Jump to content

Profesor Petra Ubah Lumpur Lapindo Jadi Beton Kualitas Tinggi


davidbo

Recommended Posts

2811903p1.jpg.72d491facf44b415f888d7d91c

Lumpur Lapindo yang selama ini menjadi masalah besar masyarakat Sidoarjo ternyata menyimpan potensi besar yang bisa dikembangkan.

Prof Djwantoro Hardjito, guru besar Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya berhasil meneliti lumpur ini menjadi beton berkualitas tinggi.

Di awal-awal bencana lumpur Lapindo telah banyak masyarakat yang mencoba memanfaatkannya menjadi batu bata atau genting.

Semuanya tidak berhasil. Batu bata dan genteng yang dihasilkan mudah patah dan tidak tahan lama. Hal itu terjadi karena proses pengolahannya yang keliru.

Belajar dari hal itu, Djwantoro lebih dulu meneliti kandungan kimia lumpur. Ternyata dalam lumpur Lapindo mengandung SiO2, Al2O3, dan Fe2O3 yang dominan, totalnya lebih dari 85 persen.

Dari sini, tekadnya untuk menjadikan lumpur lapindo sebagai bahan baku pembuat beton semakin kukuh.

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membakar lumpur laiknya batu bata untuk mengubah struktur bahannya. Dan untuk melihat perubahan yang terjadi dideteksi dengan sinar X (X-Ray).

Setelah itu gumpalan lumpur lalu dihaluskan agar mempengaruhi reaktivitas materialnya. Lalu digiling menjadi ukuran partikel hingga halus.

Lumpur halus ini lalu dibakar dengan standar 600 derajat celcius selama empat jam, atau dibawah standar pembakaran semen yang mencapai 1.400 derajat celcius.

”Suhu 600 derajat celcius ini sudah cukup untuk mendapat reaktivitasnya,”kata wakil rektor Bidang Akademik UK Petra, Surabaya.

Semen halus hasil pembakaran inilah yang akan dipakai sebagai bahan baku beton. Ada dua langkah yang bisa dilakukan.

Pertama, mengganti sebagian semen dengan lumpur Lapindo. Jika biasanya setiap satu meter kubik beton membutuhkan 400 kg semen, kali ini bisa dikurangi separuhnya (50 persen) bahkan hingga 60 persen, diganti dengan lumpur lapindo yang sudah diaktivasi.

Hal ini tentu saja bisa mengatasi permasalahan dunia saat ini yakni ketersediaan bahan baku semen yang mulai menipis.

Terkait kualitas, beton hasil pencampuran semen dan lumpur lapindo memiliki kualitas prima.

Hasil penelitiannya, dengan penggantian 50 persen lumpur lapindo bisa menghasilkan kekuatan beton mencapai 50,80 mpa (mega pascal). Kekuatan ini didapat setelah beton berumur 28 hari.

Sementara jika penggantian 55 persen lumpur lapindo, kekuatannya menjadi 45,60 mpa dan penggantian 60 persen lumpur kekuatannya menjadi 45,20 mpa.

Kekuatan beton ini jauh dari standar beton biasa, bahkan hampir menyamai beton petronas twin tower yang kekuatannya 60 mpa.

”Untuk bangunan rumah biasa tiga lantai, 25 mpa sudah cukup. Ini melebihi,”kata peraih gelar doktor di Curtin  University, Perth, Australia.

Selain mencampurkan lumpur dengan semen, bisa juga dilakukan dengan tanpa semen.

Untuk cara kedua ini, pria kelahiran Blora 10 Desember 1960 lebih dahulu mengaktifkan kandungan silikon dioksida dan alumunium dioksida dalam lumpur dengan larutan alkali (water glass).

Tujuannya agar komposisinya menjadi reaktif sehingga bisa mengikat partikel lainnya.

Setelah itu, lumpur bisa dicampurkan dengan pasir atau bahkan kerikil tergantung dari komposisi yang dipilih. Setelah jadi beton cetakan, perlu dipanaskan lagi dengan suhu 60 derajat celcius.

Beton tanpa semen yang dihasilkan ini kekuatannya bisa mencapai 50 mpa, sama dengan beton campuran semen dan lumpur lapindo.

”Kalau dibandingkan paving-paving yang banyak dipasaran ya lebih kuat ini karena paving umumnya hanya10 mpa,”sebut Djwantoro yang pernah meraih Silver Medal untuk penelitian ”Artificial Rock with LUSI Mud” di forum International Innovation and Invention Expo, Macau, China 2012.

Diakui Djwantoro, untuk mengasilkan karya fenomenal ini bukan tanpa kendala.

Di tahun pertama semua percobaan yang dilakukan tidak menghasilkan karena komposisi dan cara pengolahan tidak tepat sehingga saat dites tekan langsung hancur seperti kerupuk. Baru di tahun kedua, dia mulai membuahkan hasil.

Tetapi itupun masih ada kendala karena pihaknya tidak memiliki alat pembakaran yang memadai.

”Kami sempat nitip ke pabrik genteng Bambe dan pabrik genteng lain seacra berpindah-pindah sebelum akhirnya kami buat tungku sendiri,”aku penulit puluhan jurnal ilmiah internasional ini sambil tersenyum.

Diakuinya temuan ini memang sangat memungkinkan ditiru. Karena itu dia telah mendaftarkan hak paten international, terutama untuk kerikil buatan dari lumpur lapindo yang bisa dipakai sebagai pengganti batu atau media hidroponik tanaman hias.

Tak hanya lumpur lapindo, pria yang mengidolakan  George Washington Carver ini juga membuat beton dari abu batubara yang diambil dari sisa pembakaran PLTA Paiton serta abu erupsi Gunung Kelud.

”Pada dasarnya material-material ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, tinggal bagaimana kita mengolahnya saja,”tandas Djwantoro yang akan dinobatkan sebagai guru besar ke 9 UK Petra, Jumat 15 April 2014.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra Timoticin Kwanda mengatakan gelar guru besar memang layak disandang Djwantoro.

”Saya jamin beliau ini profesor asli karena gelar in bisa didapatkan kalau tidak sebagai peneliti/pengajar,”tegasnya.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By jurnal_korupsi
      Proses pembelian 5.225 unit komputer oleh Bagian Pengelolaan Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disorot masyarakat.
      Karena pembelian komputer oleh instansi pemerintah seharusnya proses pengadaannya wajib dilaksanakan secara e-katalog, sebagaimana diatur oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan barang Jasa Pemerintah) yang sudah ditampilkan secara online.
      Dengan mekanisme pembelian secara e-katalog yang diatur LKPP ini, instansi pemerintah bisa mendapat barang yang berkualitas dengan harga yang jauh lebih murah serta untuk menghindari terjadinya markup harga, rekayasa, kolusi, korupsi dll
      Oleh Karenanya FKKS - Forum Komunikasi Komite Sekolah mempertanyakan, kenapa pembelian komputer senilai total Rp. 52 milyar itu tidak dilakukan secara e-katalog, tapi dilakukan dengan cara pelelangan dan bahkan dengan cara lelang cepat, dimana dengan itu data persyaratan, harga penawaran & peserta pengadaan yang menjadi penyedia, barang di LPSE Surabaya dengan kode lelang 7303010 , tidak bisa diakses/diketahui oleh publik?
      Bahkan, menurut FKKS, pelaksanaan lelang untuk pengadaan komputer itu terkesan dilaksanakan untuk menghindari pelaksanaan pengadaan melalui cara e-katalog yang ada pada system LKPP.
      Anggota FKKS, Yudo Anggodo menyatakan, indikasi mensiasati agar tidak melakukan pengadaan secara e-katalog ini terlihat bahwa lelang pengadaan komputer ini terkesan sengaja dilakukan ketika melihat peluang saat system e-katalog untuk produk komputer di LKPP sedang di-upgrade/ diperbaharui. Dimana proses pengadaan dengan cara lelang itu dilaksanakan  tanggal 02 Februari 2018 sampai dengan tanggal 05 Februarti 2018.
      "Padahal saat system e-katalog untuk produk komputer  di LKPP itu sedang di-upgrade, sudah ada pengumuman dalam situs LKPP tersebut  bahwa untuk e-katalog (online shop) untuk produk komputer sudah bisa dipakai kembali pada tangga 17 Februari 2018", kata Yudo
      "Kenapa tidak menunggu hanya beberapa hari sehingga terkesan terburu2 memanfaatkan waktu luang sekian hari saat system e-katalog di LKPP sedang upgrade. Situasi itu tampaknya malah dipakai alasan untuk melaksanakan pengadaan komputer dengan system lelang dan tidak melalui cara pembelian e-katalog? Dan kenapa tidak melalui lelang biasa yang info bisa diketahui publik, kok memakai cara lelang cepat yang info detailnya di situs LPSE Surabaya tidak bisa diakses/ diketahui publik", ujarnya 

      Apalagi kemudian diketahui, bahwa persyaratan, spesifikasi dll untuk bisa menjadi penyedia barang dalam lelang pengadaan komputer itu terkesan dibuat sangat sulit, dan berpeluang membuat situasi yang bisa menimbulkan anggapan adanya rekayasa bahwa hanya pengusaha tertentu saja yang bisa menjadi penyedia barang.
      "Jika kualitas komputer serta spesifikasinya kalah bagus, dan pembelian dengan cara lelang pengadaan ini ternyata harganya jauh lebih mahal dibanding harga, jika proses pembelian melalui e-katalog di LKPP, apa ini nantinya tidak bermasalah dalam hukum?",  tutur Yudo
      Sebagaimana diketahui, kota Surabaya, pada tahun 2018 ini mengalokasikan dana sebesar Rp. 52 milyar untuk pembelian komputer dan perlengkapannya, dimana rencananya sebanyak 5255 tersebut akan dibagikan kepada SD dan SMP negeri yang kekurangan peralatan
      Untuk SD keperluannya meliputi pemenuhan laboratorium, ruang guru dan ruang tata usaha. Sedangkan di jenjang SMP komputer diberikan untuk melengkapi laboratorium, ruang guru dan keperluan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
      Menurut FKKS, karena untuk keperluan dan dibagikan ke sekolah-sekolah di Surabaya, bukankah biasanya pembelian komputer itu dilakukan oleh Dinas Pendidikan? Karena Dinas Pendidikan lebih tahu kebutuhan sekolah. Dan selama ini pembelian komputer untuk keperluan sekolah dan peningkatan mutu proses belajar mengajar,  dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan atau langsung oleh sekolah melalui proses pembelian e-katalog di LKPP.
      Maka tampak janggal ketika dana untuk peningkatan mutu pendidikan dalam hal ini pembelian komputer dikelola oleh Bagian Pengelolan Aset Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan hanya bertugas membagikan komputer ke sekolah2. Apalagi kemudian proses pembelian tersebut terkesan adanya rekayasa untuk menghindari pengadaan melalui proses e-katalog di LKPP
      Jika proses pembelian komputer senilai Rp. 52 milyar ini dikemudian hari menimbulkan persoalan hukum yang berindikasi adanya dugaan korupsi, tentunya hal ini bisa mencoreng kinerja pemkot Surabaya. Apalagi Noer Oemarijati Kepala Bagian Pengelolaan Aset Pemkot Surabaya, dikenal sebagai orang yang paling dipercaya oleh walikota Tri Rismaharini.
    • By berita_semua

      Kecelakaan Lamborghini bernomor polisi B 2258 WM yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, menjadi perhatian publik. Faktor internal pengendara diyakini menjadi penyebab utama kecelakaan yang merenggut satu korban jiwa itu.
      Berdasarkan penilaian instruktur safety driving, Jusri Pulubuhu dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), kecelakaan itu lebih disebabkan kurangnya soft skill yang dimiliki pengendara. Setiap pengendara supercar harus memiliki empati sesama pengguna jalan, memahami karakter kendaraan, serta memiliki kemampuan mengendalikan kendaraan.
      Selain itu, lanjut Jusri, mengendalikan supercar bertenaga besar tidak sama dengan mobil-mobil lain yang lebih kecil. Karakter responsif dari supercar terkadang membuat pengendaranya ingin show off, melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi di jalan umum, padahal itu sangat membahayakan pengguna jalan atau warga di sekitar.

      "Jika sebuah kendaraan tidak digunakan secara tepat maka benda tersebut akan menjadi mesin pembunuh," tegasnya.
      Seperti diketahui, kecelakaan terjadi di Jalan Manyar, Surabaya. Supercar Lamborghini Gallardo LP570-4 berwarna gelap yang dikemudikan remaja 24 tahun menabrak warung dan menewaskan satu orang. Lamborghini tersebut sedang balapan dengan supercar lain.
    • By berita_semua

      Reynold Poernomo mencuri perhatian dalam kompetisi memasak MasterChef Australia 2015. Dia berhasil menembus empat besar dan dikenal karena kemampuannya membuat makanan penutup alias dessert. 
      Siapa mengira Reynold adalah pemuda kelahiran Surabaya dan kini tinggal di Sydney, Australia. Kehadirannya di MasterChef membuatnya populer. Di laman Facebook-nya sendiri, dia memiliki 28 ribu pengikut. Kegagalannya menembus tigas besar membuat banyak penggemarnya kecewa. 
      Karena kepiawaiannya membuat makanan penutup, banyak yang bertanya kapan Reynold akan mendirikan bar dessert di Sydney. Kepada ABC Australia Plus Indonesia, Reynold berkata dirinya saat ini sedang magang di Restoran Gastro Park dengan koki kenamaan Grant King.
      "Saya  berharap untuk membuka dessert bar dalam beberapa bulan mendatang. Masih banyak hal yang perlu dipersiapkan, tetapi memang rencananya adalah untuk membuka bar itu di tahun 2015 ini," katanya.
      Reynold Poernomo dilahirkan di Surabaya dan pindah ke Sydney bersama orang tuanya ketika dia berusia 6 tahun. Sekarang, pemuda berusia 21 tahun tersebut masih menimba ilmu di Universitas Western Sydney mengambil jurusan Teknologi Pangan.
      Selama mengikuti syuting MasterChef yang memakan waktu beberapa bulan, Reynold memutuskan cuti kuliah dan kembali ke kampus pada 2016 untuk menyelesaikan kuliahnya. 
      Ternyata Reynold dibesarkan di tengah keluarga yang berkecimpung di dunia masak memasak. Dua orang kakaknya, Ronald dan Arnold Poernomo, dalah koki. Ronald Poernomo adalah salah seorang juri di acara MasterChef Indonesia.
    • Guest News
      By Guest News
      Pameran Otomotif Surabaya akan diadakan di Grand City Convex Surabaya
      Surabaya, 22 Oktober 2015 – Penjualan kendaraan bermotor khususnya mobil mengalami penurunan sepanjang tahun 2015. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat angka penurunan penjualan mencapai 20% hingga akhir semester satu 2015 dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Masih belum stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berimbas pada hasil penjualan pada sektor tersebut. Namun begitu, diyakini bahwa gaya hidup masyarakat Indonesia sekarang ini masih mampu mendongkrak atau setidaknya mempertahankan geliat pada industri otomotif. Hal inilah yang membuat PT Dyandra Promosindo optimis untuk menyelenggarakan serangkaian pameran otomotif sepanjang tahun 2015.
      Berawal dari diselenggarakannya Pameran Otomotif Medan (POM) tanggal 8 – 12 April 2015 di Santika Premier Dyandra Hotel & Convention, dilanjutkan event otomotif akbar Indonesia International Motor Show 2015 di JIExpo Kemayoran pada tanggal 20 – 30 Agustus lalu, Pameran Otomotif Jogja (POJOG) pada tanggal 23 – 27 September 2015 di Jogja Expo Center, serta Pameran Otomotif Makassar (POMA) pada tanggal 7 – 11 Oktober di Celebes Convention Centre Makassar, dan akan ditutup oleh Pameran Otomotif Surabaya (POS) yang akan diselenggarakan pada tanggal 4 – 8 November 2015 di Grand City Convex Surabaya.
      POS 2015 adalah kali keenam pameran ini diselenggarakan, dan untuk tahun ini hadir dengan mengusung tagline The Real Motor Show since 2010. Pameran ini merupakan pameran otomotif terbesar di Jawa Timur dan sekitarnya dan akan menggunakan total area seluas 9.760 m2  yang meliputi indoor area dan outdoor area Grand City Convex. Dihadiri lebih dari 48 ribu pengunjung selama 5 hari penyelenggaraannya, POS 2014 lalu berhasil membukukan transaksi sebesar 311 miliyar Rupiah. Hasil penyelenggaraan tahun 2015 ini diharapkan akan lebih baik dari tahun lalu baik dari segi kemasan acara, pameran, jumlah pengunjung, maupun transaksi.
      Pameran ini didukung oleh 23 brand terkemuka mulai dari BMW, Honda, Hyundai, Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, Piaggio, Suzuki, dan Toyota. Sedangkan Garansindo group akan menampilkan merk Alfa Romeo, Chrysler, Dodge, Fiat, Jeep, untuk mobil dan Zero Motorcycles untuk motor listrik. Tidak ketinggalan sepeda listrik Italjet. Dari Pavilion Mandiri Tunas Finance menghadirkan merek Chevrolet, Daihatsu, KIA, Isuzu, Mazda dan Nissan. CBU world akan memajang line up Toyota Alphard dan Nissan Velfire.  Disamping mobil dan motor, POS 2015 juga menghadirkan perusahaan pendukung otomotif diantaranya Pertamina, No Doubt, Evalube, AEG Blaukpunkt dan banyak lainnya.
      Berbagai kompetisi akan dihadirkan untuk menyemarakkan pameran, diantaranya adalah Gymkhana War yang akan diadakan untuk empat kategori yaitu FWD Rookie, FWD Pro, RWD dan FFA dan memperebutkan total hadiah senilai puluhan juta rupiah. Pimp My Helmet yang diadakan untuk memberikan wadah bagi para kreatif untuk menggambar pada helm yang telah disediakan oleh penyelenggara. Ada pula Drone Photo Challenge dan Drone Fun Rally serta WRC Challenge yang akan yang dapat diikuti oleh umum.
      Gymkhana Stuntskill Competition akan hadir bagi penyuka atraksi yang memicu adrenalin. Dengan menggandeng Indonesian Stuntride Association (ISA), kompetisi ini akan digelar dengan skala semi nasional yang akan diikuti oleh stuntrider dari berbagai penjuru kota di Indonesia. Para peserta POS 2015 pun dapat berkompetisi di ajang Favorite Car, Favorite Booth, serta Favorite Female Presenter yang akan ditentutakan dari polling pilihan pengunjung.
      Sebagai rangkaian acara POS 2015, pihak penyelenggara juga telah menyiapkan program seperti uji coba kendaraan atau test drive yang akan diikuti oleh para peserta pameran. Uji coba kendaraan ini berguna untuk menguji kenyamanan kendaraan, akselerasi dan juga teknologi dari kendaraan tersebut. Tidak ketinggalan penggemar mobil dan motor customdapat menikmati mini exhibition yang akan digelar bengkel-bengkel custom lokal dalam Surabaya Custom Garage di outdoor area POS 2015.
      Bagi para pecinta film box office, dapat menyaksikan secara langsung beberapa mobil yang digunakan dalam pembuatan film seperti Dodge Charger yang digunakan oleh Dom Toretto pada film Fast and Furious, serta Flying Ford Anglia atau mobil terbang yang muncul dalam film Harry Potter And The Chambers of Secrets yang diluncurkan pada tahun 2002. Bagi sebagian penggila Harry Potter, kehadiran mobil ini menjadi sesuatu yang menyenangkan. Mobil lansiran tahun 1960 ini berlaga bersama Harry Potter dan Ron Weasley dalam sekuel sederetan film Harry Potter.
      Tidak hanya itu, pameran ini juga akan semakin semarak dengan adanya special performance dari Efek Rumah Kaca dan Gugun Blues Shelter. Kedua band yang telah cukup lama tidak tampil di Surabaya ini akan menghibur para penggemar dan pengunjung pameran pada tanggal 6 dan 7 November mendatang.
      Selain menikmati suguhan display mobil-mobil terbaru dari masing-masing brand peserta, POS 2015 juga berkesempatan mendapatkan grandprize sepeda motor dan hadiah menarik lainnya dari undian tiket masuk dan juga undian transaksi pembelian. Undian grandprize tidak hanya diperuntukkan bagi pengunjung, namun sales person peserta juga berkesempatan mendapatkan motor dari undian transaksi penjualan selama pameran. Disamping itu 20 orang pengunjung yang beruntung setiap harinya juga dapat mengikuti promo helm SNI seharga 95 ribu dan free voucher car wash dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Promo lainnya berupa free entry yang berlaku untuk pembelian pertamax minimal 200 ribu Rupiah di 15 SPBU yang bekerja sama.
      Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Dyandra Promosindo juga tak lupa diberikan. Seperti program SIM Keliling yang ditujukan bagi pengunjung untuk mempermudah perpanjangan SIM. Ada pula kegiatan donor darah hingga Student Day Visit POS 2015 yang mengundang para pelajar SMK bidang otomotif untuk mengeksplor wawasan dunia otomotif.
      Pameran Otomotif Surabaya (POS) 2015 akan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 4 – 8  November 2015 pada pukul 11.00 – 21.00 WIB (Rabu – Jumat) atau pukul 10.00 – 21.30 WIB (Sabtu – Minggu). Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai pameran ini, masyarakat dapat membuka kanal website www.pameranotomotifsurabaya.com dan mengikuti update berita mengenai pameran melalui akun resmi POS 2015 di akun twitter @pameranotomotif dan akun instagram @pameranotomotifsurabaya.
      Hendra Noor Saleh selaku Direktur PT Dyandra Promosindo menyampaikan bahwa perhelatan Pameran Otomotif Surabaya ini diharapkan dapat mempertahankan gelarnya sebagai barometer industri otomotif di Jawa Timur. Selain itu, penyelenggara berharap seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati perhelatan akbar ini serta menjadikan POS 2015 sebagai sarana edukasi serta hiburan dan menjadi agenda MICE yang wajib dikunjungi setiap tahun.
    • Guest News
      By Guest News
      Kerjasama di bidang pendidikan dengan kota Busan dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, karena menganggap banyak hal posistif yang bisa ditiru oleh Surabaya dari Busan.

      Rektor Dong Eui Universiti, Busan memberikan keterangan terkait kerjasama pendidikan dengan Pemerintah Kota Surabaya, Kamis 24 September 2015 (Foto: VOA/Petrus).
      Dilansir dari VOA Indonesia, kota Surabaya dan Kota Busan di Korea Selatan semakin intensif meningkatkan hubungan kerjasama khususnya di bidang pendidikan, setelah kedua kota menjalin hubungan sister city sejak 20 tahun lalu.
      Ratusan pelajar serta guru sekolah menengah di Surabaya telah dikirim ke Busan untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan pelatihan guru, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Surabaya.
      Kerjasama di bidang pendidikan dengan kota Busan dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, karena menganggap banyak hal posistif yang bisa ditiru oleh Surabaya dari Busan. Menurut Yanuar Hermawan selaku Kepala Sub Bagian Kerjasama Luar Negeri, Pemerintah Kota Surabaya, etos kerja serta karakter yang kuat dari orang Korea menjadi salah satu alasan menjadikan sistem pendidikan di Busan sebagai acuan.
      Menurut Yanuar, keberhasilan pembangunan suatu daerah ditentukan salah satunya oleh keberhasilan pendidikan, dari generasi mudanya.
      “Belajar tentang sistem pengajaran secara komprehensif ya, jadi sistem belajar mengajar, terus penyediaan infrastruktur, dan juga materi tidak kalah penting. Artinya kita melihat Korea itu kan, karakter buildingnya kan kuat dan itu memang mau tidak mau kita melihatnya dari basic, pendidikan," kata Yanuar Hermawan, Kasubbag Kerjasama Luar Negeri Pemkot Surabaya.
      "Bagaimana menciptakan generasi yang mandiri, bagaimana menciptakan generasi yang tidak gampang menyerah dan itu juga hal-hal yang bisa kita pelajari untuk bisa kita terapkan disini, karena pendidikan, ya saya pikir kita semua sepakat pendidikan adalah yang penting untuk bisa meningkatkan kualitas generasi,” imbuhnya.
      Sejak lima tahun terakhir Pemerintah Kota Surabaya rutin mengirimkan delegasi pendidikan ke Busan, yaitu kelompok guru sekolah menengah dan juga pelajar serta mahasiswa untuk belajar di Busan.
      Yunsook Jun selaku Wakil Kepala Institut Pendidikan dan Pelatihan Dong Eui University mengatakan, pengajaran dan pelatihan yang diberikan kepada guru-guru dari Surabaya telah diberikan seperti sistem pengajaran di Korea, dimana para guru diajarkan untuk dapat menjadikan para murid lebih aktif, dan mampu mengungkapkan pendapat secara bebas.
       
      “Kami disini mengajarkan sistem pengajaran Korea kepada para guru, jadi bagaimana mengajarkan guru-guru di Indonesia mengenai bagaimana mengajarkan murid-murid bisa lebih aktif di kelas. Jadi bukan hanya guru yang menerangkan, tapi murid-murid juga beraktifitas seperti melakukan presentasi maupun bertanya kepada guru, artinya supaya murid-murid lebih aktif,” kata Yunsook Jun, Wakil Kepala Education Training Institut, Dong Eui University.
      Keunggulan sistem pendidikan di Busan, Korea Selatan juga diakui Caroline, salah seorang mahasiswi asal Indonesia. Menurutnya sistem pendidikan di Korea mengharuskan para murid untuk bekerja keras agar memperoleh hasil yang baik. Semangat kerja keras yang dimiliki orang Korea, merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan di Busan.
      “Kalau aku bilang disini kemauan buat belajarnya, kalau disini itu bisa dibilang mereka itu kerja keras buat belajar, kalau orang SMA (di Indonesia) dari jam 7 pagi sampai jam 2 (siang), disini juga sama jam 7 pagi sampai jam 2 (siang) tapi setelah selesai jam 2 mereka ada program belajar lagi di sekolah sampai jam 9 malam,” kata Caroline, Mahasiswi Indonesia di Busan, Korea Selatan.
       
      Caroline, mahasiswi Kyungsung University di Busang berharap, pemerintah Indonesia lebih memperhatikan perbaikan dan kemajuan pendidikan sebagai kunci keberhasilan sebuah bangsa.
      Kendala berupa tenaga pengajar yang terbatas khususnya di daerah terpencil, serta dana pendidikan yang masih sangat minim di beberapa daerah, harus menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia untuk memajukan dunia pendidikan di tanah air.
      “Karena kita kurang ada dukungan dari pemerintah misalnya kurang dana dari pemerintah, pasokan gurunya itu kurang ke daerah-daerah. Mungkin di kota-kota besar kayak Jakarta, Surabaya, itu guru-gurunya tidak kurang, di daerah kita bisa lihat sedikit banget. Jadi mereka juga yang dari daerah susah buat ke kota besar untuk melakukan pendidikan," kata Caroline.
      "Terus yang aku lihat sekarang itu, daripada kota besar, orang-orang daerah lebih mempunyai kemauan untuk belajarnya lebih tinggi, jadi kalau misalnya kita bisa kirim guru atau kita bisa nyumbang dana buat orang daerah datang ke kota besar untuk belajar itu lebih efektif, jadi persaingannya juga lebih tinggi,” imbuhnya.
×
×
  • Create New...