Jump to content
BincangEdukasi

Memanaskan Motor Itu Berefek Buruk!

Recommended Posts

1637344Vario-Baru-2780x390.jpg.a558471ba

Bagi sebagian orang, memanaskan sepeda motor adalah ritual wajib sebelum berkendara. Padahal, saat ini perkembangan teknologi sepeda motor saat ini sudah tergolong maju dan tidak mengharuskan sepeda motor dipanaskan dalam waktu lama di pagi hari.

Sektor mesin adalah salah satu bagian yang mendapat sentuhan teknologi terbaru dari perkembangan sepeda motor, demi mengejar efisiensi bahan bakar. Positifnya, mesin dengan teknologi Fuel Injection (FI/injeksi), sudah tidak lagi perlu dipanaskan layaknya motor dengan sistem karburator.

Hal tersebut dijelaskan oleh Sarwono Edi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM). Menurut Edi, kebutuhan bahan bakar untuk mesin dengan sistem injeksi sudah diatur oleh Engine Control Module (ECM), jadi tak perlu menarik handel gas ketika dipanasi.

”Cukup panaskan 30 detik dan maksimal 1 menit dan biarkan stasioner. Oli sudah dapat bersirkulasi dengan baik pada putaran mesin stasioner. Tidak perlu digeber-geber karena akan sia-sia,” ujar Edi saat berbincang dengan KompasOtomotif beberapa waktu lalu.

Pemborosan

Edi melanjutkan, bila sering atau terlalu lama memanaskan mesin maka efek buruknya tentu saja pemborosan bahan bakar. ”Terlalu lama memanaskan mesin makan bensin terbuang begitu saja, lebih baik bensin digunakan untuk berkendara di jalan."

Kemungkinan lainnya, tambah Edi, adalah komponen seperti knalpot akan mengalami panas berlebihan. Ini berpotensi bisa merusak cat knalpot tersebut.

Sekalipun tidak dipanaskan, mesin dengan teknologi injeksi juga sudah siap dibawa berkendara. Kecil kemungkinan akan ada gejala mesin tersendat (brebet) karena kurang panas, seperti yang sering dialami sepeda motor dengan karburator.

Buktinya adalah tidak adanya tuas choke di mesin injeksi. Pada mesin karburator, choke digunakan untuk membantu ketika mesin sulit dihidupkan. Edi menjelaskan, sepeda motor fuel injection tidak memerlukan choke, karena sudah mempunyai sensor yang mendeteksi suhu mesin.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By ThinkSmart
      Pemilik sepeda motor terkadang merasakan kendaraannya tidak bertenaga terutama saat berakselerasi. Hal ini mengurangi kenyamanan berkendara. Ada kemungkinan kopling sepeda motor sudah mulai selip. Padahal sebelumnya Anda sudah mengganti kampas kopling tersebut.
      Merujuk pada buku petunjuk manual produk sepeda motor, rata-rata interval pemakaian kanvas kopling mencapai 15.000-20.000 Km, atau sekitar 2 tahun dalam pemakaian normal. Namun dalam sejumlah kondisi, kampas kopling tersebut bisa saja lebih cepat aus.
      Mengutip laman Suzuki Indonesia, ada banyak hal yang dapat menyebabkan hal ini, salah satu yang paling umum adalah, perilaku mengemudi yang buruk, misalnya sering buka-tutup kopling sambil menghentak-hentakkan tuas gas, menggantung tuas kopling atau mengemudi dengan setengah kopling.
      Selain itu, kebiasaan menahan tuas kopling saat posisi berhenti lama, contohnya saat saat berhenti di lampu merah, pengendara menahan tuas kopling sementara posisi gigi masuk berisiko membuat kampas kopling cepat aus. Untuk jeda lama atau berhenti lama sekitar 1 menit, sebaiknya tuas kopling dibiarkan saja, dan posisi gigi dinetralkan. Baru ketika akan jalan, pengendara bisa kembali menarik tuas kopling dan posisi gigi dimasukkan kembali.
      Selain dari perilaku mengemudi, kampas kopling yang cepat aus pun bisa disebabkan karena faktor setelah kopling yang terlalu dekat. Posisi ini diakui akan memudahkan saat harus berpindah gigi, tapi resikonya pengendara harus terus menekan tuas kopling saat kecepatan rendah.
      Untuk ukuran yang tepat, pengendara bisa mengatur jarak bebas tuas kopling sekitar 1,5-2 cm saja. Dengan cara ini, kampas kopling bisa dimaksimalkan, dan usia pakainya pun jadi lebih lama.
      Yang tidak kalah pentingnya, wajib menggunakan kampas kopling yang direkomendasikan untuk pabrikan sepeda motor. Onderdil OEM ini memang cenderung lebih mahal, tapi kualitasnya jauh lebih maksimal ketimbang produk lokal, baik untuk performa mesin ataupun dalam hal usia pakai.
    • By paimin
      Kemajuan teknologi saat ini sudah banyak dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai hal, tapi siapa sangka bahwa kemajuan ini juga dapat 'memudahkan' manusia untuk menemui ajalnya. 

      Ya, sebuah rancangan teknologi yang dikenal sebagai "mesin bunuh diri" baru saja dipamerkan dalam sebuah ajang pameran pemakaman di Amsterdam, Belanda. Penciptanya adalah seorang pejuang eutanasia asal Australia, Philip Nitschke, yang dibantu seorang perancang asal Belanda, Alexander Bannink. 

      Rancangan mesin yang dinamai 'Sarco' singkatan dari sarkofagus ini, sangat kontroversial karena memungkinkan penggunanya untuk bunuh diri yang dalam banyak pandangan dilarang. 

      Desain pod atau tabung berada di atas sebuah penyangga yang akan menjadi tempat terakhir manusia yang ingin mengakhiri hidupnya. 

      Cara kerja mesin sangat sederhana. Mesin ini memiliki sebuah tombol yang jika ditekan akan mengeluarkan gas nitrogen yang akan secara langsung 'membunuh' orang di dalamnya. 

      “Orang yang ingin mengakhiri hidupnya cukup menekan tombol dan kapsul yang ditempatinya akan diisi dengan nitrogen. Ia akan merasa sedikit pusing tetapi kemudian akan cepat kehilangan kesadaran dan mati,” kata Nitschke, seperti dikutip dari The Guardian. 

      Lebih lanjut, Nitschke mengatakan bahwa Sarco adalah alat "yang disediakan untuk orang-orang yang mengakhiri hidupnya." 

      Dalam pameran di Amsterdam tersebut, Nitschke dan Bannink memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk merasakan sensasi menggunakan "mesin bunuh diri" ciptaannya menggunakan kacamata virtual reality. 

      Nitschke mengatakan ia bertujuan membangun pod yang berfungsi penuh sebelum akhir tahun. Setelah itu, desain mesin ini akan ditempatkan secara online sebagai dokumen terbuka bagi orang-orang untuk mengunduhnya. 

      "Itu berarti siapa saja yang ingin membangun mesin ini dapat mengunduh dan mencetak 3D perangkat mereka sendiri," kata Nitschke. 
      Ketika ditanya tentang kontroversi seputar eutanasia dan rintangan hukum, Nitschke percaya bahwa memilih untuk mati adalah hak asasi manusia. 

      “Saya percaya itu adalah hak asasi manusia yang fundamental untuk memilih kapan harus mati. Ini bukan hanya beberapa hak istimewa medis untuk orang yang sangat sakit. Jika Anda memiliki karunia hidup yang berharga, Anda harus dapat memberikan hadiah itu pada saat Anda memutuskannya,” ungkapnya.

    • By MariaAngeline
      Hati wanita mana yang tidak hancur ketika putus cinta atau patah hati karena mengetahui bahwa gebetan ternyata tidak memiliki perasaan yang sama.
      Bukan hanya hati yang rasanya remuk redam, tapi fisik kita ternyata juga akan merespon perasaan sakit hati ini dengan menunjukkan beberapa perubahan. Mulai dari sakit perut hingga jerawatan, inilah berbagai respon tubuh atas perasaan sakit hati karena cinta seperti yang disebutkan dalam laman www.womenhealthsmag.com.
      #1 Sakit Di Sekujur Tubuh. 
      Hormon stress dan pikiran negatif berkomplot untuk membuatmu merasakan sakit di sekujur tubuh saat merasakan sakit hati karena cinta. Pertama-tama, pikiran negatif akan memicu hormon stress meningkat. Setelah itu, kamu bisa merasa pusing dan sakit di seluruh tubuh karena aliran darah meningkat.
      #2 Sakit Perut. 
      Sistem syaraf Anda tertekan saat stres karena patah hati, pada akhirnya tekanan ini akan berpengaruh secara langsung pada sistem pencernaan. Kamu bisa merasakan sakit perut ataupun mual.
      #3 Menurunnya Sistem Kekebalan Tubuh. 
      Kekecewaan karena patah hati dapat mengganggu kekebalan tubuh yang berpengaruh terhadap kerusakan sel. Virus menjadi lebih mudah masuk sehingga Anda cepat sakit seperti flu dan meriang.
      #4 Terganggunya Kesehatan Kulit. 
      Saat patah hati, hormon kortisol yang erat kaitannya dengan stres akan meningkat. Ketika hormon ini meningkat, maka berpengaruh juga pada kesehatan kulit yang akan semakin banyak memproduksi minyak di dalam kulit. Tak heran, ketika stres karena putus cinta banyak wanita yang malah menjadi jerawatan dan timbul komedo.
      #5 Rambut Rusak. 
      Jika kamu merasakan patah hati yang begitu dalam maka pertumbuhan rambut menjadi terganggu. Hal tersebut disebut sebagai fase telogen effluvium, di mana rambut berhenti tumbuh atau mulai rontok.
      Nah, itulah beberapa reaksi fisik yang timbul karena patah hati. Karena akibat yang cukup beragam dan bisa cukup berbahaya jika tak segera ditangani inilah, patah hati sebaiknya segera di atasi agar tidak menyiksa batin dan fisik.
      Melakukan meditasi dengan menghirup napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan, bisa menjadi jalan untuk membuat hati dan pikiran lebih tenang. Selain itu, mendengarkan musik-musik bertempo cepat dan berkumpul dengan banyak teman yang suka berkelakar juga dapat membantu tubuh melepaskan endorphin.
      Gary Lewandowski, Ph.D, seorang profesor psikologi di Monmouth University, New Jersey, mengatakan bahwa saat patah hati, Anda tidak boleh menutup diri dan mengunci diri di dalam kamar. Sebab, mengasingkan diri sendiri hanya akan membuat semuanya bertambah buruk.
    • Guest News
      By Guest News
      Bagi mereka yang berbakat seni termasuk seni ukir dan seni rupa sekarang terbuka peluang untuk ikut memoles tampilan special effects di Hollywood. Keahlian seperti ini diperlukan untuk memproduksi film-film blockbuster sarat efek visual, termasuk seri film "Avatar" dan "Avengers".
       
    • By ahmadyamadi_skom
      Beberapa hari terakhir, tak hanya Hujan deras yang menyebabkan banjir melanda berbagai wilayah Indonesia. Terpaan angin kencang juga kerap merepotkan. Untuk pengendara sepeda motor, ini adalah salah satu musuh selain banjir. Tak jarang biker dibuat oleng saking kuatnya angin yang bergerak sebelum Hujan.
      Berikut beberapa trik agar angin kencang tak merobohkan Anda:
      Sebelumnya, perkirakan kecepatan angin. Jika terlalu kencang dan bobot Anda plus sepeda motor tak kuasa menahan, lebih baik minggir dan mencari tempat untuk berhenti sejenak. Langkah ini dinilai lebih bijak karena terpaan angin yang terlalu kuat akan dengan mudah menerbangkan mobil sekali pun. Perhatikan arah angin dengan melihat objek yang bergerak di sekitar. Jika angin berhembus dari sisi depan atau belakang Anda, kemungkinan terhempas lebih sedikit, meski tetap harus waspada dan menjaga keseimbangan. Jika angin menerpa dari sisi samping, tekan setang lebih berat ke arah datangnya angin. Misalnya, angin datang dari kiri, tekan setang sedikit ke kiri untuk melakukan ”perlawanan”. Tekanan bergantung pada kekuatan angin, semakin angin berhembus kencang, seharusnya semakin kuat tekanan yang diberikan ke setang. Gunakan kaki dan berat badan untuk menjaga sepeda motor tetap dalam posisi tegak. Usahakan tubuh bagian atas tetap rileks, yang diyakini membantu jaga keseimbangan jika sewaktu-waktu terdapat guncangan. Usahakan posisi tubuh lebih rendah untuk mengurangi penampang yang diterpa angin.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy