Jump to content

Berapa Berat Nyawa Manusia?


Recommended Posts

  • Premium Account

shutterstock_1279100890.jpg.f0d9fc4d57edcf12b178f0c98052c14f.jpg

Tak ada satu pun orang yang pernah melihat bagaimana nyawa atau jiwa manusia keluar dari raga ketika kematian tiba. Semua, dikembalikan pada keyakinan setiap orang bahwa yang hidup akan kembali kepada kekekalan.

Namun, ada segelintir orang yang tidak puas dengan menyerahkan masalah jiwa kepada iman dan ingin membuktikannya secara ilmiah. Ada yang bilang berat jiwa manusia itu 21 gram. Tapi faktanya, hingga saat ini ilmu pengetahuan belum bisa membuktikan bahwa jiwa itu memang ada, termasuk menentukan berapa berat nyawa manusia.

Lantas, adakah ilmuwan yang mencoba menimbang berat jiwa manusia? Jawabannya ada. Ini terjadi puluhan tahun lalu, kisah aneh tentang upaya seorang dokter mengukur berat jiwa manusia.

Cerita dimulai pada pergantian abad terakhir di Dorchester, sebuah lingkungan di Boston, Amerika Serikat. Seorang dokter terkenal bernama Duncan MacDougall tertarik dengan gagasan bahwa jiwa manusia memiliki berat, dan jika memang demikian seharusnya itu bisa ditimbang.

MacDougall lantas bekerja sama dengan Dorchester's Consumptives’ Home, sebuah rumah sakit amal untuk tuberkulosis stadium akhir yang saat itu tidak bisa disembuhkan.

MacDougall lantas membuat tempat tidur yang dilengkapi dengan timbangan balok, menempatkan pasien yang sekarat berbaring di atasnya.

Pasien tuberkulosis dinilai cocok untuk eksperimen ini karena mereka sakit dalam keadaan kelelahan yang sangat hebat sehingga tak akan menggerakkan timbangan. Pasien pertama adalah seorang pria. Dia dimasukkan ke dalam tempat tidur tersebut dan saat pasien meninggal, dia mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba dalam skala 21,2 gram.

Sementara pasien kedua yang ditempatkan di tempat tidur eksperimen kehilangan berat badan 14 gram 15 menit setelah dia berhenti bernapas. Pasien ketiga mengalami penurunan berat badan sebesar 28,3 gram satu menit setelah meninggal dunia.

Pasien keempat adalah seorang wanita yang sekarat akibat penyakit diabetes. Namun, hasil uji coba dianulir karena timbangan tidak dikalibrasi dengan benar. Sementara pasien kelima tercatat kehilangan berat 10,6 gram. Dan pasien keenam juga dianulir karena pasien meninggal saat MacDougall mengatur timbangan.

MacDougall lalu mengulangi percobaannya pada 15 anjing dan hasilnya menunjukkan tidak ada satu pun dari hewan itu yang mengalami penurunan berat badan. Dari sini MacDougall berpikir bahwa anjing tak akan menuju akhirat. MacDougall menghentikan risetnya karena banyak orang yang menentang dengan apa yang dilakukannya.

Kendati begitu, MacDougall melaporkan hasil penelitiannya pada tahun 1907 dalam jurnal American Medicine dan Journal of American Society for Psychical Research.

Pertanyaan tak terjawab

Studi yang di MacDougall dilakukan dalam skala yang sangat kecil, dan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. MacDougall juga mengakui, diperlukan lebih banyak pasien untuk memastikan bahwa jiwa memang memiliki berat.

Di era modern, beberapa orang pernah melakukan hal yang sama seperti dilakukan MacDougall dengan menimbang hewan atau manusia sekarat. Tapi, lagi-lagi ini dilakukan dalam skala kecil.

Jadi intinya, sains masih belum bisa menjawab dengan tepat berapa berat nyawa manusia ataupun hewan atau apakah jiwa itu ada atau tidak. Balik lagi, semua ini akan dikembalikan pada kepercayaan masing-masing.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...