Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Badai Tuan telah berlalu
      Salahkah 'ku menuntut mesra?
      Tiap pagi menjelang
      Kau di sampingku
      'Ku aman ada bersamamu
      • 0 replies
    • Ini Enak dan Tidak Enaknya Jadi Menteri
      Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode 2019-2024 dalam Pilpres 2019.

      Setelah pemilihan umum dan berbagai sidang yang menegangkan, kini perhatian masyarakat terfokus pada calon menteri baru dalam kabinet pemerintah 2019-2024.

      Masyarakat penasaran siapa saja menteri yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden terpilih di masa depan.
      • 0 replies
    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
dugelo

Kasus FIFA Kenapa Amerika Berlaku seperti Polisi Dunia?!

Recommended Posts

14328045251994473915.jpg.7f6cf9afaef18c4

Skandal korupsi dan konspirasi badan organisasi sepakbola dunia Fifa yang selama ini sudah tercium lama namun baru kemarin mulai akan dibongkar. Menjelang konggresnya di Zurich, Swiss, FBI Amerika bekerjasama dengan pihak berwenang Swiss melakukan penangkapan pada sejumlah petingginya.

Turut campurnya FBI membuat Rusia mengkritik tajam Amerika. Moskow menuduh AS telah melampaui batas kewenangan hukum internasional dan dianggap offside. "Sekali lagi kami meminta Washington menghentikan upaya untuk memperluas hukum yang jauh melampaui batas-batasnya, dengan menerapkan standar hukum sendiri dan bukannya praktek internasional yang diterima secara umum", dikatakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Moskow . Ditegaskan juga bahwa apa yang dilakukan Amerika adalah bentuk ekstrateritorial hukum ilegal.

Bisa dimengerti kenapa Rusia kebakaran jenggot, karena penyelidikan skandal FIFA ini juga akan dikembangkan menyangkut penyelenggaraan Piala Dunia 2018 dan Qatar 2022. Rusia yang sudah ditunjuk sebagai tuan rumah PD 2018 dan telah mempersiapkan pembangunan menyangkut event terbesar sepakbola dunia ini merasa khawatir. Tidak menutup kemungkinan apabila penunjukkan tersebut ditemukan adanya konspirasi maupun korupsi, akan berbuntut panjang.

Mengapa lembaga penegak hukum AS harus bertanggung jawab untuk korupsi dalam sebuah organisasi yang memiliki kantor pusat di Swiss dan kejahatan yang dilakukan kemungkinan besar dilakukan kebanyakan di luar Amerika Serikat ? Pertanyaan ini terjawab setelah melihat aturan hukum yang diberlakukan di negara tersebut menyangkut kasus kriminal yang dituangkan dalam  "Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act" (RICO). Kasus FIFA ini akan dibongkar dengan menggunakan undang-undang anti-mafia, asumsi dasarnya adalah bahwa karena para anggotanya korup dan FIFA berubah menjadi sebuah organisasi kriminal.

Mengenai RICO permasalahan timbul ketika Mahkamah Agung AS menyatakan baru-baru ini, hukum AS tidak berlaku di luar wilayah nasional, jika Kongres tidak mengatur secara tegas dalam teks hukum, seperti dalam undang-undang anti-terorisme. Berdasarkan hukum internasional, yang menurut prinsip teritorial berlaku hanya negara bersangkutan bertanggung jawab untuk penegakan hukum diwilayahnya bila terjadi kejahatan. Namun ada pengecualiannya dalam kasus luar biasa, yaitu ketika legislatif AS telah secara eksplisit merumuskan validitas yang komprehensif, hakim akan menyetujui prinsip teritorial ini yang bisa diterapkan pada negara lain.

Pertanyaan kembali timbul apakah Amerika benar-benar dapat mengasumsikan yurisdiksi untuk menghukum semua jalinan korupsi di FIFA dengan RICO. Pengadilan banding pada 2014 memutuskan bahwa RICO juga dapat diterapkan untuk kejahatan diluar Amerika Serikat. Walaupun begitu Mahkamah Agung masih terus berupaya untuk menerapkan aturan yang ketat mengenai masalah hukum global Amerika ini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, masih berlangsung hingga saat ini. Pantauan Okezone, hingga pukul 15.00 WIB massa terus berdatangan memadati lokasi.
      Seperti diketahui, Aksi 22 Mei 2019 dilakukan sebagai bentuk penolakan pendukung paslon 02 yang menolak hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di tengah orasi massa, ada beberapa pemandangan menarik yang berhasil diabadikan Okezone.
      Salah satunya berlokasi tepat di depan halaman parkir gedung Sarinah. Saat suara adzan berkumandang, beberapa anggota kepolisian tampak melepas atribut mereka untuk menunaikan salat dzuhur.

      Bermodalkan potongan kardus sebagai alas kepala, mereka tampak khusyuk memanjatkan doa. Di belakangnya, beberapa warga juga tampak membentangkan koran bekas untuk beribadah. Suasana hangat ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, sebelum massa kembali meneriakkan orasi mereka.
      Tidak hanya itu, dipinggir tembok pembatas, seorang anggota polisi terlihat sedang asyik melakukan video call dengan sang buah hati tercinta. Perbincangan mereka terpaksa terhenti saat sang komandan datang memberikan perintah.

      Bergeser sedikit ke arah Bundaran HI, puluhan anggota kepolisian juga tampak merebahkan tubuh di atas trotoar jalan. Masyarakat sipil yang kebetulan melintasi di depan mereka pun dengan spontan memberikan semangat.
      "Semangat ya pak. Semoga semuanya aman terkendali," ucap seorang wanita.

      Wanita yang diketahui bernama Tita itu juga tampak membawa sekantung plastik besar yang berisikan makanan ringan. Ia berniat membagikan makanan tersebut kepada anggota polisi yang sedang membantu mengamankan Aksi 22 Mei.
      "Kebetulan kantor saya di dekat sini. Terus dari tadi malam saya lihat banyak foto-foto pak polisi yang sedang berjuang mengamankan lokasi aksi. Bahkan, mereka sampai tertidur di tengah jalan karena harus stand by. Dari situ saya berinisiatif untuk memberikan makanan bagi yang sedang tidak berpuasa," ujarnya tentang polisi yang mengamankan Aksi 22 Mei.
    • By Ngobas
      Selain berhadapan dengan penyelidikan Departmen Transportasi AS terkait proses sertifikasi kelaikan terbang pesawat Boeing 737 Max, Boeing maupun Badan Penerbangan Federal (FAA) ternyata juga berhadapan dengan penyelidikan kriminal yang dilakukan oleh Biro Penyidik Federal (FBI).
       
    • By BincangEdukasi
      Bagi sebagian orang, terjaring razia mungkin jadi hal yang tidak menyenangkan. Tapi bagi seorang pemuda asal Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Operasi Zebra mungkin jadi hal yang tidak akan pernah terlupakan.
       
      Sebab dari Operasi Zebra, pemuda yang bernama Polisi ini akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak. Pemuda berusia 22 tahun tersebut kini bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan.
      Nama Polisi sendiri sempat viral di media sosial saat dirinya terjaring razia minggu lalu. Karena memiliki nama yang unik, pihak kepolisian pun memberikan polisi hadiah berupa pekerjaan.
       
      Pada Senin, 20 November 2017 kemarin, Polisi pun memulai hari pertamanya bekerja dengan mengikuti apel bersama puluhan anggota Satlantas. Dirinya mengaku sempat tak bisa tidur karena merasa gugup akan bekerja di kantor untuk pertama kali.

      "Tegang, karena baru pertama kali kerja di kantor," ujar Polisi saat ditemui pada 20 November 2017 lalu.
      Usai apel, Polisi pun langsung disambut oleh rekan-rekannya yang merasa penasaran dengan sosoknya. Meski memiliki nama yang istimewa, pihak Mapolres Pasuruan tidak memperlakukan Polisi secara istimewa dan ia tetap harus mengikuti semua aturan di lingkungan kerja.
       
      Di hari pertamanya, Polisi mendapatkan bimbingan untuk mengurus surat izin mengemudi (SIM). Ia diajarkan teori sampai menyiapkan lapangan untuk ujian praktik pembuatan SIM. Yang menarik, Polisi dibimbing langsung oleh anggota polisi yang menyiduknya saat Operasi Zebra beberapa waktu lalu.

      "Waktu itu saya tanya siapa namanya. Dia jawab Polisi. Saya enggak percaya. Saya bilang jangan melecehkan polisi. Akhirnya saya lihat KTP-nya, ternyata benar namanya Polisi." papar Birgadir Ali Fahri.
       
      Sebelum bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan, Polisi bekerja  sebagai buruh bangunan sejak remaja. Dirinya menjadi tulang punggung keluarga karena ayah kandungnya telah meninggal dunia sejak dirinya berusia 7 tahun. Sejak saat itu, ia harus bekerja demi bisa menghidupi ibu dan adiknya yang masih bersekolah.
    • By Adeus
      Seorang mantan bankir swasta Swiss, Julius Baer mengaku bersalah, Kamis (15/6/2017).
      “Dia menerima tuduhan konspirasi suap, korupsi dan pencucian uang A.S. sehubungan penyelidikan korupsi luas di badan sepak bola dunia FIFA,” ujar media internasional.
      Jorge Arzuaga, 56, dari Argentina, mengajukan permohonannya di hadapan Hakim Distrik A.S. Pamela Chen di pengadilan federal Brooklyn.
      Jaksa menuduhnya membantu menyalurkan suap dan uang suap kepada pejabat sepak bola di Amerika.
      “Arzuaga adalah satu dari lebih 40 orang dan entitas dalam penyelidikan A.S.” jelas reuters.
      Jaksa mengatakan pejabat sepak bola mengambil lebih dari $ 200 juta uang sogokan dan uang suap dengan imbalan hak pemasaran dan penyiaran.
    • Guest News
      By Guest News
      Peneliti di Universitas Washington, AS meluncurkan prototipe telepon seluler tanpa baterai memakai teknologi yang bisa diintegrasikan ke produk ponsel yang ada di pasaran. Kelompok peneliti ini memanfaatkan tenaga dari gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar kita.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy