Jump to content
TheKingsArmy

Kesaksian: Andrew Chan Terpidana Hukuman Mati

Recommended Posts

kesaksian.thumb.jpg.44b5b8b882cb13561f6d

JANTUNGNYA TELAH TERTEMBUS PELURU, NAMUN IMAN-NYA MENYATAKAN BAHWA IA TELAH LOLOS DARI PERBUDAKAN MAUT!!!

Inilah transkrip Andrew Chan yang berisikan kesaksiannya di Penjara Kerobokan, Bali - transkrip ini diberikan kepada saya, Sharon McBride melalui pendeta kawan saya. Andrew juga mengizinkan hal ini saya ceritakan kembali bagi anda semua.

“Saya bertumbuh dalam keluarga yang menganut kepercayaan yang lama dan tidak banyak mengenal ke Kristenan. Hingga suatu hari saya ditangkap di bandara Bali pada tanggal 17 April 2005, saya ditangkap di pesawat yang membawa saya, diinterogasi di bandara dan dibawa ke kantor polisi. Mereka kemudian melemparkan saya kedalam sel penjara dan membentak-bentak saya. Saya berpikir mereka akan membunuh saya. Karena saya tidak ingin disiksa kemudian saya ingin melakukan pencobaan bunuh diri. Rasa takutlah yang membuat saya ingin mengakhiri hidup saya, karena apabila hal itu terjadi pada diri saya pastinya saya tidak akan mampu menghadapinya. Akibatnya saya mengambil baju yang saya kenakan dan melilitkan-nya pada leher saya. Saya memanjat dan menggantungkan lilitan baju tersebut pada palang kayu di atas kepala saya dan bersiap-siap untuk menjatuhkan diri. Pada saat itulah saya teringat tentang kisah adanya surga dan neraka, dari kelas pengajaran di sebuah gereja yang beberapa kali saya pernah hadiri oleh karena diajak Lukas, kawan dekat keluarga kami.”

Ketika saya hendak menjatuhkan diri saya mulai berpikir bahwa tindakan tersebut justru akan menyebabkan saya masuk ke dalam neraka dan bukannya surga, akibatnya saya mengurungkan niat saya untuk bunuh diri, kemudian melepaskan ikatan yang melekat dileher saya dan turun kembali. 

Hari berikutnya saya meminta Alkitab pada penjaga yang menjagai saya. Saya sungguh menginginkan Alkitab. Tetapi penjaga tersebut malah marah-marah dan menjawab permintaan saya dalam bahasa Indonesia yang tidak saya mengerti. Hari berikutnya saya dipanggil keluar dari sel tempat penahanan saya, dan kepada saya diberikan sebuah Alkitab versi King James. 

Ketika saya mulai membuka Alkitab, saya mendapati tertera nama Lukas si pengirim, dan tanda tangannya. Saya mulai berpikir: “Bagaimana mungkin hal ini terjadi?”, “Bagaimana mungkin Lukas mengetahui tentang keberadaan saya dan mengirimkan Alkitab ini dengan begitu cepat?” Yang saya ketahui tentang Lukas pad saat itu, ia adalah seorang Kristen yang taat.

Setelah itu saya mulai membaca kitab Kejadian pasal 1 dan 2, tapi karena saya tidak dapat mengertinya kemudian Alkitab saya tutup kembali. Hari berikutnya ternyata Lukas datang mengunjungi saya di Kantor Polisi. Ia sengaja terbang dari Austarlia untuk datang mengunjungi saya, dan kemudian ia bertanya: “Sudahkah kamu membaca Alkitab yang telah saya kirimkan kepadamu?”. Saya menjawab bahwa saya sudah membacanya tapi saya tidak mengerti isinya. Ia memberikan dorongan agar saya membaca mulai dari Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Akhirnya saya membaca isi dari ke empat Injil tersebut. Hari berikutnya Lukas datang berkunjung dan bertanya kembali: “ Sudahkah engkau membaca ke empat Injil tersebut?”
Saya katakan bahwa saya sudah membacanya, kemudian ia bertanya: “Apa yang dapat engkau dapatkan dari bacaan tadi”. Saya menjawab: “Saya gak dapat apa-apa dari padanya”. Kemudian sebelum Lukas meninggalkan saya, ia berkata: “Sebaiknya engkau baca kembali isi dari ke empat Injil tersebut”.

Jadi kemudian saya membacanya kembali. Kali ini pembacaan saya memakan waktu selama empat hari dengan pertanyaan yang sama dan jawaban yang sama. Pada akhir hari yang ke empat, Lukas datang kembali dengan sebuah pertanyaan yang berbeda:”Apakah engkau meminta pertolongan dari Tuhan agar Ia memberikan pengertian pada saat engkau membaca kitab Injil tersebut?”. Saya menjawabnya: “Tidak”. Akhirnya ia menantang saya dengan berkata: “Sebaiknya engkau berdoa dan meminta pertolongan agar engkau dapat mengerti isinya. Jikalau Ia tidak menolongmu, maka besok pagi saya akan datang kembali kepadamu dan mengambil kembali Alkitab itu dari tanganmu dan kita akan membuangnya bersama-sama.”

Tetapi saya berkata bahwa saya tidak tahu bagaimana caranya berdoa kepada Tuhan, karena memang saya belum pernah berdoa sebelumnya. Kemudian Lukas menerangkan kepada saya bahwa berdoa itu seperti halnya kita bercakap-cakap dengan Tuhan dan memohon pertolongan kepadaNya.

Pada kali ini, saya membaca kembali Injil Matius hingga Injil Markus pasalnya yang ke sebelas dan kemudian Tuhan berbicara kepada saya dan menolong saya untuk mengerti. Di dalam Markus pasalnya yang ke sebelas, saya menemukan dua hal yang menantang hidup saya.

Pertama dalam kitab Markus 11:12-14, dikatakan: “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania. Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun, ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapatkan apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, ia tidak mendapatkan apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka katanya kepada pohon itu: ”Jangan seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-muridNya-pun mendengarnya.

Hidupku seperti halnya pohon ara itu yang tidak berbuah dan sedang sekarat. Hidupku sungguh tidak berarti dan tidak berguna. Namun saya merasakan bahwa Allah mengatakan bahwa Ia ingin mengubah hidup saya, berbalik kepadaNya dan menjadikan hidup saya berbuah.

Hal yang kedua Allah berbicara kepada saya bahwa milikilah iman yang tidak goyah di dalam Dia. Ia berbicara kepada saya melalui Markus 11:20-24: ”Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-muridNya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kau kutuk itu sudah kering.” Yesus menjawab mereka: ”Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah kedalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apapun yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Allah telah menyatakan kepada saya bahwa segala sesuatu adalah mungkin dan yang saya lakukan adalah percaya kepadanya tanpa ragu dan, itulah keputusan saya untuk saya lakoni.
Sebelum datangnya keputusan akhir dari Sidang Pengadilan dilakukan, saya telah memohon kepada Tuhan: “Tuhan kalau Engkau bebaskan saya dari tuntutan ini, maka saya akan melayaniMu seumur hidup saya. Jadi ketika sang hakim mengetuk palunya dan memutuskan saya untuk menjalani hukuman mati, sungguh hal itu membuat saya menjadi sangat terkejut dan hal ini kemudian hal tersebut saya ceritakan kepada Lukas. Dengan lembut Lukas menepuk dada saya, seraya berkata: “Ia telah membebaskanmu! Di sini di dalam hatimu. Ia telah melepaskan engkau,” Di saat itulah saya mengerti. Saya memang berada dalam penjara, namun hatiku telah terbebas. Saya telah menemukan keselamatan sejati melalui Yesus di dalam penjara, dan berita tentang keselamatan dalam hidupku aku beritakan dan dinding penjara ini tidak dapat menghalangi pemberitaanku. Andrew Chan terpidana hukuman mati, Penjara Kerobokan, Bali. 

Andrew Chan telah pergi ke rumah Bapa, pada hari Rabu dini hari, 29 April 2015. Sekalipun ia telah mati namun imannya tetap hidup, sekalipun ia telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan dunia dan dihukum mati. Namun dalam pemandangan Allah ia telah dibenarkan oleh karena karya Kristus di atas kayu salib yang telah mati bagi orang-orang berdosa, seperti dikatakan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada yang memegahkan diri”.(Ef. 2:8) 

Sebuah pembelajaran bagi kita yang hidup dalam kasih karunia Allah, agar jangan pernah menyia-nyiakan “kasih karunia” dan “hidup yang adalah pemberian Allah”. Mari berbuah bagiNya, hidup dengan mengerjakan keselamatan dalam takut akan Allah hingga hari Tuhan yang datang kian mendekat.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • Guest News
      By Guest News
      Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra'ad Al Hussein dalam pertemuan Dewan HAM PBB di Jenewa, Februari 2016. 
      Komisioner Tinggi PBB untuk HAM mendesak pemerintah Indonesia untuk memberlakukan moratorium hukuman mati.
      Kepala urusan hak asasi manusia PBB telah mendesak pemerintah Indonesia untuk membatalkan rencana mengeksekusi belasan orang atas kejahatan narkoba.
      Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra'ad Al Hussein mengatakan hari Rabu (27/7) Kantor HAM PBB "sangat prihatin" dengan kurangnya transparansi dan ketaatan akan jaminan peradilan yang adil.
      Ia mendesak pemerintah untuk memberlakukan moratorium hukuman mati.
      Keamanan telah diperketat di pulau Nusa Kambangan dalam persiapan eksekusi, yang diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari ini. 
    • By Apikereta90

      Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menjatuhkan hukuman mati dalam kasus peredaran narkoba.
      Komnas HAM sebagai lembaga pelindung hak asasi warga negara memandang, status darurat narkoba yang kini terjadi di Indonesia merupakan realita yang ditanggapi secara serius oleh penegak hukum. Namun, pertimbangan vonis hukuman mati harus dilakukan dengan cermat, sebab vonis hukuman mati yang sudah dieksekusi tak dapat dikoreksi.
      “Komnas HAM menyerankan untuk sangat ketat, jangan sampai salah menerapkan hukum mati. Kalau salah kan tidak ada mekanisme lagi untuk merehabilitasi,” kata Maneger saat dihubungi Okezone, Sabtu (14/11/2015).
      Di tubuh Komnas HAM sendiri, lanjut Maneger, telah dilakukan voting mengenai penghapusan hukuman mati. Hasilnya, sebanyak tujuh komisioner setuju hukuman mati dihapuskan, sementara tiga sisanya tak sepakat.
      Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa secara kelembagaan, Komnas HAM mendukung moratorium atau penghentian hukuman mati di Indonesia.
      “Secara kelembagaan, Komnas HAM merekomendasikan untuk moratorium hukuman mati. Saya masih mengakui hukuman mati, tetapi dalam praktik peradilan yang adil,” lanjut dia.
      Sampai saat ini memang belum ada instrument hukum internasional yang memutus hukuman mati bagi tersangka kasus narkoba melanggar HAM atau tidak. Beberapa negara termasuk Amerika pun masih menerapkan hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba.
      Tetapi, menurut Maneger, ada kecenderungan semangat moratorium hukuman mati dari dunia internasional. Paradigma hukuman pun berubah dari yang tujuannya menghukum kepada orientasi koreksi dan pemasyarakatan.
      “Semangatnya ada kecenderungan untuk moratorium karena terjadi perubahan paradigma. Selama ini menghadapi pelaku kejahatan paradigmanya kan menghukum, sekarang ini berubah dari penghukuman ke koreksi, ada memang kecenderungan ke sana. Sekali lagi bahwa dunia internasional belum (meyepakati),” ujar Maneger.
    • By TheKingsArmy
      Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi...

      Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.

      Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
      Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.
      Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
      “Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”
      Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:
      “Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
      Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:
      “Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
      Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
      Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.
      Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.
      Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:
      “Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
      Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “Sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
      Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
      Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
      Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
      Saudara dalam Yesus,
      Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
      Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.
      Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
      Haleluyah!!
      Sumber: http://yehudaministry.blogspot.com/2013/07/kesaksian-rahasia-besar-dibalik-tsunami.html
    • By gogolakanok
      Cina telah menangkap empat warga sipil yang bekerja di dinas pertahanan setelah tertangkap tangan menjual rahasia militer ke badan-badan intelijen asing, media pemerintah melaporkan dikutip dari laman Trust.Org Rabu, 15 Juli 2015.
      Radio Internasional Cina mengatakan dalam sebuah laporan online, mengutip badan keamanan negara di provinsi barat daya Sichuan bahwa para pekerja dinas pertahanan tersebut diduga membocorkan rahasia tentang pengujian, produksi dan penggunaan senjata baru berteknologi tinggi.
      "Mereka juga mencari tahu teknisi pertahanan untuk diperkenalakan kepada mata-mata di luar negeri," kata laporan tersebut.
      Laporan tersebut juga mengatakan jika keempat tersangka tidak saling mengenal satu sama lain meskipun mereka bekerja di perusahaan yang sama. Laporan itu juga tidak merinci agen mata-mata asing mana yang telah menerima informasi dari keempat pelaku tersebut. Tetapi mengutip laporan media lokal dikatakan jika agen-agen intelijen Cina sedang mendekati mereka secara online melalui media sosial.
      Pada November, seorang pria ditangkap di kota pesisir Qingdao karena mengambil foto dari basis kapal induk dan menjualnya kepada orang asing.
      Undang-Undang Cina tentang rahasia negara diketahui sangat luas jangkauannya. Meliputi segala sesuatu mulai dari data industri sampai dengan tanggal lahir dari pemimpin negara.
      Pada kasus yang berat di negara, pencurian rahasia negara dapat dihukum dengan penjara seumur hidup atau hukuman mati.
    • By taniveline
      Angelina Jolie. 
      Eksekusi yang dilakukan oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mewujudkan hukuman mati yang dilakukan selalu membuat dunia terperangah.
      Kali ini ISIS memamerkan ajang eksekusi terhadap sejumlah orang dengan menggunakan bongkahan beton.
      Cara terbaru disebarkan melalui dunia maya.
      Sejumlah orang yang dihukum mati dibaringkan di lapangan pasir, satu per satu menunggu giliran ajal tiba saat bongkahan beton dihujamkan algojo, sekali dihantam, orang yang dihukum mati akan langsung mati.
      Sejumlah gambar mempertontonkan aksi pembantaian itu, yang dilakukan di depan umum.
      Eksekutor dengan dingin melemparkan bongkahan beton yang diperkirakan seberat 20-30 kilogram (kg) yang dihujamkan ke kepala para pelaku kejahatan seperti pembunuhan, pencuri, mata-mata, dan sebagainya.
      Eksekusi itu seolah memamerkan berbagai cara untuk menerapkan hukuman mati bisa dilakukan dengan sejumlah metode.
      Setelah memperlihatkan eksekusi dengan cara dipenggal, ISIS juga melakukan eksekusi dengan cara dibakar hidup-hidup seperti dialami oleh pilot Jordania.
      Hukuman mati lainnya dilakukan dengan ditembak, hukuman gantung, dan dirajam.
      Eksekutor adalah tokoh dengan wajah tertutup, seperti biasa sejumlah eksekusi yang telah dipertontonkan ISIS, kali ini eksekusidilaksanakan untuk menerapkan qisash atau untuk sebagian kalangan disebut, satu mata untuk satu mata (an eye for an eye).
      Tentu saja efek dari sejumlah cara eksekusi yang dilakukan ISIS akan menimbulkan kengerian dan trauma karena tindakan-tindakan yang dilakukan ISIS mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
      Dunia seperti tidak berdaya menanggapi situasi berdarah yang sudah berlangsung selama empat tahun di Syria.
      Megabintang, Angelina Jolie mempunyai pesan khusus terkait perang yang melanda kawasan itu.
      "Perang mengakibatkan banyak korban berjatuhan, dunia seperti membiarkan," katanya menunjuk banyaknya pengungsi, yang jumlahnya diperkirakan mencapai empat juta jiwa.
      Jolie menangis karena sedih dengan pemandangan yang dilihatnya di tempat pengungsian.
      "Sangat menyakitkan untuk melihat para pengungsi, mereka yang menjadi korban adalah kaum wanita dan anak-anak tak berdosa," katanya di depan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), beberapa waktu lalu.‎
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy