelatih: Ernesto Valverde
      Barcelona (4-3-3): Ter Stegen;  Roberto, Umtiti (Alcacer 88’), Pique, Jordi Alba; Sergio Busquets, Iniesta, Rakitic (Andre Gomes 70’); Messi, Suarez, Neymar.
      Pelatih: Luis Enrique
×
×
  • Create New...