Jump to content
c0d1ng

Terungkapnya Kecelakaan Pesawat Antariksa Virgin

Recommended Posts

Pesawat_antariksa_virgin.thumb.jpg.e4aba

Sembilan bulan sudah peristiwa kecelakaan pesawat SpaceShipTwo dari Virgin Galactic milik miliarder Richard Branson, tepatnya terjadi pada 31 Oktober 2014. Selama masa investigasi, National Transportation Safety Board (NTSB) telah memecahkan penyebab kecelakaan.

Diketahui SpaceShipTwo hancur dalam hitungan detik setelah reposisi dini terhadap sayap kembar pesawat selama uji coba penerbangan di Gurun Mojave, California, Amerika Serikat.

Wahana antariksa tersebut dilengkapi dengan "feathering system" untuk mengurangi kecepatan dan menstabilkan proses penerbangan saat kembali ke Bumi. Nah, pihak NTSB menemukan bahwa salah satu pilot yang meninggal, Michael Alsbury, telah mengaktifkan feathering system sebelum SpaceShipTwo mencapai kecepatan yang tepat.

Mengutip situs The Guardian, Alsbury membuka sistem tersebut pada kecepatan Mach 0,92, padahal seharusnya ketika pesawat sudah mencapai setidaknya Mach 1,8. Hal tersebut dinilai melampaui kemampuan mekanik sistem untuk mencegah perpanjangan aerodinamis yang cepat dari feathering system tersebut.

Nahasnya, proses perpanjangan aerodinamis tersebut terjadi secara cepat tanpa ada tindakan pilot lebih lanjut. Maka terjadilah kerusakan mekanik.

Investigator NTSB, Katherine Wilson menerangkan, kemungkinan Alsbury mengaktifkan sistem terlalu dini dengan alasan untuk mencegah pesawat gagal mendarat.

Dari situ, pihak NTSB menyatakan, pemanufaktur Scaled Composites yang merancang SpaceShipTwo tidak mempertimbangkan lebih jauh mengenai kemungkinan pilot yang mengaktifkan feathering system terlalu dini, karena mereka tidak menyediakan jaminan perlindungan untuk mencegah kecelakaan.

Dalam sebuah pernyataan, Virgin Galactic mengatakan bahwa perusahaan sebenarnya sudah melakukan peninjauan keselamatan dan program peningkatan wahana sebagai persiapan peluncuran SpaceShipTwo kala itu.

Sementara rekan pilot satunya, Peter Siebold yang berhasil menyelamatkan diri mengalami luka serius.

Kecelakaan uji coba pesawat ruang angkasa yang kedua ini merupakan pukulan bagi industri luar angkasa komersial yang terlalu dini berurusan dengan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pemerintah.

Lebih dari 800 orang telah membayar uang muka untuk bisa melakukan perjalanan wisata ke luar angkasa dengan wahana SpaceShipTwo itu. Harga tiket pulang pergi kala itu dipatok sebesar US$ 250 ribu per orang.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By tama93
      Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Muhammad Nasir menjelaskan kronologi kecelakaan di Tol BSD, Jumat siang, 12 April 2019.
      Menurut data kronologi yang dikirimkan, kecelakaan itu diakibatkan oleh SB, pengemudi kendaraan Mitsubishi Outlander bernomor polisi B-378-BEL yang kurang konsentrasi. "Kronologi kejadian berdasarkan interogasi dan keterangan saksi," ujar Nasir.

      Kendaraan Mitsubishi Outlander tersebut melaju dari arah Jakarta. Sesampainya di kilometer 9+500, sekitar pukul 11.45 WIB, diduga karena pengemudi kurang konsentrasi, kendaraan tersebut menabrak pembatas jalan hingga memasuki lajur yang berlawanan.
      "Kemudian menabrak tiga kendaraan lainnya, yaitu Toyota Kijang Innova, Suzuki Ertiga, serta Toyota Rush," tutur dia.
      Adapun Toyota Kijang Innova bernomor polisi B-1014-WOU dikendarai oleh Tuheri, Toyota Rush B-1546-WFX oleh Hadi Dzikru Rohman, serta Suzuki Ertiga B-2029-BKW oleh Lia Sagita.
      Menurut Nasir, Lia Sagita sempat kritis karena terjepit kendaraannya yang ringsek dalam kecelakaan akibat tabrakan beruntun di Tol BSD itu. Namun, Lia dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tersebut, sementara tiga korban lain luka-luka.
    • By Males
      Kotak hitam (black box) belum ditemukan, penyelidikan soal penyebab pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 juga masih jauh dari kesimpulan. Namun, data satelit yang dimuat situs pemantau lalu lintas udara, FlightRadar24 dijadikan petunjuk awal terkait insiden kapal terbang yang jatuh 13 menit setelah lepas landas itu. 
      Berdasarkan data yang diungkap FlightRadar24, sejumlah keanehan terpantau dalam pergerakan pesawat yang membawa 189 orang tersebut. 
      Salah satunya, ketika sebuah pesawat umumnya akan naik dalam beberapa menit pertama penerbangan, Lion Air JT 610 justru mengalami penurunan 726 kaki (setara 221 meter) selama 21 detik.
      Ahli penerbangan Phillip Butterworth-Hayes mengatakan bahwa data tersebut tidak biasa. Apalagi, saat lepas landas seperti itu, pilot biasanya dibantu oleh kendali otomatis pesawat.
      "Ini tidak sesuai dengan profil penerbangan otomatis," kata Butterworth-Hayes saat mempelajari data. "Kecuali, jika sistem pesawat itu memberikan koreksi untuk sejumlah alasan."
      Butterworth-Hayes mengatakan bahwa mengingat pesawat yang digunakan Lion Air JT 610 baru berusia dua bulan, alasan di balik kecelakaan tersebut "sangat tidak mungkin" berasal dari kesalahan mekanis.
      "Pesawat terbang tidak jatuh begitu saja dari langit," katanya.
      "Saya tidak bisa membayangkan masalah mekanis apa pun selain kehilangan tenaga mesin yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, atau kegagalan listrik menyeluruh. Ini jauh lebih mungkin disebabkan faktor eksternal," lanjutnya menjelaskan.
      Dia mengatakan bahwa masalah lingkungan bisa jadi adalah penyebabnya, misalnya ledakan mikro (microburst), atau pesawat yang menabrak sesuatu seperti kawanan burung.
      "Ledakan mikro sangat sulit untuk dideteksi, bisa berubah menjadi angin kencang, seperti pusaran, dan Anda tidak bisa melihatnya. Tiba-tiba pesawat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pilot kemudian mulai melakukan segala macam upaya pemulihan dan kemudian sudah terlambat, pesawat jatuh," jelas Butterworth-Hayes.
      Ditambahkan olehnya bahwa pilot Boeing 737 MAX 8 meminta izin pada air traffic controller (ATC) melakukan return to base atau kembali ke bandara asal, sekitar 22 kilometer setelah lepas landas. Namun, saat itu belum terlihat pertanda kondisi darurat. 
    • By paimin
      Jembatan Babat Lamongan-Widang Tuban, yang melintang di atas sungai Bengawan Solo, pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambrol. Tiga truk tronton yang sedang melintas di atas jembatan tersebut, turut terjatuh ke dasar sungai. Untuk sementara, seorang sopir dilaporkan meninggal dunia. 

      Kapolsek Babat Kompol Hariadi Agus Wahono SH, ketika dihubungi awak media ini melalui sambungan telepon seluler membenarkan, bahwa jembatan penghubung Babat Lamongan-Widang Tuban, yang merupakan jalur Pantura, pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambruk. 

      “Tiga tronton turut tercebur ke dasar sungai,” jelas Kompol Agus. 
      Ketika ditanya jumlah korban jiwan, Kompol Agus menenerangkan bahwa untuk sementara ini dilaporkan 1 (satu) orang sopir tronton, dilaporkan meninggal dunia. 
      “Sementara satu orang sopir yang dilaporkan meninggal mas,” terang Kompol Agus 

      Kompol Agus menambahkan, lokasi jembatan yang ambruk tersebut sebagian masuk wilayah Babat, namun sebagian besar masuk wilayah Kecamatan Widang Tuban, atau di sisi utara sungai Bengawan Solo. 
      “Saya masih di TKP mas, petugas masih berupaya mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP,” imbuhnya.

    • Guest News
      By Guest News
      Kecelakaan ini terjadi pada 11 Maret 2017, tempat kejadiannya di Toll Jorr dari arah BSD ke Pondok Indah pagi ini. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
       
       
    • By berita_semua
      Kematian blogger cantik Rini Cesillia masih menyisakan tanda tanya besar. Jajaran kepolisian dari  Kepolisian Daerah Bali menyelidiki musabab kematian blogger berusia 27 tahun itu.  Dugaan sementara, Rini diduga meninggal akibat tersetrum listrik. Namun, dari mana asal listrik? Dari pemanas airkah? Sejauh ini kepolisian belum memberikan jawaban.
      "Diperkirakan Rini meninggal akibat tersengat aliran listrik," demikian pernyataan resmi dari Humas Polda Bali Rabu (14/12/2016).
      Kematian ini membuat sedih teman-teman Rini Cesillia. Eric Jansens, contohnya menulis dalam akun instagram Rini Cesillia (@rinicesillia), “Rip Ci Nini .. Da lama ga Ketemu Cici .. Terakhir ketemu 9 tahun yang lalu .. Ga nyangka uda ga bisa ketemu lagi sama cici .. Semoga bahagia ya Ci di Surga.”
      Rini Cesillia diduga sementara meninggal akibat korsleting yang dialami pemanas air. Dugaan ini muncul dari pernyataan polisi yang menyatakan ada terdapat bekas luka bakar di dada bawah payudara Rini Cesillia. Seorang penggemar Rini, yakni Yushin K menguatkan dugaan tersebut. Dia menulis di akun instagram Rini Cesillia, “ RIP (Rest In Peace). Aduh untung pake water heater yg berteknologi tinggi. Aman.”
      Rini Cesillia ditemukan tewas oleh sahabatnya Maria dalam keadaan tanpa busana di dalam kamar mandi di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar, Bali, Selasa (13/12/2016) siang. Maria curiga setelah, pesan yang dia kirimkan ke ponsel Rini Cesillia tak terjawab.
      Berikut ini kronologi tewasnya Rini Cesillia.
      Rini Cesillia, 26 tahun, ditemukan tewas tanpa busana di sebuah rumah di Renon, Denpasar, Selasa 13 Desember 2016 Wanita asal Jakarta itu ada di Denpasar untuk mengikuti sebuah pertemuan blogger yang digelar sebuah produk kosmetika. Acara itu sudah selesai, namun Rini memperpanjang liburannya di Bali. Rini berpamaitan kepada sahabatnya untuk pergi tidur Selasa pukul  01.00 Seorang sahabat Rini, Maria, mengirim pesan pukul 10.00 tapi tak mendapatkana respon Penasaran, pukul 13.00 Maria menuju kamar Rini Di sana Maria mulai curiga karena air terus mengucur dari kamar mandi, lalu melihat Rini tergeletak Tampak Rini memegang selang shower, terdapat bekas luka bakar di dada membentuk jejak bekas selang. Jenazah Rini Selasa sore pukul 15.30 dibawa ke Rumah sakit Sanglah, Denpasar Rini Cesillia merupakan perempuan blogger yang cukup popular di dunia maya. Dia mengelola situs pribadi http://rinicesillia.com Perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, 27 tahun lalu itu tinggal di sebuah apartemen di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.
      Berita kematian Rini Cesillia menjadi viral. Para netizen penggemar Rini membanjiri akun instagram Rini dengan komentar. Banyak yang tak percaya dengan kepergian Rini Cesillia. “Lu lagi bercanda kan rin? Baru minggu lalu bercanda dikantor bilang mau resign sesegera mungkin. Tapi koq jadi gini rin,” komentar seorang netizen.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy