Jump to content
davidbo

Para Silicon Valley Bersatu Lawan Pornografi Anak

Recommended Posts

42280eab-c96e-4f1c-86e8-6c43aff7007d_169

Para raksasa teknologi Silicon Valley memutuskan untuk bersatu demi memerangi pornografi anak. Mereka adalah Facebook, Google, Microsoft, Yahoo, dan Twitter. 

Lima perusahaan teknologi raksasa tersebut bekerja sama dengan Internet Watch Foundation (IWF), sebuah organisasi asal Inggris yang menerapkan sistem baru untuk membantu mendeteksi dan memblokir gambar anak berbau porno di ranah online.

IWF sebagai yayasan sosial telah memperkenalkan teknologi baru yang mampu memberi label atau tag gambar yang memiliki konten kekerasan seksual menggunakan kode dasar yang bekerja seperti sidik jari digital atau hash.

Hash tersebut diciptakan dari algoritma. Ada miliaran gambar di internet dan dengan menciptakan sidik jari digital dari satu gambar, ia bakal membantu mengidentifikasi gambar secara spesifik yang bertentangan dengan hash 'jahat'.

IWF menyimpan catatan semua hash dan hanya membaginya kepada lima perusahaan teknologi raksasa itu.

Saat sistem ini diimplementasikan, semua gambar yang diunggah ke Facebook, Twitter, dan situs web lain yang tersinkronisasi bakal dipindai dan diidentifikasi.

Apabila sebuah gambar atau foto sebelumnya telah diberi label oleh IWF, sistem tersebut akan mendeteksi hash-nya dan secara otomatis dilarang untuk diunggah dan dibagikan.

IWF memperkirakan, dalam sehari bisa menyingkirkan 500 laman web yang mengandung pornografi anak dan angka tersebut bisa terus meningkat jika gambar berbau porno berhasil terlacak lebih banyak, serta menambah daftar hash 'jahat'.

Untuk saat ini, IWF mengakui belum bisa mendeteksi pornografi dalam format video. 

"Daftar hash IWF bisa menjadi pengubah 'permainan' di dalam perang melawan pornografi anak secara online," ujar CEO IWF, Susie Hargreaves dalam sebuah pernyataan di laman publikasi resmi IWF.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By ega
      Mark Zuckerberg, selaku pemilik Facebook berencana untuk menggabungkan tempat bertukar pesan pada sosial media miliknya — Whatsapp, Instagram, dan Facebook Messenger. Tindakan ini membuat Mark terlihat seperti ingin unjuk gigi disaat bisnisnya babak belur diserang skandal dalam dua tahun terakhir.
      “Kedepannya ketiga tempat bertukar pesan tersebut akan menjadi satu aplikasi yang berdiri sendiri tetapi secara teknikal akan digabungkan dengan satu infrastruktur” kata empat orang yang terlibat dengan pembuatan aplikasi tersebut. Hal ini berarti akan membawa tempat pengiriman pesan terbesar dalam tiga aplikasi di dunia dengan pengguna lebih dari 2.6 miliar untuk dapat berkomunikasi lintas aplikasi untuk pertama kalinya.
      Pergerakan ini bisa dibilang sekaligus untuk mendata ulang berapa banyak orang yang sering menggunakan ketiga aplikasi tersebut sambil Facebook terus meningkatkan penggabungan industri, privasi dan keamanan. Tetapi hal ini juga semakin menegaskan jika Mark ingin memaksakan kehendaknya padahal, dulu Mark pernah bersumpah untuk tidak mengutak-atik ketiga aplikasi tersebut dan membiarkan ketiga aplikasi tersebut terpisah.
      “Rencananya proses penggabungan ini akan diselesaikan pada akhir tahun ini atau pada awal tahun 2020 dan membutuhkan ribuan pegawai Facebook untuk mengatur ulang cara WhatsApp, Instagram dan Facebook Messenger berfungsi.” kata orang yang tergabung dalam pergerakan ini dan tidak dapat disebutkan namanya karena hal ini bersifat rahasia.
      Mark juga berencana untuk mengunci percakapan pada aplikasi tersebut dengan end-to-end encryption yang mana melindungi percakapan pesan sehingga hanya orang yang bersangkutan yang dapat melihat isi pesan. “Kami membangun pengiriman pesan secepat dan serahasia mungkin. Kami juga membuka jalan untuk para pengguna dapat lebih mudah mencari teman, relasi atau keluarga dengan adanya aplikasi ini.” tegasnya.
      Dengan menggabungkan ketiga aplikasi tersebut Mark berharap dapat meningkatkan hubungan antara pengguna internet dengan aplikasi miliknya. Dan dengan meningkatnya pengguna pada aplikasi miliknya maka akan meningkat pula pengguna yang akan menggunakan iklan di tempatnya.
      WhatsApp dan Instagram sebelumnya memang perusahaan yang berdiri sendiri. Saat Facebook mengakuisisi dua aplikasi tersebut, Mark berjanji untuk tidak banyak mengubahnya. Namun semakin lama, orang-orang berkata Mark berubah. Kini ia memikirkan untuk menggabungkan ketiga aplikasi tersebut untuk mengambil keuntungan di Facebook. Kabar ini tersiar pada akhir tahun 2018.
      Usahanya ini telah mengakibatkan perselisihan di Facebook. Penemu Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger telah meninggalkan perusahaan yang telah ia bangun saat mendengar rencana Mark yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Begitu juga dengan penemu WhatsApp, Jan Koum dan Brian Acton. “Seandainya bermitra dengan Facebook berarti harus mengubah nilai-nilai yang telah kami bangun, kita pasti tidak akan menyerahkan WhatsApp padanya.” Jelas Jan Koum yang telah sepakat untuk Facebook mengakuisisi WhatsApp sebesar 19 Miliar Dollar pada tahun 2014.
      Pada tanggal 7 Desember 2018 ada pertemuan besar antara pegawai dan Mark Zuckerberg. Saat para pegawai menanyakan mengapa Mark ingin menggabungkan layanan pesan pada ketiga aplikasi tersebut. Beberapa pegawai merasa jawaban Mark terlalu banyak diputar dan tidak pada intinya hingga akhirnya sebagian pegawai memutuskan untuk pergi dari perusahaan karena rencana Mark tersebut.
      Sebagai pengguna ketiga aplikasi tersebut apa pendapat kalian? Apakah penggabungan tempat bertukar pesan dari ketiga platform raksasa tersebut akan jadi menarik dan menantang atau malah membuat kalian malas menggunakannya?
    • By worldwidemarket
      Mark Zuckerberg mengawali facebook dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi.
      16 tahun lamanya Facebook berkembang sebagai jaringan media sosial dan kini penggunanya sudah mencapai lebih dari 2 miliar. Sang pendiri Mark Zuckerberg justru mengawalinya dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi.
      Bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg adalah orang yang mendirikan situs jejaring sosial Facebook, pada 2004 bersama teman sekelasnya. Website pertama yang dibuat oleh Mark adalah Facemash, kemudian pada Februari 2004, ia kembali membuat terobosan baru dengan nama Facebook (www.thefacebook.com).
      Website tersebut luncurkan Mark dari kamar asrama bersama teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin dan Chris Hughes. Facebook merupakan penyempurnaan dari Facemash dan berfungsi sebagai situs sosial yang memudahkan penggunanya untuk berhubungan dengan teman dan pengguna facebook lainya.
      Awal mula ia membuat Facebook adalah dengan membuat buku direktori mahasiswa online karena Universitasnya tak membagikan face book (buku mahasiswa yang memuat foto dan identitas mahasiswa di universitas itu) pada mahasiswa baru sebagai ajang pertemanan di antara mereka.
      Dengan modal yang ditanamkan berjumlah USD12,7 juta. Ini adalah investasi kedua yang masuk ke Facebook setelah sebelumnya (Juni 2004). dengan tambahan modal itu jelas memudahkan Mark dan kawan-kawannya mengembangkan Facebook dan mengganti domain-nya dari www.thefacebook.com menjadi www.facebook.com. Setelah itu jangkauan keanggotaan facebook diperluas menjadi internasional.
      Melesatnya bisnis Facebook membuat Zuckerberg pada tahun mendapatkan harta kekayaan yang luar biasa. Majalah Forbes menyebutkan kekayaan Zuckerberg sendiri mencapai USD1,5 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun. Jumlah yang luar biasa besar saat itu, maka wajar jika majalah Forbes menobatkan Mark Zuckerberg sebagai The Youngest `Self-made’ Billionaire on the Planet.
      Setelah sekian tahun muncul, Facebook pun berinovasi dengan mengumumkan Libra sebagai mata uang digital miliknya dan membuat mata uang kripto kian populer di dunia. Namun, hal itu ditentang sejumlah negara termasuk Indonesia.
      Facebook pun sangat ambisius untuk meluncurkan mata uang ini. Pekan lalu, Facebook juga telah mengenalkan Libra ke publik. Pada semester pertama 2020 dan ditargetkan seluruh sistem mata uang digital ini bisa berjalan secara global.
      Dijelaskan Zuckerberg, Libra adalah mata uang global dan infrastruktur keuangan. Dengan kata lain, itu adalah aset digital yang dibangun oleh Facebook dan didukung oleh versi baru dari blockchain Facebook, teknologi terenkripsi yang digunakan oleh bitcoin dan mata uang kripto lainnya.
      Uang Libra ini juga disinyalir bakal banyak digunakan oleh orang-orang yang berada di negara maju. Dan nantinya mata uang Libra Coin ini bakal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bayar tagihan. Libra akan diluncurkan secara penuh selambat-lambatnya pada 2020.
    • By h3ro_pmpg
      Beberapa tahun lalu, Google berencana untuk meluncurkan teknologi masa depan yang canggih. Salah satunya, Project Jacquard yang bertujuan menambahkan fitur-fitur pintar pada pakaian yang memberikan pengguna kemampuan untuk melakukan berbagai tugas di perangkat mereka dengan hanya menyentuh pakaian mereka.
      Untuk menciptakan itu Google bekerjasama dengan Levi meluncurkan jaket pintar pertama pada akhir 2017. Menariknya, kali ini giliran Apple yang akan membuat kain pintar.
      Paten ini telah diajukan Apple sejak 2016. Satu-satunya petunjuk adalah gambar yang menunjukkan potensi desain kain sedemikian rupa yang membuat Apple menerapkannya pada perangkat dan aksesori pintar di masa depan.
      Namun, seperti yang ditunjukkan Dwell, ini bukan paten terkait kain pertama Apple. Apple telah mengajukan beberapa paten lain selama bertahun-tahun yang berkaitan dengan membawa fitur-fitur pintar ke dalam sebuah rancangan.
      Kain pintar dapat berisi berbagai komponen yang akan ditemukan di perangkat pintar, termasuk serat optik, nanoelektronika, dan pewarna termokromik, yang akan tertanam dalam benang dan benang konduktif atau semikonduktif. Kain cerdas akan mampu merespons tekanan dan sentuhan serta mendeteksi perubahan lingkungan.

      Meskipun Apple tidak diharapkan untuk memulai lini pakaiannya sendiri, kain tersebut dapat digunakan dalam aksesori yang menargetkan produk-produknya, termasuk iPhone, iPad, Apple Watch, Mac, dan Apple TV.
      Sebuah paten berbeda yang ditemukan Patently Apple pada pertengahan Desember menggambarkan teknologi tersebut untuk remote Apple TV berbasis kain. Kain akan dapat menanggapi input dari pengguna dan mengirimkan kontrol tersebut ke peralatan.
      Masih belum diketahui kapan Apple akan meluncurkan aksesoris atau produk baru yang terbuat dari smart fabric. Akan tetapi meningkatnya jumlah paten untuk kain cerdas menunjukkan bahwa Apple tertarik untuk menghadirkan fitur-fitur pintar pada fabric di masa depan.
    • By teknotekno
      CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengungkap alasan di balik rencana mengintegrasikan layanan Messenger, Whatsapp, dan Instagram. Menurutnya, rencana tersebut bakal memberikan keuntungan bagi pengguna.
      "Menurut saya, mengintegrasikan tiga layanan tersebut memberikan peluang yang lebih baik. Kami ingin membuat pengguna merasa lebih nyaman dalam mengakses ketiga layanan tersebut," kata Mark Zuckerberg
      Mark Zuckerberg menambahkan, penyatuan ketiga layanan itu dilakukan pada 2020 mendatang. Dia mengklaim rencana itu memudahkan pengguna untuk saling berkomunikasi. Namun, jangan bayangkan layanan Whatsapp, Messenger, dan Instagram bakal berada dalam satu platform.
      Bagaimana pun juga, Whatsapp, Instagram, dan Messenger merupakan tiga aplikasi berbeda dan memiliki fungsi masing-masing. Mark Zuckerberg menegaskan, integrasi ini justru bakal memberikan keamanan berlapis. Penyatuan layanan ini diklaim dapat menciptakan pengalaman menarik layaknya penggunaan iMessage.
      Singkatnya, setelah diintegrasikan, pengguna Whatsapp bisa bertukar pesan dengan pemakai Instagram, begitu pula sebaliknya. Pengguna Facebook juga bisa mengirim pesan ke orang yang hanya punya Whatsapp. Pesan yang dikirim itu aman karena terenskripsi.
      Selama ini, perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu menggunakan sistem enskripsi end to end. Sistem ini melindungi pesan agar tidak bisa dibaca orang lain, kecuali yang terlibat dalam percakapan. Kabar rencana pengintegrasian ini kali pertama diungkap oleh New York Times.
    • By BisaJadi
      Tak dimungkuri, banyak dari kita yang menjadikan media sosial (Twitter atau Facebook) sebagai tempat berkeluh kesah, mengabadikan momen berharga, tempat curhat, dan hal lainnya.
      Twitter dan Facebook bahkan memiliki kekuatan untuk menyebarkan suatu berita secara real time dan sangat cepat.
      Belakangan warganet sedang membicarakan dua sahabat kecil yang kembali bertemu setelah dipisahkan selama 12 tahun. Mereka adalah Brianna dan Heidi, dua bocah perempuan yang saling bertemu di Honolulu, Hawaii saat makan malam di kapal pesiar pada 2006 lalu.
      Sebenarnya Brianna dan Heidi hanya bertemu sekali saja pada saat itu. Namun pertemuan singkat itu membuat keduanya akrab kemudian berteman dan bersahabat.
      Sebab menurut pengakuan Brianna seperti yang dilansir Brilio.net dari laman Buzzfeed, di kapal pesiar tersebut memang jarang ada anak kecil yang ikut sehingga cewek asal Mississippi, Amerika Serikat ini langsung merasa menemukan teman ketika melihat Heidi pada saat itu.
      Nah, 12 tahun berlalu, Brianna tak sengaja melihat foto kenangan mereka saat sedang membuka foto-foto dan video masa kecilnya. Ia kemudian berpikir untuk menemukan kembali sahabat masa kecilnya tersebut lewat Twitter.
      Sambil mengunggah foto, ia mem-posting cerita singkat dan berharap bisa menemukan Heidi lewat media sosial Twitter.
      Selang 12 Jam

      Tak disangka, usahanya tersebut terbukti efektif. Hanya selang 12 jam setelah cuitannya dibuat, seseorang dengan akun Twitter @heii_tree yang pemiliknya adalah Heidi membalas postingan itu.
      Ia juga mengunggah fotonya saat ini sambil membawa foto masa kecil untuk membuktikan bahwa cewek yang dimaksud Brianna adalah benar dia.
      "Aku dengar ada yang mencariku," tulis Heidi.
      Tentu saja ini menjadi momen yang tak disangka-sangka. Sejak pertemuannya di Twitter, keduanya pun langsung banyak mengobrol tentang apa yang mereka lalui setelah terakhir bertemu 12 tahun lalu.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy