Jump to content
  • Popular Contributors

  • Our picks

    • Kartu SIM Card ada celah keamanan nya
      Celah keamanan dalam kartu SIM disebut mengancam lebih dari satu miliar ponsel. Celah keamanan ini disebut dengan Simjacker.
      • 0 replies
    • Telegram Sindir Whatsapp
      WhatsApp dan Telegram adalah dua aplikasi pesan yang populer saat ini. Bahkan, bisa dibilang mereka sedang saling bersaing untuk mendapatkan jumlah pengguna lebih banyak.

      Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal fitur yang dihadirkan. Tapi, ada hal yang unik terkait fitur mereka. Telegram secara terang-terangan menyindir fitur transfer file yang dimiliki WhatsApp.
      • 4 replies
    • Pernah Menang Lotre Rp. 33 Miliyar Wanita Inggris Ini Kini Jatuh Miskin
      Seorang perempuan Inggris menceritakan kisahnya sempat menjadi seorang miliarder di usia muda setelah memenangkan lotre bernilai miliaran namun kini jatuh miskin.

      Callie Rogers, asal Cumbria, Inggris, pernah memenangkan hadiah lotre pada 2003 lalu, saat dia masih berusia 16 tahun.

      Ketika itu Callie memenangkan lotre senilai hampir 1,9 juta poundsterling (setara Rp 33 miliar untuk kurs saat ini). Berkat hadiah lotre itu, Callie pernah menjadi jutawan termuda di Inggris.
      • 0 replies
    • Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?

      karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,

      sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.

      sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.
      • 0 replies
    • Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      • 1 reply
davidbo

Waduh... Daging Merah Ternyata Tingkatkan Risiko Stroke

Recommended Posts

5660f33793d7b_dagingmerah.jpg.f8d7acf0f5

Daging merah dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke. Dan risiko stroke semakin meningkat ketika seseorang makan lebih banyak daging, berdasarkan sebuah studi terbaru.

Para peneliti menganalisis data dari sekitar 11 ribu orang paruh baya yang tidak memiliki faktor risiko lain penyebab stroke, misalnya diabetes atau penyakit jantung. Penelitian dilakukan selama 23 tahun.

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi daging merah memiliki risiko 47 persen lebih tinggi mengalami stroke iskemik, yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah ke otak, dibandingkan dengan mereka yang makan sedikit daging merah.

Meskipun beberapa penelitian sebelumnya mengaitkan pola makan protein tinggi dengan stroke, penelitian ini membantu memperkuat bukti bahwa daging merah dapat menimbulkan bahaya,” kata Bernhard Haring dari Pusat Gagal Jantung di Universitas Wuzburg, Jerman.

“Tidak apa-apa memakan daging merah, namun sebaiknya daging merah tanpa lemak, selama Anda membatasi jumlahnya,” kata Haring seperti dilaporkan oleh Reuters.

Untuk menilai hubungan antara konsumsi protein dan risiko stroke, Haring meninjau data dari kuesioner tentang pola makan yang diisi oleh warga Amerika Serikat berusia 45 sampai 64 tahun. Penelitian tersebut dimulai pada 1987, para peserta diikuti sampai 2011 untuk melihat berapa banyak orang terkena stroke.

Asupan daging olahan tertinggi seperti bacon, sosis dan dendeng dikaitkan dengan risiko stroke 24 persen lebih tinggi. Sementara, konsumsi tertinggi daging merah dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke sebesar 41 persen, dibandingkan dengan orang-orang yang tidak banyak mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

Stroke iskemik adalah kondisi medis yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke dalam otak, akibat sumbatan pembuluh darah di dalam otak karena gumpalan darah.

Sebelumnya daging merah juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Oktober lalu, WHO menyebutkan bahwa hasil penelitian yang mereka lakukan menunjukkan bukti signifikan bahwa produk olahan daging merah berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker kolorektal pada manusia.   

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By jodang
      Menurut WHO, ada 90.000 kasus kematian pada wanita yang disebabkan oleh penyakit kanker. Salah satu jenis kanker yang sering diderita wanita adalah kanker serviks dan kanker rahim.
      Penting untuk diketahui, bahwa penyakit kanker rahim itu jelas berbeda dengan kanker serviks. Namun kedua penyakit tersebut merupakan salah satu penyakit yang dapat mematikan, terutama bagi kaum wanita.
      Kanker rahim adalah kanker yang berkembang dalam lapisan rahim. Rahim terletak di antara kandung kemih dan rektum, termasuk leher rahim dan rahim. Leher rahim berhubungan dengan vagina, sementara badan rahim berhubungan dengan tuba falopi.
      Sementara itu, kanker serviks merupakan kanker leher rahim. Leher rahim merupakan bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Hampir semua kasus penyebab kanker serviks adalah human papillomavirus (HPV).
      Gejala Kanker Rahim Stadium Awal
      1. Nyeri Pada Perut dan Pinggang
      Kasus kanker rahim yang berkembang pada dinding adenosid rongga rahim biasanya memicu pasien mengeluhkan gejala kanker rahim berupa rasa nyeri yang menekan pada perut hingga pinggang. Gejala kanker rahim ini datang sewaktu-waktu, tetapi kadang muncul cukup kuat pada saat setelah melakukan aktivitas seks. Pada wanita usia subur, rasa nyeri bisa semakin kuat pada saat menstruasi datang.
      2. Perut Membesar
      Jaringan ligamen pada rongga rahim yang mengalami efek inflamasi karena invasi sel kanker biasanya akan membengkak. Ini membuat pasien tampak memiliki perut yang besar dan sedikit terasa keras.
      3. Rasa Nyeri Saat Kencing
      Banyak pasien juga mengeluhkan gejala kanker rahim stadium awal dengan nyeri pada saat kencing kadang juga disertai efek kesulitan untuk kencing. Hal ini dikarenakan lokasi rahim yang berdekatan dengan ginjal dan kandung kemih. Perkembangan sel kanker pada dinding rahim menekan organ-organ lain di sekitarnya.
      4. Menstruasi Berat
      Kebanyakan kasus penyakit ini akan menimbulkan gejala kanker rahim dengan menstruasi yang berat. Darah yang dikeluarkan sangat banyak dengan periode yang panjang. Meski dinding endometrium tidak terinvasi, tetap saja kerusakan pada dinding luar rahim akan mempengaruhi dinding dalam rongga rahim. 
      5. Pendarahan
      Kasus pendarahan rahim memang biasanya lebih banyak terjadi pada kasus kanker endometrium. Tetapi efek dari kerusakan pada dinding luar rahim juga bisa memberi efek tekanan pada dinding dalam rahim dan memicu terjadinya pendarahan. Biasanya gejala kanker rahim berupa pendarahan terjadi relatif lebih ringan hingga hanya muncul bercak darah saja.
      6. Rasa Lelah Berlebihan
      Efek serangan sel kanker banyak pasien juga mengeluhkan masalah kelelahan yang cukup berat. Bukan hanya itu, pasien juga tampak mudah lesu dan lemas. Beberapa pasien juga mengalami gangguan libido akibat efek gangguan fungsi saraf pada area genital wanita.
      7. Masalah Berat Badan
      Gejala kanker rahim pada umumnya juga mudah dikenali dari masalah selera makan yang menurun. Di saat yang sama pasien juga mudah merasa mual dan muntah.
      Di saat yang sama, sel kanker secara agresif menarik lebih banyak nutrisi. Ini akan membuat pasien dengan cepat mengalami penurunan berat badan.
      Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Rahim
      1. Umur
      Peningkatan risiko kanker rahim berkaitan dengan bertambahnya usia seorang wanita. Sebagian besar kanker rahim menyerang wanita yang sudah mengalami menopause di usia 63 tahun ke atas.
      2. Riwayat kehamilan
      Wanita yang memiliki riwayat hamil di atas usia 35 tahun. Dan wanita yang belum pernah hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kanker rahim.
      3. Obesitas
      Keterkaitan wanita obesitas dengan kanker rahim dikemukakan oleh beberapa penelitan. Beberapa penelitian tersebut mengungkapkan, wanita yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30 memiliki peningkatan risiko terjadinya kanker rahim.
      4. Terapi hormon
      Wanita yang memiliki riwayat terapi hormon estrogen, yang biasanya terjadi pada wanita yang telah menopause, memiliki peningkatan risiko terjadinya kanker rahim.
      5. Riwayat keluarga
      Sebanyak 10% penderita kanker rahim disebabkan faktor genetika. Beberapa kasus kanker rahim disebabkan oleh perubahan gen tertentu, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker rahim.
      Jika ada beberapa kerabat dekat dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker usus, payudara atau rahim, maka ada kemungkinan ada genetik diwariskan kepada generasi berikutnya. Kerabat dekat dalam hal ini mencakup orangtua, anak, saudara.
      6. Tamoxifen
      Tamoxifen merupakan obat hormonal yang digunakan untuk mengobati kanker payudara. Obat ini bisa sedikit meningkatkan risiko kanker rahim, bila dikonsumsi dalam waktu jangka panjang.
      Pengobatan untuk Kanker Rahim
      Pengobatan kanker rahim yang umum dilakukan adalah histerektomi atau operasi pengangkatan rahim. Histerektomi dapat dilakukan untuk menyembuhkan kanker rahim stadium awal, namun membuat pasien tidak bisa hamil.
      Kemoterapi dan radioterapi terkadang juga digunakan dan dikombinasikan dengan tindakan pembedahan. Selain itu, terapi hormon juga dapat dilakukan untuk pasien yang belum menopause dan masih ingin memiliki anak.
    • By BincangEdukasi
      Berita berpulangnya Julia Perez, artis yang juga kerap disapa Jupe ini membuat dunia hiburan berkabung. Jupe mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), pada Sabtu 10 Juni 2017, akibat kanker serviks. Kabar duka ini, pada awalnya, disampaikan sang adik, Nia Anggia Perez, lewat akun instagramnya. Dalam caption foto yang dia unggah, dia meminta doa buat kakak tercintanya. 
      Kasus penyakit kanker serviks sebenarnya bukan kasus langka. Sudah banyak penderita kanker serviks, baik di Indonesia, maupun di luar negeri. Kanker ini termasuk jenis kanker yang cukup ganas. Makanya nggak heran, kalau banyak cewek, terutama yang sudah aktif berhubungan seksual dan sudah menikah, khawatir dengan penyakit serius yang satu ini. 
      Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan pola makan dan juga gaya hidup sehat. Selain itu, perlu juga ada pemeriksaan rutin, dengan metode pap smeas. Metode ini dilakukan dengan cara mengambil sel yang ada pada rahim. Sel itu kemudian diperiksa di laboratorium dan dilihat, apakah sel tersebut merupakan sel kanker. Atau, apakah ada kemungkinan sel tersebut tumbuh secara tak normal. 
      Tapi, meskipun nggak menggunakan sistem pap smear, ciri-ciri kanker serviks bisa terlihat, kalau memang stadiumnya sudah memasuki tingkat lanjut. Dilansir dari Cancer.org, gejala ini bisa beragam, tergantung dari kondisi penderita. Namun, ada beberapa ciri umum. 
      1. Ketika kanker sudah menyerbu dan mengganas, ada beberapa tanda umum. Misalnya, keluar darah setelah berhubungan seksual. Kalau kondisi vagina dan rahim sehat, tak akan ada darah yang keluar kecuali kamu sedang menstruasi. 
      2. Selain itu, buat kamu yang sudah menopause, darah juga keluar dari mulut vagina. Padahal, setelah memasuki masa menopause, seharusnya tak ada darah yang keluar dari mulut vagina. 
      3. Kamu juga sebaiknya menghitung dan memerhatikan siklus menstruasimu. Kalau seharusnya mens sudah berhenti, tapi darah masih keluar, sebaiknya periksakan dirimu ke dokter kandungan. 
      4. Keputihan juga merupakan salah satu tanda adanya kanker serviks seperti yang diderita Julia Perez. Tapi keputihan ini nggak biasa. Keputihan ini mengandung sedikit darah. Biasanya, muncul di antara masa menstruasi atau setelah memasuki masa menopause. Selain itu, kalau kamu merasa sakit saat bercinta, sebaiknya kamu juga memeriksakannya ke dokter. 
    • By BincangEdukasi
      Dingin dan kehujanan seringkali menjadi penyebab seseorang terserang flu yang berakibat hidung jadi mampet dan tersumbat. Namun demikian ada juga sebagain orang yang meski dalam musim dingin atau habis kehujanan dia tidak terkenan flu. Lalu apa sebenarnya penyebab seseorang jadi mudah atau rawan terkena flu?
      1. Kurang tidur
      Memiliki jam tidur lebih sedikit daripada yang dibutuhkan membuat tubuh lelah, kurang aktif dan tak kuat pada cuaca dingin.
      2. Melewatkan makan
      Bila tak mengasup makanan atau makan dalam jumlah tak mencukupi, tubuh akan menghemat energi dan menghasilkan panas lebih sedikit. Akibatnya, tubuh lebih mudah kedinginan.
      3. Penyakit Raynaud
      Penyakit ini membuat pembuluh darah dan arteri mengecil sehingga pasokan darah ke kulit terbatas. Akibatnya kulit mengerut dan lebih berisiko kedinginan.
      4. Anemia
      Sebuah tes darah sederhana dapat mendeteksi jika Anda mengalami anemia. Pada wanita, tingkat estrogen yang berfluktuasi memicu anemia, teruatama saat menstruasi. Inilah yang membuat seseorang lebih sensitif terhadap suhu dingin.
      5. Berat badan rendah
      Rasa dingin yang diderita bisa terkait massa otot dan lemak tubuh. Otot menghasilkan panas dan lemak berperan sebagai insulator yang menjaga tubuh tetap hangat. Mereka yang kekurangan massa tubuh dan lemak lebih cenderung kedinginan.
    • Guest Metrotvnews
      By Guest Metrotvnews
      Metrotvnews.com, Jakarta: Sakit kepala terasa menyiksa. Tak jarang mereka yang mengidap sakit kepala, terganggu aktivitas hariannya.

      Sakit kepala terbagi dalam kategori ringan, sedang, hingga berat. Pada sakit kepala ringan, obat-obatan pereda nyeri bisa menjadi solusi untuk menyembuhkan.

      Namun, bagaimana dengan sakit kepala berat? Selain minum obat, Anda harus beristirahat.

      Sakit kepala bisa dihindari dengan melakukan solusi jangka panjang, berikut ini.

      1. Tidur selama delapan jam setiap hari. Sakit kepala sering muncul jika Anda kekurangan waktu tidur.

      2. Hindari stres. Cobalah rileks dan buat diri sendiri merasa santai, jauh dari pikiran dan tekanan. Lakukan aktivitas yang disukai seperti yoga, berenang, bersepeda, lari dan lainnya.

      3. Makan setidaknya lima kali sehari, setiap tiga hingga empat jam. Hindari makanan yang bisa menurunkan gula darah.

      4. Saat duduk, sebaiknya hindari posisi membungkuk. Selain memicu sakit kepala karena tertekannya tulang leher dan tengkuk, posisi duduk ini dapat menyebabkan kelainan postur tulang.

      5. Hindari dehidrasi dengan minum setidaknya delapan gelas air sehari.

      6. Kurangi konsumsi kafein seperti kopi, teh, dan cola. Kafein yang tidak diimbangi cukup air air putih menyebabkan tubuh dehidrasi.

      7. Batasi asupan alkohol. Hindari pula minum terlalu banyak alkohol sebelum tidur. Minuman alkohol dapat mengganggu waktu  tidur.

      8. Perbanyak asupan makanan alami. Terlalu banyak makan makanan olahan seperti makanan cepat saji, dapat memicu sakit kepala.www.metrotvnews.com
    • Guest Metrotvnews
      By Guest Metrotvnews
      Metrotvnews.com, Jakarta: Influenza merupakan penyakit yang sering menyerang saat musim hujan atau pancaroba. Siapa saja bisa terserang flu. Namun, ada beberapa orang yang lebih mudah terserang.
      Dikuitip dari situs World Health Organization (WHO), kelompok orang yang dimaksud umumnya yang memiliki kekebalan rendah seperti ibu hamil, anak-anak berusia 6-59 bulan, orang tua, orang-orang dengan kondisi medis kronis tertentu seperti HIV/AIDS, asma, penyakit hati kronik, atau penyakit paru-paru dan Kesehatan pekerja.
      Influenza musiman menyebar dengan mudah, dengan cepat bertransmisi di tempat-tempat seperti sekolah dan panti jompo. Ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, uap yang mengandung virus tersebar ke udara dan menyebar ke orang-orang di dekatnya yang menghirup.
      Virus ini juga dapat menyebar melalui tangan-tangan yang terkontaminasi dengan virus influenza. Jika sudah terinfeksi, penderita akan mengalami demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga hidung tersumbat.
      Kebanyakan orang pulih dari demam dan gejala lain dalam seminggu tanpa memerlukan perhatian medis.
      Mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker adalah cara paling mudah dan tepat untuk menghindari flu.
      www.metrotvnews.com
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy