Jump to content
dugelo

CEO Twitter Bagi Uang ke karyawan!

Recommended Posts

ceo_twitter.thumb.jpg.75c9d5a6c9338f7e29

Sepertinya kekayaan para CEO perusahaan ternama itu tidak terhitung jumlahnya. Seperti CEO Twitter yang baru, Jack Dorsey yang kabarnya tidak segan-segan untuk membagikan rejeki untuk para karywannya. Jack Dorsey sendiri sebelumnya merupakan co founder dari Twitter sendiri.

Bahwa Dorsey akan membagikan sepertiga kepemilikan saham media sosial berlogo burung biru miliknya tersebut kepada para karyawannya. Seperti pada kicauan Dorsey pada akun resminya, dia mengatakan bahwa pembagian sepertiga nilai saham Twitter tersebut sebanyak 22 juta lembar yang nilainya kurang lebih sekitar 200 juta USD atau sekitar 2,7 triliun Rupiah.

Angka tersebut hanyalah 1% dari total nilai saham beberapa investor seperti apa yang dikicaukannya. Tentunya pembagian ini akan diberikan secara langsung kepada karyawan media sosial tersebut. Dorsey juga menambahkan bahwa dirinya lebih senang menjadi bagian kecil dari sesuatu yang besar daripada menjadi bagian besar dari sesuatu yang kecil.

Dorsey percaya bahwa Twitter akan menjadi lebih besar karena setidaknya nilai saham Twitter yang ia miliki saat ini kurang lebih senilai 400 juta USD atau sekitar 5,4 triliun Rupiah. Mungkin ini merupakan tanda terima kasih Dorsey kepada para karyawannya yang telah menjadikan Twitter seperti saat ini.

Namun jika boleh berasumsi, tentunya nilai total saham Twitter ini sangat besar karena 1% nya saja berkisar 2,7 triliun Rupiah, bagaimana dengan total keseluruhan nilai saham Twitter? Dari hitungan kasar bisa kita dapati bahwa angka tersebut sekitar 270 triliun Rupiah, angka yang sangat fantastis.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By teknotekno
      Divisi mobil self-diriving Apple dengan nama project Titan mengalami proses restrukturisasi di bawah kepemimpinan baru. Sayangnya, ini mensyaratkan adanya pemecatan lebih dari 200 karyawan minggu ini.
      Seorang juru bicara Apple bahkan telah mengonfirmasi adanya PHK dan beberapa karyawan yang sebelumnya di bawah Titan telah dipindahkan ke divisi lain.
      "Kami memiliki tim yang sangat berbakat yang bekerja pada sistem otonom dan teknologi terkait di Apple. Saat tim memfokuskan pekerjaan mereka pada beberapa bidang utama untuk 2019, beberapa kelompok sedang dipindahkan ke proyek di bagian lain perusahaan, di mana mereka akan mendukung pembelajaran mesin dan inisiatif lainnya, di seluruh Apple," jelas Apple.

      Perusahaan mengatakan, pihaknya terus percaya ada peluang besar dengan sistem otonom, bahwa Apple memiliki kemampuan unik untuk berkontribusi, dan bahwa ini adalah proyek pembelajaran mesin paling ambisius yang pernah ada.
      Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Cupertino itu telah merekrut mantan insinyur senior Tesla VP Doug Field pada Agustus 2018 untuk memimpin Project Titan. Tampaknya Apple memang telah merencanakan perubahan besar-besaran untuk divisi di bawah kepemimpinannya.
      Titan sudah berubah arah pada 2016, bahkan menjauh dari mengembangkan kendaraannya sendiri untuk menciptakan sistem self-driving. Juru bicara itu tidak mengklarifikasi bidang utama apa yang akan menjadi fokus tim untuk 2019, dan perampingan besar-besaran itu berarti Cupertino sedang mengurangi upaya-upayanya lagi.
    • By teknotekno
      Apple dilaporkan tengah mengurangi perekrutan karyawan baru untuk beberapa divisi produk. Hal tersebut kabarnya karena penurunan pendapatan Apple hingga 7 persen. Pada Q1 di 2019, perusahaan yang bermarkas di Cupertino tersebut mendapatkan USD84 miliar, angka ini turun dari USD89-93 miliar dari pendapatan sebelumnya.
      Meskipun demikian CEO Apple, Tim Cook masih belum yakin apakan pembekuan perekrutan tersebut menjadi tindakan yang tepat. Menurut Bloomberg, Cook telah membuat pengungkapan kepada karyawannya awal bulan ini.
      Misalnya, perusahaan tidak akan menyaksikan pembekuan perekrutan, namun beberapa divisi akan mengalami pengurangan perekrutan. Cook belum menentukan divisi mana yang akan mengurangi perekrutan, tetapi ia menyatakan bahwa tim AI Apple akan terus menambah karyawan baru.
      Dia juga mengatakan bahwa tingkat perekrutan Apple tidak menentukan pentingnya divisi itu, tetapi perusahaan belum mengomentari kapan akan mempekerjakan karyawan. Untuk informasi, penjualan iPhone XR, XS, dan XS Max dikabarkan melambat karena adanya ketegangan antara Amerika dan China. Beberapa perusahaan di China telah memerintahkan karyawannya untuk tidak menggunakan iPhone.
    • By BisaJadi
      Tak dimungkuri, banyak dari kita yang menjadikan media sosial (Twitter atau Facebook) sebagai tempat berkeluh kesah, mengabadikan momen berharga, tempat curhat, dan hal lainnya.
      Twitter dan Facebook bahkan memiliki kekuatan untuk menyebarkan suatu berita secara real time dan sangat cepat.
      Belakangan warganet sedang membicarakan dua sahabat kecil yang kembali bertemu setelah dipisahkan selama 12 tahun. Mereka adalah Brianna dan Heidi, dua bocah perempuan yang saling bertemu di Honolulu, Hawaii saat makan malam di kapal pesiar pada 2006 lalu.
      Sebenarnya Brianna dan Heidi hanya bertemu sekali saja pada saat itu. Namun pertemuan singkat itu membuat keduanya akrab kemudian berteman dan bersahabat.
      Sebab menurut pengakuan Brianna seperti yang dilansir Brilio.net dari laman Buzzfeed, di kapal pesiar tersebut memang jarang ada anak kecil yang ikut sehingga cewek asal Mississippi, Amerika Serikat ini langsung merasa menemukan teman ketika melihat Heidi pada saat itu.
      Nah, 12 tahun berlalu, Brianna tak sengaja melihat foto kenangan mereka saat sedang membuka foto-foto dan video masa kecilnya. Ia kemudian berpikir untuk menemukan kembali sahabat masa kecilnya tersebut lewat Twitter.
      Sambil mengunggah foto, ia mem-posting cerita singkat dan berharap bisa menemukan Heidi lewat media sosial Twitter.
      Selang 12 Jam

      Tak disangka, usahanya tersebut terbukti efektif. Hanya selang 12 jam setelah cuitannya dibuat, seseorang dengan akun Twitter @heii_tree yang pemiliknya adalah Heidi membalas postingan itu.
      Ia juga mengunggah fotonya saat ini sambil membawa foto masa kecil untuk membuktikan bahwa cewek yang dimaksud Brianna adalah benar dia.
      "Aku dengar ada yang mencariku," tulis Heidi.
      Tentu saja ini menjadi momen yang tak disangka-sangka. Sejak pertemuannya di Twitter, keduanya pun langsung banyak mengobrol tentang apa yang mereka lalui setelah terakhir bertemu 12 tahun lalu.
    • By BisaJadi
      Media sosial yang pada awalnya hanya bisa digunakan melalui komputer atau laptop, sekarang lebih banyak yang mengaksesnya melalui ponsel.
      Hanya dengan hitungan detik, kamu bisa mengunduh foto langsung dari ponsel ke akun media sosial tanpa perlu membuka komputer atau laptop terlebih dahulu.
      Karena kemudahan dan kecanggihan smartphone yang bisa dibawa kemana-mana, tentu hal ini bisa memancing kamu untuk terpikat terus-menerus menggunakan media sosial.
      Jika tidak mewaspadai hal ini, tentu akan berdampak buruk bagi diri kamu dengan orang sekitar.

      Untuk menghindari hal ini terjadi, simaklah beberapa tips tentang bagaimana cara agar tidak kecanduan media sosial.
      1. Bertemu dan Bicara dengan Teman juga Keluarga
      Ketika kamu berlama-lama dengan media sosial, tentu akan membuat waktu yang kamu habiskan bersama teman-teman juga keluarga akan menjadi sedikit.
      Dan hal ini bisa saja mengurangi kepekaan terhadap orang-orang sekitar karena kamu telah dikuasai oleh dunia maya di smartphone.
      Untuk itu, cobalah untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama sahabat dan keluarga ketimbang dengan media sosial.
      2. Lihat Sepintas atau Baca Sedikit Caption saja
      Saat kamu sedang membaca atau mendapatkan beberapa informasi, pilihlah informasi yang dibutuhkan dan dianggap penting. Ingatlah, untuk tidak menghabiskan waktu hanya untuk membaca review atau hal-hal lain yang kurang penting.
      Cobalah untuk membatasi diri untuk melihat dan membaca berbagai laman di media sosial hanya 15 menit saja. Hindari menghabiskan waktu berjam-jam berselancar di media sosial.
      3. Alihkan Fokus ke yang Lebih Penting
      Semakin banyak waktu yang dihabiskan di dunia maya tentu akan membuat kamu membutuhkan waktu lebih banyak untuk melakukan hal yang lain.
      Otak manusia sendiri sebenarnya membutuhkan waktu 64 detik untuk kembali ke tingkat konsentrasi di mana kamu sudah berada sebelumnya, dan jika dikumpulkan tentu membuat banyak waktu terbuang begitu saja.
      Maka dari itu, cobalah untuk mulai fokus pada satu hal yang lebih penting. Sehingga bisa lebih mudah mengontrol kembali kehidupan menjadi lebih baik dan produktif.
      4. Carilah Hobi Baru
      Cobalah mencari hobi baru yang kamu minati untuk mengisi waktu luang. Gali potensi diri untuk mempelajari hal-hal baru atau bisa juga mencoba melakukan sesuatu yang selama ini ingin dilakukan tapi tak pernah punya waktu lebih untuk merealisasikannya.
      Dengan memiliki hobi baru ini, maka kamu akan bisa menjaga pikiran dan tangan yang biasanya cenderung tak bisa lepas dari smartphone hanya untuk eksis di media sosial.
      5. Hindari Dampak Negatif dari Media Sosial
      Di era globalisasi seperti ini sudah tidak mengherankan lagi bahwa hampir semua orang di dunia ini memiliki akun media sosial dengan berbagai macam tujuan, seperti untuk berbisnis, mencari kenalan, menunjukkan eksistensi diri, dan sebagainya.
      Dengan hadirnya media sosial ini masyarakat pun semakin dimudahkan dalam berbagai aktivitas terutama menjalin komunikasi.
      Tetapi, dibalik segala manfaat yang sudah dinikmati sekarang, juga menyimpan dampak buruk, salah satunya kesehatan mata terganggu, individualis, hingga kriminalitas, dan masih banyak lagi. Untuk itu, bijaklah dalam bermedia sosial dan hindari dampak negatifnya.
    • By dugelo
      Facebook dan Twitter menghapus ratusan akun fake news yang diyakini terkait dengan Rusia dan Iran. Akun-akun itu menyebarkan kampanye disinformasi untuk memengaruhi pemilu AS.
      Facebook mengumumkan hari Selasa (21/8) telah menghapus sekitar 650 laman, grup dan akun setelah menemukan tanda-tanda perilaku pengguna yang tidak autentik di FB dan Instagram.
      Perusahaan media sosial itu mengatakan, beberapa akun diidentifikasi sebagai bagian dari dinas intelijen militer Rusia, sementara sejumlah kegiatan mencurigakan lain berasal dari Iran.
      "Rusia dan Iran menggunakan taktik yang sama ketika datang untuk menciptakan jaringan akun menyesatkan, kata CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg. Dia menambahkan, "perusahaannya bekerja sama dengan penegak hukum AS dalam penyelidikan."
      Juga Twitter mengatakan telah memblokir 284 akun, sebagian besar berasal dari Iran, karena telah mencoba melakukan "manipulasi terkoordinasi".
      Ancaman dunia maya
      Sebelumnya, perusahaan FireEye yang bergerak di bidang keamanan internet mengatakan, mereka memberikan tip pada Facebook dan Twitter tentang adanya upaya Iran, yang dimulai dalam beberapa tahun terakhir dan berlanjut hingga bulan ini.
      "Penting untuk dicatat bahwa aktivitas itu tampaknya tidak dirancang secara spesifik untuk memengaruhi pemilu AS, karena kegiatannya meluas jauh melampaui publik dan politik di AS," kata FireEye. Tapi FireEye memperingatkan, kemungkinan lainnya tidak tertutup.
      Facebook menyatakan, salah satu kelompok yang ditargetkan dalam pembersihan itu adalah "Liberty Front Press," yang telah punya sekitar 155.000 follower di Facebook dan Instagram. Kelompok tersebut dilaporkan terkait dengan media pemerintah Iran, jika ditelusuri dari pendaftaran situs web, alamat IP dan akun administratornya.
      Menurut FireEye, konten dari Iran terutama berusaha mempromosikan propaganda Iran "dengan tema-tema anti Arab Saudi, anti Israel dan pro Palestina."
      Facebook dan Twitter secara signifikan meningkatkan pengawasan platform mereka - terutama menjelang pemilihan paruh waktu di AS bulan November mendatang.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy