Jump to content

Inisiatif Tukar Beras dengan Plastik, Pria Bali Jadi Nomine CNN Heroes


VOAIndonesia

Recommended Posts

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By congek
      Kendati sejumlah provinsi di Jawa dan Bali sudah melaporkan BOR di bawah 60%, tingkat keterisian rumah sakit di Provinsi Yogyakarta dan Bali masih tinggi.
      Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit  Covid-19 di Jawa dan Bali mulai mengalami penurunan hingga berada di bawah 60%. Hal ini  merupakan dampak dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kemudian berganti istilah menjadi PPKM Level 4.
      “Jadi untuk melihat apakah benar dengan penetapan ini berdampak pada penurunan kasus, berdampak pada angka BOR (tingkat keterisian tempat tidur) di rumah sakit, kita sudah bandingkan dan sandingkan perkembangan BOR isolasi di pulau Jawa dan Bali,” kata Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/8).
      Dewi mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur untuk provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten bahkan telah di bawah standar organisasi kesehatan dunia (WHO), yakni di bawah 60%.
      Di DKI Jakarta, BOR ruang isolasi rumah sakit Covid-19 saat ini sebesar 31,12%. Dalam satu minggu terakhir terjadi penurunan sebesar 11,50%.
      Dewi menambahkan tingkat keterisian ruang isolasi di Jawa Barat saat ini berada di level 35,14%, turun 10,45%. Lalu, tingkat keterisian ruang isolasi di Jawa Tengah juga mengalami penurunan menjadi 40,62% sedangkan tingkat keterisian ruang isolasi di Jawa Timur sebesar 56,15% dan Banten sebesar 35,07%.
      “Jadi sudah mampu masuk ke kriteria yang baik, yakni di bawah 60%. Di mana standar WHO itu kan di atas 60% ya itu sudah harus kita wanti-wanti ya,” kata dia.
      Namun, masih ada dua provinsi yang tingkat keterisian ruang isolasinya masih di atas 60%, yakni DI Yogyakarta dan Bali. Di Yogyakarta, tingkat keterisian ada di angka 61,87% dan Bali di 74%.
      Dewi menyebut, terkait dengan tingkat keterisian ruang isolasi ini dapat beragam meskipun sudah turun karena jumlah ketersediaan tempat tidur di masing-masing provinsi berbeda. “Untuk tempat tidur masih ada dua yang harus tetap hati-hati. Semakin turun kasusnya kita akan melihat tren penurunan juga pastinya di persen BOR isolasi ini,” kata dia.
      Di sisi lain, tingkat keterisian ruang ICU di Jawa-Bali masih berada di atas 60% namun tren secara keseluruhan juga mengalami penurunan, kecuali Bali.
      Angka keterisian ruang ICU di Bali masih sebesar 80,20% dengan kenaikan 1,27% dalam satu minggu terakhir. Sedangkan di DKI Jakarta, tingkat keterisian ruang ICU sebesar 60,56%, Jawa Barat 64,88%, Jawa Tengah 63,07%, Jawa Timur 72,95%, DI Yogyakarta 65,94%, dan Banten 61,38%.
      “Harapan kami jumlah ini masih dapat ditekan lagi, kalau bisa di bawah 60% juga menyusul jumlah keterisian ruang isolasi,” ujarnya.
      Penurunan keterisian tempat tidur di rumah sakit ini merupakan kabar menggembirakan mengingat pada awal Juli, angkanya berada di level 80%.
      Pada awal Juli, ingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan pasien corona di 6 provinsi di Pulau Jawa melebihi 80% sedangkan di 14 provinsi di luar Jawa dan Bali BOR sberada di angka sekitar 50-80%.

    • By BisaJadi
      Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA402, yang mengangkut penumpang dari Jakarta menjadi saksi bersejarah pembukaan kembali pariwisata Bali. Penerbangan perdana pasca diperbolehkannya turis nusantara berkunjung ke Pulau Dewata, pada Jum'at, 31 Juli 2020 menerima penyambutan khusus.
      General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero), Rahmat Adil Indrawan, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan Komandan lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Radar Soeharsono, menanti wisatawan yang tiba dengan kalungan bunga dan suvenir khas Bali sebagai tanda syukur.
      Ini menjadi momen perdana Bali membuka pintu masuknya bagi turis nusantara, setelah lebih dari 3 bulan, sejak 18 Maret ditutup akibat pandemi korona. Namun, sedikit berbeda dengan biasanya, pelancong domestik yang tiba wajib mengikuti protokol kesehatan, dan pendataan khusus.
      Gubernur Bali, I Wayan Koster sebelumnya menyampaikan, ada 2 syarat khusus bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali. Pertama, mereka wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction), atau minimum hasil non-reaktif rapid test dari lnstansi berwenang.
      Kedua, pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap wisatawan mengisi Aplikasi LOVEBALI, guna mendata pengunjung yang datang ke setiap objek wisata, demi mengantisipasi risiko penularan virus korona.
      Prosedur bagi ini berfungsi sebagai strategi promosi, sekaligus upaya untuk memberikan rasa nyaman bagi wisatawan.
      "Ini justru memberikan jaminan serta untuk meminimalisir dan menekan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi, baik bagi warga Bali maupun wisatawan. Selain itu, ketika diberlakukan aturan, itu juga akan memberikan gambaran bagi wisatawan bahwa di Bali ini nyaman dan aman," ujar Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.
      Salah satu objek wisata yang sudah kembali membuka usahanya adalah The Nusa Dua Bali. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), selaku BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB, secara resmi membuka kembali lokasinya bagi wisatawan.
      Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer, mengatakan, The Nusa Dua, Bali secara resmi telah bisa menerima kunjungan wisatawan karena terpilih sebagai pilot project destinasi CHSE (Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability) dari Pemerintah, sebagai sertifikasi tatanan kehidupan era baru untuk kawasan wisata.
      Sepeti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Lokadata.id, untuk memastikan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru, ITDC akan menerapkan crowd management dengan membatasi jumlah pengunjung di suatu lokasi maksimal 25 orang, dan menerapkan Queue and Interaction Management guna mencegah penumpukan pengunjung.
      ITDC juga menggunakan sistem cashless (non tunai) berupa penggunaan sistem QRIS untuk transaksi wisatawan di seluruh area The Nusa Dua, sehingga mengurangi interaksi melalui sentuhan. Selain menggunakan QRIS, pengunjung dapat menggunakan debit dan kartu kredit semua Bank, E – Wallet, E – Money semua bank, dan Online Channel untuk bertransaksi.
      Belum semua tempat wisata buka
      Nantinya, seluruh tempat wisata di Bali harus mengikuti protokol tersebut agar dapat beroperasi kembali. Walaupun sudah membuka pintu bagi turis dalam negeri, akan tetapi bioskop, kolam renang umum dan tempat hiburan malam di Bali masih belum dibuka.
      Menurut I Gede Ricky Sukarta, selaku Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, belum semua sektor ini siap untuk dibuka kembali.
      Gede Sukarta mengambil gambaran dari Kabupaten Badung, di mana wilayah ini ia sebut sebagai 'barometer' karena memiliki industri wisata perhotelan, villa, homestay, dan restoran terbesar di Bali sekitar 3.425 unit.
      "Dari sekian itu, 10 persen belum kita verifikasi. Karena ketika dia siap untuk diverifikasi, mereka harus melakukan self-assessment," kata Gede Sukarta seperti dikutip dari BBC News Indonesia.
      Sebagai orang yang ditunjuk menjadi tim verifikasi oleh pemerintah, dirinya menegaskan, setelah sektor pariwisata diverifikasi, kemudian akan mendapat sertifikat sebagai tiket untuk bisa membuka kembali usahanya.
      Potensi devisa hilang
      Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengaku sektor pariwisata kehilangan pendapatan Rp9,7 triliun per bulan akibat pandemi korona. Sehingga, selama Maret - Juli totalnya mencapai Rp48,5 triliun.
      "Ya benar," kata Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa mengamini potensi kehilangan devisa dari sektor tersebut.
      Putu mengatakan, pihaknya tak mengalokasikan anggaran untuk insentif bagi pelaku usaha wisata di Bali, bahkan untuk biaya sertifikasi industri penginapan. "Kita nggak punya anggaran untuk sertifikasi ini. Betul-betul gotong royong," ungkapnya.
      Ia juga belum bisa memastikan waktu yang pasti mengenai sektor pariwisata kembali normal dan hanya mengatakan, 'kita ingin segera bangkit'.
      Sementara itu, I Ketut Ardana, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA), mengungkapkan, kerugian sektor pariwisata yang ditaksir Pemprov Bali masuk akal.
      Khusus sektor biro perjalanan wisata di Bali, potensi kehilangan pendapatan diperkirakan Rp5 triliun hingga akhir tahun. Namun, pihaknya optimistis pembukaan kembali akses wisata di Bali dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat.
      Ia memperkirakan, pertengahan tahun depan, dengan syarat vaksin sudah ditemukan atau pemerintah dapat meyakinkan calon wisatawan bahwa Bali sudah siap dengan protokol kesehatan.
      "Karena ini kan memakan waktu. Calon wisatawan masih berpikir, kemudian biro perjalanan juga masih menyiapkan diri untuk menerima pesanan, melakukan persiapan-persiapan, menangani perjalanan wisatawannya ke destinasi," kata Ketut.
      Sekitar 60-70 persen roda ekonomi Bali selama ini digerakkan industri pariwisata. Namun, pandemi korona telah memukul sektor yang seperempatnya menyumbang devisa nasional.
    • By Aladin
      Pasien positif terinfeksi COVID-19 yang meninggal dunia  telah dikremasi di Pemakaman Mumbul, Badung, Bali pada pukul 12.30 WITA. Pasien yang merupakan wanita warga negara Inggris ini sebelumnya dirawat di RS Sanglah-Bali.
      "Sesuai dengan prosedur penanganan penyakit menular karena virus, maka pihak keluarga pasien serta pemerintah memutuskan untuk mengkremasi jenazah pasien di Pemakaman Mumbul-Badung pada pukul 12.30 Wita tadi siang (11/3)," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, mengutip keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2020)
      Pasien tersebut adalah seorang WNA perempuan berusia 53 tahun yang juga didiagnosa juga menderita 4 penyakit bawaan yaitu menderita gula atau diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru menahun. Pasien ini masuk ke Bali pada tanggal 29 Februari, di mana sejak tanggal 3 Maret, pasien mulai mengalami demam dan dirawat di RS Swasta.
      "Dan pada tanggal 9 maret pasien dirawat di RS Sanglah, perawatan dilakukan sesuai protap atau prosedur penanganan pasien pengawasan COVID-19 karena menunjukan gejala COVID-19," ujarnya.
      Hingga akhirnya pada 11 Maret dini hari, atau tepatnya pukul 02.45 WITA, pasien tersebut meninggal dunia. Dia mengkonfirmasi bahwa sampai pasien meninggal dunia Pemerintah Provinsi Bali belum menerima hasil laboratorium di Jakarta.
      "Dan setelah dikonfirmasi maka WNA yang dalam pengawasan ini dikonfirmasi masuk dalam kasus 25 positif COVID-19," tegasnya.
      Sebagai informasi, semenjak adanya kasus COVID-19, Pemerintah Provinsi Bali sudah melaksanakan berbagai tindakan preventif terutama di Bandara Ngurah Rai. Bahkan dia menegaskan, Gubernur Bali Wayan Koster telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 di Provinsi Bali dengan SK Nomor 236/03-B/HK/2020.
      Adapun susunan keanggotaanya terdiri dari Ketua Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Satuan Tugas Kesehatan, Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik, Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan, Satuan Tugas Komunikasi Publik dan satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia.
      Terakhir, dia meminta kepada masyarakat di Bali agar tetap tenang dan waspada. Yang penting menerapkan pola hidup sehat. "Sehingga dapat terhindar dari paparan virus COVID-19 tersebut," tegasnya.
    • By berita_semua
      Setiap agama memiliki hari besar keagamaan, salah satunya yang akan diselenggarakan besok yakni Nyepi, acara keagamaan bagi masyarakat penganut agama Hindu. Kegiatan beribadah dan doa adalah agenda wajib namun disamping itu juga ada beberapa hal yang khas dihadirkan, seperti makanan.
      Ketika umat Hindu merayakan Nyepi, ada beberapa makanan yang jadi ciri khas dan hampir selalu ada saat Nyepi digelar. Dilansir dari berbagai sumber, berikut Okezone rangkum beberapa makanan yang tak boleh absen saat perayaan Nyepi.
      Nasi tepeng

      Makanan ini populer di Bali khususnya di Gianyar. Olahan nasi ini memiliki cita rasa yang pedas karena dibuat menggunakan berbagai bumbu dan rempah yang dimasak jadi satu. Nasi tepeng disajikan dengan berbagai lauk mulai dari campuran sayuran berupa daun kelor, nangka muda, kacang merah, kacang panjang dan kelapa parut.
      Cerorot
       
      Selain dikenal dengan kue tradisional asal Indonesia, kue cerorot juga jadi suguhan yang wajib hadir saat Nyepi hadir. Kue ini tergolong kue basah dan digemari banyak orang karena rasanya yang manis. Cerorot memiliki bentuk yang unik mengerucut dan terbuat dari lilitan daun kelapa.
      Jaja apem

      Makanan yang satu ini populer di Bali sebagai jajanan pasar sekaligus makanan khas yang kerap hadir saat upacara adat di Bali. Makanan ini terbuat dari tepung beras yang difermentasikan dan disajikan bersama tape singkong dan air kelapa. Jaja apem dicetak dan diolah menggunakan daun pisang dengan cara dikukus.
    • Guest News
      By Guest News
      Mulai 1 November 2016, Pemerintah Kota Bandung secara resmi melarang penggunaan bahan styrofoam untuk kemasan makanan dan minuman.
      Selain untuk menjaga kesehatan warga Kota Bandung, larangan penggunaan styrofoam juga bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang sulit terurai. Pasalnya, sampah dari bekas styrofoam tersebut menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air sungai sehingga mengakibatkan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Bandung. Larangan penggunaan styrofoam di Kota Bandung dimulai sejak 1 November kemarin.
      Walikota Bandung, Ridwan Kamil, mengimbau warganya agar menggunakan bahan lain yang lebih aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, sebagai kemasan untuk makanan dan minuman. Larangan penggunaan styrofoam ini juga berlaku bagi para pengusaha kuliner, pedagang kecil, dan produsen pembuat makanan kemasan, seperti mie instan.
      “Sudah terbukti, waktu kita menjual plastik kresek harus berbayar, menurut catatan BPLH kan turun 25 persen penggunaan kresek. Nah kita monitor saja, dalam sebulan ke depan kira-kira pengaruhnya seperti apa. Berita baiknya, produsen mie instan cup yang cepat seduh itu ternyata sudah ketemu saya dan menyerahkan seluruh distribusi se-Indonesia akan diubah,” kata Walikota Bandung, Ridwan Kamil.
      Styrofoam selama ini merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk mengemas makanan dan minuman. Kemasan makanan ini dianggap membahayakan kesehatan karena terbuat dari bahan kimia yang mengandung karsinogen sebagai salah satu penyebab penyakit kanker. Terlebih jika makanan yang panas dituangkan ke dalam wadah styrofoam ini, maka makanan tersebut langsung terkontaminasi zat berbahaya yang terkandung dalam bahan styrofoam.
      Styrofoam terbuat dari butiran-butiran styrene yang diproses dengan menggunakan benzana. Benzana ini bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tiroid dan mengganggu sistem syaraf. Saat benzana termakan, lama-lama akan merusak sumsum tulang belakang dan penyakit anemia. Efek lainnya, sistem imun akan berkurang, sehingga seseorang akan mudah terinfeksi penyakit.
      Efek jangka panjang penggunaan wadah stryfoam bagi kesehatan yaitu bisa mengakibatkan penyakit kanker payudara dan kanker prostat. Sementara itu, efeknya bagi lingkungan, penggunaan styrofoam ini bisa menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan dan banjir. Pasalnya, seperti halnya plastik, limbah styrofoam juga merupakan jenis limbah yang sulit terurai. Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah atau BPLHD Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, limbah styrofoam yang menumpuk di aliran sungai akan berdampak menyumbat aliran sungai tersebut, sehingga menyebabkan banjir.
      “Memang dari kajiannya, stryfoam itu berpotensi untuk mengandung karsinogenik yang berakibat gangguan kesehatan pada manusia. Jika memang dipakai untuk wadah makanan dalam suhu tertentu dan sering dan untuk menyimpan makanan berlemak,” kata Hikmat Ginanjar, Kepala BPLHD Kota Bandung.
      Hikmat menambahkan, Kota Bandung menghasilkan limbah styrofoam sebanyak 27,02 ton per bulan. Jumlah ini tentu akan terus bertambah jika kebijakan larangan penggunaan styrofoam tidak segera diberlakukan. Dengan demikian, kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah styrofoam ini pun akan semakin parah.
      “Bahwa styrofoam ini penyumbang tertinggi terhadap pencemaran di sungai, karena memang tidak bisa terurai, sehingga membuat aliran sungai menjadi mampet,” lanjut Hikmat Ginanjar.
      Larangan penggunaan wadah styrofoam sebelumnya sudah diberlakukan di beberapa negara. Di Amerika Serikat misalnya, larangan penggunaan styrofoam diberlakukan di Washington DC sejak 1 Januari 2015. Pihak pemerintah telah mengeluarkan undang-undang distrik yang melarang penggunaan styrofoam untuk makanan cepat saji. Kebijakan ini lalu diikuti oleh Kota Portland, Oregon.
      Di kota New York, larangan penggunaan stryrofoam berlaku mulai 1 Juli 2015. Lebih dari 70 kota di Amerika Serikat telah melarang styrofoam, termasuk San Fransisco, Oakland, dan Seattle. Di negara lainnya, larangan penggunaan styrofoam telah diberlakukan di Kota Sibu, Malaysia dan Oxford, Inggris.
      Di Indonesia, Kota Bandung merupakan kota pertama yang memberlakukan larangan penggunaan styrofoam ini. Meski belum menjadi aturan baku dan baru sebatas imbauan, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, pelanggaran terhadap imbauan ini tetap akan dikenakan sanksi tegas, mulai dari teguran secara lisan, tertulis, hingga pencabutan ijin usaha. Pemerintah Kota Bandung bersama pihak terkait kini sedang merumuskan payung hukum untuk larangan penggunaan styrofoam ini. [www.voaindonesia.com
×
×
  • Create New...