Jump to content

Bahaya pekerjaan masa depan dikendalikan teknologi


c0d1ng

Recommended Posts

  • Verified Account

55f23fb58b70e_018379793_30300.thumb.jpg.

Serikat buruh hingga kini masih berilusi, bahwa merekalah yang menentukan wujud kerja di masa depan Padahal di masa depan kerja akan dikendalikan otomatisasi dan digitalisasi. Perspektif Rolf Wenkel.

Sejak 125 tahun tanggal 1 Mei ditetapkan serikat pekerja sebagai hari buruh internasional, sebagai peringatan atas protes buruh yang memperjuangkan lebih banyak hak dan kenaikan gaji yang berakhir berdarah-darah di Chicago. Hingga sekarang, serikat buruh selalu memanfaatkan tanggal 1 Mei sebagai kampanye untuk menuntut perbaikan persyaratan kerja.

Pada hari buruh kali ini serikat pekerja Jerman mengklaim motto sangat muluk: "Kami akan menentukan sosok kerja di masa depan." Sebuah motto yang kedengaran sumbang, keras kepala dan hanya ilusi. Sebab, serikat buruh di negara maju Eropa, khususnya di Jerman, menghadapi nasib yang sama seperti gereja Kristen dan perhimpunan olah raga. Anggotanya berbondong-bondong hengkang, kekurangan generasi penerus dan keum wanita nyaris tak terwakili.

Itu sebabnya, pada tahun-tahun belakangan di Eropa nyaris tidak ada lagi demo buruh di jalanan untuk menutut hak pekerja pada hari buruh tanggal 1 Mei. Mereka lebih memilih menikmati hari libur itu dengan berkumpul dengan sesama buruh di pub atau restoran.

Buruh Jerman punya argumen kuat untuk itu: setelah selama seperempat abad jumlah anggota terus menciut, serikat buruh menyadari mereka tidak lagi memiliki arti penting dan kekuatan untuk menentukan sosok dunia kerja. Di sisi lainnya, satu dasawarsa terakhir ini, serikat buruh di Jerman memprioritaskan perjuangan untuk mempertahankan lapangan kerja, ketimbang menuntut kenaikan gaji.

Dengan kata lain, serikat buruh Jerman belajar dengan tuntutan lebih sederhana. Sebuah perilaku yang sudah dimengerti dan diterapkan sejak lama oleh buruh di negara-negara pengguna mata uang Euro lainnya. Hasilnya, mereka kini jadi lokomotiv pertumbuhan Eropa.

Para ahli ekonomi juga memuji penurunan tingkat upah dan gaji itu, karena Jerman menjadi jauh lebih mampu bersaing dibanding negara tetangganya. Akan tetapi juga harus diantisipasi, bahwa masa depan lapangan kerja tidak lagi dibentuk oleh serikat pekerja. Di negara-negara industri maju sekelas Jerman atau Jepang, masa depan dunia kerja akan ditentukan oleh faktor demografi, oleh sebuah masyarakat yang usianya semakin tua.

Masa depan dunia kerja, akan ditentukan oleh para insinyu dan pakar teknologi informatika. Di masa depan, proses produksi akan dikendalikan oleh sistem yang disebut "Industri 4.0" atau versi lebih baru lainnya.

Dalam 20 tahun ke depan, separuh lapangan kerja akan terkena dampak otomatisasi dan digitalisasi. Kerja di masa depan, tidak akan hanya terbatas pada proses ban berjalan klasik, melainkan juga mencakup lapangan kerja dengan kualifikasi jauh lebih tinggi.

Tren ini tentu saja memicu ketakutan. Apakah lapangan kerja kita akan hilang? Dan serikat buruh dalam era ini, hanya akan memainkan peranan klasiknya yang konservatif, dan tidak menentukan sosok kerja di masa depan. Paling banyak hanya ikut berkontribusi.

Tentu saja hal ini tidak harus berarti situasi fatal. Sebab, di era ketika kemajuan teknik mengacak-acak dunia kerja klasik, dimana hari-hari kerja lazim diramalkan akan tamat, dan buruh terancam jadi pekerja musiman seumur hidupnya, adalah tidak buruk jika serikat buruh ikut memberikan kontribusi sebuah suara yang perlu didengar. Hal itu juga masih berlaku di masa depan

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By news
      Berbagai raksasa perusahaan teknologi memblokir Presiden AS Donald Trump dan media sosial Parler, yang populer di kalangan pendukung Trump, mengikuti kericuhan Rabu pekan sebelumnya di Gedung Kongres Amerika Serikat.
       
    • By iiee
      Studi terbaru dari Tallin University Estonia menyebut aplikasi percakapan Whatsapp lebih berbahaya dalam menyebarkan hoaks terkait covid-19. Meski demikian platform media sosial lain juga punya peran besar terkait persebaran hoaks itu.
      Studi dari Tallin University mengambil tempat di Jerman dan Israel. Studi mengungkap hoaks yang menyebar di Whatsapp grup saat ini lebih berbahaya ketimbang aplikasi lainnya.
      Pasalnya, identitas penyebar hoaks di Whatsapp lebih jelas ketimbang yang disebarkan melalui platform media sosial. Sehingga banyak dari pesan berantai hoaks diterima dan disebarkan begitu saja oleh masyarakat.
      Studi juga menyebut penyebaran hoaks itu berupa pesan berantai. Menariknya pesan berantai itu didapatkan dari platform media sosial lain seperti Facebook, Twitter atau Instagram.
      Selain itu studi ini juga menjelaskan sejumlah platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan aplikasi percakapan Whatsapp sudah membuat kebijakan untuk melawan hoaks. Namun kebijakan yang mereka ambil berlaku mirip di semua negara sehingga kurang spesifik.
    • By chyntia_irawan
      Situasi yang serba nggak menentu beberapa bulan belakangan paling berdampak pada sektor ekonomi. Nggak hanya banyak yang kehilangan pekerjaannya, tapi mencari pekerjaan baru juga nggak kalah susah karena saingannya semakin banyak.
      Gambaran susahnya cari pekerjaan di masa sekarang ini sempat diungkapkan oleh akun Twitter salah satu portal penyedia lowongan pekerjaan dan bahkan sempat viral karena seperti menjawab pertanyaan banyak pejuang loker. Saat masa pandemi, jumlah lowongan yang ada berkurang drastis, tapi peminatnya malah bertambah hingga berkali-kali lipat. Sama persis seperti yang dirasakan sekarang. Tapi, kalau mencari pekerjaan susahnya setengah mati, kenapa nggak mencoba bikin bisnis sendiri?
      Ini strategi yang kamu butuhkan!
      Temukan Ide Bisnis yang Potensial
      Ada baiknya memiliki ide sendiri yang berasal dari hobi atau keahlian yang dimiliki. Misalnya melihat piyama dan daster yang sekarang lagi jadi tren OOTD selama di rumah, nggak ada salahnya kamu menciptakan piyama lucu yang sesuai kebutuhan pasar dengan harga terjangkau.
      Bisnis makanan juga diprediksi menjadi salah satu yang bakalan survive di masa depan, karena semua orang sudah pasti membutuhkan. Kamu bisa menciptakan makanan kering yang dapat disimpan selama beberapa minggu, seperti dendeng atau rendang bumbu kering. Jenis makanan ini juga lagi populer, lho.
      Melihat tren yang sedang booming saat ini boleh-boleh saja, tapi jangan sampai menirunya habis-habisan. Asah kreativitasmu dengan mengambil ide dari produk atau jasa yang kini sedang laris di pasaran, lalu tambahkan ciri khas yang bikin bisnismu unik dan berbeda.
      Hitung Cashflow yang Dibutuhkan
       
      Setelah menemukan ide yang potensial, saatnya mencari cara bagaimana menghitung cashflow yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dengan efektif. Cashflow sendiri sebenarnya merupakan aliran kas yang masuk dan keluar untuk keperluan bisnis dalam rentang waktu tertentu. Penghitungan dan pengelolaan yang buruk bisa berdampak pada modal usaha yang terkuras habis hingga mengalami kerugian.
      Demi mendapatkan cashflow yang lancar, pastikan pemasukan yang didapat lebih besar daripada pengeluaran. Hal ini bisa dilakukan dengan memastikan persediaan produk, baik barang atau jasa, yang tepat, menunda pengeuaran untuk hal-hal yang nggak mendesak, menghitung biaya produksi, hingga memikirkan strategi pemasaran yang tepat.
    • By peter_hutomo
      Daging sapi banyak digunakan dalam berbagai resep makanan.
      Daging sapi sebaiknya digunakan setidaknya dua hari setelah dibeli untuk menjaga kualitasnya.
      Daging sapi yang sudah berlendir atau lengket dan memiliki bau yang tak sedap bisa menjadi pertanda daging sudah busuk.
      Bakteri Patogen
      Bakteri sangat mudah hidup pada daging sapi, terlebih bila terkena atau berkontak dengan udara disekitar.
      Bakteri patogen berkembang biak dalam daging sapi yang telah busuk karena pendinginan yang kurang atau tidak cukup.
      Bakteri seperti Escherichia coli O157: H7, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Campylobacter jejuni berpotensi tumbuh pada daging sapi dalam suhu ruangan yang bisa menyebabkan keracunan makanan.
      Keracunan makanan menyebabkan diare dan muntah-muntah, dan dalam kasus ekstrim bisa membahayakan jiwa.
      Bakteri Pembusukan
       
      Bakteri juga tetap dapat berkembang biak pada daging sapi yang didinginkan atau dibekukan pada waktu yang sangat lama.
      Pendingin atau kulkas harus dijaga pada suhu 40 derajat Fahrenheit, setara dengan 1-5 derajat Celcius atau kurang setiap saat.
      Daging busuk dapat menjadi tempat hidup bakteri yang disebut Listeria monocytogenes dan menyebabkan berbagai macam penyakit yang gejala awalnya seperti flu.
      Bakteri tersebut dapat menyebabkan meningitis, ensefalitis, dan septikemia, serta memicu infeksi intrauterine atau leher rahim pada wanita hamil.
      Menurut US Food and Drug Administration (BPOM nya amerika), bakteri pada daging busuk mungkin tidak menunjukkan gejala pada orang yang sehat.
      Kelompok yang paling rentan terhadap bakteri ini adalah pasien kanker, orang tua, dan wanita hamil.
      Tingkat kematian akibat penyakit Listeria monocytogenes adalah sekitar 70 persen dengan kurang dari 500 kematian per tahun di Amerika Serikat.
      Saran
      Daging sapi busuk memiliki ciri-ciri lengket saat disentuh dan memiliki warna yang tidak menarik.
      Bagaimanapun juga, mengkonsumsi daging segar akan lebih aman. Cara terbaik agar daging tetap awet adalah dengan mendinginkan pada suhu yang direkomendasikan serta segera mengkonsumsinya segera setelah dibeli.
    • By VOAIndonesia
      Foto yang diambil oleh Kamera Deteksi Ponsel dan dirilis oleh Transport for NSW menunjukkan pengemudi menggunakan ponsel saat mengemudi di Australia.
      Negara bagian paling padat di Australia hari Minggu (1/12) meluncurkan kamera yang bisa mendeteksi pengemudi yang menggunakan ponsel.
      Andrew Constance, Menteri Jalan Raya New South Wales, mengatakan teknologi yang "pertama di dunia" itu akan menarget penggunaan ponsel ilegal lewat "kamera-kamera yang dipasang secara permanen dan mobile."
      Para pejabat mengatakan 45 kamera akan dipasang di seluruh negara bagian itu dalam tiga tahun ke depan.
      Urusan transportasi NSW, yang mengelola dinas transportasi negara bagian itu, mengatakan kamera-kamera akan dioperasikan selama 24 jam sehari dan dalam segala cuaca.
      Untuk tiga bulan pertama, para pengemudi yang tertangkap menggunakan ponsel secara ilegal akan mendapat peringatan. Setelah itu, para pelanggar akan dikenai denda yang cukup mahal dan dikurangi poin pada SIM-nya.
      Sekitar 329 orang meninggal dunia tahun ini di jalan-jalan New South Wales, menurut laporan kantor berita Reuters. Para pejabat NSW berupaya mengurangi jumlah kematian di jalan sebanyak 30% pada 2021, kata laporan itu. [vm/pp]
×
×
  • Create New...