Jump to content

Ini Dia Robot yang Bisa Berkembang Biak!


c0d1ng

Recommended Posts

  • Verified Account

Cambridge-Robot-Mother-00-620x400.thumb.

Berbicara soal robot, bayangan kita tentang era modern hingga futuristis memang tidak bisa dihindari. Padahal robot pertama berbentuk manusia sudah diperkenalkan lebih dari 75 tahun silam, Elektro namanya. Salah satu faktor utama yang memisahkan robot dan makhluk hidup ialah kemampuan berkembang biak. Tapi tak lama lagi pandangan ini akan segera berubah.

Melalui video demonstrasi, tim peneliti dari Cambridge University dan ETH Zurich memamerkan karya mereka berupa robot ‘induk’ yang bisa menciptakan keturuan. Metodenya memang tidak sealami hewan ataupun manusia, namun upaya para ilmuwan itu memperlihatkan bagaimana evolusi, proses reproduksi, serta seleksi alam secara dasar dapat diterapkan pada makhluk anorganik. Meskipun kadang bagi kita, caranya kurang manusiawi.

Robot induk berpenampilan mirip lengan, tertambat pada sebuah meja. Ia mampu merakit robot-robot kubus yang lebih kecil. Mereka bisa bergerak karena memiliki motor, dan komponennya disambung sendiri oleh sang ibu dalam konfigurasi berbeda. Kemudian robot induk bertugas mengawasi serta mengevaluasi seberapa jauh ‘bayi-bayinya’ tersebut sanggup berjalan.

Cambridge-Robot-Mother-01.thumb.jpg.b2fe

Langkah selanjutnya tidak kalah mengagumkan. Robot induk mampu mengetahui desain robot kubus terbaik. Sisanya akan diurai dan dirakit kembali mengikuti rancangan paling optimal. Prosedur evaluasi terus berjalan, sehingga para robot kubus memperoleh sifat terbaik. Akhirnya, robot kubus generasi kesepuluh mempunyai kinerja dua kali lipat dibanding generasi pertama. Di sinilah terlihat contoh sederhana dari proses evolusi.

Tiap robot kubus menyimpan genome unik, tersusun atas kombinasi satu dari lima gen berbeda. Genome berisi informasi mengenai bentuk, konstruksi, dan perintah pergerakan motor. Layaknya makhluk hidup, evolusi ditunjukkan lewat mutasi. Gen-gen tersebut dimodifikasi, digabungkan atau dibuang. “Seleksi alam pada dasarnya terdiri dari reproduksi, penilaian, dan seterusnya. Hal-hal inilah yang dilakukan robot. Dengannya, kita dapat menyaksikan penyempurnaan dan diversifikasi spesies,” tutur Dr Fumiya Iida dari Cambridge.

Iida turut menjelaskan bahwa eksperimen tersebut mencoba menjawab pertanyaan besar mengenai terciptanya kecerdasan. Sebelumnya robot hanya ditugaskan buat mengerjakan tugas repetitif, namun kali ini mereka ingin mengeksplorasi kapabilitas robot untuk berinovasi dan berkreasi. Terlebih lagi, para peneliti berniat mengembangkan kemampuan adaptasi – elemen krusial lain dalam evolusi.

Bayangkan satu era di masa depan, apa pendapat Anda ketika melihat anak-anak manusia bermain dengan anak-anak robot?

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Saat sedang berkencan, terutama kencan buta, biasanya suasana canggung di antara pria dan wanita yang satu sama lain tidak saling mengenal ini memang tidak terhindarkan.
      Tapi sepertinya suasana canggung saat berkencan ini bisa diminimalisir oleh masyarakat Jepang. Pasalnya, Jepang sebagai negara dengan teknologi canggih telah menghadirkan sebuah “bantuan” agar saat berkencan suasana yang ada bisa lebih cair dan nyaman, alih-alih canggung dan kaku.
      “Bantuan” tersebut hadir dalam bentuk robot. Ya, Di Jepang ada robot yang disediakan sebagai asisten saat acara berkencan, tepatnya pada gelaran acara pesta speed-dating.
      Ialah Cyber Agent, perusaan manufaktur teknologi dan media yang diketahui menyediakan robot cupid satu ini. Dalam teknisnya, robot cupid tersebut akan diletakkan di atas meja tepat di depan pasangan pria dan wanita yang sedang berkencan. Di mana masing-masing pihak akan merespon pertanyaan atau pernyataan yang dilontarkan robot cupid tersebut.
      Robot cupid sebelumnya telah “diisi” oleh profil biodata masing-masing peserta kencan, yang kemudian berkembang menjadi 45 buah pertanyaan. Pendek kata, sang robot cupid inilah akan memberikan pertanyaan, merespon dan berbicara di saat peserta kencan alias sang pria dan wanita hanya duduk terdiam sehingga akhirnya timbul suasana canggung karena tidak tahu hendak membicarakan apa.
      Hal-hal yang ditanyakan oleh peserta kepada robot cupid contohnya simpel saja. Misalnya seperti hobi. Dalam video yang dirilis, terlihat sang pria bertanya pada robot apa hobi sang wanita pasangan kencannya tersebut, kemudian dijawab oleh robot cupid wanita bahwa sang teman kencan hobi bermain piano sehingga baru-baru ini memulai untuk mengambil kelas piano.
      Setiap percakapan antara robot dengan robot ini disebutkan biasanya berjalan selama tiga menit. Para peserta kencan memiliki pilihan (yang bisa ditentukan sebelumnya) apakah mereka mau berkomunikasi, mengobrol langsung (manusia dengan manusia) setelahnya atau tidak.
      Well, tampaknya robot anti-canggung dalam berkencan ini bisa jadi alternatif solusi yang menarik. Mengingat akhirnya, melalui acara pesta speed-dating yang diikuti oleh 28 peserta itu ada empat pasangan yang memutuskan untuk jadian dan banyak di antaranya yang memberikan pujian terhadap “bantuan” yang diberikan oleh robot cupid tersebut. Demikian seperti dilansir Soranews.
    • Guest news
      By Guest news
      Burung liar di sekitar bandara bisa menabrak pesawat terbang atau tersedot mesin jet sehingga membahayakan keselamatan penerbangan. Otoritas bandara sering memakai anjing atau bunyi keras untuk menghalau kawanan burung, namun menurut perusahaan Belanda, burung robot produksinya jauh lebih efektif.
       
    • By c0d1ng
      Produk yang mengandung antimikroba Triclosan telah digunakan sejak 1964, diklaim menjadi salah satu dari 10 pencemaran lingkungan teratas di sungai negara bagian Amerika Serikat, Nevada. Akibatnya, produk tersebut dapat mengganggu sistem endokrin margasatwa dan menyebabkan efek toksik terhadap reproduksi dan perkembangannya.
      Sebuah studi baru di University of Nevada, telah menemukan cara potensial untuk mengurangi adanya antimikroba yang juga terkait dengan masalah resistensi antibiotik.
      "Hasilnya menjanjikan bahwa kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana triklosan terdegradasi di lingkungan alami, dan berpotensi menemukan cara untuk menghilangkan kontaminan dari lingkungan dan dalam jangka panjang melawan masalah resistensi antibiotik," kata Yu Frank Yang, Asisten profesor teknik lingkungan di Universitas Nevada dikutip dari Eurekalert.
      Triclosan biasanya digunakan untuk hal-hal seperti pembersih tangan, deterjen, sabun dan cat, yang dapat terdegradasi lebih cepat di lingkungan melalui proses kombinasi bakteri pengurang logam dan bahan organik alami.
      Tim yang menguji matriks dari bakteri strain yang dicampur dengan bahan organik untuk mengetahui kondisi triclosan yang terdegradasi paling cepat. Para peneliti juga menemukan sebuah campuran yang mengurangi waktu penyebaran triclosan menjadi sekira 10 jam.
      Hasil keseluruhan ditentukan oleh konsentrasi bahan organik aktivitas mikroba dan kimia air. Penelitian tersebut masih memerlukan studi dan pengembangan lebih lanjut, terlebih faktor biaya yang dibutuhkan juga tak sedikit.
      Sebagai informasi, Yang dan timnya telah mempresentasikan proyek ini dan pekerjaan lainnya dalam sembilan presentasi di pertemuan musim semi American Chemical Society di San Francisco, California pada awal April.
    • Guest News
      By Guest News
      Pesawat tanpa awak (drone) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di banyak wilayah dunia. Dengan semakin banyaknya drone yang terbang, kemungkinan tabrakan antar drone atau dengan pesawat terbang lain menjadi masalah serius, karena itu para ilmuwan mencoba mencari solusinya.
       
    • By Aladin
      Artificial intellegence (AI) atau kecerdasan buatan belakangan ini santer dikembangkan di bidang teknologi. Saking canggihnya, menurut seorang pakar, manusia bisa saja nantinya menikah dengan robot.
      Pakar AI Dr. David Levy percaya bahwa dalam waktu 30 tahun mendatang atau lebih, manusia sebenarnya bisa saja menikahi robot. Hal ini diungkapkan Levy pada acara di London.
      "Kami dipaksa untuk merenungkan apa hubungan manusia-robot akan menjadi seperti satu atau dua generasi dari sekarang. Cinta dan seks dengan robot menjadi lebih umum, kita harus berhadapan dengan kemungkinan nyata pernikahan dengan robot," katanya.
      Ketika robot yang cukup mirip dengan manusia cukup menarik secara sosial, ke titik di mana mereka bisa bertindak sebagai rekan kita, mengapa tidak memperpanjang persahabatan ke pernikahan jika tidak ada pihak yang menentang ide itu?" tambahnya.
      Sebagaimana diketahui, ada perusahaan yang sudah mengembangkan robot untuk seks. Belum lagi robot sekarang sudah bisa mengambil alih pekerjaan yang biasa manusia lakukan, misalnya pekerjaan di pabrik-pabrik.
×
×
  • Create New...