Jump to content
Sign in to follow this  
Guest News

Jadi Sejarah, Tentara Perempuan Lulus Ranger School

Recommended Posts

Guest News

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, dua tentara perempuan lulus dari ranger school, pendidikan militer AS yang sangat menguji ketahanan fisik dan mental. Departemen Pertahanan AS mengizinkan tentara perempuan mengisi posisi tempur tahun 2013 yang lalu. Selengkapnya ikuti laporan Patsy Widakuswara.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By jodang
      Bagi Anda, apa makna ciuman dengan pasangan? Ada yang mengatakan tanda cinta dan kasih sayang ke suami atau istri dan aneka alasan lainnya. Namun, jenis kelamin juga jadi aspek seseorang memaknai ciuman.
      Menurut Susan Hughes, seorang psikolog di Albright College, Pennsylvania, wanita cenderung menggunakan ciuman untuk menciptakan ikatan dengan pasangannya, serta untuk menilai potensi pria sebagai pasangan.
      Namun keadaan tersebut sangat berbeda dengan kaum pria. Menurut Susan, pria melakukan ciuman seringkali untuk meningkatkan rangsangan seksual terhadap pasangan mereka. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Psychology.
      Dalam studi tersebut, Susan dan timnya menyelidiki preferensi dan opini tentang ciuman pada lebih dari 1.000 pria dan wanita. Mereka diminta untuk memberi nilai untuk rangkaian pertanyaan pada skala 1-5.
      Hasilnya menunjukkan, baik pria maupun wanita menganggap ciuman sebagai hal yang penting bagi interaksi yang sangat intim. Mereka juga menggunakan ciuman untuk mengukur kecocokan hubungan dengan pasangan. Ciuman juga bisa menjadi faktor yang memperkuat atau memperlemah ketertarikan terhadap pasangan.
      Perbedaannya adalah wanita biasanya menganggap ciuman yang buruk sebagai pemecah kesepakatan. Sedangkan pria masih tetap menginginkan seks meskipun pasangan wanitanya adalah seorang pencium yang buruk.
    • By peter_hutomo
      Badboy merupakan sebuah julukan bagi pria yang mempunyai kesan nakal dan urakan. Namun tidak semua cowok nakal itu buruk. Meskipun sebenarnya cowok dengan tipe ini lebih berpotensi untuk menjadi seorang playboy. Entah mengapa tipe pria seperti ini malah banyak yang menyukainya. Buktinya banyak dari mereka yang gampang mendapatkan hati wanita.
      Banyak yang bilang kalau ketika sudah jatuh cinta maka dia terlihat sempurna di matamu. Seburuk apapun sifat dari pasangan pastinya kamu akan tetap menganggap dia adalah sosok yang sempurna. Meskipun sekeliling kamu banyak yang ngomongin tentang kejelekannya, pastinya kamu tidak akan terpengaruh. Itulah cinta yang sesungguhnya. Begitu pun buat badboy, meskipun si wanita sudah mengetahui kalau badboy itu biasanya sulit untuk dipercaya, diragukan kesetiannya, punya track record sama banyak cewek dan juga bukan cowok yang punya prospek baik untuk dijadikan pendamping hidup. Namun ternyata wanita tetap menganggap badboy itu menarik. Mereka melihat kemenarikan itu berdasarkan beberapa alasan.
      1. Tampil Apa Adanya
      Badboy biasanya tampil apa adanya. Wanita menganggap bahwa pria yang tampil terlalu baik kadang justru terkesan sok suci. Mereka menganggap bahwa pria seperti itu hanya menutup-nutupi kebiasaan atau tingkah laku yang buruk yang mereka punya. Wanita menganggap bahwa pria yang tampil terlalu rapi hanya berakting di depan orang lain saja.
      Beda halnya dengan badboy. Kesan tampil apa adanya ternyata mempunyai sisi positifnya loh. Wanita lebih menghargai mereka yang tampil apa adanya dan tidak di buat-buat. Sehingga apa yang mereka lihat akan sesuai dengan aslinya.
      2. Badboy Ahli Memperlakukan Wanita
      Yah, mungkin karena sudah terlalu ahli dalam menghadapi wanita. Maka badboy ternyata lebih bisa mewanitakan wanita. Sehingga badboy tidak menuntut banyak dari pasangannya.
      Selain itu dia tidak akan membatasi gerak pasangannya. Wanita pun akan lebih nyaman bila jalan dengan pria seperti ini.
      3. Misterius dan Bikin Penasaran
      Alasan ketiga yaitu, badboy sulit untuk ditebak. Dalam sebuah hubungan percintaan yang terlalu lama biasanya akan timbul rasa kebosanan. Namun ketika selama berpacaran wanita masih penasaran dengan prianya maka dia akan terus menggali-gali informasi tentang pasangannya.
      Mereka menganggap itu sebuah tantangan. Sifat tidak mudah ditebak adalah ciri dari badboy. Oleh sebab itu, pria dengan tipe seperti ini banyak yang suka.
      4. Kesan Urakan yang Kelihatan ‘Laki Banget’
      Badboy terkesan lebih bisa melindungi. Kesan urakan dan preman yang nampak, justru kadang terlihat macho dan maskulin di mata perempuan. Sedikit banyak, ada pengaruh dari banyak menonton film atau membaca novel.
      Oleh sebab itu wanita akan merasa lebih aman jika berjalan dengan mereka. Sebab pria dengan tipe seperti ini pastinya hampir semuanya pandai untuk berkelahi.
      5. Petualangan Hidupnya Menarik
      badboy kaya akan pengalaman dan petualangan. Yah, memang benar kalau pengalaman adalah guru yang baik. Ketika seseorang mempunyai pengalaman buruk pada masa lalunya maka dia akan berusaha untuk memperbaiki dirinya di kemudian hari.
      Begitu pun dengan badboy, wanita pastinya berpikir kalau badboy bisa mengajarinya akan masalah percintaan dan lebih bisa mengarahkan ka arah solusi yang lebih baik. Selain itu pria dengan tipe seperti ini mempunyai petualangan hidup yang menarik. Dia lebih mengetahui hal-hal apa saja yang bagus untuk dikunjungi bersama pasangan dan pastinya tidak akan membosankan. Intinya mereka lebih mahir dalam masalah percintaan.
      6. Badboy cenderung populer
      Mungkin terkenal dengan catatan buruk atau kurang bonafit, tapi kadang pesona diri mereka lebih terpancar dan ini yang membuatnya populer. Yah, memang tidak dapat dipungkiri bahwa badboy lebih bisa mengekspose dirinya.
      Dia lebih mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Selain itu, kadang dengan sikap mereka, malah mempunyai banyak teman baik itu wanita ataupun pria.
      7. Badboy itu Romantis
      Siapa sih wanita di dunia ini yang tidak suka kalau diromantisin sama pcarnya. Eits, tapi bukan berarti cowok baik itu tidak romantis yah. Hanya level keromantisannya saja yang lebih besar badboy.
      Misalkan saja, apabila ada seorang wanita kehujanan maka pria baik akan memberikan payung tersebut kepada wanita dan membiarkan dirinya kehujanan. Sedangkan badboy, dia akan memakai payung tersebut berdua…hihihi.
      Dari berbagai alasan tersebut maka tidak heran kalau sampai saat ini badboy masih punya posisi di hati para wanita. Mereka ternyata lebih bisa menghandle wanita karena pengalamannya. Tapi di sisi lain, ini juga yang membuat mereka mudah bergonta-ganti kekasih.
    • By cinta_segiempat
      Kemarau ini sudah terlalu panjang, walau kalender musim sudah puas kita pasang untuk berganti. Kamu, dalam hatimu dan segala perasaan yang telah bercampur pengalaman di setiap musim berganti adalah satu wujud kesetiaan yang teramat panjang untuk aku ceritakan.
      Tapi lelaki mana yang bisa menolak sebuah kesetiaan? Lelaki mana yang tidak mau mendapatkan itu dari wanitanya?
      Lima tahun telah berlalu, sejak kali terakhir hujan menemukan langkahmu. Selanjutnya adalah kemarau yang berkepanjangan. Dan kamu masih setia; untuk percaya hujan akan kembali datang dan melepas segala gerah, segala kering, segala haus, segala kerinduan akan kesejukan yang kamu sudah mulai lupa seperti apa rasa dan wujudnya.
      Sedang hujan, aku tahu dia lupa di mana dan kapan waktu yang tepat melakukan perjumpaan denganmu. Tapi doa dan harapmu, tidak satu orangpun ragu.
      Terkadang aku lelah, menjadi saksi sejarah hidupmu. Hanya hujan yang kamu tunggu. Bukankah kemarau ini telah berkali mencoba membakarmu? Tapi yang lembut dalam hatimu itu selalu menyediakan sumber air yang tidak pernah habis mencipta harapan akan datangnya hujan.
      Sudah berapa kali aku memintamu segera pindah, mungkin di lain tempat hujan telah turun. Tapi kamu selalu menolak, katamu sebuah penantian panjang adalah laku hidup jika ingin mendapatkan siraman hujan. Tapi apa harus selama ini?
      Aku kalah, tentu saja oleh sabarmu. Berkali aku kibarkan bendera tanda menyerah, lalu kamu diam-diam memapahku kembali berdiri, untuk kemudian percaya hujan tidak akan lama lagi. Tapi hujan seperti apa yang kamu tunggu? Kalender sudah berganti, dan hujan di hatimu tidak juga hadir menemani.
      Ketika akhirnya segala doa dan harapmu dalam setiap rapal mantra dan keyakinan laku hidupmu memberikan sebuah kabar bahwa hujan akan segera datang, aku hanya bisa diam.
      Bukan sebab aku tidak percaya, lebih dari itu aku sangat berterima kasih, tanpamu mungkin aku sudah lebih dahulu hilang dan kering bersama kemarau yang tidak berkesudahan ini.
      "September selalu memulai hujan, percayalah hujan akan turun untuk aku juga untuk kamu," begitu ucapmu. Aku diam, dalam diam aku berdoa mensyukuri tiap hari dalam putaran tahun yang telah berganti musim berulang kali.
      Beruntungnya aku memiliki kamu yang setia menanti ketika hujan turun dan janji suci siap untuk diikrar dan diamini sebagai wujud segala angan menjadi ingin dalam ikatan suci.
      Terima kasih, telah bersamaku melewati kemarau panjang, kemarau yang tidak berkesudahan, yang darimu aku percaya lima purnama tersisa akan bisa kita lewati dan hujan akan segera menghampiri. Terima kasih untukmu yang percaya bahwa akan ada sebuah kalimat suci yang akan menyatukan dua hati dalam satu lindungan restu Tuhan.
      Terima kasih untukmu yang telah mengajari aku bagaimana menjalani proses hidup yang singkat demi kehidupan yang lebih panjang. Terima kasih, telah setia menunggu hujan untukku.
      Seperti yakinmu, melewati purnama kelima untuk sampai pada bulan September hujan akan datang. Ketika itu, percayalah aku benar ingin menjadi hujan untuk segala kemarau di hidupmu.
      Saat hujan datang, percayalah akan ada aku di sisimu, yang selalu menenangkan kekeringan hidupmu, dan mengecup keningmu sebelum kamu terlelap bersama hujan. Seperti segala doa dan harap yang menahun telah kamu tanamkan untukku, saat menunggu hujan.
      Wanti, begitu aku memanggilmu saat menunggu hujan.
    • Guest news
      By Guest news
      Sebuah toko pakaian unik dibuka di kota New York baru-baru ini, yang menawarkan pakaian netral jender. “Phluid project” menjual busana yang tidak dikategorikan berdasarkan jender, untuk siapapun dengan jender dan orientasi seksual apapun.
       
    • By paimin
      Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Saatnya Alvin beranjak dari tempatnya menimba ilmu di SDN Kebon Kacang 02 Petang, Tanah Abang, Jakarta Pusat menuju rumahnya. Sekolah Alvin terletak di jantung Ibu Kota, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Thamrin City. 

      Akan tetapi, perjalanan Alvin untuk bisa bertemu orang tua dan saudaranya tak semudah yang dibayangkan. Bocah berusia 8 tahun itu saban harinya harus menempuh jarak sejauh 50 kilometer sebelum sampai ke rumah. 

      Alvin tak mengeluh, kondisi seperti ini sudah ia lakoni sejak 6 bulan yang lalu saat kedua orang tuanya pindah ke Parung Panjang, Bogor. Dua kaki kecilnya dengan lincah berjalan menyusuri trotoar yang dipadati kendaraan. Mengenakan tas ransel berwarna merah, topi merah putih berlambang garuda dan seragam putih Alvin tampak bersemangat. 

      Ia berhenti di depan SPBU Kebon Kacang dan menunggu angkutan umum yang biasa mengantarnya ke Stasiun Karet.Sesak udara di angkutan biru tak membuatnya menyerah. 
      Sesampainya di Stasiun Karet, siswa kelas dua itu bergegas menuju loket untuk membeli tiket ke stasiun Parung Panjang seharga Rp 6.000. Memasuki stasiun, Alvin menunggu di tempat yang paling ujung agar dekat dengan gerbong wanita. 
      "Biasanya duduk di gerbong wanita," ujar Alvin saat ditemui pada Senin (9/4). 

      Baru 10 menit ia duduk di kursi KRL, anak ketiga dari lima bersaudara itu sudah harus bersiap di pintu gerbong untuk transit di stasiun Tanah Abang dan pindah ke gerbong lain tujuan Parung Panjang. 

      Suasana stasiun Tanah Abang memang selalu ramai dan padat oleh pengunjung, terlebih di jam-jam pulang kantor. Duh, tak terbayang anak sekecil itu harus berdesakan bersama orang dewasa lainnya. 

      Belum lagi, ia harus gerak cepat untuk mendapatkan tempat duduk, bila tak ingin berdiri selama 1,5 jam hingga sampai ke tujuan akhir, stasiun Parung Panjang. 
      Selama di dalam gerbong, Alvin lebih banyak diam dan menikmati pemandang melalui kaca bening yang ada di gerbong KRL. Sesekali ia berjalan menyusuri gerbong, tak jarang beberapa orang yang ditemuinya bertanya-tanya. 
      "Kamu naik KRL yang ngajarin siapa?" tanya seorang perempuan berambut panjang di sebelahnya. 
      "Aku sendiri," jawab Alvin. 
      "Ya Allah, anak gue seumuran dia ini, enggak tega lihatnya," sahut perempuan berkacamata yang duduk di depan Alvin. 

      Setelah menempuh waktu 1,5 jam menggunakan KRL, akhirnya kereta mengantarkan Alvin di pemberhentian terakhir yakni stasiun Parung Panjang. "Habis dari stasiun, biasanya jalan kaki kalau enggak ada ongkos. Tapi kalau punya ongkos naik mobil (omprengan)," kata Alvin 

      Langit semakin gelap, Alvin berlari kecil mengejar kendaraan roda empat berwarna hitam alias omprengan yang sedari tadi terparkir di seberang stasiun. Si sopir menjalankan omprengannya dengan hati-hati, karena jalan yang dilalui belum beraspal, berlubang, dan digenangi air. 

      Jarak dari stasiun Parung Panjang menuju rumah Alvin masih sekitar 7 km atau 20 menit dengan mengendarai omprengan. Itu pun bila uang saku Alvin masih tersisa, berbeda saat uang jajannya habis di perjalanan. Alvin akan berjalan dari stasiun Parung Panjang menuju rumahnya. 
      "Turun di mana dek?" tanya si sopir kepada Alvin. 
      "Di minimarket Ceria," sahut Alvin. 

      Rumah Alvin berada di paling ujung berdampingan dengan kebun yang terlihat tak terawat. Bangunan sederhana namun hangat. Di rumah itu, Alvin tinggal bersama ayah, ibu, tiga saudaranya, dan keluarga tantenya. 

      Sesampainya di rumah, Alvin lantas melepas sepatu dan berganti baju. Lalu bermain dengan saudara-saudaranya, bertemu ibu dan teman-teman lainnya. 

      "Saya bangga sama Alvin, saya merasa sedih apalagi kalau lihat Alvin tidur. Saya sedih banget lihat dia kecapekan," ujar Lasmawati, ibunda Alvin. Sebelum tertidur, ibu bertanya,"Ada PR enggak? Kalau ada dikerjain dulu," kata ibu. 

      Alvin menggeleng, ia sibuk bercengkerama dengan adik bungsunya yang masih berusia 7 bulan. Ayah Alvin jarang pulang karena mencari nafkah untuk keluarga. 
      "Kerjanya serabutan, kadang empat hari baru pulang bawa Rp70 ribu. Yah dicukup-cukupin aja," ujar wanita berusia 38 tahun itu. Saat azan magrib berkumandang, Alvin pulang ke rumah lalu beristirahat. Jarak 50 kilometer yang ia tempuh tentu membuat raganya lelah.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/alvin-tempuh-jarak-50-km-dari-sekolah-ke-rumah-2KtG



×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy