Jump to content
RendyGunawan

Ombak Buatan Untuk Cegah Banjir

Recommended Posts

2242369.thumb.jpg.28484bed66cdcd2ea1059f

 

Sebuah alat generator gelombang air buatan dibuat untuk membantu kita dalam membangun kota-kota yang tahan badai dan banjir.

Alat yang bernama Delta Flume ini mampu menghasilkan ombat buatan setinggi empat meter, dan dibuat sebagai simulator pembangunan kota-kota anti-banjir dan badai.

1456570456880282662-620x344.thumb.png.45

Kolam di Delta Flume sendiri adalah sepanjang 299 meter dan sedalam sembilan meter.

Delta Flume sepenuhnya beroperasi pada hari ini, 5 Oktober 2015, dan diklaim merupakan generator ombak terbesar yang pernah ada.

Simak videonya di bawah ini.

https://youtu.be/alvABRdEMC0

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By fhajar
      Restoran "Under” berada lima meter di bawah permukaan laut Spangereid di selatan Norwegia.
      Kata "Under” dalam bahasa Norwegia juga berarti "keajaiban”.Restoranini baru diluncurkan Rabu (20/3) lalu, dengan dihadiri keluarga serta teman-teman dari pemiliknya. Baru di bulan April restoran ini akan dibuka untuk umum. Sebagai restoran bawah laut terbesar di dunia, "Under” dapat menampung hingga 100 tamu.
      Salah satu pemiliknya, Gaute Ubostad, optimis dengan konsep restoran. "Restoran kami akan mendatangkan turis dari seluruh dunia. Itulah tujuan kami,” katanya.

      Bagunan restoran dibuat menyerupai batu besar yang muncul dari dalam laut. Restoran "Under" tingginya 34 meter dan sengaja didesain menyatu dengan lingkungan laut. Permukaan betonnya sengaja dibuat kasar dengan maksud sebagai terumbu karang buatan bagi rumput laut dan limpet.
      Kantor arsitektur asal Norwegia, Snoehetta, yang mewujudkan karya ini. Mereka juga dikenal dengan karya arsitekturnya untuk Museum 11 September di New York dan gedung opera di Oslo.

      Restoran dilengkapi dengan jendela-jendela yang besar. Sambil menyantap hidangan, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan bawah laut. Kepiting, lobster, ikan hiu kecil atau dogfish, ikan pollack dan ikan kod adalah beberapa ikan yang biasanya akan terlihat diantara rumput laut. Sang arsitek, Kjetil Traedal Thorsen mengatakan: "Jendela besar bukan dimaksudkan sebagai akuarium, melainkan untuk melihat hal yang sesungguhnya.”
      Anjing laut tidak akan ditemukan dalam pandangan sebab kehadirannya justru membuat takut ikan-ikan yang lebih kecil.

      Pencahayaan buatan akan digunakan untuk menuntun ikan-ikan ke mangsanya yang berada di dekat jendela. "Salah satu tujuan kami adalah kepuasan tamu untuk bisa merasakan pengalaman unik di dalam laut," lanjut Ubostad.
      Hidangan laut tentunya ada di daftar menu, juga daging burung laut dan domba sebagai menu santap malam.
      Nicolai Ellitsgaard Pedersen didaulat sebagai koki utama. Dia pernah bekerja di restoran "Maltid” di Kristiansand dan di Henne Kirkeby Kro, sebuah restoran Michelin di Denmark.
      Sudah 7000 orang memesan tempat di restoran itu untuk menu "Under”, yang diperkirakan akan dihargai sampai 376 Euro atau sekitar enam juta Rupiah. Ubostad berharap per tahunnya restoran akan kedatangan sekitar dua belas ribu orang. Hal ini juga baik bagi bisnis perhotelan di sekitar restoran.
    • By dugelo
      Sebuah postingan dari selebgram Anya Geraldine bikin miris. Lagi snorkeling saat liburan, ia malah angkat bintang laut untuk foto. Padahal itu nggak boleh!
      Selebgram Anya Geraldine sedang asyik liburan bersama kekasihnya. Seperti yang diintip detikTravel dari akun Instagramnya, Rabu (16/5/2018) ia mengangkat bintang laut biru untuk berfoto bersama.
      Ternyata, mengangkat biota laut dari air nggak boleh lho traveler. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP, Dr Ir Diah Permata Msc.
      "Itu yang diangkat jenis bintang laut biru Linckia laevigata yang memang banyak dijumpai di area terumbu yang dangkal," ungkap Diah.
      Diah mengatakan bahwa tindakan mengangkat binatang dan tumbuhan laut adalah hal yang dilarang.
      "Semua binatang laut atau tumbuhan laut yang sebaiknya tidak diangkat-angkat," ujar Diah.
      Walaupun mampu untuk bertahan, namun tindakan ini dapat membuat si bintang laut terganggu. 
      "Meski tidak termasuk binatang yang dilindungi namun mengangkat-angkat seperti itu artinya membuat stress si bintang. Ini tentunya berdampak buruk untuk binatangnya," jelas Diah.
      Dari pengamatan Prof Yamaguchi dari Universitas of Hawaii at Manoa, eksposur terhadap udara yang berlebihan dapat menyebabkan kematian pada bintang laut. Duh, kasian ya...
      "Ya mungkin tidak sekali diangkat langsung mati. Tapi berkali-kali diangkat maka akan menimbulkan stress berlebihan karena terekspos udara. Dari kondisi tersebut kematian bisa terjadi," tambah Diah.
      Foto yang diposting oleh Anya Geraldine bisa menularkan kebiasaan yang salah. Hal ini akan dianggap wajar dan diikuti oleh traveler lainnya. 
      Traveler yang mau melakukan aktivitas liburan di laut sebaiknya mencari tahu beberapa hal yang dilarang di laut. Mengangkat bintang laut ke luar air salah satunya ya!
    • By paimin
      Kemajuan teknologi saat ini sudah banyak dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan manusia dalam berbagai hal, tapi siapa sangka bahwa kemajuan ini juga dapat 'memudahkan' manusia untuk menemui ajalnya. 

      Ya, sebuah rancangan teknologi yang dikenal sebagai "mesin bunuh diri" baru saja dipamerkan dalam sebuah ajang pameran pemakaman di Amsterdam, Belanda. Penciptanya adalah seorang pejuang eutanasia asal Australia, Philip Nitschke, yang dibantu seorang perancang asal Belanda, Alexander Bannink. 

      Rancangan mesin yang dinamai 'Sarco' singkatan dari sarkofagus ini, sangat kontroversial karena memungkinkan penggunanya untuk bunuh diri yang dalam banyak pandangan dilarang. 

      Desain pod atau tabung berada di atas sebuah penyangga yang akan menjadi tempat terakhir manusia yang ingin mengakhiri hidupnya. 

      Cara kerja mesin sangat sederhana. Mesin ini memiliki sebuah tombol yang jika ditekan akan mengeluarkan gas nitrogen yang akan secara langsung 'membunuh' orang di dalamnya. 

      “Orang yang ingin mengakhiri hidupnya cukup menekan tombol dan kapsul yang ditempatinya akan diisi dengan nitrogen. Ia akan merasa sedikit pusing tetapi kemudian akan cepat kehilangan kesadaran dan mati,” kata Nitschke, seperti dikutip dari The Guardian. 

      Lebih lanjut, Nitschke mengatakan bahwa Sarco adalah alat "yang disediakan untuk orang-orang yang mengakhiri hidupnya." 

      Dalam pameran di Amsterdam tersebut, Nitschke dan Bannink memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk merasakan sensasi menggunakan "mesin bunuh diri" ciptaannya menggunakan kacamata virtual reality. 

      Nitschke mengatakan ia bertujuan membangun pod yang berfungsi penuh sebelum akhir tahun. Setelah itu, desain mesin ini akan ditempatkan secara online sebagai dokumen terbuka bagi orang-orang untuk mengunduhnya. 

      "Itu berarti siapa saja yang ingin membangun mesin ini dapat mengunduh dan mencetak 3D perangkat mereka sendiri," kata Nitschke. 
      Ketika ditanya tentang kontroversi seputar eutanasia dan rintangan hukum, Nitschke percaya bahwa memilih untuk mati adalah hak asasi manusia. 

      “Saya percaya itu adalah hak asasi manusia yang fundamental untuk memilih kapan harus mati. Ini bukan hanya beberapa hak istimewa medis untuk orang yang sangat sakit. Jika Anda memiliki karunia hidup yang berharga, Anda harus dapat memberikan hadiah itu pada saat Anda memutuskannya,” ungkapnya.

    • By paimin
      NASA telah mengirim sampel sperma manusia dan banteng ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) untuk diteliti. 

      Lembaga antariksa milik pemerintah Amerika Serikat ini ingin mengetahui potensi pembuahan yang mungkin terjadi pada mamalia saat berada di ruang hampa alias gravitasi nol. 

      Misi pengiriman sperma beku yang dijuluki Micro-11 itu diterbangkan ke ISS menggunakan kapsul Dragon dengan dorongan roket Falcon 9 buatan SpaceX. Peluncuran berlangsung di Cape Canaveral Air Force, Florida, Amerika Serikat, dua minggu lalu. 

      Setelah mencairkan sampel, astronot di ISS akan mengaktifkan sperma tersebut menggunakan ramuan kimia unik. Pergerakan sperma akan dimonitor dan difilmkan dengan saksama saat "berenang" dan menyatu dengan sel telur. 

      Usai fase awal selesai, sampel akan dicampur dengan pengawet dan kemudian dikirim kembali ke Bumi, tempat eksperimen diselesaikan. 

      "Berdasarkan percobaan sebelumnya, kurangnya gravitasi mampu mengurangi mobilitas sperma," kata Fathi Karouia, ilmuwan utama proyek Micro-11 NASA, seperti dikutip dari Space Daily, Kamis (12/4/2018). 

      Salah satu eksperimen yang dinyatakan berhasil adalah ketika NASA membuktikan bahwa sperma tikus bisa bertahan hidup selama sembilan bulan di angkasa luar. Sperma itu kemudian dikembalikan ke Bumi dan digunakan untuk reproduksi tikus. 

      "Penelitian ini sejalan dengan penyelidikan lain pada sampel organisme berbeda, yang telah menunjukkan bahwa mikrogravitasi memicu regenerasi sel," imbuh Karouia. 

      Sperma banteng dipilih untuk penelitian ini karena pola gerakannya mirip dengan sperma manusia. Oleh karena itu, sperma banteng digunakan sebagai kontrol kualitas yang nantinya akan dibandingkan dengan sperma manusia. 

      "Kami belum tahu bagaimana misi luar angkasa ini dapat memengaruhi kesehatan reproduktif manusia. Investigasi tersebut akan menjadi langkah awal untuk memahami reproduksi dalam gravitasi rendah," tulis NASA dalam sebuah pernyataan. 
      Ini bukanlah kali pertama sel sperma dikirimkan ke angkasa luar. Sebelumnya pada 1988, Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) pernah mengirimkan sperma banteng. Selain itu, NASA juga pernah mengirimkan sperma bulu babi.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/nasa-kirim-sperma-manusia-ke-angkasa-luar-untuk-apa-2KtK

    • By bayu01
      Mari kita doakan untuk keselamatan, kesehatan saudara dan keluarga kita dari bencana SumBar.
      Mari bantu ringankan penderitaan saudara sebangsa dengan donasi terbaik kita. Salurkan melalui nomor rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap dan bisa langsung datang membantu ke posko banjir SumBar.
      Peduli banjir sumbar - Rekening bantuan donasi banjir Sumatera Barat :
      Syariah Mega Indonesia010 8800 1100 0354  Mega010 8800 1100 0354 BSM101 000 9990 CIMB Niaga411 01 0028 9000 Saudara-saudara kita membutuhkan bantuan dari kita.
      #PeduliBanjirSumbar #BersatuHadapiBencana

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy