Jump to content

Uber Digugat 4 Miliar Sama Sopir Taksi


Recommended Posts

sopir_taksi_gugat_uber.thumb.jpg.94902ac

Uber masih belum lepas dari masalah yang mendera di setiap negara. Baru-baru ini, sekelompok taksi di Toronto, Kanada, mengajukan gugatan class action terhadap aplikasi penyedia taksi, Uber Technologies tersebut.

Dalam pengajuan gugatan tersebut, kelompok pengemudi taksi itu melalui pengadilan meminta Pemerintah Provinsi Ontario agar menghentikan operasi taksi yang dianggap ilegal dan membayar kerugian sebesar US$ 307 juta atau setara Rp 4,1 triliun.

Kantor hukum Strosberg LLP yang mendampingi sopir taksi bernama Dominik Konjevic bersama rekan-rekannya menuduh Uber X dan Uber XL telah menciptakan pasar transportasi ilegal di Toronto.

Jay Strosberg, seorang partner di firma hukum, mengatakan, kasus yang diajukan tersebut mewakili semua pengemudi dan perusahaan taksi di Ontario. Jika hakim setuju untuk mendengar kasus ini, mereka meminta Uber juga dihilangkan.

Melihat tuntutan tersebut, pihak Uber Kanada langsung bereaksi.

"Pengajuan tuntutan ini adalah tidak berdasar," kata juru bicara Uber Kanada Susie Heath seperti dikutip dari Reuters. "Seperti yang kita lihat dari putusan pengadilan baru-baru ini di Ontario, Uber beroperasi secara legal dan merupakan model bisnis yang berbeda dari layanan taksi tradisional."

Uber berjuang untuk status hukum di kota-kota di seluruh dunia dengan meminta otoritas mempertimbangkan legalitas aplikasi berbasis ponsel pintar tersebut.

Uber X merupakan salah satu unit lain dari layanan milik perusahaan berbasis di San Francisco yang paling kontroversial, karena menggunakan pengemudi kontrak yang tidak berlisensi sebagai operator taksi.

Tuntutan ini mungkin akan terganjal. Sebab di awal bulan ini pengadilan Ontario menolak untuk menghentikan kegiatan Uber di kota terbesar di Kanada itu, mereka mengatakan tidak ada bukti perusahaan beroperasi sebagai broker taksi.

Strosberg mengatakan kasus class action berdasarkan hukum provinsi, membedakannya dari peraturan kota yang bersangkutan dalam kasus sebelumnya Toronto.

Walikota Toronto John Tory mengatakan ia ingin dewan kota untuk memperbarui peraturan untuk menggabungkan Uber, yang katanya beroperasi di luar saat ini, dan menganggap aturan tersebut telah usang.

Berita dari class action yang diajukan oleh sopir taksi Toronto datang pada hari yang sama ketika Uber Kanada mengatakan akan memperluas ke lebih banyak kota selain Ontario, termasuk Hamilton dan Guelph.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Seperti di Indonesia dan negara lain, Kenya mulai memperkenalkan layanan taksi dengan mobil listrik. Menurut pakar, armada mobil listrik ini bisa membantu mengurangi polusi kendaraan bermotor tapi perlu diikuti aturan ketat standar emisi bagi kendaraan umum.
       
    • By VOAIndonesia
      Otoritas angkutan massal di London yang dikenal sebagai Transport for London (TfL) mengatakan tidak memperbarui lisensi operasi untuk raksasa jasa angkutan yang dipesan secara online Uber karena masalah keselamatan dan keamanan.
      Uber mengatakan keputusan otoritas itu “luar biasa dan salah” dan perusahaannya akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
      Uber tetap diizinkan beroperasi di ibu kota Inggris itu selama proses banding.
      Kantor transportasi untuk London mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin bahwa “Masalah utama yang diidentifikasi yaitu perubahan pada sistem Uber memungkinkan para pengemudi yang tidak sah untuk mengunggah foto-foto mereka ke akun pengemudi Uber lainnya dan hal itu memungkinkan mereka untuk mengambil penumpang seolah-olah mereka adalah pengemudi yang dipesan. Kemungkinan demikian membahayakan keselamatan dan keamanan penumpang. Ini berarti semua perjalanan dengan penumpang tidak diasuransikan dan sebagian perjalanan dilakukan dengan pengemudi yang tidak punya SIM, termasuk selah seorang pengemudi yang sebelumnya telah dicabut SIM-nya oleh TfL.”
      Transport untuk London mengatakan “saat ini tidak yakin bahwa Uber memiliki sistem yang kuat untuk melindungi keselamatan penumpang, sementara perusahaan itu melakukan berbagai perubahan pada aplikasinya.” [lt/ab]
    • By merahputih
      Bagi seorang turis yang kerap tidak tahu rute jalan kadang suka dikerjai oleh supir taksi yang nakal tujuannya agar argo yang dibayar semakin mahal. Nah, fitur Google Maps akan memberikan peringatan kepada pengguna jika taksi yang dinaikkin menyimpang alias keluar jalur yang seharusnya.
      Meski alasan tersebut tidak melulu supir nakal karena memang mungkin saja ada penutupan jalan atau mencari jalan yang lebih cepat yang belum diketahui dari Google Maps.
      Pun demikian alasannya, Google Maps akan tetap memberikan peringatan kepada pengguna jika Taksi yang dinaikkin keluar jalur lebih dari 500 meter, hal ini memberikan agar pengguna tetap waspada dan aman ketika berpergian di kota yang asing.
      Saat aplikasi ini telah diperbaharui fitur Stay Safe ini akan muncul ketikan pengguna memilih 'Get Direction'. Dilansir detikINET dari Techradar, fitur ini dinamai Stay Safe yang dilaporkan oleh XDA Developers fitur ini pertama kali muncul di India pada awal tahun ini.
      Kini Fitur tersebut tampaknya sudah digulirkan oleh Google secara global, namun saat ini negara yang sudah mendapatkan baru Amerika Serikat dan Belanda dan semoga negara-negara lainnya akan segera mendapatkan versi terbaru ini.
      Saat aplikasi ini telah diperbaharui fitur Stay Safe ini akan muncul ketikan pengguna memilih 'Get Direction'.
    • By ega
      Kata-kata seorang pria Malaysia soal ojek online viral di media sosial. Pria yang kabarnya bos sebuah perusahaan taksi di Malaysia itu menyebut bahwa ojek online hanya untuk di negara miskin seperti di Indonesia.
      Ucapan pria Malaysia itu mendapat respons dari persatuan para pengemudi ojek online di Indonesia. Mereka berencana akan melakukan unjuk rasa mengepung Kedubes Malaysia di kawasan Kuningan, Jakarta, pada 3 September mendatang.

      "Jika tidak ada klarifikasi dari Dubes Malaysia di Jakarta dan permohonan maaf dari bos taksi di Malaysia dalam video yang merendahkan martabat kami, maka kami driver ojek online se-Indonesia akan kepung Kedubes Malaysia di Jakarta dan konjen-konjen Malaysia di seluruh NKRI," kata Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/9).
      Igun menjelaskan, ucapan pria Malaysia itu dianggap meresahkan karena merendahkan profesi ojek online.
      "Ucapan dia juga menghina rakyat Indonesia," ujar Igun.
       
    • Guest News
      By Guest News
      Peluncuran teknologi rintisan biasanya dilakukan di Silicon Valley, kawasan hi-tech di negara bagian California. Tetapi untuk peluncuran layanan antar tanpa pengemudi, Uber memilih kota terbesar kedua di Pennsylvania yakni Pittsburgh yang terkenal dengan infrastruktur jalanan yang menantang.
       
       
×
×
  • Create New...