Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
taniveline

Kisah Anak Penderita AIDS yang Bertahan Hidup Sendiri

Recommended Posts

ah-long.thumb.JPG.dd2ab94b0fd2e9c85534ac

Penderitaan memang selalu hadir dalam kehidupan kita. Namun meskipun begitu, tidak berarti bahwa hidup adalah menderita atau hidup untuk penderitaan. Tetapi hidup adalah berjuang karena hidup adalah perjuangan. Meskipun hidup di dunia penuh dengan penderitaan tetapi kita dituntut untuk selalu terus berjuang dalam hal apapun. Dan percayalah bahwa semuanya tidak akan ada yang sia-sia. Allah akan memberikan kebahagiaan setelah penderitaan kita lalui. Seperti halnya Ah Long, anak berusia 6 tahun ini meskipun didera penderitaan tetapi ia tetap berjuang untuk hidupnya sampai akhirnya menemukan kebahagiaannya. Di bawah ini merupakan kisah hidup Ah Long yang bisa kita simak dan kemudian bisa kita jadikan pelajaran.

Aku Tetap Bertahan Walau Dikucilkan

Ah-long1.thumb.JPG.fae697cf8f9437a555f6d

[Kisah Anak Penderita AIDS yang Bertahan Hidup Sendiri dan Hanya Ditemani Seekor Anjing] Ah Long merupakan seorang anak yang tinggal di sebuah desa Niuchepin di bawah kaki gunung Malu, Kota Liuzhou, propinsi Guangxu, Tiongkok. Ah Long tinggal disebuah gubuk reyot yang hanya memiliki satu kamar. Di gubuk tersebut tidak ada barang-barang yang layak untuk ia gunakan, hanya ada sebuah kompor yang terbuat dari tumpukan bata, satu buah tempat tidur , kursi serta meja tua. Selain itu di gubuk yang ia tempati juga tidak ada toilet yang layak untuk digunakan, hanya ada kaleng bekas yang biasa ia gunakan untuk menggantikan toilet.

Ibu Ah Long meninggal 6 tahun yang lalu ketika dirinya dilahirkan, sedangkan ayahnya meninggal ketika ia berusia 4 tahun. Setelah ke dua orangtuanya meninggal Ah Long hanya tinggal sendirian di gubuk tersebut. Selain itu, Ah Long juga harus merawat dirinya sendiri. Ah Long memiliki seorang nenek. Namun, neneknya tidak mau tinggal bersamanya, neneknya tersebut membiarkan cucunya tinggal sebatang kara . Dan itu bukanlah hal yang pantas untuk anak seusia dirinya, karena pada umumnya anak seusianya masih harus membutuhkan bimbingan dari keluarga dan orang-orang terdekat dengannya. Neneknya hanya sesekali datang untuk menemui Ah Long.

Selain neneknya yang tidak mau tinggal bersamanya,  ia  juga dikucilkan oleh seluruh masyarakat di desanya. Ah Long dikucilkan karena ia menderita penyakit AIDS. Penyakit yang dideritanya tersebut diturunkan dari ke dua orangtuanya. Penyakit tersebut jugalah yang merenggut nyawa ke dua orangtuanya.

Selain dikucilkan, pada saat itu pihak sekolahnya sudah tidak mau lagi menerima dirinya. Namun, Ah Long tetap semangat, ia tetap belajar di rumah dengan menggunakan buku-buku bekas yang ia temui, semangat belajar Ah Long sangatlah tinggi. Departemen kesejahteraan yang mengetahui kehidupan Ah Long tidak mau mengurus dirinya. Ah long hanya mendapatkan tunjangan sebesar 70 yuan atau sekitar Rp 90 ribu perbulan dari biro sipil setempat, dan tentunya uang sebesar itu tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-harinya. Jangankan untuk kebutuhan sehari-hari untuk makanpun tentunya tidak mencukupi. Untuk itu demi melanjutkan hidupnya Ah Long harus menanam sayuran sendiri untuk ia makan. Terkadang jika sayuran yang ia tanam belum bisa dimakan ia mencari daun-daunan yang bisa ia makan.

Selain harus mencari makan sendiri, Ah Long juga harus memikirkan bagaimana  cara memasak sayuran dan daun-daunan yang ia dapat untuk dijadikan makanan. Karena pada saat itu ia hanya memiliki sebuah kompor yang terbuat dari batu bata , Ah Long terpaksa harus mencari kayu bakar sendiri ke hutan. Jarak rumah ke hutan tidaklah dekat, namun ia tetap berusaha dan tidak pantang menyerah. Ia tetap pergi ke hutan meskipun kita ketahui hutan bukanlah tempat yang aman untuk anak seusianya.

Ah Long tidak pernah mengerti sama sekali mengapa dirinya dikucilkan.  Dirinya juga tidak mengerti apa itu AIDS yang menjadi alasan dirinya dikucilkan. Namun meskipun ia dikucilkan tetapi ia tidak pernah menyerah, ia tetap bertahan hidup. Kehidupan yang hanya ia tahu yaitu bertahan di gubuk kecilnya. Hal tersebut tidak pernah membuat surut semangat hidupnya.

Meskipun Dikucilkan Aku Masih Punya Lao Hei

ah-long3.thumb.JPG.3ce1cf06b4cb0c39129e6

[Kisah Anak Penderita AIDS yang Bertahan Hidup Sendiri dan Hanya Ditemani Seekor Anjing] Meskipun dirinya dikucilkan oleh nenek dan masyarakat sekitar tetapi Ah Long tidak pernah merasa kesepian. Setiap harinya Ah Long ditemani oleh sahabatnya. Sahabatnya tersebut bukanlah seorang manusia seperti dirinya, sahabatnya hanyalah seekor anjing yang ia beri nama Lao Hei. Setiap hari Ah Long hanya hidup bersama anjingnya tersebut mulai dari bangun tidur sampai tertidur kembali. Ketika semua temannya menjauhi dirinya, namun Lao Hei tetap setia menemaninya.

Ketika semua teman-temannya bermain dengan teman sebayanya serta mainan-mainan yang dibelikan oleh orang tua masing-masing ,namun Ah Long tidak pernah merasa iri ataupun berkecil hati. Ia tetap bisa bermain seperti teman-temannya meskipun hanya dengan seekor anjing dan mainan seadanya. Namun, meskipun begitu dirinya tetap merasa bahagia.  Ah Long tidak pernah bisa terlepas dari anjingnya tersebut. Kemanapun Ah Long pergi anjingnya selalu mengikutinya.

Kesabaranku Menghadapi Penderitaan Ini Akhirnya Tidak Sia-Sia

ah-long4.thumb.jpg.e7a2701c0181d8ec6a7a7

[Kisah Anak Penderita AIDS yang Bertahan Hidup Sendiri dan Hanya Ditemani Seekor Anjing] Kesabaran Ah Long dalam menjalani penderitaan hidup dan cobaan yang sangat keras dalam hidupnya tidak sia-sia. Ketika ia sedang mencari kayu bakar bersama anjingnya, Ah Long bertemu dengan seorang reporter. Reporter ini kemudian merasa penasaran akan kisah hidup Ah Long. Setelah bertanya-tanya tentang kisah hidup dari Ah Long kemudian reporter tersebut mempublikasikan kisah Ah Long. Setelah itu, Ah Long menjadi pusat perhatian banyak orang dari berbagai macam kalangan termasuk dari pemerintah Cina.

Semenjak itu banyak bantuan yang terus mengalir untuk Ah Long. Sebuah rumah amal yang berada di kota Liuzhou akhirnya sepakat untuk mengurus dirinya.  Kehidupan Ah Long pun menjadi semakin membaik. Selain itu Ah Long juga mendapatkan bantuan medis untuk penyakit yang ia derita. Mainan, pakaian dan buku-buku berdatangan untuk disumbangkan kepada Ah Long.  Ah Long juga dibangunkan rumah baru yang lebih layak untuk ditempati. Rumah tersebut dibangun tepat disebelah gubuk yang sebelumnya menjadi tempat tinggal Ah Long.

Nah sahabat, sifat pantang menyerah serta kesabaran Ah Long dalam menjalani hidup bisa kita jadikan pelajaran. Selain itu dari kisah hidup Ah Long kita juga bisa belajar untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kita miliki. Semoga kisah di atas bisa menginspirasi kita semua.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By qbonk
      Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah.
      Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sehubungan kegagalan sistem yang berdampak pada perubahan saldo 10% nasabah bank pelat merah tersebut, Sabtu kemarin (20/7).
      “Secepatnya OJK akan meminta Bank Mandiri untuk segera melaporkan permasalahan dan apa saja langkah yang mereka lakukan untuk tidak terulang lagi di kemudian hari,” jelas Deputi Komisioner Humas dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo, Minggu (21/7).
      Menurutnya, OJK tengah melakukan monitor dan mitigasi mengenai hal yang dilakukan oleh bank dan memprioritaskan aspek perlindungan konsumen dan hak nasabah. Ia menekankan, yang terpenting pelayanan nasabah sudah kembali normal dan tidak ada yang berkurang hak atau isi rekeningnya.
      Sebelumnya, BMRI langsung melakukan klarifikasi dengan menggelar konferensi pers pada sabtu pagi (20/7). Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafa, menyampaikan permohonan maaf terhadap ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait dengan perubahan saldo rekening ini, dan berjanji proses pemulihan akan selesai di hari yang sama.
      "Saat ini kami informasikan dan tegaskan bahwa perubahan tersebut terjadi pada saat perpindahan proses dari core system ke back up system yang rutin dilaksanakan di akhir hari. Namun, kali ini terjadi eror pada data saldo 10% nasabah. Perubahan saldo nasabah sedang dilakukan bertahap untuk dikembalikan posisi awal dan saldo sebenernya sudah di-backup. Akan kembali, 2 jam ini," paparnya.
    • By MariaAngeline
      Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, sebagai orang tua mungkin kita menjadi sering lupa dalam menjaga privasi di sosial media. Di sisi lain, sosial media memang memudahkan kita dalam menerima dan memberi informasi kepada teman terdekat hingga yang tak kenal sekalipun. Facebook contohnya, kebanyakan orangtua lebih memilih mengunggah foto anaknya dibanding foto orangtuanya sendiri.
      Masih ingat kasus seorang remaja yang dituduh telah menghina Kota Bandung dengan kata-kata kotornya di Twitter? Ya, kasus yang telah dilaporkan ke polisi oleh Wali Kotanya langsung ini sempat heboh di dunia maya, hingga terungkaplah bahwa foto orang pada akun bermasalah tersebut bukan foto asli pelaku. Dari kasus ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita tidak boleh sembarang mengupload sebuah foto di sosial media, jika yang sopan saja sudah disalahgunakan bagaimana dengan foto yang kurang sopan?
      Sebaiknya orangtua kini lebih bijak dalam mengupload foto anak di sosial media, mengupload foto tanpa diseleksi lebih dulu bisa berdampak negatif di antara bahayanya adalah menjadi sasaran pelaku pedofil dan penculikan anak. Lalu, apa yang harus diperhatikan sebelum mengupload foto ke sosial media?
      Perhatikan Pengaturan Privasi
      Di Facebook misalnya, Anda dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat foto atau status yang diposting, hanya untuk diri sendiri, keluarga, teman atau publik. Untuk photo anak lebih baik hanya kalangan teman atau anggota keluarga saja yang bisa melihat.
      Tidak Memasang Foto Anak Tanpa Busana
      Siapa yang tidak gemas jika melihat anak balita yang tengah mandi atau tanpa busana? Tentu semua orang menyukai foto bayi yang terlihat lucu saat mandi. Tapi ternyata, mengupload foto balita tanpa busana atau hanya memakai pakaian dalam sangat tidak disarankan. Karena ini akan membahayakan anak sendiri, anak bisa menjadi target dari pelaku pedofil atau predator.
      Meski masih balita bukan berarti bisa bebas mengabadikan semua momen dan mengunggah fotonya di sosial media. Sebaiknya dipikir ulang jika ingin mengunggahnya, pilihlah foto yang memang sopan dan tidak memancing tindak kriminal.
      Hindari Memasang Status Lokasi
      Tidak jarang para orangtua suka menandai keberadaan lokasi saat bersama anak. Bukan tidak boleh berbagi informasi tentang kegiatan dan lokasi dimana kita menghabiskan waktu bersama anak, tapi cobalah untuk mengurangi kebiasaan memberitahu secara detail lokasi dimana kita berada. Hal ini bisa memancing tindakan penculikan terhadap anak, jadi alangkah baiknya jika Anda tidak menulis nama lengkap anak atau lokasi secara detail jika ingin mengupdate status di sosial media.
      Hindari berfoto dengan latar tempat
      Misalnya berfoto di depan sekolah, rumah dan lokasi-lokasi yang sekiranya dapat memudahkan para pedofil atau penculik mencari anak Anda. Hindari melakukan hal ini! Banyak kasus penculikan yang bermula dari lokasi sekolah anak dengan tujuan untuk memeras hingga kasus penjualan anak.
      Berikan Komentar Positif
      Saling memberikan komentar di sosial media memang akan menjadi ajang sosialisasi yang menyenangkan, namun pastikan Anda selalu memberikan komentar positif di sosial media. Jangan memberikan komentar negatif atau mengejek ya. Hindari menggunakan ikon atau tokoh kartun dengan karakter negatif sebagai julukan kepada anak. Sebaiknya sosial media dijadikan ajang positif untuk memberikan informasi yang bermanfaat.
      Perlu diingat bahwa setiap foto yang Anda upload di sosial media meskipun telah Anda hapus tidak menjamin foto tersebut akan menghilang di database mesin pencari, mungkin foto yang Anda unggah sudah ada yang mendownload atau menyebarkannya via sosial media lain. Jadi berhati-hatilah, jangan terlalu sering mengupload foto. Lebih baik dokumentasikan melalui album foto di rumah Anda.
    • By MariaAngeline
      Pembicaraan mengenai sex masih tabu di kalangan masyarakat Indonesia, namun di zaman sekarang ini rasanya pendidikan sex perlu diperkenalkan lebih dini kepada anak. Sex education yang mendidik tentu tidak akan mencederai apa yang seharusnya dijaga dan dipertahankan, bukan malah mengarahkan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma agama, sosial, dan kesusilaan. Sebagai orangtua, kita perlu mewaspadai hal-hal yang sekiranya dapat mempengaruhi pergaulan anak-anak, tidak hanya itu bahan bacaan seperti buku pun patut menjadi perhatian.

      Buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto yang akhir-akhir ini menuai kontroversi di dunia maya, adalah salah satu contoh sumber media yang perlu diwaspadai. Isinya yang seolah mengajak anak remaja berhubungan intim banyak menuai kecaman. Bebagai media kini semakin terbuka dalam mempengaruhi pemahaman anak mengenai pendidikan sex yang akhirnya banyak menyimpang. Disinilah sebagai orangtua kita perlu mengetahui dan memahami kapan sex education diperkenalkan kepada anak dengan tepat sesuai usianya.
      Usia 5 tahun ke bawah
      Pertama, mungkin kita akan merasa kebingungan bagaimana caranya menyampaikan pendidikan seks pada seorang balita yang berusia 5 tahun, kenyataannya mungkin Anda bisa melewati tahap ini dengan mudah. Pada rentang usia ini, Anda bisa memulai pendidikan seks dengan memperkenalkan organ tubuh dan fungsinya masing-maisng. Tidak perlu merasa bingung dan ragu saat Anda harus memperkenalkan alat kelaminnya, waktu yang tepat akan menghilangkan ketidaknyamanan Anda saat memperkenalkan organ vitalnya. Seperti saat anak sedang dimandikan atau saat Anda memakaikan pakaiannya. Dalam hal ini Anda tidak perlu membahasnya hingga terlalu detail atau mengajarkannya dalam keadaan yang serius, cara ini diharapkan bisa menghindari penyebutan yang dianggap tidak sopan dengan menyebut alat kelamin yang dimilikinya saat berada di lingkungan sosial masyarakat.
      Selain memperkenalkan organ vitalnya, Anda juga bisa mengajarkan mengenai jenis kelamin antara perempuan dan laki-laki dan apa perbedaannya. Mengajarkan anak tentang hak dan kewajibannya untuk menjaga milik pribadinya juga sangatlah penting, termasuk alat vitalnya. Beritahukan bahwa mereka tidak boleh menunjukkan alat kelaminnya secara sembarang tempat dan orang yang bukan muhrimnya. Hal ini untuk menghindari pelecehan seksual yang banyak mengincar anak-anak di sekitar kita.
      Jika anak mencoba menolak dicium atau dipeluk orang lain, hargai keputusannya. Mereka memiliki hak untuk menolak segala macam bentuk kasih sayang dari orang lain yang mungkin membuatnya merasa tidak nyaman, jangan memaksakan mereka untuk melakukannya meskipun hanya sebagai bentuk penghargaan. Hal ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mereka belajar penolakan.
      Usia 6-9 tahun
      Pada usia ini, orangtua perlu memperhatikan banyak hal. Setiap anak baik perempuan maupun laki-laki memiliki minat berbeda terhadap seks, ada yang masa bodoh tidak ingin tahu, merasa terganggu dengan pembicaraan sex, bahkan ada anak yang bisa memberikan respon sangat tertarik pada materi sex. Sebagai orangtua kita perlu pintar dalam menyikapinya sebelum memberikan sex education lebih detail jangan sampai mereka merasa terpojokkan, malu, atau bahkan menjadi terlalu liar dalam menyikapinya.
      Pada kasus pencabulan anak yang sering terjadi, kebanyakan dari mereka merasa tidak sadar bahwa dirinya mengalami pencabulan. Yang dipahami anak adalah mereka merasa disayangi karena mungkin pelaku meracuni pikiran mereka dengan pemahaman yang sesat apalagi diberikan imbalan sesuatu yang disukainya. Faktor ketidaktahuan dan ketidakberdayaan mereka telah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan seksual secara sengaja. Oleh karena itu, Anda bisa mengajarkan anak mengenai apa saja yang harus dilakukan untuk melindungi dirinya sendiri dari kejahatan seksual. Seperti mengajarkan mereka untuk menolak membuka pakaian, diraba alat vitalnya oleh teman, saudara atau orang yang dikenalinya meskipun diberikan imbalan. Mereka juga harus diberitahu cara merespon jika mereka dipaksa melakukan sesuatu atau diintimidasi oleh orang dewasa saat mereka mencoba melakukan penolakan yang membuatnya tidak nyaman. Dekati sang anak agar mereka selalu berusaha terbuka kepada orangtuanya.
      Usia 9-12 tahun
      Pada usia ini Anda perlu banyak memberikan informasi detail mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi pada bagian tubuh mereka saat masa puber yang cenderung berbeda pada tiap individu dan jenis kelamin. Jika laki-laki, beritahu bagaimana cara menyikapi mimpi basah sebagai bagian dari tandanya dia telah baligh. Atau jika perempuan beritahu bagaimana caranya menyikapi masa menstruasi sebagai bagian normal dari tahapan perkembangan invidu khususnya pada wanita.
      Memperkenalkan bagaimana cara menjaga kesehatan alat kelamin juga sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit kelamin di kemudian hari, tekankan bahwa jika mereka mengikuti peraturan tersebut mereka tidak perlu merasa banyak khawatir.
      Usia 12 tahun ke atas
      Berbagai data survei menyebutkan bahwa hampir setengahnya remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seksual sebelum terikat pernikahan. Ini artinya, telah banyak remaja yang sudah terjerat seks bebas tanpa pengawasan dan penanggulangan pendidikan seks dini khususnya dari orangtua. Perlu diketahui bahwa dorongan atau gairah seksual pada masa puber meningkat sangat signifikan, oleh sebab itu orangtua seharusnya sudah mengajarkan seperti apa sistem reproduksi dan bagaimana cara kerjanya pada masa ini.
      Memberikan pemahaman tentang arti cinta dan pacaran sangat mempengaruhi pemikiran sang anak dalam menyikapi pergaulan seks bebas yang terjadi di sekitarnya. Tanamkan pemahaman khususnya pada anak perempuan, bahwa jika ada laki-laki yang mengajaknya berhubungan di luar nikah bahkan sampai melakukan pemaksaan dan marah saat dia menolaknya bukan berarti dia tidak mencintainya. Justru jika hal tersebut terjadi, itu tandanya mereka tidak mencintai anak Anda dan hanya ingin menjadikan dia sebagai pelampias nafsunya saja. Sampaikan bahwa ada banyak konsekuensi yang akan dihadapinya jika mereka melanggar prinsip melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, baik dari sisi biologis, psikologis maupun sosial. Orangtua selalu dituntut untuk melakukan komunikasi dua arah untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.
      Hindari mengeluarkan kata-kata menghakimi agar anak-anak tidak merasa takut dan enggan untuk berbagi cerita dengan orangtuanya. Jika orangtua merasa berat untuk membicarakan bahasan tentang seks dengan anak, mungkin Anda bisa meminta bantuan kepada psikologi untuk memberikan pendidikan seks yang tepat.
    • By MariaAngeline
      Pembicaraan mengenai sex masih tabu di kalangan masyarakat Indonesia, namun di zaman sekarang ini rasanya pendidikan sex perlu diperkenalkan lebih dini kepada anak. Sex education yang mendidik tentu tidak akan mencederai apa yang seharusnya dijaga dan dipertahankan, bukan malah mengarahkan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma agama, sosial, dan kesusilaan. Sebagai orangtua, kita perlu mewaspadai hal-hal yang sekiranya dapat mempengaruhi pergaulan anak-anak, tidak hanya itu bahan bacaan seperti buku pun patut menjadi perhatian.

      Buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran” karya Toge Aprilianto yang akhir-akhir ini menuai kontroversi di dunia maya, adalah salah satu contoh sumber media yang perlu diwaspadai. Isinya yang seolah mengajak anak remaja berhubungan intim banyak menuai kecaman. Bebagai media kini semakin terbuka dalam mempengaruhi pemahaman anak mengenai pendidikan sex yang akhirnya banyak menyimpang. Disinilah sebagai orangtua kita perlu mengetahui dan memahami kapan sex education diperkenalkan kepada anak dengan tepat sesuai usianya.
      Usia 5 tahun ke bawah
      Pertama, mungkin kita akan merasa kebingungan bagaimana caranya menyampaikan pendidikan seks pada seorang balita yang berusia 5 tahun, kenyataannya mungkin Anda bisa melewati tahap ini dengan mudah. Pada rentang usia ini, Anda bisa memulai pendidikan seks dengan memperkenalkan organ tubuh dan fungsinya masing-maisng. Tidak perlu merasa bingung dan ragu saat Anda harus memperkenalkan alat kelaminnya, waktu yang tepat akan menghilangkan ketidaknyamanan Anda saat memperkenalkan organ vitalnya. Seperti saat anak sedang dimandikan atau saat Anda memakaikan pakaiannya. Dalam hal ini Anda tidak perlu membahasnya hingga terlalu detail atau mengajarkannya dalam keadaan yang serius, cara ini diharapkan bisa menghindari penyebutan yang dianggap tidak sopan dengan menyebut alat kelamin yang dimilikinya saat berada di lingkungan sosial masyarakat.
      Selain memperkenalkan organ vitalnya, Anda juga bisa mengajarkan mengenai jenis kelamin antara perempuan dan laki-laki dan apa perbedaannya. Mengajarkan anak tentang hak dan kewajibannya untuk menjaga milik pribadinya juga sangatlah penting, termasuk alat vitalnya. Beritahukan bahwa mereka tidak boleh menunjukkan alat kelaminnya secara sembarang tempat dan orang yang bukan muhrimnya. Hal ini untuk menghindari pelecehan seksual yang banyak mengincar anak-anak di sekitar kita.
      Jika anak mencoba menolak dicium atau dipeluk orang lain, hargai keputusannya. Mereka memiliki hak untuk menolak segala macam bentuk kasih sayang dari orang lain yang mungkin membuatnya merasa tidak nyaman, jangan memaksakan mereka untuk melakukannya meskipun hanya sebagai bentuk penghargaan. Hal ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mereka belajar penolakan.
      Usia 6-9 tahun
      Pada usia ini, orangtua perlu memperhatikan banyak hal. Setiap anak baik perempuan maupun laki-laki memiliki minat berbeda terhadap seks, ada yang masa bodoh tidak ingin tahu, merasa terganggu dengan pembicaraan sex, bahkan ada anak yang bisa memberikan respon sangat tertarik pada materi sex. Sebagai orangtua kita perlu pintar dalam menyikapinya sebelum memberikan sex education lebih detail jangan sampai mereka merasa terpojokkan, malu, atau bahkan menjadi terlalu liar dalam menyikapinya.
      Pada kasus pencabulan anak yang sering terjadi, kebanyakan dari mereka merasa tidak sadar bahwa dirinya mengalami pencabulan. Yang dipahami anak adalah mereka merasa disayangi karena mungkin pelaku meracuni pikiran mereka dengan pemahaman yang sesat apalagi diberikan imbalan sesuatu yang disukainya. Faktor ketidaktahuan dan ketidakberdayaan mereka telah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan seksual secara sengaja. Oleh karena itu, Anda bisa mengajarkan anak mengenai apa saja yang harus dilakukan untuk melindungi dirinya sendiri dari kejahatan seksual. Seperti mengajarkan mereka untuk menolak membuka pakaian, diraba alat vitalnya oleh teman, saudara atau orang yang dikenalinya meskipun diberikan imbalan. Mereka juga harus diberitahu cara merespon jika mereka dipaksa melakukan sesuatu atau diintimidasi oleh orang dewasa saat mereka mencoba melakukan penolakan yang membuatnya tidak nyaman. Dekati sang anak agar mereka selalu berusaha terbuka kepada orangtuanya.
      Usia 9-12 tahun
      Pada usia ini Anda perlu banyak memberikan informasi detail mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi pada bagian tubuh mereka saat masa puber yang cenderung berbeda pada tiap individu dan jenis kelamin. Jika laki-laki, beritahu bagaimana cara menyikapi mimpi basah sebagai bagian dari tandanya dia telah baligh. Atau jika perempuan beritahu bagaimana caranya menyikapi masa menstruasi sebagai bagian normal dari tahapan perkembangan invidu khususnya pada wanita.
      Memperkenalkan bagaimana cara menjaga kesehatan alat kelamin juga sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit kelamin di kemudian hari, tekankan bahwa jika mereka mengikuti peraturan tersebut mereka tidak perlu merasa banyak khawatir.
      Usia 12 tahun ke atas
      Berbagai data survei menyebutkan bahwa hampir setengahnya remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seksual sebelum terikat pernikahan. Ini artinya, telah banyak remaja yang sudah terjerat seks bebas tanpa pengawasan dan penanggulangan pendidikan seks dini khususnya dari orangtua. Perlu diketahui bahwa dorongan atau gairah seksual pada masa puber meningkat sangat signifikan, oleh sebab itu orangtua seharusnya sudah mengajarkan seperti apa sistem reproduksi dan bagaimana cara kerjanya pada masa ini.
      Memberikan pemahaman tentang arti cinta dan pacaran sangat mempengaruhi pemikiran sang anak dalam menyikapi pergaulan seks bebas yang terjadi di sekitarnya. Tanamkan pemahaman khususnya pada anak perempuan, bahwa jika ada laki-laki yang mengajaknya berhubungan di luar nikah bahkan sampai melakukan pemaksaan dan marah saat dia menolaknya bukan berarti dia tidak mencintainya. Justru jika hal tersebut terjadi, itu tandanya mereka tidak mencintai anak Anda dan hanya ingin menjadikan dia sebagai pelampias nafsunya saja. Sampaikan bahwa ada banyak konsekuensi yang akan dihadapinya jika mereka melanggar prinsip melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, baik dari sisi biologis, psikologis maupun sosial. Orangtua selalu dituntut untuk melakukan komunikasi dua arah untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.
      Hindari mengeluarkan kata-kata menghakimi agar anak-anak tidak merasa takut dan enggan untuk berbagi cerita dengan orangtuanya. Jika orangtua merasa berat untuk membicarakan bahasan tentang seks dengan anak, mungkin Anda bisa meminta bantuan kepada psikologi untuk memberikan pendidikan seks yang tepat.
    • By BincangEdukasi
      Obesitas pada anakmerupakan salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang tua saat ini. Menutur laporan dari US Centers for Disease Control and Prevention, seorang anakyang terserang obesitas cenderung rawan terkena resiko diabetes, penyakit jantung serta kanker.
      Hal tersebut biasa menjangkiti anak-anak pada rekapan usia antara 6 hingga 11 tahun. Pada usia ini, biasanya anak-anak cenderung sedang dalam tahap hiperaktif dan sulit untuk di kontrol aktifitasnya, terutama berkaitan dengan pola makan, aktifits keseharian dan ritunitas olah raga. Namun, sebenarnya obesitas dapat dicegah sejak dini, dan itu tentu saja menuntut peranan serta  dukungan ekstra dari orang tua.
      Berikut ini adalah beberapa tips jitu yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindari terjadinya Obesitas Pada Anak
      Perhatikanlah pola makan anak
      Obesitas banyak menjangkiti sebagian besar  anak yang cenderung tidak terkontrol dengan baik pola makannya. Terutama jenis makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, minuman yang bersoda, makanan cepat saji dan makanan sereal.  Jenis makanan tersebut biasanya menjadi menu favorit anak-anak. Maka dari itu, orang tua harus rutin mengawasi anak mengenai jenis makanan atau jajanan ringan yang di konsumsi. Kalau bisa, latihlah anak untuk menyukai buah-buahan dan sayur mayur sejak dini, hal ini akan sangat membantu dalam menyeimbangkan berat badan serta  baik untuk menunjang kesehatan dan  pertumbuhan.
      Latihlah anak untuk membiasakan sejak dini gaya hidup yang seimbang
      Mayoritas anak-anak, mereka sangat menyukai jenis kegiatan seperti bermain game, nonton video dan nonton tv. Padahal, kebiasaan tersebut merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan kelebihan berat badan. Jadi, sebisa mungkin bagi orang tua untuk mengarahkan pada anak supaya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu menekuni rutinitas  tersebut.
      Latihlah anak untuk mencintai olah raga
      Kebiasaan oleh raga yang teratur sejak dini bukan hanya baik untuk kesehatan anak, namun juga sangat penting dalam mengontrol keseimbangan hormon yang dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan dan berat badan, sehingga terhindar dari obesitas.
      Kenali jenis menu died yang sehat untuk anak
      Orang tua harus mengetahui bahwa menu died sehat untuk anak-anak berbeda dengan menu died  untuk orang tua. Jika perlu, bertanyalah pada ahli kesehatan mengenai menu yang cocok dan tepat untuk anak sesuai dengan tingkat usia.
      Biasakan mengajak anak untuk berkumpul bersama keluarga
      Ajarkanlah pada anak untuk terbiasa berkumpul dengan keluarga, terutama saat makan malam. Dalam kondisi ini, biasanya seorang anak cenderung lebih tenang dan terbuka pada orang tuanya. Jadi, di sini orang tua memiliki kesempatan yang luas untuk memberikan arahan pada anak dengan cara yang santai dan menyenangkan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy