Jump to content
  • Popular Contributors

  • Our picks

    • Kartu SIM Card ada celah keamanan nya
      Celah keamanan dalam kartu SIM disebut mengancam lebih dari satu miliar ponsel. Celah keamanan ini disebut dengan Simjacker.
      • 0 replies
    • Telegram Sindir Whatsapp
      WhatsApp dan Telegram adalah dua aplikasi pesan yang populer saat ini. Bahkan, bisa dibilang mereka sedang saling bersaing untuk mendapatkan jumlah pengguna lebih banyak.

      Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal fitur yang dihadirkan. Tapi, ada hal yang unik terkait fitur mereka. Telegram secara terang-terangan menyindir fitur transfer file yang dimiliki WhatsApp.
      • 4 replies
    • Pernah Menang Lotre Rp. 33 Miliyar Wanita Inggris Ini Kini Jatuh Miskin
      Seorang perempuan Inggris menceritakan kisahnya sempat menjadi seorang miliarder di usia muda setelah memenangkan lotre bernilai miliaran namun kini jatuh miskin.

      Callie Rogers, asal Cumbria, Inggris, pernah memenangkan hadiah lotre pada 2003 lalu, saat dia masih berusia 16 tahun.

      Ketika itu Callie memenangkan lotre senilai hampir 1,9 juta poundsterling (setara Rp 33 miliar untuk kurs saat ini). Berkat hadiah lotre itu, Callie pernah menjadi jutawan termuda di Inggris.
      • 0 replies
    • Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?

      karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,

      sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.

      sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.
      • 0 replies
    • Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      • 1 reply
Sign in to follow this  
muh_obeje3

Jerman Terjerat Korupsi FIFA

Recommended Posts

Federasi sepakbola Jerman dituduh membayar 7,4 juta dolar kepada FIFA untuk mendapatkan cukup banyak suara guna meloloskan upaya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006.

564272358eb69_jermanfifa.jpg.5d5149f2a22
Para awak media menunggu di luar kantor federasi sepakbola Jerman di kota Frankfurt

Polisi Jerman hari Selasa (3/11) menggerebek markas besar federasi sepak bola negara itu dan rumah tiga pejabat dan mantan pejabat tinggi organisasi tersebut, terkait kemungkinan pelanggaran yang dilakukan sewaktu Jerman menjadi tuan rumah kejuaraan Piala Dunia 2006.

Sekitar 50 polisi terlibat dalam penggerebekan di kantor-kantor federasi itu di Frankfurt serta di rumah presiden federasi, Wolfgang Niersback, pendahulunya, Theo Zwanziger, dan mantan sekjen Horst Schmidt. 

Artikel yang dimuat di majalah Der Spiegel bulan lalu menuduh federasi menggunakan pembayaran 7,4 juta dolar untuk FIFA, badan pengurus sepakbola dunia, untuk mendapatkan cukup banyak suara guna meloloskan upayanya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006.

Para jaksa menyatakan federasi secara tidak benar memasukkan pembayaran tersebut dalam laporan pajaknya, untuk menghindari pembayaran pajak yang lebih tinggi.

Zwanziger menuduh federasi menyisihkan dana cadangan untuk membeli suara. Niersback mengatakan uang itu digunakan untuk memastikan dikucurkannya hibah dalam jumlah besar dari FIFA. Federasi sepak bola Jerman telah melakukan penyelidikan internal mengenai pembayaran tersebut.

Pada proses seleksi tahun 2000, Jerman terpilih sebagai penyelenggara kejuaraan Piala Dunia 2006, mengalahkan Afrika Selatan dengan selisih satu suara.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By paimin
      Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persebaya Surabaya memberikan kemudahan dan diskon tiket bagi suporter wanita kala menjamu Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (22/4). 

      Ketua panpel Whisnu Sakti Buana mengatakan, mereka mengusung tema 'Feminisme' untuk laga yang berlangsung satu hari setelah peringatan Hari Kartini pada 21 April. Panpel akan memberikan kemudahan akses bagi suporter wanita yang dijuluki Bonita itu. 

      Salah satu kemudahan yang diberikan adalah jalur khusus bagi penonton wanita yang dicat memakai warna pink. Menurut Whisnu, ada sembilan akses jalan dari total sembilan pintu yang tersebar di seluruh stadion. Setiap pintu memiliki empat akses masuk. 

      “Kami ingin memanfaatkan momentum Hari Kartini ini secara maksimal untuk para penonton perempuan yang ingin menyaksikan Persebaya secara langsung di Stadion. Intinya, saat melawan Sriwijaya FC nanti, penonton perempuan tidak perlu berdesak-desakan lagi dengan penonton pria,” beber Whisnu. 

      “Kami memang sudah lama merencanakan konsep ini. Tim kami pun sudah bekerja untuk mengecat pagar akses masuk ke stadion khusus untuk perempuan ini dengan warna pink, sementara untuk pagar berwarna hijau khusus untuk penonton pria. Di setiap pintu masuk ada satu akses untuk perempuan, dan tiga akses untuk pria.” 

      Selain itu, panpel juga memberikan diskon sebesar 20 persen untuk Bonita. Whisnu menyatakan, pemberian diskon tersebut sebagai upaya pembuktian kaum hawa dan anak-anak merasa nyaman menonton pertandingan sepakbola di Surabaya.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/peringati-hari-kartini-bonita-diberi-kemudahan-2Kuk

    • By jurnal_korupsi
      Proses pembelian 5.225 unit komputer oleh Bagian Pengelolaan Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disorot masyarakat.
      Karena pembelian komputer oleh instansi pemerintah seharusnya proses pengadaannya wajib dilaksanakan secara e-katalog, sebagaimana diatur oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan barang Jasa Pemerintah) yang sudah ditampilkan secara online.
      Dengan mekanisme pembelian secara e-katalog yang diatur LKPP ini, instansi pemerintah bisa mendapat barang yang berkualitas dengan harga yang jauh lebih murah serta untuk menghindari terjadinya markup harga, rekayasa, kolusi, korupsi dll
      Oleh Karenanya FKKS - Forum Komunikasi Komite Sekolah mempertanyakan, kenapa pembelian komputer senilai total Rp. 52 milyar itu tidak dilakukan secara e-katalog, tapi dilakukan dengan cara pelelangan dan bahkan dengan cara lelang cepat, dimana dengan itu data persyaratan, harga penawaran & peserta pengadaan yang menjadi penyedia, barang di LPSE Surabaya dengan kode lelang 7303010 , tidak bisa diakses/diketahui oleh publik?
      Bahkan, menurut FKKS, pelaksanaan lelang untuk pengadaan komputer itu terkesan dilaksanakan untuk menghindari pelaksanaan pengadaan melalui cara e-katalog yang ada pada system LKPP.
      Anggota FKKS, Yudo Anggodo menyatakan, indikasi mensiasati agar tidak melakukan pengadaan secara e-katalog ini terlihat bahwa lelang pengadaan komputer ini terkesan sengaja dilakukan ketika melihat peluang saat system e-katalog untuk produk komputer di LKPP sedang di-upgrade/ diperbaharui. Dimana proses pengadaan dengan cara lelang itu dilaksanakan  tanggal 02 Februari 2018 sampai dengan tanggal 05 Februarti 2018.
      "Padahal saat system e-katalog untuk produk komputer  di LKPP itu sedang di-upgrade, sudah ada pengumuman dalam situs LKPP tersebut  bahwa untuk e-katalog (online shop) untuk produk komputer sudah bisa dipakai kembali pada tangga 17 Februari 2018", kata Yudo
      "Kenapa tidak menunggu hanya beberapa hari sehingga terkesan terburu2 memanfaatkan waktu luang sekian hari saat system e-katalog di LKPP sedang upgrade. Situasi itu tampaknya malah dipakai alasan untuk melaksanakan pengadaan komputer dengan system lelang dan tidak melalui cara pembelian e-katalog? Dan kenapa tidak melalui lelang biasa yang info bisa diketahui publik, kok memakai cara lelang cepat yang info detailnya di situs LPSE Surabaya tidak bisa diakses/ diketahui publik", ujarnya 

      Apalagi kemudian diketahui, bahwa persyaratan, spesifikasi dll untuk bisa menjadi penyedia barang dalam lelang pengadaan komputer itu terkesan dibuat sangat sulit, dan berpeluang membuat situasi yang bisa menimbulkan anggapan adanya rekayasa bahwa hanya pengusaha tertentu saja yang bisa menjadi penyedia barang.
      "Jika kualitas komputer serta spesifikasinya kalah bagus, dan pembelian dengan cara lelang pengadaan ini ternyata harganya jauh lebih mahal dibanding harga, jika proses pembelian melalui e-katalog di LKPP, apa ini nantinya tidak bermasalah dalam hukum?",  tutur Yudo
      Sebagaimana diketahui, kota Surabaya, pada tahun 2018 ini mengalokasikan dana sebesar Rp. 52 milyar untuk pembelian komputer dan perlengkapannya, dimana rencananya sebanyak 5255 tersebut akan dibagikan kepada SD dan SMP negeri yang kekurangan peralatan
      Untuk SD keperluannya meliputi pemenuhan laboratorium, ruang guru dan ruang tata usaha. Sedangkan di jenjang SMP komputer diberikan untuk melengkapi laboratorium, ruang guru dan keperluan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
      Menurut FKKS, karena untuk keperluan dan dibagikan ke sekolah-sekolah di Surabaya, bukankah biasanya pembelian komputer itu dilakukan oleh Dinas Pendidikan? Karena Dinas Pendidikan lebih tahu kebutuhan sekolah. Dan selama ini pembelian komputer untuk keperluan sekolah dan peningkatan mutu proses belajar mengajar,  dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan atau langsung oleh sekolah melalui proses pembelian e-katalog di LKPP.
      Maka tampak janggal ketika dana untuk peningkatan mutu pendidikan dalam hal ini pembelian komputer dikelola oleh Bagian Pengelolan Aset Pemkot Surabaya dan Dinas Pendidikan hanya bertugas membagikan komputer ke sekolah2. Apalagi kemudian proses pembelian tersebut terkesan adanya rekayasa untuk menghindari pengadaan melalui proses e-katalog di LKPP
      Jika proses pembelian komputer senilai Rp. 52 milyar ini dikemudian hari menimbulkan persoalan hukum yang berindikasi adanya dugaan korupsi, tentunya hal ini bisa mencoreng kinerja pemkot Surabaya. Apalagi Noer Oemarijati Kepala Bagian Pengelolaan Aset Pemkot Surabaya, dikenal sebagai orang yang paling dipercaya oleh walikota Tri Rismaharini.
    • By Adeus
      Seorang mantan bankir swasta Swiss, Julius Baer mengaku bersalah, Kamis (15/6/2017).
      “Dia menerima tuduhan konspirasi suap, korupsi dan pencucian uang A.S. sehubungan penyelidikan korupsi luas di badan sepak bola dunia FIFA,” ujar media internasional.
      Jorge Arzuaga, 56, dari Argentina, mengajukan permohonannya di hadapan Hakim Distrik A.S. Pamela Chen di pengadilan federal Brooklyn.
      Jaksa menuduhnya membantu menyalurkan suap dan uang suap kepada pejabat sepak bola di Amerika.
      “Arzuaga adalah satu dari lebih 40 orang dan entitas dalam penyelidikan A.S.” jelas reuters.
      Jaksa mengatakan pejabat sepak bola mengambil lebih dari $ 200 juta uang sogokan dan uang suap dengan imbalan hak pemasaran dan penyiaran.
    • Guest News
      By Guest News
      Pihak koroner atau dokter forensik di Los Angeles memastikan salah satu saksi kasus korupsi E-KTP Johannes Marliem meninggal dunia akibat bunuh diri di kediamannya di California, AS. Menurut petugas koroner, jenazah Johannes Marliem masih berada di kamar jenazah menunggu klaim dari pihak keluarga.
       
    • By berita_semua
      Warga sekitar tempat tinggal Novel Baswedan mengaku tak asing dengan kehadiran sosok mencurigakan yang kerap mondar-mandir belakangan ini sebelum penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Dua pria bersepeda motor matic itu tak sekali terpantau warga sedang duduk-duduk dekat tempat kejadian perkara.
      "Satu orang kurus tinggi berdiri di samping motor. Motornya matic warna hitam. Dia pakai jaket kulit hitam dan pakai helm full face," kata Eko Julianto (26) warga yang ikut dipanggil menjadi saksi oleh polisi kepada awak media di Masjid Al Ihsan, Jalan Deposito, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).
      Dia juga mengaku hafal dengan ciri-ciri satu orang lainnya.
      "Kalau satu lagi itu gede, dia duduk di bangku keramik dekat masjid. Motornya terparkir ke arah rumah Novel. Dia enggak pakai helm, mukanya asing, perawakan besar sedang, rambutnya ikal berwarna kemerahan," Eko menjelaskan.
      Namun, belum ada keterangan resmi terkait ciri dan identitas pelaku dari kepolisian. Polisi masih mendalami keterangan saksi, serta bukti lain seperti rekaman CCTV.
      Di rumah Novel Baswedan, beberapa anggota kepolisian dari Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara keluar dari kediaman mantan anggota Polri itu di Jalan Deposito Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Terlihat 6 polisi membawa laptop, printer, dan sebundel berkas.
      Saat ditanya apakah alat-alat yang dibawa terkait dengan pemeriksaan, Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Nasriadi menjelaskan sejumlah barang yang dibawa milik internal polisi dan bukan barang bukti.
      Nasriadi mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 14 orang saksi. Mereka yang diperiksa merupakan para saksi yang kebanyakan merupakan tetangga Novel Baswedan yang melihat insiden tersebut.
      "Saksi skitar 14 orang yang melihat dan ada di TKP tapi masih pendalaman," ucap Nasriadi.
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy