Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
berita_semua

Pengen Mati Muda? Tidur aja kurang dari 6 jam

Recommended Posts

Remaja.thumb.jpg.b31945f9a47f8111b75ea14

Lebih dari sepertiga populasi manusia mendapatkan kurang dari enam jam tidur malam. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko kematian dini sebesar 12 persen.

Dewan kesehatan di Inggris memperingatkan, kurang tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk di antaranya adalah diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. “Kurang tidur merupakan masalah yang semakin berkembang,” kata Lisa Artis dari British Sleep Council.

“Pertama, orang-orang tidak menempatkan pentingnya tidur cukup dan manfaat kesehatan yang bisa didapat dari istirahat cukup.” Yang kedua, menurut Lisa, tidak seperti perubahan gaya hidup lain, seperti makan buah dan sayuran sebanyak lima porsi sehari, tidur benar-benar tidak masuk ke dalam agenda kesehatan.

Lisa menambahkan, tidak seperti pola makan, tidur adalah pola hidup yang sulit. Faktor-faktor seperti, kehadiran anak-anak kecil, masalah kesehatan, dan faktor lingkungan, semua dapat menggangu pola tidur.

Kondisi kurang tidur dapat melepas hormon yang meningkatkan stres, pada gilirannya dapat mempercepat denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah serta memicu sejumlah masalah kesehatan.  

Penelitian menunjukkan, tidur yang kurang dari enam jam secara rutin bisa berdampak pada perhatian, konsentrasi, dan memori yang juga dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Saat ini, Badan Kesehatan Masyarakat Inggris tengah mendorong orang-orang untuk tidur lebih banyak lewat kampanye pemerintah yang bertujuan membantu orang-orang menjalankan gaya hidup sehat.

Dengan fokus pada orang-orang paruh baya, kampanye baru tersebut meminta orang membuat tujuh perubahan gaya hidup. Di antaranya, merokok, mengurangi minuman beralkohol, lebih banyak berolahraga, dan memperbaiki pola tidur.

Dalam sebuah dokumen yang dirilis pada bulan lalu, kampanye baru Badan Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan, “Hanya sekitar 20-30 persen dari apa yang kita anggap sebagai penuaan adalah (masalah) biologis, sisanya adalah 'pembusukan' atau 'kerusakan' yang secara aktif bisa dikelola atau dicegah.”

Menurutnya, di usia sekitar 40 dan 60 tahun merupakan kesempatan yang unik, tapi kerap diabaikan. Lisa mengatakan, “Orang tua membutuhkan tidur kurang adalah mitos. Orang-orang paruh baya membutuhkan jumlah tidur yang sama, meskipun mereka tidak mendapatkan jumlah tidur yang sama seperti saat mereka berusia 20-an dan 30-an. Itu artinya mereka harus mengejar dengan tidur siang.”

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By Tania
      Pasien penderita penyakit komplikasi yang lama terbaring di rumah sakit tak jarang membuat harapan untuk kembali sembuh kian tipis. Tak jarang dokter tak mampu berbuat banyak, lantaran kondisi pasien yang sudah di penghujung kematian.
      Dalam kondisi ini, Google mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk memprediksi waktu kematian seseorang.
      Algoritme Google membaca 175.639 poin data dari seorang pasien pengidap kanker payudara stadium lanjut. Penyakit ini membuat cairan memenuhi paru-paru dan organ vital lainnya sehingga dokter memperkirakan ia hanya memiliki peluang hidup sebesar 9,3 persen.
      Sebaliknya, algoritme Google justru memperkirakan harapan hidup sedikit lebih besar. Dari data yang diperoleh, Google memperkirakan peluang kematian perempuan itu mencapai 19,9 persen. Meski beberapa hari kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia.
      Belajar dari kasus tersebut, Google mengembangkan alat untuk memperkirakan peluang hidup pasien, termasuk berapa lama ia harus dirawat di rumah sakit, hingga kemungkinan pasien perlu dirawat kembali, dan waktu meninggal yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
      Kecerdasan buatan ini mengolah semua informasi dan menghasilkan prediksi, jauh lebih cepat dan akurat dari teknik-teknik yang telah ada sebelumnya. Algoritme Google bahkan menunjukkan data mana yang akan berujung pada penarikan konklusi.
      Nigam Shah, profesor dari Stanford University sekaligus salah satu penulis dalam riset ini menyebut metode yang ada sekarang menghabiskan 80 persen waktu untuk membuat data laik saji. Sementara pendekatan yang digunakan Google justru menghindari hal tersebut.
      Kemampuan Google dalam menyaring data, termasuk catatan yang terkubur dalam dokumen dan grafik lama tak dipungkiri membuat rumah sakit, dokter dan penyedia layanan kesehatan kagum. Mengingat sejauh ini lembaga kesehatan telah berupaya bertahun-tahun untuk menggunakan rekam jejak kesehatan dan data pasien untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.
      Jeff Dean, kepala bagian kecerdasan buatan Google kepada Bloomberg mengatakan tahap berikutnya yang akan ditempu yakni mengintegrasikan sistem yang memprediksi gejala penyakit ke klinik-klinik. Ia menyebut tingkat akurasi prediksi penyakit diharapkan bisa menjadi harapan dan alarm.
      "Mereka memahami masalah apa yang perlu segera dicarikan solusinya. Sejauh mereka (Google) telah melakukan cukup eksperimen kecil untuk mengetahui hasil yang berbeda-beda dari setiap pengujian," ungkap Jeff.
      Ia berharap kecerdasan buatan ini mampu mengarahkan para dokter kepada pengobatan tertentu dan membantu mendiagnosa penyakit pasien dengan lebih tepat.
    • By paimin
      Kabar duka kembali menyelimuti perfilman Indonesia. Amoroso Katamsi, pemeran Presiden Soeharto di Film G30S/PKI meninggal dunia, pada Selasa (17/4) dini hari di RSAL Mintohardjo.
      "Betul Bapak meninggal tadi dini hari, saat ini almarhum sudah di rumah duka,"jelas anak pertama Amoroso, Ratna Arumasari Katamsi, Selasa (17/4). Ratna mengatakan, almarhum akan dimakamkan di TPU Tanah Wakaf Pondok Labu, Jakarta Selatan, setelah Dzuhur. Sebelum dimakamkan, almarhum akan disalatkan di Masjid Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
      Kabar meninggalnya Amoroso Katamsi juga sempat disampaikan oleh sastrawan Candra Malik, melalui akun Twitter-nya @CandraMalik. Dalam kabar tersebut, Candra mengaku mendapatkan kabar meninggalnya Amoroso dari Doddy Katamsi, anak dari Amoroso. "Inalilahi wainalilahi roziun. Bapak Amoroso Katamsi telah berpulang ke Rahmatullah pada Selasa 17 April 2018 pukul 01.40 WIB. Semoga husnul khatimah (Informasi dari Mas Doddy Katamsi, putra almarhum)," tulis Candra, Selasa (17/4).
      Selain itu, kabar duka meninggalnya Amoroso juga disampaikan oleh artis, Ike Muti. Melalui akun Instagramnya, Ike menyampaikan rasa belangsungkawa atas meninggalnya Amoroso. Ike merupakan keponakan dari Amoroso.
      Pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1940 tersebut selama ini dikenal atas perannya sebagai Presiden Soeharto di Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI yang dibuat pada 1982 dan disutradarai oleh Arifin C.
      Film yang diperankan oleh Amoroso tersebut sempat menuai kontroversi pada 2017 lalu. Sejumlah pihak mengkritik penayangan kembali film tersebut di televisi, menjelang peringatan G30S/PKI, pada 30 September.
      Menjelang peringatan G30S/PKI, film tersebut juga ditayangkan di sekolah-sekolah untuk memperlihatkan kisah tragis pembantaian para jenderal TNI oleh PKI. Semasa Orde Baru, Film G30S/PKI setiap 30 September selalu ditayangkan.
      Semasa hidup, Amoroso sempat mengatakan, tidak ada paksaan dan juga intimidasi dari pihak-pihak tertentu ketika memerankan Soeharto dan menjalani shooting Film G30S/PKI.
      "Itu adalah peran yang menantang dan kesempatan yang langka makanya saya ambil," katanya, saat nobar dan diskusi mengenai film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9/2017).
      Namun, Amoroso tidak menyangka bahwa Film G30S/PKI akan menjadi kontroversi saat ini."tapi ini memang bukan film sembarangan," ucapnya. Amoroso ternyata merupakan lulusan Institut Angkatan Laut (IAL). Bahkan ia sempat menyandang pangkat terakhir sebagai Laksamana Pertama (Bintang Satu).
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/amoroso-katamsi-pemeran-soeharto-di-film-g30spki-2KtV

    • By berita_semua
      Berita duka dari rumah lembang berbarengan dengan divonisnya Ahok oleh pengadilan. Seorang security rumah Lembang yang bernama Gerard Umbu Samapati harus menghembuskan napas terkahir di usia 43 tahun dan meninggalkan tujuh orang anak.
      Berdasarkan informasi dari Usma yang juga sesama security di rumah Lembang, Gerard meninggal tak lama setelah menyaksikan berita divonisnya Ahok selama dua tahun.
      "Benar (meninggal dunia). Kaget dengar putusan hakim soal Ahok," katanya kepada merdeka.com, Selasa (9/5)
      Sejumlah timses perwakilan Ahok-Djarot dateng melayat ke rumah duka, dan menurut informasi mereka Gerard meninggal karena serangan jantung seusai mengetahui Ahok divonis oleh majelis hakim.
      Duh jadi sedih ya. Semoga diterima di sisi Tuhan.
    • By suatmiko_sutioso
      Masih penasaran, waktu kita mati itu apa yg dirasain?
    • By sandyiktibal
      Apa yang dirasakan manusia saat akan meninggal? Ilmuwan berupaya menjelaskan apa yang dirasakan ketika saat tersebut tiba.
      Ajal adalah sesuatu yang dialami manusia sekali seumur hidupnya dan sangat jarang kita mendengar kesaksian bagaimana saat itu tiba. Kendati begitu ilmuwan dari The American Chemical Society membuat video mengenai apa yang dirasakan saat kematian tiba.
      Menurut asosiasi tersebut, menyaksikan seseorang dikejar-kejar pembunuh yang membawa kampak dalam film horor menciptakan perasaan yang sama seperti Anda yang tengah dikejar pembunuh tersebut.
      Dalam video tersebut ilmuwan The American Chemical Society menjelaskan bagaimana perubahan kimia dalam otak beberapa saat sebelum seseorang dibunuh oleh pembunuh berkampak.
      Rasa takut - seperti dijelaskan ilmuwan - merupakan respon kognitif yang memperingatkan kita saat berada dalam bahaya. Dari berbagai sudut pandang ilmuwan medis, Anda bisa meninggal karena ketakutan.
      Rasa takut tersebut dikirimkan ke bagian otak yang disebut Thalamus dimana pesan itu menjelaskan kepada tubuh bahwa kita dalam kondisi bertarung.
      "Saat sinyal rasa takut itu mencapai otak di bagian periaqueductal, kondisi itu memerintahkan otak untuk bersiaga," papar ilmuwan.
      Lalu mengapa kita berteriak saat kita ketakutan? Ilmuwan menjelaskan bahwa perilaku tersebut merupakan respon otomatis dari tubuh. Kita akan berusaha memberitahu orang lain dengan berteriak sekaligus menyatakan apa yang tengah dirasakan dengan harapan mendapatkan bantuan.
      "Berbeda dengan saat kita berbicara biasa, suara teriakan yang diterima telinga langsung menuju daerah Amygdala dimana itu adalah pusat darurat otak. Hal itu seperti halnya seseorang yang berteriak berusaha berbagi dengan Anda bagaimana kondisi otaknya," jelas ilmuwan.
      Saat pembunuh berkampak dalam film horor tersebut berhasil menangkap korban dan membunuhnya secara brutal serta menghentikan teriakan otomatis tadi.
      Rasa sakit menurut ilmuwan merupakan perasaan yang sangat berbeda dari sentuhan dan rasa tersebut memberitahukan tubuh bahwa apa yang baru terjadi tidak boleh terulang.
      Dengan mengasumsikan tidak terjadi kerusakan otak, sesuatu yang menarik terjadi saat ajal menjelang. Ketika jantung berhenti berdenyut dan Anda tak lagi bernafas saat itulah yang disebut kematian klinis.
      Ketika itu otak masih terus bekerja dan memasuki kondisi aktivitas perseptual-neural. Langkah terakhir dari kematian adalah saat otak berhenti bekerja dan itu yang disebut kematian biologis. Ketika itu seseorang benar-benar disebut meninggal dunia.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy