Jump to content
davidbo

Moge takut sama alat berat selender, ini buktinya!

Recommended Posts

selender-jaya.jpg.24e6b177a22ab54176bf47

Banyak sudah berita kearoganan pengendara motor gede (moge) yang sering berkonvoi di jalan raya. Mulai dari melanggar lampu merah, melanggar marka jalan, hingga yang terbaru nggak mau memberikan jalan kepada ambulans yang membawa pasien. Tak heran jika oleh netizen mereka dijuluki 'raja jalanan'.

Melalui media sosial, netizen pun banyak yang menghujat kelakuan negatif pengendara moge. Hingga saat mereka menemukan sesuatu yang menggelitik tentang kisah pengendara moge, nggak akan lupa di unggah di media sosialnya.

Seperti seorang pengguna Facebook bernama Agus yang mengunggah foto moge yang nggak mau antre ketika ada proses pengerjaan pengaspalan jalan.

"Pas lg pengaspalan ga mau antri ambil jlan baru di aspal akhir nya ketemu alat berat ini ... ternyata kalau sama alat berat ini takut," tulisnya melengkapi foto yang didapatnya dari temannya tersebut.

Hmm, ternyata moge-moge itu kalah keras dari selender yang biasa digunakan untuk melindas aspal saat pembuatan jalan itu ya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • Guest News
      By Guest News
      Memorial Day atau Hari Pahlawan Amerika Serikat yang jatuh pada tanggal 30 Mei tahun ini, sering dimeriahkan dengan pawai motor gede, sebagai penghormatan kepada pahlawan yang gugur. Ikuti perjalanan tim VOA mengikuti konvoi "Women in the Wind" di seputar Washington DC berikut.
       
    • By davidbo

      Masih lekat di benak masyarakat bahwa Moge alias motor gede, sering mendapat perlakuan khusu dari kepolisian lalu lintas. Namun nampaknya pemandangan tersebut tidak tercermin dalam kasus berikut ini.
      Anto Taro Silvy, salah seorang warga Yogyakarta, menceritakan lewat akun Facebooknya bahwa segerombolan Moge terjaring tilang karena kesalahan mereka melewati jalur cepat untuk mobil. Moge yang seharusnya melewati jalur kendaraan roda dua, malah nyelonong ke jalur mobil. Akibatnya tilang polisi pun tidak bisa mereka elakkan saat polisi sedang melakukan Razia kendaraan bermotor.
      Kejadian tersebut, kata Anto terjadi pada Sabtu, (7/11) di Jalan Ring Road, Yogyakarta. Meski banyak yang meragukkan cerita Anto hanya settingan belaka, ia menjelaskan bahwa dirinya bukan anggota Moge dan tidak ada maksud pencitraan. "Saya cuma anggota masyarakat biasa," kata Anto
      "Fotonya settingan apa beneran ya? Karena moge biasanya punya backing jendral jendral.. Apa enggak takut dimutasi polisi yang menilang? Semoga aja beneran tidak dibuat-buat," kata akun Iendra Putu Harja, mengkritisi kejadian tersebut.
      "Acung jempol buat pak polisi yang berani menilang," kata akun Rahmad Wijanarko mengapresiasi kinerja polisi.
    • By berita_semua
      Direktur Pengelola Tim Movistar Yamaha, Lin Jarvis, meyakini jatuhnya Marc Marquez di Grand Prix (GP) Malaysia bukan akibat tendangan Valentino Rossi. Jarvis mengungkapkan, mustahil Rossi bisa menendang motor ratusan kilogram hingga terjatuh.
      Rossi berulang kali menegaskan tak melakukan tendangan hingga membuat Marquez terjatuh. Menurut The Doctor, pergerakan kakinya yang terlihat menendang Marquez hanyalah kesalahpahaman.
      Jarvis mengaku mempercayai apa yang dikatakan juara dunia tujuh kali itu. Kepercayaan pada apa yang didengarnya dari Rossi semakin diperkuat dengan bukti rekaman video dan gambar yang diambil oleh kamera di helikopter.
      “Dalam kasus ini, saya pikir gambar telah membuktikan. Valentino berkata dirinya disentuh (oleh Marquez) dan kakinya tersangkut. Luar biasa bisa menendang RC213V dengan berat 157 kilogram,” ujar Jarvis, seperti dimuat situs resmi MotoGP, Senin (26/10/2015).
      Sebelumnya, Jarvis mengungkapkan timnya sudah mengajukan banding atas hukuman yang diterima Rossi. Akan tetapi, FIM Steward menolak banding tersebut, sehingga membuat hukuman The Doctor pun tidak bisa diubah.
    • By berita_semua
      Direktur Pengelola Movistar Yamaha, Lin Jarvis, menyesalkan insiden dan hukuman yang diterima pembalapnya, Valetino Rossi. Meski mengakui apa yang dilakukannya tidak benar, Jarvis menegaskan Rossi bukan pembalap curang.
      Kini, tak sedikit pihak menilai buruk Rossi, menyusul perilakunya yang menendang Marquez di Grand Prix (GP) Malaysia. Tak ingin nama baik pembalapnya menjadi jelek begitu saja, Jarvis pun mencoba memberikan klarifikasi.
      “Kami tidak bisa membantah. Apa yang dilakukan Valentino (Rossi) bukanlah pergerakan yang kami ingin lihat. Tapi Valentino sejatinya bukan pembalap yang curang,” kata Jarvis, seperti dimuat situs resmi MotoGP.
      “Dia bukan pembalap yang suka menciptakan isu dan masalah bagi orang lain. Kami merasa penalti (untuk Rossi) cukup berat,” sambungnya.
      Jarvis mengaku Tim Movistar Yamaha sudah mengajukan banding atas hukuman yang diterima The Doctor. Pembalap yang dikenakan penalti oleh Race Direction memang bisa mengajukan banding ke FIM Steward untuk menolak atau pun meminta kelonggaran hukuman.
      “Tapi FIM Steward menolak banding dan setuju dengan keputusan yang sebelumnya. Ini adalah finalnya, jadi tak perlu dibahas lagi,” tukas Jarvis.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy