Jump to content
kompipanas123

Di Belanda, jalur Sepeda Ada Pembangkit Tenaga Listriknya

Recommended Posts

657xauto-jalur-sepeda-di-belanda-jadi-pe

Di kota-kota di seluruh dunia sepeda sebagai moda transportasi semakin populer. Belanda, adalah negara yang identik dengan moda trasnportasi beroda dua ini. Tapi, belum lama ini ada yang menarik dari penampilan jalur sepeda di Negeri Kincir Angin ini. Di mana jalur sepeda dijadikan sebagai generator pembangkit listrik tenaga surya.

Jadi jangan heran jika kamu ke Belanda akan menemukan panel-panel surya yang diletakkan di jalur sepeda. SolaRoad, begitulah nama proyek ini. Panel surya yang terbuat dari fabrikasi beton berukuran 2,5 dan 3,5 meter ini pada bagian atasnya dipasangi panel surya dan diletakkan di jalur sepeda untuk menangkap radiasi panas dan cahaya untuk diubah menjadi energi listrik.

jalur-sepeda.thumb.jpg.cafab7e21ae9170c0

Seperti dilansir brilio.net yang dikutip dari CNBC, proyek ini dikembangkan sebuah konsorsium yang terdiri dari lembaga penelitian TNO Belanda, Provinsi Noord-Holland, perusahaan konstruksi jalan Ooms civiel dan penyedia solusi teknik Imtech. “Ide ini kami mulai dengan memanen energi matahari yang di jaringan jalan kami, mengubahnya menjadi listrik, “kata Sten de Wit, juru bicara konsorsium SolaRoad, mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara telepon.

5663051219364_jalur-sepeda(1).jpg.4f87ed

De Wit menjelaskan, proyek ini dikembangkan dengan menghabiskan total dana sebesar 3,5 juta euro atau setara Rp 52,8 miliar, 1,5 juta euro atau Rp 2,26 miliar dari pemerintah provinsi Belanda Utara dan sisanya dari mitra konsorsium.

SolaRoad adalah lapisan kaca tembus pandang setebal 1 cm yang diletakkan di atas beton jalan. Di bawah kaca terdapat kristal silikon sel surya. Lapisan atas SolaRoad dirancang sebagai penolak kotoran, tahan slip, dan sangat kuat. Awal November lalu, siklus jalan di Krommenie dijadikan pilot project program ini, diprediksi mampu menghasilkan 9.800 kilowatt energi dalam satu tahun, cukup untuk memasok listrik di tiga rumah.

Rencana proyek ambisius ini akan diperluas hingga ke wilayah perbatasan Belanda dengan sejumlah negara lain di Eropa. “Tahun depan, kita akan memperpanjang jalur sepeda dan akan mencobanya pada jalan yang lebih besar dengan skala panel surya sepanjang satu kilometer,” katanya.

Total siklus jalan-jalan kota di Belanda saat ini mencapai 140.000 kilometer, dan 120.000 kilometer untuk jenis jalan yang lebih kecil, termasuk  jalan provinsi dan jalur sepeda. Jalan-jalan kecil yang tidak digunakan secara intensif sebagai jalan negara inilah yang akan dimanfaatkan menangkap energi matahari untuk menjadi sumber listrik. Luar biasa!

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By congek
      Ada gagasan baru yang menarik di kalangan peneliti. Gagasan energi terbarukan diproduksi  di lokasi-lokasi terpencil dan dikirim ke daerah perkotaan berjarak ribuan kilometer terdengar menarik.  menggunakan saluran transmisi DC bertegangan tinggi terdengar menarik. Cynthia Shahan, kontributor CleanTechnica bercerita seputar Australia yang memanfaatkan tenaga angin dan surya bagi negara tetangga.
      Para peneliti di University of Liège di Belgia membuktikan bahwa turbin angin di selatan Greenland dapat menciptakan banyak energi angin. Mereka yakin energi berlebih ini bisas terdistribusi ke Eropa menggunakan saluran transmisi High-voltage direct current (HVDC). Greenland memang memiliki potensi angin yang sangat besat yang disebut, angin Katabatic.
      Angin Katabatic sendiri berkaitan dengan arus angin yang menuruni lereng gunung atau gletser. Ketika udara bersentuhan dengan permukaan dingin gletser atau daerah atas pengunungan maupun lereng, udara mendingin, menjadi padat, lalu berhembus ke bawah.
      Menurut postingan blog universitas, komputer para peneliti tersebut dikembangkan secara khusus untuk mensimulasikan kondisi iklim daerah kutub. Komputernya juga memiliki kemampuan untuk memprediksi secara akurat lokasi angin Katabatic ini.
      Dalam beberapa bulan mendatang, tim akan memperbaiki penelitian mereka untuk memasukkan analisis biaya/manfaat dari ladang angin Greenland yang terhubung ke Eropa melalui interkoneksi HVDC. Penelitian itu juga mengkaji peraturan tinjauan lingkungan di Eropa dan dampak impor listrik dari Greenland selatan.
      HVDC adalah gagasan yang patut dipertimbangkan lebih lanjut. Beberapa menyatakan pembangkit listrik berbasis tenaga surya besar-besaran di Afrika utara berguna untuk menyediakan energi nol emisi ke Spanyol dan Portugal. Menempatkan sumber daya terbarukan di lokasi terpencil dapat membantu memaksimalkan produksi listrik tanpa harus mengambil alah pemukiman padat penduduk.
    • By peter_hutomo
      Sejak dahulu kala, nusantara yang kala itu belum dikenal sebagai Indonesia merupakan salah satu kepulauan di belahan Timur yang terkenal menghasilkan rempah-rempah terbaik. Alhasil, orang-orang Eropa di benua barat pun merasa tertarik dan berusaha untuk mengunjunginya.
      Salah satunya adalah Cornelis de Houtman. Pelaut Belanda yang sukses menginjakkan kakinya di Tanah Air lewat Banten pada 27 Juni 1596. Berbekal informasi dari para pelaut pada akhir abad ke-16, ia berangkat dari pelabuhan Amsterdam bersama empat kapal dagang yang mengiringi. kedatangan Cornelis de Houtman di Nusantara, menjadi cikal bakal penjajah Belanda mulai bercokol di Indonesia.
      Tergiur karena cerita-cerita di kalangan saudagar
      Pria kelahiran Gouda, 2 April 1565 ini, tertarik menjelajah ke sisi Timur dunia setelah mendapat informasi dari kalangan pedagang Eropa tentang keberadaan Pulau “Surga” yang tersembunyi. Kawasan tersebut, diyakini memiliki kekayaan alam berupa rempah-rempah.

      Cornelis de Houtman pun segera mempersiapkan pelayaran setelah dirinya ditunjuk oleh Para otoritas saudagar Belanda. Dalam The Cradle of Colonialism (1963), George Masselman menyebutkan bahwa armada Cornelis de Houtman berangkat dari Amsterdam menuju Lisboa, Portugal. Tujuannya untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang keberadaan pulau misterius tersebut.
      Bentuk serikat dagang Belanda
      Setelah menghabiskan waktu selama dua tahun di Portugal, Cornelis pun memutuskan untuk kembali pulang ke negerinya. Saat itulah, ia berjumpa dengan seorang Belanda lainnya yaitu Jan Huygen van Linschoten. Ia merupakan pedagang yang bekerja untuk kerajaan Portugis di India. Dari van Linschoten inilah, Cornelis mendapatkan informasi berharga tentang keberadaan Nusantara yang konon kaya akan rempah-rempah.

      Pada 1594, Cornelis de Houtman bersatu dengan seluruh pedagang Belanda dan membentuk Compagnie van verre te Amsterdam (perusahaan jarak Jauh) yang berpusat di Amsterdam. Perserikatan dagang baru ini dibentuk untuk menemukan kepulauan yang menghasilkan rempah-rempah. Hingga pada 2 April 1595, Cornelis de Houtman ditunjuk agar segera angkat sauh dan mulai berlayar pada 2 April 1595.
      Sampai di Nusantara dengan korban ratusan nyawa
      Diiringi oleh empat kapal, Amsterdam, Hollandia, Mauritius, dan Duyfken, Conelis de Houtman memulai penjelajahannya menuju sisi Timur dunia. Nahas, karena tipisnya stok makanan, banyak kru kapal yang tewas karena menderita penyakit sariawan. Tak jarang, konflik internal antara kapten kapal dan kru juga jadi masalah tersendiri. Pengaruh iklim tropis yang berbeda dengan cuaca di Belanda, juga membuat banyak kru dari keempat kapal tersebut berguguran satu demi satu.

       
      Pada 27 Juni 1596, rombongan armada Cornelis de Houtman tiba di pulau Banten. Dilansir dari tirto.id, total, ada sekitar 249 orang yang selamat sampai di tujuan. Para saudagar asing ini, awalnya diterima dengan baik oleh otoritas setempat. Namun sayang, karena perangai buruk seperti keluar masuk kota seenaknya, banyak dari mereka yang ditangkap oleh petugas keamanan kesultanan Banten.
      Sukses temukan Indonesia meski harus terusir keluar
      Akibatnya pun sungguh fatal. Para pedagang asing asal Belanda, termasuk Frederick de Houtman yang merupakan kakak Cornelis, dijebloskan ke dalam penjara. Alhasil, dirinya pun harus mengeluarkan denda berupa uang untuk membebaskan sang kakak. Tingkah polah mereka pun harus dibayar mahal pada saat itu. Dilansir dari tirto.id, Cornelis beserta rombongan dagang Belanda lainnya, terpaksa digiring keluar dan diusir dari tanah Banten.

      Meski tak berhasil menemukan rempah-rempah yang dicari, toh Cornelis de Houtman berhasil menemukan jalur pelayaran menuju ke Indonesia. Dirinyalah yang nantinya membuka jalan bagi pelaut-pelaut Belanda lain untuk datang kembal ke tanah Nusantara. Bukan sebagai pedagang, melainkan berubah menjadi penjajah yang kelak mendirikan kolonialisme di Indonesia selama ratusan tahun lamanya.
      Tak heran jika Indonesia dijajah Belanda di kemudian hari. Selain tertarik dengan potensi rempah-rempahnya, kolonialis Eropa tersebut hendak melebarkan bisnis pedagangannya lebih luas. Bahkan hingga saat ini pun, Indonesia masih diincar oleh penjajah asing secara halus yang mengincar SDA dan sumber lainnya.
    • By paimin
      Kemajuan teknologi saat ini sudah banyak dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai hal, tapi siapa sangka bahwa kemajuan ini juga dapat 'memudahkan' manusia untuk menemui ajalnya. 

      Ya, sebuah rancangan teknologi yang dikenal sebagai "mesin bunuh diri" baru saja dipamerkan dalam sebuah ajang pameran pemakaman di Amsterdam, Belanda. Penciptanya adalah seorang pejuang eutanasia asal Australia, Philip Nitschke, yang dibantu seorang perancang asal Belanda, Alexander Bannink. 

      Rancangan mesin yang dinamai 'Sarco' singkatan dari sarkofagus ini, sangat kontroversial karena memungkinkan penggunanya untuk bunuh diri yang dalam banyak pandangan dilarang. 

      Desain pod atau tabung berada di atas sebuah penyangga yang akan menjadi tempat terakhir manusia yang ingin mengakhiri hidupnya. 

      Cara kerja mesin sangat sederhana. Mesin ini memiliki sebuah tombol yang jika ditekan akan mengeluarkan gas nitrogen yang akan secara langsung 'membunuh' orang di dalamnya. 

      “Orang yang ingin mengakhiri hidupnya cukup menekan tombol dan kapsul yang ditempatinya akan diisi dengan nitrogen. Ia akan merasa sedikit pusing tetapi kemudian akan cepat kehilangan kesadaran dan mati,” kata Nitschke, seperti dikutip dari The Guardian. 

      Lebih lanjut, Nitschke mengatakan bahwa Sarco adalah alat "yang disediakan untuk orang-orang yang mengakhiri hidupnya." 

      Dalam pameran di Amsterdam tersebut, Nitschke dan Bannink memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk merasakan sensasi menggunakan "mesin bunuh diri" ciptaannya menggunakan kacamata virtual reality. 

      Nitschke mengatakan ia bertujuan membangun pod yang berfungsi penuh sebelum akhir tahun. Setelah itu, desain mesin ini akan ditempatkan secara online sebagai dokumen terbuka bagi orang-orang untuk mengunduhnya. 

      "Itu berarti siapa saja yang ingin membangun mesin ini dapat mengunduh dan mencetak 3D perangkat mereka sendiri," kata Nitschke. 
      Ketika ditanya tentang kontroversi seputar eutanasia dan rintangan hukum, Nitschke percaya bahwa memilih untuk mati adalah hak asasi manusia. 

      “Saya percaya itu adalah hak asasi manusia yang fundamental untuk memilih kapan harus mati. Ini bukan hanya beberapa hak istimewa medis untuk orang yang sangat sakit. Jika Anda memiliki karunia hidup yang berharga, Anda harus dapat memberikan hadiah itu pada saat Anda memutuskannya,” ungkapnya.

    • By paimin
      NASA telah mengirim sampel sperma manusia dan banteng ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) untuk diteliti. 

      Lembaga antariksa milik pemerintah Amerika Serikat ini ingin mengetahui potensi pembuahan yang mungkin terjadi pada mamalia saat berada di ruang hampa alias gravitasi nol. 

      Misi pengiriman sperma beku yang dijuluki Micro-11 itu diterbangkan ke ISS menggunakan kapsul Dragon dengan dorongan roket Falcon 9 buatan SpaceX. Peluncuran berlangsung di Cape Canaveral Air Force, Florida, Amerika Serikat, dua minggu lalu. 

      Setelah mencairkan sampel, astronot di ISS akan mengaktifkan sperma tersebut menggunakan ramuan kimia unik. Pergerakan sperma akan dimonitor dan difilmkan dengan saksama saat "berenang" dan menyatu dengan sel telur. 

      Usai fase awal selesai, sampel akan dicampur dengan pengawet dan kemudian dikirim kembali ke Bumi, tempat eksperimen diselesaikan. 

      "Berdasarkan percobaan sebelumnya, kurangnya gravitasi mampu mengurangi mobilitas sperma," kata Fathi Karouia, ilmuwan utama proyek Micro-11 NASA, seperti dikutip dari Space Daily, Kamis (12/4/2018). 

      Salah satu eksperimen yang dinyatakan berhasil adalah ketika NASA membuktikan bahwa sperma tikus bisa bertahan hidup selama sembilan bulan di angkasa luar. Sperma itu kemudian dikembalikan ke Bumi dan digunakan untuk reproduksi tikus. 

      "Penelitian ini sejalan dengan penyelidikan lain pada sampel organisme berbeda, yang telah menunjukkan bahwa mikrogravitasi memicu regenerasi sel," imbuh Karouia. 

      Sperma banteng dipilih untuk penelitian ini karena pola gerakannya mirip dengan sperma manusia. Oleh karena itu, sperma banteng digunakan sebagai kontrol kualitas yang nantinya akan dibandingkan dengan sperma manusia. 

      "Kami belum tahu bagaimana misi luar angkasa ini dapat memengaruhi kesehatan reproduktif manusia. Investigasi tersebut akan menjadi langkah awal untuk memahami reproduksi dalam gravitasi rendah," tulis NASA dalam sebuah pernyataan. 
      Ini bukanlah kali pertama sel sperma dikirimkan ke angkasa luar. Sebelumnya pada 1988, Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) pernah mengirimkan sperma banteng. Selain itu, NASA juga pernah mengirimkan sperma bulu babi.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/nasa-kirim-sperma-manusia-ke-angkasa-luar-untuk-apa-2KtK

    • By c0d1ng
      Kolaborasi asosiasi industri telekomunikasi, 3GPP memastikan bahwa "5G" bakal jadi nama untuk teknologi konektivitas selular generasi berikutnya. Teknologi 5G akan menggantikan peran 4G LTE dan LTE-Advanced yang saat ini telah dikomersilkan. 
      Bersamaan dengan peresmian nama 5G, 3GPP juga meluncurkan logo resmi untuk teknologi jaringan internet super cepat tersebut. Dari segi desain, logo baru ini tampak mirip dengan logo LTE-Advanced. 
      Tiga garis gelombang yang berada pada pucuk samping huruf "G" untuk logo 5G menyerupai tiga garis gelombang yang terpatri di atas huruf "t" pada logo LTE-Advanced.

      logo resmi 5GGSMArena
      Bedanya, ikon gelombang pada LTE-Advanced berwarna merah, sementara pada 5G berwarna hijau, sebagaimana dilaporkan GSMArena dan dihimpun.

      logo LTE-AdvancedGoogle
      Ditargetkan rampung pada 2020
      Menurut 3GPP, proses penggodokan teknologi selular 5G sedang disiapkan. Diskusi panjang soal jaringan ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu, ketika 4G berekspansi ke negara-negara berkembang. 
      Ada dua fase pengidentifikasian spesifikasi untuk jaringan 5G. Pertama dirampungkan pada 2018 dengan 15 spesifikasi jaringan. Selanjutnya, fase kedua atau fase terakhir ditargetkan selesai pada 2020 dengan merilis 16 spesifikasi jaringan.
      Teknologi selular 5G nantinya diproyeksi akan menghadirkan kecepatan transfer data yang jauh lebih kencang dari jaringan 4G saat ini, mencapai puluhan gigabit per detik. 
      Tapi lebih dari itu, 5G juga akan membuka aneka kemungkinan lain terkait pemanfaatan jaringan seluler di industri telekomunikasi. Dari sisi konsumen, kecepatan broadband 5G akan menghadirkan era virtual reality dan augmented reality, di mana pengguna bisa langsung merasakan pengalaman memasuki dunia virtual langsung dari handset tanpa perlu terhubung ke jaringan internet kabel.
      Soal Internet of Things, jaringan 5G akan membantu perwujudan konsep smart city dan smart home dengan coverage yang lebih merata dan kecepatan transfer data tinggi. Mobil-mobil otomatis bakal terhubung dengan pusat data dan aneka sensor yang tersebar di segala penjuru kota.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy