Jump to content
anon

Polisi Perancis Keluarkan Foto Tersangka Serangan di Paris

Recommended Posts

Tersangka penyerang ke-8 itu diidentifikasi sebagai Salah Abdesalam – seorang laki-laki berusia 26 tahun yang diketahui lahir di Brussels, Belgia.

CDA37BAA-5790-43D0-B3AE-662312DFABC3_w64
Salah Abdesalam (26 tahun), pria kelahiran Brussels, Belgia yang dinyatakan sebagai tersangka ke-8 dalam serangan di Paris.

Polisi di Perancis hari Minggu (15/11) telah mengeluarkan foto tersangka yang masih buron dalam serangan di Paris hari Jumat malam (13/11), yang menewaskan sedikitnya 132 orang. Tiga orang meninggal dunia di rumah sakit beberapa saat lalu.

Tersangka diidentifikasi sebagai Salah Abdesalam – seorang laki-laki berusia 26 tahun yang diketahui lahir di Brussels, Belgia. Polisi mengatakan Abdesalam – yang disebut sebagai tersangka kedelapan – adalah orang yang berbahaya dan siapa pun yang memiliki informasi tentang dirinya, harus segera menghubungi pihak berwenang.

Abdesalam adalah salah satu dari tiga bersaudara yang terkait dengan serangkaian serangan terkoordinir di Paris Jumat malam.

Saudara laki-lakinya – Ibrahim Salah – meledakkan dirinya di gedung konser Bataclan dalam serangan yang menewaskan lebih dari 80 orang. Pihak berwenang Belgia sudah menangkap saudara lainnya.

Polisi di Perancis dan Belgia telah melakukan sejumlah penangkapan dan juga menginterogasi anggota-anggota keluarga dan orang-orang yang terkait dengan tersangka penyerang lainnya.

Media-media Perancis mengatakan ketiga penyerang bunuh diri Perancis juga sudah diidentifikasi. Mereka juga melaporkan tentang dua mobil yang digunakan penyerang, yang menggunakan nomor kendaraan Belgia.

Polisi Perancis hari Minggu juga menginterogasi beberapa anggota keluarga Omar Ismail Mostefai, teroris pertama yang diidentifikasi dalam serangan itu. Ayah, abang dan ipar Mostefai adalah tiga dari enam orang yang ditahan pihak berwenang. Mostefai adalah salah satu dari tujuh penyerang – yang semuanya mengenakan rompi yang dipadati bom.

Enam penyerang meledakkan diri mereka, sementara penyerang ketujuh tewas dalam baku tembak dengan polisi. Sedikitnya tiga dari tujuh penyerang itu berkewarganegaraan Perancis.

Jaksa Perancis Francois Molins mengatakan Mostefai dikenal polisi sebagai penjahat kelas teri, tetapi tidak pernah dikaitkan dalam penyelidikan atau dikaitkan dengan teroris. Laki-laki berusia 29 tahun itu tinggal di Chartres – di dekat Paris.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By news
      Gedung Putih Sabtu lalu membenarkan tewasnya Hamza, putra Osama bin Laden yang dicurigai sedang disiapkan untuk memimpin kelompok Al Qaida. Hamza terbunuh dalam operasi militer yang tak dirinci lebih lanjut di Afghanistan-Pakistan. Wilayah yang sama kini juga berpotensi disusupi kelompok ISIS.
       
    • By peter_hutomo
      Aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, masih berlangsung hingga saat ini. Pantauan Okezone, hingga pukul 15.00 WIB massa terus berdatangan memadati lokasi.
      Seperti diketahui, Aksi 22 Mei 2019 dilakukan sebagai bentuk penolakan pendukung paslon 02 yang menolak hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di tengah orasi massa, ada beberapa pemandangan menarik yang berhasil diabadikan Okezone.
      Salah satunya berlokasi tepat di depan halaman parkir gedung Sarinah. Saat suara adzan berkumandang, beberapa anggota kepolisian tampak melepas atribut mereka untuk menunaikan salat dzuhur.

      Bermodalkan potongan kardus sebagai alas kepala, mereka tampak khusyuk memanjatkan doa. Di belakangnya, beberapa warga juga tampak membentangkan koran bekas untuk beribadah. Suasana hangat ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, sebelum massa kembali meneriakkan orasi mereka.
      Tidak hanya itu, dipinggir tembok pembatas, seorang anggota polisi terlihat sedang asyik melakukan video call dengan sang buah hati tercinta. Perbincangan mereka terpaksa terhenti saat sang komandan datang memberikan perintah.

      Bergeser sedikit ke arah Bundaran HI, puluhan anggota kepolisian juga tampak merebahkan tubuh di atas trotoar jalan. Masyarakat sipil yang kebetulan melintasi di depan mereka pun dengan spontan memberikan semangat.
      "Semangat ya pak. Semoga semuanya aman terkendali," ucap seorang wanita.

      Wanita yang diketahui bernama Tita itu juga tampak membawa sekantung plastik besar yang berisikan makanan ringan. Ia berniat membagikan makanan tersebut kepada anggota polisi yang sedang membantu mengamankan Aksi 22 Mei.
      "Kebetulan kantor saya di dekat sini. Terus dari tadi malam saya lihat banyak foto-foto pak polisi yang sedang berjuang mengamankan lokasi aksi. Bahkan, mereka sampai tertidur di tengah jalan karena harus stand by. Dari situ saya berinisiatif untuk memberikan makanan bagi yang sedang tidak berpuasa," ujarnya tentang polisi yang mengamankan Aksi 22 Mei.
    • By BincangEdukasi
      Bagi sebagian orang, terjaring razia mungkin jadi hal yang tidak menyenangkan. Tapi bagi seorang pemuda asal Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Operasi Zebra mungkin jadi hal yang tidak akan pernah terlupakan.
       
      Sebab dari Operasi Zebra, pemuda yang bernama Polisi ini akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak. Pemuda berusia 22 tahun tersebut kini bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan.
      Nama Polisi sendiri sempat viral di media sosial saat dirinya terjaring razia minggu lalu. Karena memiliki nama yang unik, pihak kepolisian pun memberikan polisi hadiah berupa pekerjaan.
       
      Pada Senin, 20 November 2017 kemarin, Polisi pun memulai hari pertamanya bekerja dengan mengikuti apel bersama puluhan anggota Satlantas. Dirinya mengaku sempat tak bisa tidur karena merasa gugup akan bekerja di kantor untuk pertama kali.

      "Tegang, karena baru pertama kali kerja di kantor," ujar Polisi saat ditemui pada 20 November 2017 lalu.
      Usai apel, Polisi pun langsung disambut oleh rekan-rekannya yang merasa penasaran dengan sosoknya. Meski memiliki nama yang istimewa, pihak Mapolres Pasuruan tidak memperlakukan Polisi secara istimewa dan ia tetap harus mengikuti semua aturan di lingkungan kerja.
       
      Di hari pertamanya, Polisi mendapatkan bimbingan untuk mengurus surat izin mengemudi (SIM). Ia diajarkan teori sampai menyiapkan lapangan untuk ujian praktik pembuatan SIM. Yang menarik, Polisi dibimbing langsung oleh anggota polisi yang menyiduknya saat Operasi Zebra beberapa waktu lalu.

      "Waktu itu saya tanya siapa namanya. Dia jawab Polisi. Saya enggak percaya. Saya bilang jangan melecehkan polisi. Akhirnya saya lihat KTP-nya, ternyata benar namanya Polisi." papar Birgadir Ali Fahri.
       
      Sebelum bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan, Polisi bekerja  sebagai buruh bangunan sejak remaja. Dirinya menjadi tulang punggung keluarga karena ayah kandungnya telah meninggal dunia sejak dirinya berusia 7 tahun. Sejak saat itu, ia harus bekerja demi bisa menghidupi ibu dan adiknya yang masih bersekolah.
    • By dugelo
      Google baru-baru ini membuat sebuah update untuk aplikasi Google Photos yang sekarang menawarkan backup lebih cepat dan berbagi foto. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pengguna pada koneksi lambat dalam backup foto mereka.
      Bagaimana fitur tersebut bekerja ialah foto-foto yang diunggah sebagai bagian dari cadangan awal akan menjadi preview ringan. Namun setelah mendeteksi bahwa pengguna memiliki koneksi yang lebih baik, versi berkualitas tinggi akan dicadangkan dan digunakan untuk menggantikan copy low-resolution.
      Idenya adalah, setidaknya pengguna akan memiliki beberapa bentuk cadangan foto di Google Drive bahkan jika itu belum tentu versi HD, seperti dilaporkan Ubergizmo, Kamis (23/3/2017).
      Google mengklaim bahwa berkat kemajuan dalam data dan kompresi gambar, preview image ini masih akan terlihat bagus pada smartphone. Di samping itu, update Google Photos disinyalir sudah ada dikeluarkan.
    • By gogolakanok
      Direktur Wahid Foundation, Zanuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) mengatakan jumlah warga Indonesia yang terlibat menjadi pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meningkat 60 persen. Awalnya WNI yang menjadi penjuang ISIS cuma 500 orang. Sekarang sudah 800 orang menjadi pejuang ISIS di Irak dan Suriah," kata Yenny di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 16 Februari 2017.
      Menurut Yenny, bahkan dari hasil survei Wahid Foundation bersama Lingkar Survei Indonesia pada 2016 mengungkapkan 11 juta dari 150 juta penduduk muslim Indonesia siap melakukan tindakan radikal. Jumlah tersebut mencapai 7,7 persen dari total penduduk muslim Indonesia. Sedangkan, 600 ribu atau 0,4 persen penduduk muslim Indonesia pernah melakukan tindakan radikal.
      Adapun karakteristik kelompok radikal di Indonesia, kata Yenny, pada umumnya masih muda dan laki-laki. Mereka banyak mengkonsumsi informasi keagamaan yang berisi kecurigaan dan kebencian. Selain itu, mereka memahami ajaran agama secara literatur bahwa jihad sebagai perang dan dalam isu muamalah. Bahkan, kelompok yang terpapar radikalisme membenarkan serta mendukung tindakan dan gerakan radikal. "Mereka juga menentang pemenuhan hak-hak kewarganegaraan," katanya.
      Aktivis Islam Yenny Wahid (kiri), Terpidana kasus terorisme Umar Patek (3 kiri) dan mantan narapidana kasus terorisme Jumu Tuani (kanan) saat menjadi pembicara dalam seminar Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur, di Hotel Savana, Malang, Jawa Timur 25 April 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat.
      Survei tersebut didesain menggunakan multi-stage random sampling dengan perkiraan margine of error 2,6 persen dan tingkat keyakinan 95 persen. Sampel terdiri dari 1.520 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Responden adalah dari orang dewasa berusia setidaknya 17 tahun. "Pengumpulan data dilakukan di keempat Maret dan pekan ketiga April 2016," ujarnya.

      Dari survei tersebut 72 persen atau mayoritas muslim Indonesia menolak tindakan radikal. Namun, dari hasil survei tersebut mengungkapkan tantangan munculnya dan meningkatnya gerakan radikalisme yang perlu mendapatkan tanggapan serius baik dari pemerintah maupun masyarakat. "Aksi radikal di Indonesia mencakup pemberian dana atau materi sampai melakukan penyerangan terhadap rumah agama. Gejala ini patut mendapatkan perhatian, ungkapnya.
×
×
  • Create New...