Jump to content
  • ×   Pasted as rich text.   Restore formatting

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By congek
      Vivo telah menjadi merek smartphone nomor satu di Indonesia berdasarkan International Data Corporation (IDC) pada kuartal pertama 2020.
      Vendor asal Tiongkok inipun siap merilis smartphone seri terbarunya, Vivo X Series, di Indonesia dalam waktu dekat.
      Vivo X Series diklaim merupakan smartphone flagship dengan kemampuan fotografi profesional pertama dari Vivo Indonesia.
      Perangkat ini diharapkan menjadi jawaban atas penantian konsumen Indonesia atas smartphone dengan teknologi terkini.
      Seri premium X Series hadir sebagai realisasi Vivo yang sebelumnya menjanjikan kehadiran seri flagship di Tanah Air tahun ini.
      Waktu yang Tepat
      Senior Brand Director vivo Indonesia, Edy Kusuma mengatakan, Vivo X series bakal segera hadir di Indonesia.
      "Setelah melakukan beragam riset pasar, kami merasa ini adalah saat yang tepat bagi kami untuk menghadirkan Vivo X series," tuturnya.
      Boyong Teknologi Terkini
      Sesuai dengan nilai jualnya di bidang kamera, Vivo X series mengusung tagline “Photography, Redefined”. Perangkat ini diklaim akan membawa keunikan fitur teknologi terkini dalam balutan fitur flagship photography.
      “Kami tidak sabar untuk segera memperkenalkan seri terbaru ini secara resmi sebagai professional photography flagship smartphone pertama dari Vivo untuk pasar Indonesia," katanya.
      Sayangnya, Vivo belum mengungkap nama produk yang dimaksud.
    • By Aladin
      Pasien positif terinfeksi COVID-19 yang meninggal dunia  telah dikremasi di Pemakaman Mumbul, Badung, Bali pada pukul 12.30 WITA. Pasien yang merupakan wanita warga negara Inggris ini sebelumnya dirawat di RS Sanglah-Bali.
      "Sesuai dengan prosedur penanganan penyakit menular karena virus, maka pihak keluarga pasien serta pemerintah memutuskan untuk mengkremasi jenazah pasien di Pemakaman Mumbul-Badung pada pukul 12.30 Wita tadi siang (11/3)," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, mengutip keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2020)
      Pasien tersebut adalah seorang WNA perempuan berusia 53 tahun yang juga didiagnosa juga menderita 4 penyakit bawaan yaitu menderita gula atau diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru menahun. Pasien ini masuk ke Bali pada tanggal 29 Februari, di mana sejak tanggal 3 Maret, pasien mulai mengalami demam dan dirawat di RS Swasta.
      "Dan pada tanggal 9 maret pasien dirawat di RS Sanglah, perawatan dilakukan sesuai protap atau prosedur penanganan pasien pengawasan COVID-19 karena menunjukan gejala COVID-19," ujarnya.
      Hingga akhirnya pada 11 Maret dini hari, atau tepatnya pukul 02.45 WITA, pasien tersebut meninggal dunia. Dia mengkonfirmasi bahwa sampai pasien meninggal dunia Pemerintah Provinsi Bali belum menerima hasil laboratorium di Jakarta.
      "Dan setelah dikonfirmasi maka WNA yang dalam pengawasan ini dikonfirmasi masuk dalam kasus 25 positif COVID-19," tegasnya.
      Sebagai informasi, semenjak adanya kasus COVID-19, Pemerintah Provinsi Bali sudah melaksanakan berbagai tindakan preventif terutama di Bandara Ngurah Rai. Bahkan dia menegaskan, Gubernur Bali Wayan Koster telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 di Provinsi Bali dengan SK Nomor 236/03-B/HK/2020.
      Adapun susunan keanggotaanya terdiri dari Ketua Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Satuan Tugas Kesehatan, Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik, Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan, Satuan Tugas Komunikasi Publik dan satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia.
      Terakhir, dia meminta kepada masyarakat di Bali agar tetap tenang dan waspada. Yang penting menerapkan pola hidup sehat. "Sehingga dapat terhindar dari paparan virus COVID-19 tersebut," tegasnya.
    • By VOAIndonesia
      Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed, mengadakan pertemuan bilateral di Istana Qasr Al Watan, Minggu sore (12/1). (Courtesy : Setpres RI).
      Enam belas perjanjian kerjasama dalam bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan dan penanggulangan terorisme berhasil dicapai dalam lawatan Presiden Joko Widodo ke Abu Dhabi pekan lalu.
      Dalam pertemuan bilateral di Istana Qasr Al Watan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab [PEA], Mohamed bin Zayed, Minggu sore (12/1), Presiden Jokowi menyaksikan penandatanganan kerjasama di antara delegasi Indonesia dan PEA.
      Selain 16 perjanjian itu, disepakati pula 11 perjanjian bisnis dalam bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. Total nilai investasi yang disepakati mencapai 22,89 miliar dolar Amerika atau sekitar 314,9 triliun rupiah.

      Presiden Jokowi dan Pengran Mohamed bin Zayed menyaksikan pertukaran dokumen perjanjian kerjasama di Istana Qasr Al Watan, Minggu (12/1). (Courtesy : Setpres RI).
      Pernyataan pers yang diterima VOA menyatakan bahwa selain kerjasama ekonomi, Presiden Jokowi juga ingin menjadikan Persatuan Emirat Arab PEA sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat dan penuh toleran. “Hal ini sangat penting artinya bagi upaya mencegah ekstremisme dan terorisme,” ujar presiden.
      Harapan serupa disampaikan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed yang menggarisbawahi Islam sebagai agama perdamaian. “Islam tidak pernah mengajarkan terorisme. Islam selalu mengedepankan kedamaian,” tegasnya. Ia juga memuji Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, dan mengatakan “Islam di Indonesia dapat menjadi contoh Islam yang damai.”

      Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed usai pertemuan bilateral di Istana Qasr Al Watan, Minggu sore (12/1). (Courtesy : Setpres RI).
      Selain menandatangani perjanjian kerjasama, Jokowi juga melihat kemungkinan pembentukan “Indonesian Sovereign Wealth Fund,” yaitu semacam dana abadi untuk mengatur dana publik dan menginvestasikannya ke aset-aset yang luas dan beragam untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar.
    • By yhosan
      Siapa nih yang saat disebut Tupperware langsung teringat dengan emak di rumah? Banyak ya pastinya. Yap, dalam dunia perdapuran, Tupperware merupakan wadah makanan kesayangan emak-emak yang amat sangat dijaga oleh ibu kita. Bagaimana tidak, meski bentuknya simple, harganya ternyata cukup mahal. Wajar sih, kalau emak sangat protektif menjaga wadah warna-warni ini.
      Saat Tupperware lecet atau mungkin sampai hilang, wah bisa meletus perang dunia ketiga. Kalau anak-anak zaman sekarang bilang mungkin nama mereka bisa menghilang dari KK jika si Tupperware ini tidak bisa ditemukan. Namun, sebelum menjadi wadah yang sangat dicintai oleh emak, Tupperware punya sejarah panjang yang menarik untuk disimak.
      Pertama kali hadir di tahun 1946, diciptakan oleh seorang bernama Earl Tupper

      Nama Tupperware ini sendiri diambil dari sang penciptanya, Earl Tupper, seorang lelaki berkewarganegaraan Amerika. Ketika itu, Tuppwerware dipergunakan di rumah tangga untuk menyimpan makanan dan membuatnya kedap udara. Salah satu paten penting dari produk Tupperware ini adalah seal penyekatnya yang dikenal dengan sebutan “burping seal“, yang merupakan ciri khusus terkenal dari produk-produk Tupperware, yang membuatnya sangat berbeda dengan produk-produk sejenis.
      Tupperware dulu sempat tak laku loh

      Dikenalkan oleh Tupper, siapa sangka kalau Tupperware ini sempat tidak laku loh. Tupperware dibuat dari bahan bioplastik, yakni campuran antara sayuran dan buah-buahan yang teruji aman untuk makanan dan cukup ramah untuk lingkungan. Mengapa tidak menggunakan plastik kebanyakan. Karena pada waktu itu plastik hanya digunakan sebagai bahan baku perang dunia. Bahan pembuat Tupperware sendiri merupakan terobosan baru yang mudah dicetak secara massal. Nah, kamu pasti tau tutup ikonik tupperware kan (yang ada lingkaran di tengahnya), hal tersebut terinspirasi dari kaleng cat, sehingga Tupperware ini tak sama dengan wadah kebanyakan.
      Strategi pemasaran door to door sejak awal ia eksis di muka bumi

      Sekarang, Tupperware banyak dijual secara online, dijadikan sebagai barang arisan, atau mungkin ada yang menawarkan dari rumah ke rumah. Ternyata, dari awal ia ada, Tupperware memang dijajakan secara door to door. Istilah ini disebut dengan Tupperware Party yang dicetuskan oleh Brownie Wise, perempuan yang akhirnya menjadi wakil presiden pemasaran yang mengantar Tupperware kepada kesuksesan. Penjualan ini ternyata sangat menguntungkan. Karena, perempuan di masa perang dunia waktu itu bisa menghasilkan uang dari usaha mereka sendiri.
      Brownie yang dipecat dan Tupperware dijual kepada Rexall Drug

      Piawainya Brownie dalam menjual Tupperware membuat ia dijadikan sebagai wakil presiden pemasaran. Brownie kemudian dikenal oleh banyak orang, melebihi Tupper sang pembuatnya malah. Hal ini membuat Tupper kesal dan memecat Brownie. Ia kemudian menjual Tupperware ke Rexall Drug pada 1958. Sebelum sahamnya dibeli oleh Rexall, Tupperware sempat masuk ke New York Museum of Modern Art pada tahun 1956. Saat ini Tupperware masuk dalam daftar penemuan terbaik abad 20 yang dibuat oleh Guinness Book of World Records. Bahkan, pada 2013 pasar terbesar Tupperware adalah Indonesia, disusul oleh Jerman.
      Yang membuat Tupperware ini disukai oleh ibu-ibu adalah garansinya yang seumur hidup. Jadi, selagi pemakaian normal, jika Tupperware itu rusak, maka kamu bisa menukarnya dengan yang baru. Tapi, meskipun begitu, emak-emak kita tak akan mengizinkan si Tupperware lecet, apalagi sampai rusak. Karena itulah, banyak sekali meme-meme seputar Tupperware ini.
    • By yhosan
      Baru-baru ini, Agnez Mo dihujani komentar pedas netizen karena ungkapannya dalam media Build Series by Yahoo. Video yang beredar tersebut menunjukkan Agnez yang mengaku tidak memiliki darah Indonesia. Meskipun begitu, Agnez sendiri telah mengkonfirmasi hal ini bahwa untuk mengetahui apa yang dia bicarakan secara detail, netizen juga harus menonton video tersebut sampai habis, agar tidak salah paham.
      Meskipun ada uangkapan ‘tidak ada darah Indonesia’, Agnes mengaku bahwa dirinya tumbuh dalam keberagaman Indonesia. “Aku tumbuh dalam keberagaman budaya. Inklusivitas budaya adalah apa yang aku perjuangkan. Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Senang ketika aku bisa dapat berbagi sesuatu tentangku dan negaraku,” tulisnya dalam caption instagramnya.
      Ya, tumbuh dalam keberagaman Indonesia. Bukan sekali dua kali perempuan 33 tahun ini mengenalkan budaya Indonesia ke kancah Internasional. Beberapa di antaranya akan kita bahas dan lihat bersama dalam ulasan berikut ini.
      Kenakan baju dodot dalam video Coke Bottle
      Coke Bottle adalah lagu Agnez Mo yang rilis pada tahun 2014 lalu. Lagu ini merupakan pembuktian Agnez bahwa dirinya memang layak berkarier di dunia music dan go international. Dalam video tersebut, ia berkolaborasi dengan musisi ternama Timbaland dan T.I. Yang tak pernah ia lupakan adalah tetap membawa Indonesia dalam video klipnya. Terbukti dengan Agnez yang memakai baju dodot khas Jawa dalam satu scene video.
      Lagu ‘Diamonds’ yang mewakili keberagaman yang ada di Indonesia
      Pada bulan September lalu, Agnez meluncurkan single baru bertajuk ‘Diamonds’. Lagu kolaborasi dengan French Montana ini menceritakan tentang keberagaman dan banyaknya budaya –yang ada di Indonesia. Dalam unggahannya, Agnez tampak bangga berpose menggunakan busana dan pernak-pernik dari Papua. “Berlian. Keindahan dalam diri kita masing-masing. Kekuatan dalam keberagaman. Bhinneka tunggal ika. Bersatu dalam perbedaan,” begitu akhir dari caption dengan tagar #diamonds #weare dan #embracingmyculture ini.
      Kenakan batik rancangan Anne Avantie di video klip ‘As Long As I Get Paid’
      Video klip yang satu ini pernah menuai banyak sekali pujian karena Agnez mengenakan batik yang dirancang oleh Anne Avantie untuk lagunya yang bertajuk ‘As Long As I Get Paid’. Anne Avantie sendiri mengatakan kalau Agnez Mo secara pribadi menghubunginya di pagi buta dan meminta dibuatkan gaun tersebut. Hingga sekarang, video ini sudah ditonton lebih dari 26 juta kali.
      Sudah berkarier level dunia, tapi Indonesia tetap di hati
      Baru-baru ini, Agnez juga jadi salah satu penyanyi Indonesia yang masuk dalam Museum Madame Tussaud Singapura. Namun, sebenarnya dalam postingan instagramnya Agnez selalu menempatkan Indonesia di hati. Agnez pernah membuat rambutnya dianyam seperti gaya orang Papua kebanyakan. Dirinya juga berfoto dengan merah putih, lengkap dengan caption “Always represent 💎” pada 17 Agustus lalu.
      Jadi, setiap berita yang Sahabat semua baca, jangan ditelan mentah-mentah ya. Simak dulu sampai habis, baru nantinya boleh berkomentar. Di era yang semakin canggih kita juga harus menjadi netizen yang cerdas, okay?
×
×
  • Create New...