Jump to content

Lucunya kakak kakak ini saat disamping adiknya


Recommended Posts

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By congek
      Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo keluarga bisa berperan sebagai kunci dari pencegahan COVID-19.
      Pernyataan tersebut disampaikan Hasto dalam siaran dialog dari Graha BNPB.
      "Yang perlu kita sadari bersama, di hari-hari ini, klaster satu dengan klaster yang lainnya sudah bertemu dan bertemunya di keluarga. Oleh karena itu klaster keluarga ini tidak bisa dihindari," ujarnya dikutip Jumat (9/10/2020).
      Ia mengatakan, keluarga merupakan sentral dari pencegahan COVID-19 apabila ingin dilakukan di tingkat hulu.
      "Bagaimana pun juga tempat berkumpulnya mereka yang dari kelompok di mana saja beraktivitas adalah keluarga. Inilah yang tidak bisa kita hindari, mau tidak mau, suka tidak suka, keluarga memang menjadi klaster terakhir setelah klaster-klaster sudah dilewati."
      "Kalau keluarga ini kita kuatkan, anak-anak dalam keluarga ini bisa menjaga orangtuanya atau neneknya yang punya komorbid atau risiko tinggi, maka insyaallah, sukseslah kita mencegah morbiditas dan mortalitas untuk orang-orang dengan komorbid," Hasto menambahkan.
      Risiko dalam Keluarga Berbeda-Beda
      Dwi Listyawardani, Kepala Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 mengatakan bahwa setiap anggota keluarga harus mengambil peran untuk menjaga dirinya masing-masing.
      Dani, yang juga Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, mengatakan bahwa keluarga memang menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang bekerja di luar rumah atau mereka yang memiliki tingkat risiko infeksi yang berbeda-beda.
      "Masing-masing punya derajat risiko yang berbeda, di mana mungkin yang usianya lebih tua karena adanya komorbid, maka risikonya untuk menjadi positif, katakanlah demikian, menjadi lebih besar."
      "Mau tidak mau di dalam keluarga diterapkan 3M," tambahnya.
      Meski begitu, Dani juga mengakui adanya tantangan dalam penerapan jaga jarak dalam keluarga, khususnya di perkotaan. Hal ini mengingat seringkali keterbatasan ruang di rumah menjadi kendala untuk melakukan ini.
    • By dugelo
      Seorang pasien Pasien RS Jiwa membeli makanan di KFC. Dia pun berkata kepada pelayan yang cantik.
       
    • By kotawa
      Konflik dan pertengkaran kecil dalam rumahtangga, tak bisa dimungkiri, memang bumbu penyedap yang bisa menguatkan hubungan lebih baik.
      Namun, jika sebuah pernikahan berjalan tanpa ada pertengkaran dan konflik, apakah itu berarti sebuah hubungan yang harmonis atau sebaliknya?
      Seorang pakar hubungan dan konsultan pernikahan mengatakan, pasangan yang tidak pernah bertengkar seperti sebuah bom waktu yang akan meledak kapan saja.
      Diane Gehart, Profesosor of Marriage and Family Therapy di California State University, mengatakan bahwa ketika seseorang tak lagi berminat untuk berargumen dengan pasangan, berarti orang tersebut tak lagi berminat memiliki komunikasi dengan pasangannya.
      “Pasangan yang tidak pernah bertengkar tak lagi memiliki atensi emosional satu sama lain,” jelas Gehart.
      Gehart menjelaskan, kondisi ini tak berarti Anda harus memulai pertengkaran, tetapi ketika Anda memilih diam dan tak peduli saat melihat percikan konflik, bisa jadi Anda telah kehilangan hasrat untuk membuat kondisi lebih baik.
      Sebab, pasangan yang ideal, kata Gehart, harus memiliki satu tujuan meskipun harus menghadapinya dengan pertengkaran.
      Tanpa adanya pertengkaran, sebut Gehart, pasangan tak bisa belajar dari masa lalu untuk masa depan yang lebih baik.
      Rasa sunyi dan datar dalam sebuah pernikahan merupakan sinyal bahaya yang bisa berujung pada perceraian. Persis seperti pepatah air yang tenang belum tentu tidak ada buaya.
×
×
  • Create New...