Jump to content
Sign in to follow this  
c0d1ng

Indro Warkop: Salah Polisinya! Bukan Pengendara Harleynya

Recommended Posts

INdro_moge.thumb.jpg.6db9d3262e845f049b2

Indro Warkop, komedian pecinta motor gede alias moge ini ternyata sudah mengetahui kabar tak sedap tentang komunitas hobinya itu yang terjadi di Jogjakarta. Peristiwa itu, kata Indro, terjadi dalam acara Indonesia Bikers Week (IBW) kala seluruh rombongan menuju Prambanan dari tempat awal.

Sebagai panitia, Indro mengatakan IBW sudah mengantongi izin Polres setempat. Sebab, terdapat empat ribu motor dari ratusan club dari seluruh Indonesia. Mereka menuju Prambanan untuk menghadiri acara perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-70. Pengibaran bendera sebanyak tujuh puluh buah, itulah acara utamnya.

"Saya, jauh hari sudah bilang kita harus sopan. Saya ini bikers, enggak pernah dikawal (polisi), mau ada acara sekalipun, dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Itu acara sudah dapat izin dari Polres setempat buat kawal bikers memakai ring road agar tertib. Kalau melanggar lampu merah, bisa dilihat sudah ada polisi di situ. Jadi, salahin polisinya kalau soal itu," ungkap Indro.

Meski demikian, Indro menjelaskan sebagai anggota Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) tidak berada di tempat kejadian. Tapi, dia terus pantau perjalanan itu.

"Saya lagi di Pasuruan, enggak ikut acara itu (IBW). Malah saya datang ke acara Motor Antique Club Indonesia (MACI), karena saya mendapat penghargaan kehormatan tadi malam," kata Indro.

Atas kejadian itu, Indro hanya dapat mengambil hikmah atas perilaku bikers yang diberitakan mengeroyok seorang pengendara sepeda. Indro tak memungkiri, bikers sekarang memiliki perbedaan dengan masanya dulu.

"Ini sebenarnya hal positif. Karena ke depannya akan terus ada acara seperti itu. Ya, menghilangkan memang enggak bisa ya, tapi setidaknya mengurangi. Karena saya sudah bilang, kita di Jogjakarta untuk senang-senang. Hormatilah orang Jogja. Malah saya bilang, sampai di sana, jalan-jalan naik andong ke Malioboro. Kita ini juga masyarakat biasa, bukan masyarakat kelas VIP," tegas Indro.

 

Sumber: jpnn.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, masih berlangsung hingga saat ini. Pantauan Okezone, hingga pukul 15.00 WIB massa terus berdatangan memadati lokasi.
      Seperti diketahui, Aksi 22 Mei 2019 dilakukan sebagai bentuk penolakan pendukung paslon 02 yang menolak hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di tengah orasi massa, ada beberapa pemandangan menarik yang berhasil diabadikan Okezone.
      Salah satunya berlokasi tepat di depan halaman parkir gedung Sarinah. Saat suara adzan berkumandang, beberapa anggota kepolisian tampak melepas atribut mereka untuk menunaikan salat dzuhur.

      Bermodalkan potongan kardus sebagai alas kepala, mereka tampak khusyuk memanjatkan doa. Di belakangnya, beberapa warga juga tampak membentangkan koran bekas untuk beribadah. Suasana hangat ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, sebelum massa kembali meneriakkan orasi mereka.
      Tidak hanya itu, dipinggir tembok pembatas, seorang anggota polisi terlihat sedang asyik melakukan video call dengan sang buah hati tercinta. Perbincangan mereka terpaksa terhenti saat sang komandan datang memberikan perintah.

      Bergeser sedikit ke arah Bundaran HI, puluhan anggota kepolisian juga tampak merebahkan tubuh di atas trotoar jalan. Masyarakat sipil yang kebetulan melintasi di depan mereka pun dengan spontan memberikan semangat.
      "Semangat ya pak. Semoga semuanya aman terkendali," ucap seorang wanita.

      Wanita yang diketahui bernama Tita itu juga tampak membawa sekantung plastik besar yang berisikan makanan ringan. Ia berniat membagikan makanan tersebut kepada anggota polisi yang sedang membantu mengamankan Aksi 22 Mei.
      "Kebetulan kantor saya di dekat sini. Terus dari tadi malam saya lihat banyak foto-foto pak polisi yang sedang berjuang mengamankan lokasi aksi. Bahkan, mereka sampai tertidur di tengah jalan karena harus stand by. Dari situ saya berinisiatif untuk memberikan makanan bagi yang sedang tidak berpuasa," ujarnya tentang polisi yang mengamankan Aksi 22 Mei.
    • By abas
      Kabar duka datang dari komedian Indro Warkop. Setelah berjuang melawan penyakitnya, sang istri Nita Octobijanthy mengembuskan nafas terakhir di rumah sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/10) pukul 20:22 WIB. Nita Octobijanthy diketahui menderita penyakit kanker paru-paru dan dirawat lama di rumah sakit.
      Kepergian Nita Octobijanthy meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Indro Warkop. Publik mengetahui, bagaimana kesetiaan Indro dan anak-anak saat menemani istri tercinta.
      Beberapa hari lalu, Indro dan anak-anaknya merayakan ulang tahun Nita Octobijanthy yang ke-59 di rumah sakit. Tak ada yang meriah dalam perayaan ulang tahun tersebut, hanya sekotak donat dan lilin yang nenunjukkan berapa umur sang istri. Selama sang istri sakit, Indro tampak selalu mendampinginya, hingga diakhir hayat sang istri.
      Indro punya banyak kenangan bersama istri tercinta, kenangan itu pasti akan selalu diingat Indro. Bagaimana kenangan romantis Indro dan istri? Berikut brilio.net kutip dari Instagram @indrowarkop_asli, Selasa (9/10).
      1. Di sela-sela kesibukannya, Indro selalu menyempatkan waktu untuk bisa bersama sang istri.

      2. "Sayangku, maaf hari ini harus absen nemenin Kemo, tp pasti lancar inshaa Allah. Kerja dulu ya, ini skrg sdh di jalan. Nanti seselesainya langsung ke sana Semangat selalu ya, tim sukses semua semangat buatmu," tulis Indro yang, terkadang harus membagi waktunya. namun Indro selalu memberikan kabar dan menanyain perkembangan sang istri.

      3. Walaupun nggak bisa jalan bergandengan tangan lagi, bukan masalah buat Indro. Dia tetap setia pada istrinya.

      4. Romantis jadi sesederhana ini, bisa menemani istri saat sakit sudah cukup membahagiankan untuk Indro.

      5. Baru beberapa hari lalu ulang tahun yang ke-59, kini Indro telah ditinggalkan selama-lamanya oleh istri tercinta.

    • By abas
      Kesedihan tengah menyelimuti komedian Indro Warkop, yang pada hari ini, sang istri yakni Nita Octobijanthy menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (9/10/2018) malam.
      Almarhumah istri dari Indro Warkop meninggal akibat penyakit kanker paru-paru yang diidap sejak 2017 lalu.
      Kendati begitu, sebelum almarhumah berpulang, Nita sempat meminta untuk pulang. Hal itu langsung diungkapkan oleh Ancos, kakak pertama Nita saat ditemui di rumah duka.
      "Sebelum meninggal kondisinya sadar enggak sadar, udah ngomong mau pulang terus. Ya pulang ke mana kan, semua masih diinfus," ungkap Ancos.
      "Matanya merem tapi tahu ada siapa-siapa aja. Dia bilangnya udah mau pulang aja," sambungnya.
      Lebih lanjut, Ancos kembali menambahkan bila sang kakak pun pada pekan lalu meminta untuk kumpul bersama di rumah sakit. Dan hal itu langsung dituruti oleh pihak keluarga.
      "Minggu lalu saya dipanggil jam dua pagi ke sana. Semua ngumpul jam dua pagi di sana. Sebenarnya udah tahu (tanda-tandanya), tapi ya ini mungkin mukjizat ya. Dia pikir juga dia mau ultah dulu kali ya kemarin," tutupnya.
      Sebelumnya, kabar meninggalnya istri dari komedian Indro Warkop tersebar melalui pesan singkat sekira pukul 21:00 WIB.
      "Innalillahi Wa innailahi Rojiun...telah meninggal dunia, Ibu Nita (istri dari Indro Warkop)...semoga Amal ibadahnya diterima Alloh SWT...Aaamiiin...," demikian bunyi pesan singkat yang beredar.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy