Jump to content
ohshit

Asisten Bos XL dibunuh

Recommended Posts

XL.thumb.jpg.c958f13022325094198b3501242

Sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sembilan lalu, karyawati perusahaan telekomunikasi PT XL Axiata, Hairiyantira alias Rian, 37 tahun, dinyatakan tewas dibunuh. Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Khrisna Murti mengatakan kasus ini terungkap bermula pada penangkapan pria yang juga teman dekat Rian dalam kasus pemalsuan dokumen.

"Pria berinisial AW mulanya kami tangkap atas tuduhan pemalsuan surat," ucapnya di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2015. Pria itu diketahui memalsukan tandatangan korban saat melakukan balik nama terhadap mobil milik Rian berjenis Honda Mobilio. "Ada laporan dari sebuah showroom soal pemalsuan itu," ujar Khrisna. Padahal sebelumnya penyidik telah meminta keterangan AW soal hilangnya Rian. AW saat itu mengatakan tak tahu.

"Waktu itu kami ke rumah AW. Ada mobil korban, tapi dia mengaku tak tahu korban ada di mana," tutur Khrisna. Dari situ, penyelidikan berkembang. AW ditangkap pada Juli 2015 atas pemalsuan dokumen. Namun pada Rabu ini terungkap AW telah menghabisi nyawa korban.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • Guest News
      By Guest News
      Sebuah hotel di Stockholm telah menguji coba ‘chat box’, teknologi asisten pribadi untuk menggantikan fungsi concierge dan front desk. Jika berhasil, teknologi ini akan diterapkan di hampir 200 jaringan hotel ini di seluruh dunia.
       
    • By qbonk

      Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini
      Setelah meraih 3 juta pelanggan 4G LTE pada 2015 di 35 kota, perusahaan telekomunikasi XL Axiata menargetkan punya 9 juta pelanggan 4G LTE sampai akhir 2016 dengan 85 kota yang akan jadi target pasar layanan Internet kecepatan tinggi.
      Upaya menambah jumlah pengguna 4G LTE ini tentu didukung oleh perluasan infrastruktur 4G di Pulau Jawa dan luar Jawa yang dinilai potensial. Saat ini XL mengoperasikan sekitar 3.134 BTS 4G di Indonesia.
      XL menganggarkan belanja modal atau Capex Rp 7 triliun di 2016 yang sebagian besar dialokasikan untuk membangun infrastruktur 4G LTE, kata Dian Siswarini, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata. 
      Sebanyak 60 persen anggaran untuk infrastruktur itu bakal dipakai untuk memperluas 4G LTE dan 40 persen untuk infrastruktur 3G. Mereka memutuskan tak lagi memperluas jaringan 2G.
      "Investasi fokus ke 4G LTE. Kita akan banyak bermain di konten video," kata Dian dalam pemaparan kinerja perusahaan di Pulau Belitung, Rabu (17/2).
      Data atau Internet jadi layanan yang diutamakan karena trafiknya di tahun 2015 tumbuh 54 persen dari tahun ke tahun. Pengguna layanan data XL saat ini sebesar 22,5 juta atau 54 persen dari total pelanggan XL yang mencapai 41,5 juta pengguna.
      XL mencatat pendapatan turun 2,47 persen menjadi Rp22,88 triliun pada 2015 dari Rp23,46 triliun di 2014. 
      Pendapatan ini disumbang dari layanan suara Rp 8,27 triliun, SMS Rp 3,89 triliun, data dan VAS Rp 7,027 triliun, interkoneksi dan roaming internasional Rp 2,38 triliun.
      XL mencatat rugi bersih sebesar Rp 25 miliar yang terutama disebabkan dampak forex dari penguatan dolar AS. Kerugian ini menyusut dibandingkan 2014 sebesar Rp 804 miliar. Menyesuaikan dampak itu, XL mencatat laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp 51 miliar di 2015.
      Untuk mendorong pemakaian 4G LTE, salah satu langkah yang ditempuh adalah meluncurkan aplikasi Tribe untuk layanan streaming video. Di sini XL bakal menyediakan fasilitas pembayaran dengan metode potong pulsa yang sekaligus bakal meningkatkan pendapatan.
      Dian berkata juga akan mendorong ketersediaan perangkat 4G dengan membundling layanan Internet XL bersama ponsel 4G dari berbagai merek.
      Penetrasi smartphone XL telah tumbuh dan berkembang sebesar 42 persen pada akhir 2015. Pengguna smartphone XL tumbuh 10 persen dari tahun ke tahun dan mencapai jumlah 17,7 juta pengguna. 
    • By Sam
      XL Axiata resmi memiliki Presiden Direktur sekaligus CEO baru setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Rabu 1 April 2015 mengangkat Dian Siswarini menjadi nahkoda perusahaan telekomunikasi tersebut.
       
      Sebelumnya Dian menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur atau Deputy CEO XL sejak Januari 2015. Ia menggantikan Hasnul Suhaimi yang sebelumnya menjabat Presdir dan CEO XL Axiata sejak Oktober 2006 dan kini telah memasuki masa pensiun.
       
      Pada kesempatan yang sama, mantan Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri diangkat sebagai dewan komisaris perseroan.
       
      "Perubahan jajaran direksi Mengangkat saya sebagai CEO menggantikan bapak Hasnul Suhaimi dan bapak Chatib Basri sebagai anggota dewan komisaris," kata Dian.
       
      Dengan demikian, susunan dewan komisaris dan direksi XL Axiata adalah sebagai berikut:
       
      Dewan Komisaris
      Presiden Komisaris: YBhg Tan Sri Dato' Insinyur Muhammad Radzi bin Haji Mansor Komisaris: YBhg Dato' Sri Jamaludin bin Ibrahim Komisaris: Charu TVT Komisaris: Azran Osman-Rani Komisaris: DR. Muhamad Chatib Basri Komisaris Independen: Peter J. Chambers Komisaris Independen: Yasmin Stamboel Wirjawan Direksi
      Presiden Direktur: Dian Siswarini Direktur: Willem Lucas Timmermans Direktur: Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin Direktur Independen: Ongki Kurniawan Sementara itu di bawah direksi terdapat beberapa jabatan dan fungsi masing-masing, yang terdiri dari:
      Chief Digital Services Officer: Yessie D. Yosetya Chief Brand & Customer Management Officer: Rashad J. Sanchez Chief Revenue Management Officer: Mohammed A. Ali Chief Commercial Officer: Danny Chew Dian memulai karier di industri telekomunikasi sejak 1991 pada bidang teknis. Ia bergabung dengan XL pada 1996. Di tahun 2007 Dian dipercaya sebagai Direktur Jaringan lalu tahun 2011 menjabat sebagai Direktur Layanan Digital hingga Juni 2013.
       
      Dian berkomitmen untuk meningkatkan performa XL dari layanan data dan digital. Menurutnya, kebutuhan konsumen saat ini mengarah pada layanan digital, termasuk hal pembelian (konten, pulsa, dan barang) secara online hingga layanan pelanggan secara online.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy