Jump to content

Chip implan sudah datang! Kartu gesek ditinggalkan


Recommended Posts

Pernahkah Anda terpikirkan bahwa untuk membuka pintu kantor, mengambil uang di mesin ATM, membeli makanan atau buku, menyalakan ponsel pintar atau bahkan menyalakan mobil tak lagi menggunakan kartu, nomor PIN, atau kunci? Sekarang semuanya bisa dilakukan tanpa harus menggunakan alat-alat itu.

565649180580c_chipimplan.png.b2f9fbc3f03

Sebuah kelompok penelitian dari Swedia bernama BioNyfiken membuktika untuk melakukan semua itu kini cukup hanya dengan menyentuhkan tangan ke objek yang diinginkan. Namun, Anda sebelumnya harus menanamkan chip di tangan Anda yang dapat menggantikan fungsi kartu, kunci, dan nomor PIN atau password.

BioNyfiken memulai penelitian chip implan sejak 2013. Chip yang terbuat dari kaca ini pertama kali ditanam di tubuh manusia pada Oktober 2014. Chip ini berukuran sebesar butir beras, dan dapat ditanamkan di tangan, tepatnya di antara ibu jari dan telunjuk.

Tidak sekadar wacana, BioNyfiken membuktikan kecanggihan penemuan ini dalam acara Cyber Security Summit Apac 2015 di Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia akhir pekan lalu. Apa saja jelebihannya? 

1. Tanpa Rasa Sakit

Berbicara di depan peserta pertemuan yang digagas Kaspersky Lab itu, salah seorang pendiri BioNyfiken, Hannes Sjoblad mengatakan bahwa penggunaan chip ini sudah diujicobakan kepada lebih dari seratus orang, dan hasilnya memuaskan.

"Ini akan membantu kita mengatasi rumitnya menghapal kode angka atau huruf terkait banyaknya keperluan sehari-hari," kata Sjoblad yang mengaku juga telah memasang chip di tubuhnya.

Dia kemudian mendemonstrasikan penanaman chip ke tubuh salah seorang relawan. Karena ukuran chip yang tergolong sangat kecil, Sjoblad menjamin tak akan ada rasa sakit serta komplikasi lainnya karena chip terbuat dari kaca.

Dan benar saja, melalui proses yang singkat, chip implan pun terpasang di bawah kulit tangan si relawan yang tetap tersenyum sepanjang proses pemasangan dilakukan. Usai pemasangan, chip yang sudah tertanam pun bisa diraba dari luar oleh peserta pertemuan.

Menurut Sjoblad, BioNyfiken membuat chip ini menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC) dengan spesifikasi 2x2 mm glass-encapsuled passive 13.56 MHz NTAG216 Chip, sehingga chip dapat berkomunikasi dengan segala alat yang juga memanfaatkan NFC.

"Dengan chip ini, Anda bisa membuka akses pintu kantor serta aktivitas lainnya. Bukankah akan lebih mudah hanya dengan menyentuhkan tangan?" ujarnya.

2. Jadi Alat Pemindai

Untuk membuktikan itu, Rainer Bock, Corporate Communications Kaspersky, produsen piranti lunak antivirus dari Rusia yang sudah cukup lama memasang chip implan di tangannya, mendemonstrasikan kehandalan piranti yang tanpa kedaluwarsa ini.

Dia mendekatkan ponsel pintar miliknya yang dalam kondisi off ke bagian tangan yang ditanami chip. Hanya dalam hitungan detik, layar ponsel pintar yang tadinya gelap langsung menyala dan menampilkan agenda harian Bock.

"Selama saya memakai chip ini tak ada keluhan dan tak ada rasa sakit. Bahkan, hingga kini chip implan juga belum terbukti punya efek samping terhadap mereka yang punya penyakit bawaan," jelas Bock dalam perbincangan dengan para jurnalis dari Indonesia.

Ke depannya, chip yang dijual dengan harga sekitar US$ 90 ini juga bisa dimanfaatkan para penggunanya sebagai pengganti kartu nama yang biasanya dicetak di kertas.

Seorang pengguna dapat memprogram chip implan ini dengan teknologi NFC di ponsel pintar untuk menyimpan paket kontak, mulai dari nama, jabatan, perusahaan, nomor seluler, dan email.

Dengan begitu, jika ada sebuah ponsel pintar yang memindai pergelangan tangan seseorang yang telah memakai chip implan, ia bisa mendapatkan kontak orang tersebut tanpa perlu lagi meminta kartu nama.

Sedangkan untuk jangka panjang, penelitian bio teknologi BioNyfiken diarahkan agar chip implan ini juga bisa menjadi alat pembayaran, memonitor kesehatan, sampai penggantipassword email. 

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By BincangEdukasi
      Para peneliti dari Kanada mengatakan, bermain kartu sederhana, seperti memainkan kartu snap, bisa membantu pemulihan para pasien yang terkena stroke.
      Ilmuwan-ilmuwan ini mengatakan bermain kartu remi dapat meningkatkan keterampilan motorik para pasien stroke.
      Tak hanya itu, bermain Jenge, bingo atau konsol game seperti Wii juga memiliki manfaat yang sama.
      Mereka mengatakan kepada jurnal Lancet Neurology bahwa jenis pemulihan yang digunakan untuk rehabilitasi motor ini mungkin kurang relevan, selama hal itu dilakukan secara intensif, berulang-ulang dan menggerakkan tangan serta lengan.
      Para peneliti merancang studi mereka untuk menguji apakah game virtual reality, yang semakin banyak digunakan sebagai terapi rehabilitasi bagi penderita stroke, lebih baik daripada permainan yang lebih tradisional untuk mengasah keterampilan motorik ekstremitas bagian atas.
      Tim dari Kanada ini merekrut sebanyak 141 pasien yang baru saja menderita stroke, dan beberapa gerakan salah satu atau kedua tangan dan lengan mereka terganggu.
      Sekitar setengah dari pasien-pasien tersebut, dipilih secara acak, kemudian ditempatkan ke rehabilitasi Wii, sedangkan sisanya diminta untuk melakukan kegiatan rekreasi lainnya, seperti bermain kartu.
      Ada kemajuan
      Semua pasien tetap menerima perawatan rehabilitasi stroke seperti biasa dan bantuan di atas 10, mereka menghabiskan waktu selama satu jam untuk bermaingame atau kartu remi selama dua minggu.
      Kedua kelompok menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam keterampilan motorik mereka pada akhir dua minggu dan empat minggu kemudian.
      Dan yang penting, kedua kelompok sama-sama bernasib baik, kata para peneliti.
      Meski hasil penelitian ini belum jelas, soal berapa banyak kemajuan yang yang dialami para penderita stroke, penelitian lainnya menyarankan untuk menambahkan banyak terapi agar lebih menguntungkan.
      Seorang peneliti, Dr Gustavo Saposnik, dari Rumah Sakit St Michael di Toronto, mengatakan, "Kita semua ini seperti teknologi dan memiliki kecenderungan untuk berpikir bahwa teknologi baru lebih baik dari strategi-strategi kuno, tapi terkadang bukan itu masalahnya."
      "Dalam studi ini, kami menemukan bahwa kegiatan rekreasi sederhana yang dapat diterapkan di mana saja mungkin sama efektifnya dengan teknologi," katanya.
      Alexis Wieroniey dari Asosiasi Stroke Inggris mengatakan temuan itu sangat menggembirakan karena mereka menunjukkan bahwa hal itu merupakan kegiatan yang murah, mudah diakses yang bisa membantu beberapa penderita stroke dalam pemulihan mereka.
      "Ribuan penderita stroke tersisa dengan masalah-masalah mobilitas, dan ini dapat menyebabkan hilangnya kemerdekaan," tambahnya.
      Stroke
      Stroke terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terputus baik oleh pembekuan atau pendarahan.
      Hal ini dapat menyebabkan gejala-gejala seperti terkulainya otot wajah, cadel dan mati rasa serta kelemahan pada lengan.
      Stroke adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perhatian dan perawatan segera.
      Orang-orang mungkin membutuhkan waktu yang lama dalam rehabilitasi agar bisa kembali mandiri.
      Beberapa di antaranya akan memiliki gangguan permanen.
    • By kompipanas123
      Selama ini Apple memang terkenal selalu bungkam mengenai spesifikasi secara detail chipset mereka yang dibenamkan pada perangkat mobile seperti iPhone dan iPad Pro. Namun mengingat performa yang disajikan perangkat Apple seperti iPad Pro yang sangat memuaskan, pastinya ada rahasia dibalik gaharnya perangkat Apple meski menggunakan CPU dual core.

      Berkat orang-orang yang bekerja di AnandTech dan Chipworks, kita kini dapat mengetahui seluk-beluk chipset A9X yang dibenamkan pada iPad Pro. Mereka berhasil mengungkap apa saja yang ada pada chipset Apple A9X buatan TSMC. Chipset A9X yang digarap oleh TSMC mengusung desain 16 FinFet dan memiliki ukuran kurang lebih 147mm².

      Ukuran Chip A9X ini lebih besar dari chip A6X dan A8X, namun lebih kecil ketimbang chip A5X. Selain itu, yang menjadi kekuatan handalnya chip A9x ternyata chip ini memiliki 12 core GPU yang merupakan bagian dari Imagination’s PowerVR 12 cluster Series7, yang bahkan tidak ada dalam roadmap Imagination. Chip A9 menggunakan Imagination 6-core PVR GT7600, tapi A9X masih menjadi teka-teki karena berada di antara 8 core GT7800 dan 16 core GT7900.

      Memang tidak terlalu mengesankan, tapi bila keduanya digabungkan akan membentuk GPU 12-core dengan bus memory 128-bit, dapat menghasilkan bandwidth memory yang mengesankan, yaitu 51,2GB. Menariknya, orang-orang dibelakang AnandTech dan Chipworks juga mengungkapkan bahwa chipset A9X tidak memiliki  L3 Cache. Ada dua kemungkinan pada chip tersebut, menurut AnandTech hal itu bisa dterjadi karena ukuran bandwich memori pada chip, sedangkan alasan satunya Apple tidak membutuhkan L3 Cache untuk menghemat daya.
    • By dugelo

      Seorang peneliti dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura telah berhasil mengembangkan chip yang dapat mengungkap “kesehatan” baterei sehingga dapat diketahui apakah sebuah baterei aman digunakan.
      Adalah Profesor Rachid Yazami yang mengembangkan chip tersebut di Energy Research Institute, NTU. Prof Yazami adalah salah satu dari tiga orang penemu baterei lithium-ion yang sekarang banyak dipakai.
      Menurut Yazami, resiko kebakaran atau ledakan akibat kegagalan baterei perlu diwaspadai. “Walaupun resiko sebuah baterei gagal dan menyebabkan kebakaran sangat rendah, tetapi dengan produksi baterei lithium-ion yang jumlahnya milyaran setiap tahun, bahkan satu peluang dalam satu juta dapat berarti ribuan kegagalan,” kata Prof Yazami seperti pada rilis berita NTU.
      Kegagalan tersebut menjadi masalah yang sangat serius bila baterei digunakan pada kendaraan, seperti mobil listrik dan juga pesawat udara. Baterei berukuran besar terdiri atas ratusan sel yang dirangkai menjadi satu untuk mendayai mobil atau pesawat terbang. “Bila terdapat kebakaran kimia yang disebabkan oleh kegagalan satu (sel) baterei, ini dapat menyebabkan kebakaran baterei di dekatnya dan mengarah ke ledakan,” jelas Prof Yazami.
      Chip yang dikembangkan Prof Yazami menggunakan algoritma yang didasarkan pada teknologi ETM (electrochemical thermodynamics measurements). Tidak seperti chip yang sekarang dipakai pada baterei yang hanya mengukur tegangan dan temperatur, smart chip Prof Yazami dapat menganalisa kondisi kesehatan dan status charge baterei.
      Chip yang dipakai sekarang hanya menginformasikan bahwa baterei overheating, ini sudah terlambat, karena keburu terjadi kebakaran. Tetapi dengan smart chip Prof Yazami, dapat diketahui apakah baterei masih prima, atau sudah mulai terdegradasi. Sehingga dapat diketahui dengan tepat, kapan baterei harus diganti.
      Selain itu, karena smart chip dapat mengukur status charge dengan tepat, maka proses charging dapat dioptimasi dan baterei dapat dipertahankan dalam kondisi terbaik selama proses fast charging.
      Smart chip yang berukuran kecil ini dapat dipasang di setiap baterei, mulai dari baterei kecil untuk peranti elektronik, hingga yang besar yang digunakan pada kendaraan. “Visi saya untuk masa depan adalah bahwa setiap baterei akan memiliki chip ini, yang akan mengurangi resiko kebakaran baterei pada peranti elektronik dan kendaraan listrik sementara memperpanjang umurnya,” kata Prof Yazami.
      Diharapkan teknologi tersebut akan tersedia untuk dilisensi oleh pembuat chip dan produsen baterei sebelum akhir tahun depan.
    • By c0d1ng
      Di dunia teknologi, Intel memang sangat dikenal sebagai perusahaan prosesor kelas dunia yang membuat prosesornya dengan kualitas yang baik. Kali ini marak beredar pemberitaan tentang Intel dan Apple yang sedang menjalankan kolaborasi untuk menghadirkan produk terbaru dari Apple.
      Intel digosipkan bakal menjadi perancang chip A terbaru untuk smartphone selajutnya dari Apple. Smartphone terbaru dari Apple yang dimaksud adalah iPhone 7 yang gosipnya bakal meluncur tahun depan. Dengan terjalinnya kolaborasi Intel dan Apple, menandakan bahwa kerja sama Apple dan Qualcomm akan berakhir. Selama ini Apple dan Qualcomm bekerja sama hadirkan chip untuk iPhone dan iPad.
      Intel sendiri mengerahkan 1000 pekerjanya untuk membuat Intel 7360 LTE terbaru untuk iPhone 7. Chip Intel 7360 LTE sendiri memiliki fitur yang mendukung jaringan 4G hingga kecepatan 450mbps. Hal itu dilakukan Intel agar mencapai permintaan yang diharapkan oleh Apple. Namun kerja sama antara Apple dan Intel ini belum menemui titik final. Jika Intel memenuhi apa yang dibutuhkan Apple, maka kerja sama akan berlanjut untuk menghadirkan iPhone 7.
      Sementara itu, chip Intel 7360 LTE yang mendukung radio frekuensi 29 LTE band ini dikabarkan bakal segera dirilis pada akhir tahun 2015 dan segera ditanamkan pada smartphone tahun 2016 mendatang. Sebelumnya, chip A9 yang mengotaki iPhone 6s dan iPhone 6s Plus merupakan hasil produksi Samsung dan TSMC.
    • By c0d1ng
      Pihak yang mengajukan tuntutan kepada Apple ini adalah Wisconsin Alumni Research Foundation (WARF), WARF mendaftarkan tuntutan kepada Apple sejak bulan Januari 2014 lalu, untuk hak paten yang sudah terdaftar sejak tahun 1998.
      Juri di Pengadilan Madison, Wisconsin, Amerika Serikat menyatakan bahwa paten tersebut terbukti milik Universitas Wisconsin-Madiso dan Apple dinyatakan bersalah karena menggunakan teknologi pada paten tersebut tanpa izin. Teknologi tersbut merupakan teknologi yang dapat membuat tingkat efisiensi prosesor meningkat.
      Dengan terbukti bersalah, Apple kini menghadapi tuntutan berupa denda besar yang nilai maksimumnya dapat mencapai $862 USD atau sekitar Rp 11,4 triliun ( 1 Dollar = Rp13.333). Namun jumlah tersebut belum ditentukan oleh pengadilan, karena nantinya pengadilan yang menentukan jumlah besaran denda yang dihadapi Apple.
      Juri pengadilan Wiconsis menyatakan bahwa teknologi tersebut telah diterapkan pada chip milik Apple yakni A7, A8, dan A8X yang merupakan otak dari perangkat iPhone 5s, iPhone 6, dan iPhone 6 Plus. Tak hanya perangkat iPhone saja yang menggunakan chip itu, beberapa perangkat iPad juga menggunakan chip itu sebagai otaknya, seperti yang dilansir dari Reuters, Rabu (14/10/12).
      Selain beberapa chip tersebut, baru-baru ini pihak WARF juga bakal melayangkan tuntuan pada chip teranyar milik Apple, yakni chip A9 dan A9X yang disematkan pada perangkat mobile teranyar milik Apple, yakni iPhone 6s, iPhone 6s Plus, dan iPad Pro.
      Sebelumnya pihak WARF juga pernah melayangkan tuntutannya kepada Intel Corp pada tahun 2008 lalu, namun keduanya sepakat untuk menghentikan kasus itu dan memilih jalan damai.
×
×
  • Create New...