Jump to content
iiee

33 identitas jamaah haji Indonesia korban crane jatuh di Saudi

Recommended Posts

4b9M7JNrdE.thumb.jpg.b9db2ec78b5a9c3418d

Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Arsyad Hidayat mengatakan sampai Sabtu (12/9) 01.00 Waktu Arab Saudi jamaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram mencapai 33 orang.

Dua di antaranya meninggal dunia dan selebihnya luka-luka. "Satu (korban luka) dirawat di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia), dan 30 lainnya dirawat di RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi)," katanya di Mekkah, Arab Saudi, seperti dikutip Antara.

Berikut nama-nama korban meninggal dunia dan luka-luka:

  1. Iti Rasti Darmini, dari kloter 23 embarkasi Jakarta-Bekasi (wafat)
  2. Masnauli Sijuadil Hasibuan, dari kloter 009 embarkasi Medan (wafat)
  3. Suji Syahbaini Irono, dari kloter 014 embarkasi Batam (BPHI)
  4. Ernawati Muhammad Saad, kloter 01 embarkasi Batam (RSAS)
  5. Kursia Nanting Lembong, kloter 016 embarkasi Batam (RSAS)
  6. Nasriah Binti Muhammad Abdurrahman, kloter 01 embarkasi Aceh (RSAS)
  7. Ardian Sukarno Effien, kloter 007 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (RSAS)
  8. Teti Herawati Mad Saleh, kloter 005 embarkasi Jakarta-Bekasi (RSAS)
  9. Apip Sahroni Rohman, kloter 005 embarkasi Jakarta-Bekasi (RSAS)
  10. Emmiwatty Janahar Saleh, kloter 008 embarkasi Medan (RSAS)
  11. Nur Baik Nasution, kloter 009 embarkasi Medan (RSAS)
  12. Sopiah Taizir Nasution, kloter 009 embarkasi Medan(RSAS)
  13. Tri Murti Ali, kloter 003 embarkasi Padang (RSAS)
  14. Zulfitri Zaini Haji, kloter 003 embarkasi Padang (RSAS)
  15. Zalniwarti Munaf Umma, kloter 004 embarkasi Padang (RSAS)
  16. Ali Sabri Selamun, kloter 007 embarkasi Padang (RSAS)
  17. Umi Dalijah Amat Rais, kloter 024 embarkasi Solo (RSAS)
  18. Endang Kaswinarni POerwomarton, kloter 046 embarkasi 046 (RSAS)
  19. Djumali Jamari Setro Wijoyo, kloter 052 embarkasi Solo (RSAS)
  20. Murodi Yahya Kasani, kloter 001 embarkasi Surabaya (RSAS)
  21. Hasan Mansur Ahmad, kloter 010 embarkasi Surabaya (RSAS)
  22. Sainten Said Tarub, kloter 015 embarkasi Surabaya (RSAS)
  23. Nurrudin Baasith Sujiyono, kloter 021 embarkasi Surabaya (RSAS)
  24. Isnainy Fadjarijah Abdul Djumali, kloter 021 embarkasi Surabaya (RSAS)
  25. Saharmi Umar Kulasse, kloter 002 embarkasi Makasar (RSAS)
  26. Norma Latang Kullase, kloter 005 embarkasi Makasar (RSAS)
  27. Rosnallang Caco Baba, kloter 005 embarkasi Makasar (RSAS)
  28. Hadiah Syamsuddin Sako, kloter 015 embarkasi Makasar (RSAS)
  29. Muhammad Harun Abdul Hamid, kloter 016 embarkasi Makasar (RSAS)
  30. Fatmawati Abdul Djalil, kloter 018 embarkasi Makasar (RSAS)
  31. Abdul Djalil Conci Leta, kloter 018 embarkasi Makasar (RSAS)
  32. Rosdiana Mudu Toheng, kloter 018 embarkasi Makasar (RSAS)
  33. Erni Sampe Dosen, kloter 018 embarkasi Makasar (RSAS)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By tama93
      Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Muhammad Nasir menjelaskan kronologi kecelakaan di Tol BSD, Jumat siang, 12 April 2019.
      Menurut data kronologi yang dikirimkan, kecelakaan itu diakibatkan oleh SB, pengemudi kendaraan Mitsubishi Outlander bernomor polisi B-378-BEL yang kurang konsentrasi. "Kronologi kejadian berdasarkan interogasi dan keterangan saksi," ujar Nasir.

      Kendaraan Mitsubishi Outlander tersebut melaju dari arah Jakarta. Sesampainya di kilometer 9+500, sekitar pukul 11.45 WIB, diduga karena pengemudi kurang konsentrasi, kendaraan tersebut menabrak pembatas jalan hingga memasuki lajur yang berlawanan.
      "Kemudian menabrak tiga kendaraan lainnya, yaitu Toyota Kijang Innova, Suzuki Ertiga, serta Toyota Rush," tutur dia.
      Adapun Toyota Kijang Innova bernomor polisi B-1014-WOU dikendarai oleh Tuheri, Toyota Rush B-1546-WFX oleh Hadi Dzikru Rohman, serta Suzuki Ertiga B-2029-BKW oleh Lia Sagita.
      Menurut Nasir, Lia Sagita sempat kritis karena terjepit kendaraannya yang ringsek dalam kecelakaan akibat tabrakan beruntun di Tol BSD itu. Namun, Lia dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tersebut, sementara tiga korban lain luka-luka.
    • By Males
      Kotak hitam (black box) belum ditemukan, penyelidikan soal penyebab pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 juga masih jauh dari kesimpulan. Namun, data satelit yang dimuat situs pemantau lalu lintas udara, FlightRadar24 dijadikan petunjuk awal terkait insiden kapal terbang yang jatuh 13 menit setelah lepas landas itu. 
      Berdasarkan data yang diungkap FlightRadar24, sejumlah keanehan terpantau dalam pergerakan pesawat yang membawa 189 orang tersebut. 
      Salah satunya, ketika sebuah pesawat umumnya akan naik dalam beberapa menit pertama penerbangan, Lion Air JT 610 justru mengalami penurunan 726 kaki (setara 221 meter) selama 21 detik.
      Ahli penerbangan Phillip Butterworth-Hayes mengatakan bahwa data tersebut tidak biasa. Apalagi, saat lepas landas seperti itu, pilot biasanya dibantu oleh kendali otomatis pesawat.
      "Ini tidak sesuai dengan profil penerbangan otomatis," kata Butterworth-Hayes saat mempelajari data. "Kecuali, jika sistem pesawat itu memberikan koreksi untuk sejumlah alasan."
      Butterworth-Hayes mengatakan bahwa mengingat pesawat yang digunakan Lion Air JT 610 baru berusia dua bulan, alasan di balik kecelakaan tersebut "sangat tidak mungkin" berasal dari kesalahan mekanis.
      "Pesawat terbang tidak jatuh begitu saja dari langit," katanya.
      "Saya tidak bisa membayangkan masalah mekanis apa pun selain kehilangan tenaga mesin yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, atau kegagalan listrik menyeluruh. Ini jauh lebih mungkin disebabkan faktor eksternal," lanjutnya menjelaskan.
      Dia mengatakan bahwa masalah lingkungan bisa jadi adalah penyebabnya, misalnya ledakan mikro (microburst), atau pesawat yang menabrak sesuatu seperti kawanan burung.
      "Ledakan mikro sangat sulit untuk dideteksi, bisa berubah menjadi angin kencang, seperti pusaran, dan Anda tidak bisa melihatnya. Tiba-tiba pesawat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pilot kemudian mulai melakukan segala macam upaya pemulihan dan kemudian sudah terlambat, pesawat jatuh," jelas Butterworth-Hayes.
      Ditambahkan olehnya bahwa pilot Boeing 737 MAX 8 meminta izin pada air traffic controller (ATC) melakukan return to base atau kembali ke bandara asal, sekitar 22 kilometer setelah lepas landas. Namun, saat itu belum terlihat pertanda kondisi darurat. 
    • By paimin
      Jembatan Babat Lamongan-Widang Tuban, yang melintang di atas sungai Bengawan Solo, pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambrol. Tiga truk tronton yang sedang melintas di atas jembatan tersebut, turut terjatuh ke dasar sungai. Untuk sementara, seorang sopir dilaporkan meninggal dunia. 

      Kapolsek Babat Kompol Hariadi Agus Wahono SH, ketika dihubungi awak media ini melalui sambungan telepon seluler membenarkan, bahwa jembatan penghubung Babat Lamongan-Widang Tuban, yang merupakan jalur Pantura, pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambruk. 

      “Tiga tronton turut tercebur ke dasar sungai,” jelas Kompol Agus. 
      Ketika ditanya jumlah korban jiwan, Kompol Agus menenerangkan bahwa untuk sementara ini dilaporkan 1 (satu) orang sopir tronton, dilaporkan meninggal dunia. 
      “Sementara satu orang sopir yang dilaporkan meninggal mas,” terang Kompol Agus 

      Kompol Agus menambahkan, lokasi jembatan yang ambruk tersebut sebagian masuk wilayah Babat, namun sebagian besar masuk wilayah Kecamatan Widang Tuban, atau di sisi utara sungai Bengawan Solo. 
      “Saya masih di TKP mas, petugas masih berupaya mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP,” imbuhnya.

    • By paimin
      Kabar duka kembali menyelimuti perfilman Indonesia. Amoroso Katamsi, pemeran Presiden Soeharto di Film G30S/PKI meninggal dunia, pada Selasa (17/4) dini hari di RSAL Mintohardjo.
      "Betul Bapak meninggal tadi dini hari, saat ini almarhum sudah di rumah duka,"jelas anak pertama Amoroso, Ratna Arumasari Katamsi, Selasa (17/4). Ratna mengatakan, almarhum akan dimakamkan di TPU Tanah Wakaf Pondok Labu, Jakarta Selatan, setelah Dzuhur. Sebelum dimakamkan, almarhum akan disalatkan di Masjid Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
      Kabar meninggalnya Amoroso Katamsi juga sempat disampaikan oleh sastrawan Candra Malik, melalui akun Twitter-nya @CandraMalik. Dalam kabar tersebut, Candra mengaku mendapatkan kabar meninggalnya Amoroso dari Doddy Katamsi, anak dari Amoroso. "Inalilahi wainalilahi roziun. Bapak Amoroso Katamsi telah berpulang ke Rahmatullah pada Selasa 17 April 2018 pukul 01.40 WIB. Semoga husnul khatimah (Informasi dari Mas Doddy Katamsi, putra almarhum)," tulis Candra, Selasa (17/4).
      Selain itu, kabar duka meninggalnya Amoroso juga disampaikan oleh artis, Ike Muti. Melalui akun Instagramnya, Ike menyampaikan rasa belangsungkawa atas meninggalnya Amoroso. Ike merupakan keponakan dari Amoroso.
      Pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1940 tersebut selama ini dikenal atas perannya sebagai Presiden Soeharto di Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI yang dibuat pada 1982 dan disutradarai oleh Arifin C.
      Film yang diperankan oleh Amoroso tersebut sempat menuai kontroversi pada 2017 lalu. Sejumlah pihak mengkritik penayangan kembali film tersebut di televisi, menjelang peringatan G30S/PKI, pada 30 September.
      Menjelang peringatan G30S/PKI, film tersebut juga ditayangkan di sekolah-sekolah untuk memperlihatkan kisah tragis pembantaian para jenderal TNI oleh PKI. Semasa Orde Baru, Film G30S/PKI setiap 30 September selalu ditayangkan.
      Semasa hidup, Amoroso sempat mengatakan, tidak ada paksaan dan juga intimidasi dari pihak-pihak tertentu ketika memerankan Soeharto dan menjalani shooting Film G30S/PKI.
      "Itu adalah peran yang menantang dan kesempatan yang langka makanya saya ambil," katanya, saat nobar dan diskusi mengenai film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).
      Namun, Amoroso tidak menyangka bahwa Film G30S/PKI akan menjadi kontroversi saat ini."tapi ini memang bukan film sembarangan," ucapnya. Amoroso ternyata merupakan lulusan Institut Angkatan Laut (IAL). Bahkan ia sempat menyandang pangkat terakhir sebagai Laksamana Pertama (Bintang Satu).
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/amoroso-katamsi-pemeran-soeharto-di-film-g30spki-2KtV

    • By paimin
      Jumlah korban minuman keras atau miras oplosan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendekati dua ratus orang. Berdasarkan data yang dimutakhirkan pada Rabu malam, total korban mencapai 189 orang dan 38 di antaranya tewas. 

      Semua korban dirawat di tiga rumah sakit, yakni RSUD Cicalengka, RSUD Ebah Majalaya, dan RS AMC Cileunyi, sejak Jumat pekan lalu. Sebanyak 188 korban laki-laki dan seorang perempuan. 

      RSUD Cicalengka mencatat, sebagian besar pasien yang keracunan miras yang konon dicampur dengan sari ginseng itu berlatar belakang keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. 

      "Banyaknya yang putus sekolah, buruh, buruh bangunan banyak, (tukang) ojek," kata Direktur Utama RSUD Cicalengka, Yani Sumpena, kepada wartawan pada Rabu malam, 11 Maret 2018. 

      Rumah sakit, kata Yani, membebaskan biaya perawatan para korban karena memang sudah ditanggung oleh pemerintah setelah peristiwa itu ditetapkan sebagai kejadian luar biasa atau KLB. Jika ada pasien yang sempat membayar, manajemen rumah sakit akan mengembalikannya sepanjang dokumen atau berkas-berkas buktinya lengkap. 

      Dinas Kesehatan setempat mengkonfirmasi soal pembebasan biaya itu tetapi sepenuhnya menjadi kewenangan rumah sakit tempat para korban dirawat. Pemerintah Kabupaten hanya menunggu tagihan yang diklaimkan oleh rumah sakit kepada pemerintah. 

      "Dinas menunggu klaim dari rumah sakit. Paling enggak bakalan lebih dari seratus juta (rupiah). Kita melihatnya bencana sosial dan kepedulian Pemda serta keluarga korbannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Ahmad Kustijadi, dihubungi secara terpisah. 

      Bupati Dadang Nasser mendesak polisi menghukum berat para peracik dan penjual miras oploosan itu."Dari sisi penanganan korban, kami menyatakan KLB, yaitu kejadian luar biasa. Biasanya (KLB ini) penyakit menular, bencana alam; ini bencana moral, bencana sosial," katanya.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/korban-miras-oplosan-di-bandung-mendekati-200-orang-2KtC

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy