Jump to content

Permainan untuk Latih Ketangkasan hingga Imajinasi Anak


Recommended Posts

anak-bukan-celengan-putuskan-rantai-sandwich-generation.jpeg.ecad08ed3ff0b8358fbd7d60b60f189d.jpeg

Dunia bermain adalah dunianya anak-anak dan bermain juga menjadi salah satu hak si kecil. Dalam pelaksanaannya, peran orangtua sangat penting dalam menentukan permainan bagi anak yang tentunya memiliki beragam manfaat.

Semangat ini pula sejalan dalam memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli. Ini merujuk pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 yang menyebut bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa dan karena itu, anak perlu dibekali dengan hal-hal positif, termasuk keimanan, kepribadian, kecerdasan dan keterampilan.

Brand camilan es krim, Paddle Pop turut mendukung pemenuhan hak anak untuk bermain melalui "Main Yuk". Setidaknya ada beberapa permainan seru bagi anak-anak yang dapat dilakukan di rumah.

Orangtua dapat mengajak anak untuk lempar bola untuk melatih ketangkasan, mewarnai untuk mengasah kreativitas dan imajinasi anak, serta menulis surat harapan untuk orangtua. Hal tersebut bertujuan untuk memberi tanda apresiasi dan terima kasih anak bagi orangtua yang telah memenuhi hak anak untuk bermain.

Selain itu, orangtua juga dapat mengajak anak untuk menggunakan kostum petualangan. Permainan ini dapat dilengkapi dengan kostum yang akan digunakan anak, mulai dari topi, baju, hingga ransel yang membuat anak merasa seperti petualang.

Bertualang

Selanjutnya berpetualang di sekitar rumah dengan mengajak anak mengamati warna-warna yang ada pada es krim Paddle Pop Rainbow. Anak akan menemukan warna pink, kuning, dan biru.

Kemudian, ajak anak untuk mencari benda berwarna serupa di dalam rumah. Siapa yang paling cepat menemukan tiga benda berwarna pink, kuning, dan biru akan jadi pemenangnya.

Tak ketinggalan, berpetualang di taman, ketika anak telah berhasil menemukan benda-benda di rumah, ajak mereka ke lokasi yang berbeda dan lebih luas. Kunjungi taman terdekat dan ajak anak untuk kembali mencari benda berwarna pink, kuning dan biru yang ada di taman.

Sementara, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi Hak-Hak Anak) merangkum 10 hak anak. Ke-10 hak tersebut meliputi Hak untuk Bermain, Hak untuk mendapatkan Pendidikan, Hak untuk mendapatkan Perlindungan, Hak untuk mendapatkan Nama (Identitas), Hak untuk mendapatkan Status Kebangsaan, Hak untuk mendapatkan Makanan, Hak untuk mendapatkan Akses Kesehatan, Hak untuk mendapatkan Rekreasi, Hak untuk mendapatkan Kesamaan, dan Hak untuk memiliki Peran Dalam Pembangunan.

Main Yuk

Menurut Mayra Mendez, PhD, LMFT, seorang program coordinator di Providence Saint John's Child and Family Development Center di Santa Monica, California, "Bermain itu penting karena memberikan fondasi utama untuk belajar," katanya.

"Selain mendukung tumbuh kembang yang sehat dan kemampuan berpikir kritis, bermain juga memampukan anak menggunakan indera mereka dan bereksplorasi dengan rasa ingin tahu yang besar," tambahnya.

Memoria Dwi Prasita, Head of Marketing Ice Cream PT Unilever Indonesia Tbk menjelaskan Paddle Pop selalu mendorong anak dan orangtua untuk luangkan waktu bermain bersama serta memenuhi kebutuhan nutrisi dengan camilan yang baik. "Melalui brand purpose #MainYuk, Paddle Pop percaya bahwa banyak hal baik dimulai dari bermain. Dengan bermain, anak-anak dapat melatih kreativitas sambil mengembangkan imajinasi, ketangkasan, kekuatan fisik, kognitif, dan kondisi well-being emosional mereka," lanjutnya.

Pihaknya memahami orangtua memiliki berbagai kesibukan, seperti bekerja dan mengurus rumah, yang bisa menjadi tantangan bagi orangtua untuk meluangkan waktu bersama anak. Melalui brand purpose #MainYuk, Paddle Pop menginspirasi para orangtua untuk mengajak anak-anak bermain dengan cara-cara baru, salah satunya adalah dengan memanfaatkan waktu ngemil menjadi waktu bermain bersama.

Pentingnya Bermain

Bermain punya segudang manfaat bagi tumbuh kembang anak. Maka itu, anak-anak usia dini harus bermain dengan mainan sesuai usia agar mereka lebih pintar, lebih aktif, dan lebih terstimulasi.

Psikolog Klinis Anak dan Remaja Cecilia Sinaga menyampaikan, bermain ada tujuannya, tak sekadar membuat anak senang. Sangat disayangkan bila anak bermain, namun tak ada pengalaman dan hanya eksplorasi semata.

"Bermain merupakan aktivitas yang sukarela, kita enggak bisa paksa. Aturan perlu, tapi tergantung usia anak. Kalau anak usia dini yang pasti mereka kalau ada kesalahan dan kurang sesuai, masih tidak apa-apa yang penting harus sukarela dulu dan anak happy melakukannya," kata Cecilia.

Cecilia melanjutkan, ketika anak sukarela melakukannya, bermain akan jadi menyenangkan. Bermain juga tidak hanya untuk anak, tapi harus berdua karena saat anak main sendiri yang terstimulasi hanya satu arah saja.

"Bermain dapat dilakukan sendiri dan dalam grup. Kalau bermain sendiri bagi saya, untuk anak yang masih terlalu kecil, jangan terlalu sering karena nanti stimulasinya enggak banyak. Lebih baik mengandung interaksi dua arah, artinya ada partner-nya," terangnya.

Disebutkan Cecilia, tumbuh kembang anak terdiri atas empat aspek, yakni kognitif, emosional, sosial, dan fisik. Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan belajar, daya ingat, kemampuan anak berpikir, mengenal warna, dan informasi yang masuk ke otaknya.

Untuk emosional, ini adalah aspek cara anak mengekspresikan emosi. Dari sisi sosial, anak belajar caranya berteman dan aspek fisik, anak-anak harus banyak bergerak.

Link to comment
Share on other sites

  • 2 weeks later...

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...