Jump to content

Beda Gejala Pasien Covid-19 Omicron dan Delta


dokteronline

Recommended Posts

1854885333_Covid-19OmicrondanDelta.thumb.jpg.7ba42b03ed236ba96fa5ff44ebb09375.jpg

Pasien yang terinfeksi varian baru Covid-19 Omicron akan memiliki gejala sangat ringan dan bisa dirawat di rumah, demikian dikatakan Angelique Coetzee, dokter di Afrika Selatan kepada Reuters, Minggu (28/11/2021).

Coetzee, salah satu dokter yang mendeteksi adanya varian baru Covid-19 Omicron di Afsel, mengatakan gejala pada pasien Covid-19 Omicron berbeda dari Delta.

Ia bercerita bahwa pada 18 November ia menerima tujuh orang pasien Covid-19 yang menunjukkan gejala berbeda dari varian Delta. Seorang pasien mengaku sangat kelelahan dan merasa nyeri ototo serta sakit kepala selama dua hari.

"Gejala-gejala pada tahap itu sangat mirip dengan infeksi virus normal. Karena kami belum menerima pasien Covid-19 selama delapan sampai 10 pekan terakhir, kami memutuskan untuk melakukan tes," cerita Coetzee.

Pada hari yang sama, beberapa pasien datang dan melaporkan gejala-gejala yang sama. Ketika itulah Coetzee sadar akan adanya kemungkinan penyebaran varian baru Covid-19. Sejak itu pula ia kedatangan dua sampai tiga pasien Covid-19 per hari.

Coetzee, yang juga masuk dalam komite penasehat kementerian untuk vaksinasi, mengatakan berbeda dari Delta para pasien Covid-19 Omicron tidak mengalami gejala kehilangan kemampuan penciuman atau mengecap. Juga belum ditemukan gejala turunnya kadar oksigen dalam darah.

"Sebagaian besar dari pasien mengalami gejala yang sangat, sangat ringan dan belum ada pasien yang masuk ke ruang operasi. Kami bisa merawat pasien-pasien ini di rumah," imbuh dia.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalamannya sejauh ini, pasien Covid-19 Omicron mayoritas berusia 40 tahun ke bawah. Hampir separuh dari pasien yang dia rawat belum divaksin.

"Keluhan paling dominan adalah kelelahan parah selama satu atau dua hari. Selain itu, ada juga yang mengalami sakit kepala dan nyeri otot," jelas Coetzee.

Covid-19 varian baru Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan kini sudah menyebar ke Eropa, Amerika Serikat, Australia, Hong Kong, dan beberapa negara di Afrika serta Timur Tengah.

Organisasi kesehatan dunia, WHO mengatakan bahwa Omicron berpotensi besar menyebar ke seluruh dunia. Mutasi pada varian ini diketahui berjumlah sekitar 50 dan sebagian besar terdapat pada duri protein, bagian dari virus corona Sars-Cov-2 yang ditarget oleh beragam vaksin Covid-19 di pasaran saat ini.

Sejauh ini, para produsen vaksin masih mempelajari efektivitas vaksin terhadap varian Omicron. Tetapi para ilmuwan menduga bahwa varian baru Covid-19 ini dikhawatirkan bisa mengelabui vaksin dan imun tubuh pada para penyintas.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...