Jump to content
BincangEdukasi

Program Magang Itu Bukan Asal Ada!

Recommended Posts

bekerja.jpg.aa219ede5d8a0d051a6c706499fd

Salah satu harapan dunia usaha untuk menghilangkan kekhawatiran pada persaingan memperebutkan lapangan kerja di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) nanti adalah keseriusan perguruan tinggi menerapkan program internship atau magang. 

Sebagai "penyuplai" tenaga kerja, perguruan tinggi harus memperkenalkan dan menerapkan perkenalan program magang secara sistematis, baik bagi calon tenaga kerja (mahasiswa) atau pemberi kerja. Sudah saatnya universitas mengembangkan silabus magang yang baik agar link and match antara industri dan perguruan tinggi berjalan dengan baik. 

"Kenapa penting, karena magang itu diperlukan agar lulusan perguruan tinggi bisa dengan mudah beradaptasi dengan dunia luar. Dunia kerja atau dunia usaha kalau mereka mau terjun ke bisnis atau wirausaha," ujar Henoch Munandar, Director of Risk Management and Human Resources PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, pembicara pertama pada diskusi "Binus Industry Partnership Program" di Hongkong, Rabu (12/11/2015).

Pendapat tersebut diperkuat oleh Director PT Phincon, Arifa. Salah satu peserta diskusi itu mengaku bahwa selama ini ada gap antara perguruan tinggi dengan para calon tenaga kerja itu cukup jauh.

Arifa berharap, anak-anak Indonesia jangan hanya dipersiapkan untuk dididik di luar negeri dan bekerja di luar negeri. Sudah semestinya anak-anak itu dididik untuk kemudian berkarya di Indonesia. 

"Untuk itu, mereka harus dihargai dengan setimpal di negerinya sendiri. Jangan sampai kita menggaji orang bule atau orang India itu lebih tinggi dari anak-anak Indonesia sendiri," kata Arifa.

Tak heran, lanjut Arifa, fenomena "merendahkan" anak-anak Indonesia itu pada akhirnya terlihat berakar sejak perusahaan memperlakukan para mahasiswa magang. Mereka kerap hanya dijadikan sebagai tenaga administrasi. 

"Ini kesempatan industri mendidik anak-anak magang itu dengan benar-benar memberinya kesempatan luas mengenal dunia kerja. Ajak mereka meeting dengan klien, bagaimana cara perusahaan berjualan produknya," kata Arifa.

"Intinya, ajarkan apa yang kita kerjakan sebagai tanggung jawab kita di perusahaan. Bagaimana kita presentasi, beradu argumen dengan klien, anak-anak magang itu harus tahu dan jangan biarkan mereka duduk di belakang meja," tambahnya.

Untuk itulah, lanjut Arifa, dia sepakat bahwa program magang tidak bisa diterapkan sebagai program "asal ada". Jangan sampai, program magang tak membuat anak-anak didik tidak jadi
apa-apa.

"Tugas kitalah membantu mereka, menyiapkan mereka untuk siap menyambut dunia luar," katanya.

Lari ke Singapura 

Henoch mengatakan, magang merupakan pelatihan terbaik menghadapi MEA. Menurut dia, ada empat lingkup penerapan magang terbaik yang bisa dijalankan perusahaan bersama-sama pihak industri.  

Pertama adalah asessment. Baik dilakukan secara mingguan atau bulanan, peserta magang harus diberikan penugasan yang optimal. Lingkup ini kemudian diakhiri dengan feedback sebagai evaluasi kinerja.

Kedua adalah diverse work element. Di sini mahasiswa peserta magang harus mengikuti pelaksanaan proyek-proyek perusahaan dan bisnis keseharian si pemberi tugas atau karyawan di perusahaan tempatnya magang. 

Adapun keempat adalah network with senior management. Di sini peserta magang bisa belajar berikteraksi dengan kalangan internal perusahaan, baik itu saat makan siang atau rapat. 

"Sedangkan yang keempat itu intern supervisor. Di sini anak magang harus diajak untuk mengetahui jalannya organisasi perusahaan seperti apa. Di lingkup inilah proses coaching danmentoring dari si pemberi kerja bisa diterapkan," kata Henoch.

Henoch menuturkan, selama ini perguruan tinggi di Singapura sudah menerapkan program magang secara integral dengan kurikulum. Magang juga sudah menjadi silabus universitas. 

"Proses seleksinya sangat ketat dan anak-anak magang itu dibayar dengan uang saku yang layak," lanjutnya. 

Artinya, lanjut Henoch, perguruan tinggi Singapura tidak main-main menerapkan program magang. Magang bukan sekadar program yang "asal ada" dan dijalankan. Padahal, dengan penerapan yang baik, program magang dapat menjadi ajang praseleksi bagi si pemberi kerja untuk mengidentifikasi dan mendapatkan SDM fresh graduate yang sesuai kebutuhannya.

"Jadi, jangan heran kalau anak-anak kita lebih memilih di sana dibanding di sini," ujarnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By berita_semua
      Tim SAR mengevakuasi jenazah pendaki Gunung Mas, Bogor
      Dunia pendakian Tanah Air kembali berduka. Edward (20), pendaki yang merupakan mahasiswa di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta, meninggal dunia saat mendaki kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/12). Edward yang mendaki bersama 16 rekannya diduga tewas akibat mengalami hipotermia.
      Berdasarkan informasi yang dihimpun, para mahasiswa tersebut berniat mendaki Gunung Gede melalui jalur Gunung Mas, yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tersebut.
      Proses evakuasi jenazah Edward akhirnya berhasil dilakukan pada Selasa siang dengan melibatkan Tim SAR gabungan dari Muspika Cisarua, Tagana, RAPI dan Orari.
      "Sekitar pukul 14.30 seluruh tim evaluasi dan korban pendakian yang meninggal telah kembali dari gunung. Korban meninggal langsung dibawa ke RSPG Cibeureum, Cisarua, Puncak," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusril Yinus.
      Kepala Resor Cisarua Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), Tarya Nuryahya mengungkapkan bahwa para mahasiswa tersebut tidak berkoordinasi dengan pihak pengelola Gunung Mas untuk melakukan pendakian, sehingga pendakian mereka bisa dikategorikan ilegal.
      "Mereka lewat pos depan, beli tiket juga. Tapi tidak bilang untuk mendaki. Jadi mereka masuk secara ilegal,” ujar Tarya.
      Selain itu, jalur yang digunakan oleh para mahasiswa itu bukanlah jalur resmi untuk pendakian, melainkan termasuk kawasan hutan lindung Gunung Mas.
      "Bukan, ini bukan jalur untuk pendakian resmi. Ini hanya kawasan hutan lindung Gunung Mas yang berbatasan langsung dengan Gunung Gede-Pangrango," kata Tarya.
      Kurangnya Persiapan
      Kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat dan angin kencang memang menjadi momok menakutkan bagi para pendaki yang tidak mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, seringkali para pendaki melupakan hal-hal mendasar yang harus disiapkan sebelum pendakian. Akibatnya, nyawa bisa jadi taruhannya.
      Salah satu pendaki Indonesia yang telah mendaki tujuh puncak tertingi di dunia, Iwan Irawan atau akrab disapa Kwecheng menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas insiden yang mengakibatkan meninggalnya salah satu pendaki asal Jakarta tersebut.
       Ia juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh tiap pendaki sebelum melakukan pendakian untuk menghindari kecelakaan fatal.
      "Kondisi fisik yang prima adalah modal awal. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan petualangan serta kemampuan perencanaan perjalanan juga mutlak disiapkan oleh setiap pendaki," ujarnya.
      Kwecheng menambahkan, “Persiapan fisik serta pendampingan oleh orang yang berpengalaman bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi resiko terburuk saat menghadapi kondisi yang tak menguntungkan saat pendakian.”
    • Guest News
      By Guest News
      Setiap tahun Silicon Valley menerima ribuan anak magang di berbagai perusahaan teknologi. Menurut Bloomberg, anak magang di Silicon Valley rata-rata digaji $6,800 per bulan. Anak magang seperti apa yang dicari oleh Silicon Valley?
       
    • Guest News
      By Guest News
      Sebuah organisasi yang didirikan mahasiswa Indonesia berupaya menjembatani Silicon Valley dengan mahasiswa Indonesia, lewat program mentoring "Indo2SV" agar bisa mendapat kesempatan magang di Silicon Valley.
       
    • By Partner
      HTTP itu apa sih? HTTP merupakan singkatan dari HIMTI Togetherness & Top Performance. HTTP merupakan acara kebersamaan dan penyambutan mahasiswa School of Computer Science 2020. Akan ada berbagai performance menarik dan sayang untuk dilewatkan termasuk pelantikan resmi Binusian 2020 School of Computer Science. Dan acara ini hanya sekali seumur hidup. Kalian juga bakal dapet banyak benefits kalo ikut HTTP, seperti Pengenalan Bahasa C (PBC), HIMTI Kit, T-shirt, Goodie Bag, Merchandise, HIMTI Exclusive Pin, FREE Transportation, Teman Baru, dan masih banyak lagi.
      Mau daftar?
      Lihat disini 
       
    • By Ngobas
      HIMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) Binus University setiap akhir tahun  selalu mengadakan sebuah event gathering bagi mahasiswa School of Computer Science. Event gathering dalam waktu dekat ini bernama HIMTI Enhancing Togetherness on Extraordinary Spirit  (HEROES ) 2015 dengan tagline ‘Live to The Fullest’ yang akan diadakan pada tanggal 12 Desember 2015 dimulai pukul 18.00 – 21.30 WIB. Pada acara HEROES 2015 kali ini terbuka untuk seluruh mahasiswa Binus University dan bertempatkan di Kampus Binus University Alam Sutera.
      Acara gathering yang memiliki konsep dimana peserta akan saling berinteraksi dengan peserta lainnya sehingga tidak hanya mempererat ikatan antar mahasiswa School of Computer Science saja melainkan seluruh Binusian. HEROES 2015 memiliki serangkaian acara menarik yang sesuai dengan konsep event ini yaitu akan ada Escape Room Games (Pertama di Binus), Band Performance, DJ Performance dan acara menarik lainya. Selain itu peserta juga akan mendapatkan doorprize , hadiah menarik, photo booth dan mendapatkan free dinner pada event berlangsung.
      Escape Room Games akan dimainkan oleh 6 orang dalam 1 tim, dimana mereka akan saling beradu cepat satu sama lainnya untuk menang. Untuk pendaftaran tim dikenakan harga tiket Rp. 40.000,- per orangnya. Sedangkan pendaftaran 3 orang sekaligus akan dikenakan harga Rp. 42.000,- tiap orangnya. Untuk pendaftaran 1 orang saja akan dikenakan harga Rp. 45.000,- . Akan sangat disayangkan jika kalian melewati event ini begitu saja, karena di HEROES 2015 pasti kalian akan mendapatkan pengalaman baru yang seru bareng teman - teman kalian. Jadi tunggu apa lagi?? Daftarkan dirimu segera dan pecahkan kunci dari Escape Room Games bareng teman-teman!!

      Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
      Rionaldo – 08979809028
      Nicky  - 085210352145
×
×
  • Create New...