Jump to content

OS Smartphone yang Paling Sulit Di Hack


Recommended Posts

Kemajuan teknologi memang membuat kehidupan menjadi lebih mudah dengan hadirnya berbagai perangkat pendukung, salah satunya smartphone. Tapi para pengguna harus waspada, karena ada banyak tangan-tangan usil alias hacker (black hat hacker) yang kerap memanfaatkan kerentanan dalam sistem smartphone.

Selain harus waspada, pengguna sepertinya bisa mempertimbangkan pernyataan seorang white hat hacker, Steve Lord, mengenai sistem operasi (OS) smartphone yang menurutnya paling aman. White hat adalah sebutan untuk hacker komputer "beretika" atau seorang pakar keamanan komputer, yang mengkhususkan diri dalam pengujian untuk memastikan keamanan suatu sistem.

5656746f19735_windwosphon.jpg.c63a706bd8

Lord mengungkapkan, semua mobile operating system pada dasarnya memiliki sisi baik dan buruk. Namun menurutnya, Windows Phone adalah yang paling sulit diretas.

"Saat ini Windows Phone tampaknya menjadi yang paling sulit diretakkan. BlackBerry sendiri telah lama dikenal sangat fokus pada keamanan. Jika saya memiliki akses fisik ke perangkat, maka Android biasanya menjadi target paling mudah," tuturnya.

Kemudian ia pun membandingkan antara iPhone, BlackBerry versi lama, dan Android. "Jika melalui sebuah jaringan atau saya harus menyerang melalui email atau pesan, Android menjadi yang termudah," sambungnya.

Ia pun menyarankan bagi konsumen yang tidak mampu membeli smartphone terbaru, maka tak ada salahnya menggunakan feature phone atau smartphone BlackBerry 10. Selain itu, smartphone berbasis Windows Phone 8 atau versi terbaru juga bisa menjadi pilihan.

Namun jika konsumen sudah jatuh hati dengan Android, maka kata Lord, ada satu varian produk yang bisa dipilih yaitu perangkat dengan brand Nexus. Pasalnya, Nexus termasuk perangkat yang mendapatkan pembaruan cukup sering.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By congek
      Vivo telah menjadi merek smartphone nomor satu di Indonesia berdasarkan International Data Corporation (IDC) pada kuartal pertama 2020.
      Vendor asal Tiongkok inipun siap merilis smartphone seri terbarunya, Vivo X Series, di Indonesia dalam waktu dekat.
      Vivo X Series diklaim merupakan smartphone flagship dengan kemampuan fotografi profesional pertama dari Vivo Indonesia.
      Perangkat ini diharapkan menjadi jawaban atas penantian konsumen Indonesia atas smartphone dengan teknologi terkini.
      Seri premium X Series hadir sebagai realisasi Vivo yang sebelumnya menjanjikan kehadiran seri flagship di Tanah Air tahun ini.
      Waktu yang Tepat
      Senior Brand Director vivo Indonesia, Edy Kusuma mengatakan, Vivo X series bakal segera hadir di Indonesia.
      "Setelah melakukan beragam riset pasar, kami merasa ini adalah saat yang tepat bagi kami untuk menghadirkan Vivo X series," tuturnya.
      Boyong Teknologi Terkini
      Sesuai dengan nilai jualnya di bidang kamera, Vivo X series mengusung tagline “Photography, Redefined”. Perangkat ini diklaim akan membawa keunikan fitur teknologi terkini dalam balutan fitur flagship photography.
      “Kami tidak sabar untuk segera memperkenalkan seri terbaru ini secara resmi sebagai professional photography flagship smartphone pertama dari Vivo untuk pasar Indonesia," katanya.
      Sayangnya, Vivo belum mengungkap nama produk yang dimaksud.
    • By peter_hutomo
      Sekitar dua bulan lalu, Nintendo mengonfirmasi layanan online untuk konsol gim Wii U dan 3DS mereka, yakni Nintendo Network ID (NNID) diretas oleh orang tak dikenal.
      Alhasil, ada sekitar 160 ribu akun pengguna Nintendo yang dibobol dan informasi mereka terancam bocor di internet.
      Namun, kabar terkini menyebutkan angka akun NNID yang dibobol lebih tinggi dari pernyataan awal perusahaan asal Jepang tersebut.
      Total akun Nintendo yang diretas pada April 2020 mencapai 300 ribu setelah diinvestigasi lebih lanjut lagi.
      Ini berarti, sejak April hingga Juni saat ini ada penambahan sekitar 140 ribu akun diketahui dibobol oleh hacker.
      Perusahaan juga menyatakan, saat ini sudah mengambil langkah keamanan tambahan agar aksi serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
      "Hanya segelintir akun yang dibobol dipakai pelaku peretasan untuk pembelian di dalam gim, dan saat ini proses pengembalian uang kepada pelanggan hampir selesai," ucap Nintendo.
      Bisa Belanja di Dalam Gim
      Informasi, NNID merupakan layanan online yang dibuat untuk 3DS dan Wii U dimana pengguna dari kedua platform gim tersebut untuk download konten dan hubungkan konsol mereka ke sistem pembayaran digital.
      Meski sudah membuat sistem baru untuk digunakan di konsol anyar mereka Nintendo Switch, pengguna 3DS dan Wii U masih dapat menautkan akun mereka.
      Ini berarti hacker belanja di toko My Nintendo dan Nintendo eShop menggunakan uang virtual atau uang dari layanan PayPal milik korban yang telah terhubung dengan akun.
      Tak hanya itu, informasi nickname, tanggal lahir, dan alamat email korban pun terancam disebar di dunia maya.
      Pengguna Tak Sadar Aksi Peretasan
      Kabar aksi peretasan akun Nintendo ini pertama kali dilaporkan oleh pemilik Nintendoite, Pixelpar. Dikutip dari BGR, Rabu (22/4/2020), dia mendapati ada pihak yang tak dikenal yang berusaha menggunakan akun Nintendo miliknya.
      Ia mengatakan, password akun Nintendo miliknya menggunakan kata unik dan PC-nya tidak diretas.
    • By c0d1ng
      Sebelumnya, hacker mengklaim telah membocorkan informasi 2,3 juta penduduk Indonesia dan pemilihan umum yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
      Informasi ini disebar oleh akun Twitter @underthebreach yang sebelumnya juga menginformasikan penjualan jutaan data pengguna Tokopedia.
      Detail Data Penduduk yang Bocor

      Terkait jutaan data penduduk yang bocor, hacker mengklaim data itu memuat nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor identitas (NIK, NKK), dan lainnya.
      "Data ini sangat berguna bagi mereka yang memerlukan identitas untuk mendaftarkan banyak nomor ponsel baru di Indonesia," tutur si peretas lebih lanjut.
      Dia juga mengatakan data tersebut tersimpan di dalam format .pdf yang didapat dari situs web Komisi Pemilihan Umum.
      Judul salah satu sampel halaman itu berbunyi:
      "Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014."
    • By c0d1ng
      Data pengguna Bukalapak ditengarai bocor lagi. Belasan juta data penggunanya ditawarkan di forum dark web.
      Sang hacker menjajakan data tersebut di situs RaidForums. Menggunakan akun Tryhard User menawarkan data pengguna sebanyak 12.957.573.
      Data tersebut berisikan user ID, email, nama lengkap pengguna, password, salt, username dan tanggal lahir. Si hacker turut menampilkan sejumlah contoh data.

      Mengejutkan ada nama yang tidak asing, yakni achmad.zaky.s@gmail.com yang kemungkinan milik mantan CEO Bukalapak Achmad Zaky. Selain itu ada mfrasyid1@yahoo.com yang dimiliki Fajrin Rasyid yang merupakan pendiri Bukalapak.
      Untuk diketahui ini bukan kali pertama Bukalapak diterpa kabar kebocoran data. Sebelumnya Maret tahun lalu, belasan juta data pengguna dijual di forum dark web.
    • By c0d1ng
      Warga Indonesia, khususnya pengguna platform belanja online, tengah dihebohkan dengan kasus peretasan database perusahaan e-commerce Tokopedia. Ada jutaan data bocor di internet bahkan dijual oleh si hacker.
      Kasus pencurian data ini pertama kali dibeberkan oleh akun @underthebreach di Twitter. Dalam laporan itu, ia menyebut hacker berhasil mencuri alamat email, password hash, dan nama pengguna. Password hash adalah sebuah enkripsi password yang menyamarkan password asli pengguna.
      Akun @underthebreach sendiri merupakan sumber pertama yang melaporkan hack dan kebocoran data pengguna Tokopedia. Dalam profil akun Twitter mereka, Under the Breach mengklaim bahwa mereka adalah penyedia layanan pemantauan dan pencegahan kebocoran data dari Israel.
      Tokopedia sendiri telah mengonfirmasi adanya pencurian data penggunanya. Supaya tidak bingung dengan kasus ini, berapa banyak data pengguna Tokopedia yang dicuri hacker?
      Awalnya, akun Twitter Under the Breach mempublikasi twit berisi penjelasan bahwa hacker telah mencuri 15 juta data pengguna Tokopedia yang dikoleksi dalam dua bulan dan peretasan ini terjadi pada Maret 2020.
      Kemudian, akun yang sama melaporkan temuan lainnya bahwa ada total 91 juta pengguna Tokopedia yang dijual di dark web. Dengan laporan ini, berarti ada tambahan 76 juta data pengguna Tokopedia yang dimiliki oleh peretas.
      Data tersebut dijual di pasar gelap internet dengan harga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 75,8 juta.
      Tokopedia konfirmasi adanya kebocoran data pengguna
      Tokopedia mengakui adanya upaya pencurian data terhadap penggunanya. Tidak dijelaskan kapan peretasan terjadi, namun startup yang berdiri sejak Februari 2009 itu memastikan informasi penting pengguna, seperti password, berhasil terlindungi.
      "Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, kami menganjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan," kata Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia, kepada kumparan, Sabtu (2/5).
      Perusahaan juga menerapkan keamanan berlapis untuk menjaga akun pengguna dari penjahat siber. Salah satunya dengan one time password (OTP) yang hanya dapat diakses secara real-time oleh pemilik akun.
      Hingga saat ini, Tokopedia masih terus berupaya menginvestigasi terkait peretasan jutaan penggunanya.
      Tidak ada data pembayaran yang bocor
      Selain memastikan tidak ada data password pengguna yang berhasil dicuri, Tokopedia juga memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Adapun data pembayaran yang dimaksud ialah transaksi belanja online di Tokopedia melalui transfer bank, kartu kredit atau pembayaran lewat Ovo.
      "Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya," kata Nuraini.
      Untuk menjaga keamanan para pengguna, Tokopedia menyarankan pengguna agar melakukan pergantian password. Dan, ini harus dilakukan secara berkala.
      Siapa hacker pencuri data pengguna Tokopedia?
      Pakar keamanan siber, Pratama Persadha dari Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), mengungkap bahwa peretas data Tokopedia tersebut pertama kali mengumbar hasil retasannya menggunakan nama Whysodank lewat dark web Raid Forums pada Sabtu (2/5).
      Raid Forums merupakan merupakan forum komunitas hacker di internet yang berisi informasi-informasi terkait dengan database bocoran data, hingga berbagi prank dan komunitas pengolok. Di sini, peretas mencoba untuk meminta bantuan rekan hacker untuk membuka hash dari password akun para pengguna Tokopedia. Dia mengalami kesulitan untuk membuka password. 
      Setelah itu, ada lagi peretas ShinyHunters mem-postingthread penjualan 91 juta akun Tokopedia di forum dark web bernama EmpireMarket.
      Tokopedia minta pengguna ganti password
      Selagi menyelidiki pengguna yang terkena dampak dari pencurian data ini, Tokopedia mengimbau konsumen untuk mengganti password secara berkala. Perusahaan juga meminta pengguna untuk mengaktifkan PIN yang akan meminta kode setiap kali pengguna melakukan transaksi.
      Selain itu, Tokopedia juga memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan OTP dari Google Authenticator. Dengan ini, pengguna bisa melacak jika terjadi percobaan login di perangkat lain karena akan muncul kode OTP lewat SMS di nomor ponsel yang telah didaftarkan di Tokopedia.
      Cara mengaktifkan PIN dan OTP Google Authenticator di Tokopedia bisa dibaca pada artikel di bawah ini.
      Kominfo panggil Tokopedia terkait kebocoran data
      Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memanggil direksi Tokopedia pada Senin (4/5). Pemanggilan tersebut ditujukan untuk meminta penjelasan terkait bocornya jutaan data pengguna Tokopedia baru-baru ini.
      Kominfo juga telah mengirimkan surat ke Tokopedia. Setidaknya, ada tiga hal yang dibahas oleh Kominfo dalam surat tersebut guna menjamin keamanan data pengguna.
      "Hal pertama yang harus dilakukan Tokopedia segera melakukan pengamanan sistem untuk mencegah meluasnya data breach. Kedua, memberitahu pemilik akun yang kemungkinan data pribadinya terekspos. Dan ketiga, melakukan investigasi internal untuk memastikan dugaan data breach serta apabila telah terjadi, mencari tahu penyebab data breach tersebut," jelas Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, dalam sebuah keterangan pers, Minggu (3/5).
      Johnny menyebut, Kominfo telah meminta laporan kepada Tokopedia tentang pemberitahuan dugaan kebocoran data kepada pemilik akun, tindakan pengamanan sistem yang dilakukan, dan potensi dampak kebocoran data kepada pemilik data. Johnny pun mengaku bahwa pihaknya masih menunggu laporan tersebut selesai dibuat.
      Cara cek apakah akun Tokopedia dicuri hacker
      Mengingat salah satu data yang bocor adalah alamat email, hal berbahaya yang mungkin terjadi ialah penyalahgunaan atau penipuan berbasis email. Apabila kamu adalah pengguna Tokopedia, tentu kamu ingin mengetahui apakah akunmu menjadi salah satu yang terdampak dari kebocoran data ini.
      Nah, salah satu caranya ialah dengan mengeceknya di situs Have I Been Pwned (https://haveibeenpwned.com). Kamu cukup memasukkan alamat email yang kamu gunakan untuk belanja online di Tokopedia, kemudian situs akan mendeteksi apakah email itu masuk ke dalam kasus website-website yang terkena retas.
      Jika di hasil pengecekan email kamu di Have I Been Pwnd ada simbol Tokopedia, itu berarti akun Tokopedia kamu adalah salah satu yang terdampak.
      Selain Have I Been Pwnd, kamu juga bisa mengecek kemungkinan kebocoran data pribadimu di internet lewat situs Avast (https://www.avast.com/hackcheck). Caranya juga sama. Cukup masukan alamat email di kolom yang tersedia. 
×
×
  • Create New...