Jump to content

Squid Game Season 2 Bahas Cerita Masa Lalu Frontman & Junho Jadi Fokus sang Sutradara


Males

Recommended Posts

1269488689_squidgame.thumb.jpg.58552f534e87c7b9841a79ecea79e07c.jpg

Pertanyaan bagaimana kelanjutan serial drama Korea Selatan (drakor) Squid Game masih banyak jadi pertanyaan penikmatnya.

Masih banyak yang berharap Squid Game season 2 akan rilis untuk melanjutkan kisah yang masih menggantung.

Serial drakor Squid Game yang tayang di Netflix sempat menjadi serial nomor satu di semua negara.

Serial dengan genre survival ini mendapatkan tempat di hati penonton.

Karena sukses, penonton pun bertanya kapan akan ada Squid Game season 2.

Dikutip dari Allkpop, sutradara Hwang Dong Hyuk buka suara mengenai kemungkinan season 2.

Namun, orang-orang yang ada di balik permainan Squid Game.

Misalnya tokoh frontman dan juga tokoh polisi.

"Aku sengaja membuat beberapa hal dalam cerita menjadi terbuka untuk diskusi. Hal itu agar dapat terjawab di season 2 nanti jika akan dibuat," katanya.

Hwang Dong Hyuk mengatakan pada Squid Game season 2 nanti, ia ingin membongkar mengenai masa lalu frontman dan juga Junho.

"Serta pria yang membawa ddakji dengan kopernya di bagian awal cerita, Banyak hal yang belum dijelaskan di season 1. Jadi aku ingin menjelaskannya di season 2," terangnya.

Meski begitu, Hwang Dong Hyuk mengatakan tidak akan mengerjakan ini sendirian.

Karena stres yang dirasakannya saat menggarap season 1, dirinya ingin berbagi pengerjaan Squid Game 2 dengan filmaker lainnya.

"Karena aku mengerjakan penulisan, produksi dan menyutradarai sendiri dan itu berat Maka aku sangat khawatir mengenai season 2," kata dia.

"Saat ini memang belum ada konfirmasi apapun. Tapi aku menjadi tertarik karena semua orang membicarakan mengenai season 2", tutupnya.

Ada berbagai hal yang 'kentang' alias kena tanggung di serial Squid Game.

Di antaranya adalah: siapa dalang di balik semua ini?

Apakah Hwang Jun Ho di polisi yang menyamar masih hidup?

Ada apa dengan makeover Seong Gi Hun?

Siapakah Gong Yoo, sang salesman yang merekrut pemain?

Bagaimana para staff direkrut?

Apakah mereka mendapat hadiah juga?

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By Ricky_06
      Penyedia layanan internet Korea Selatan, SK Broadband, telah menggugat Netflix untuk membayar biaya dari peningkatan traffic dan biaya pemeliharaan karena lonjakan penonton imbas kepopuleran serial Squid Game.
      Langkah ini dilakukan setelah pengadilan Seoul mengatakan Netflix harus "secara wajar" memberikan sesuatu sebagai imbalan kepada penyedia layanan internet untuk penggunaan jaringan.
      Peningkatan ini terjadi karena banyak pelanggan SK Broadband yang mengakses Netflix untuk nonton Squid Game dan serial lain berjudul D.P.
      Dalam dokumen pengadilan, SK Broadband memperkirakan biaya penggunaan jaringan yang harus dibayar Netflix adalah sekitar 27,2 miliar won ($ 22,9 juta) pada tahun 2020.
      Reuters melaporkan, pihak Netflix telah mengajukan banding atas putusan tersebut. Prosesnya baru akan dimulai pada akhir Desember.
      Salah satu penghasil traffic terbesar di Korea Selatan

      Kasus ini sebenarnya merupakan hal lama. Tahun 2020, Netflix menilai pihaknya tak perlu membayar biaya penggunaan jaringan ke SK Broadband. Alasannya karena Netflix hanya penyedia konten dan konten tersebut dapat diakses pengguna.
      Tetapi, Pengadilan Distrik Pusat Seoul menentang Netflix karena layanan mereka adalah layanan yang diberikan dengan biaya, sehingga masuk akal bagi Netflix untuk memberikan imbalan atasnya. Apalagi, mereka masuk bersama Google-YouTube sebagai 10 penghasil traffic teratas di Korea Selatan.
      Meski begitu, SK Broadband mengatakan kedua perusahaan itu tidak membayar biaya penggunaan jaringan. Padahal perusahaan teknologi lainnya seperti Amazon, Apple, dan Facebook, turut membayar biayanya.
      Kasus ini turut dibahas di parlemen Korea Selatan. Mereka menentang penyedia konten yang tidak membayar biaya penggunaan jaringan meskipun menghasilkan traffic besar.
      Netflix sendiri mengatakan akan meninjau klaim SK Broadband, mencari dialog, dan mencari cara untuk kerja sama memastikan kebutuhan pelanggan tidak terpengaruh.
    • By yhosan
      The Walt Disney Company (Disney) bekerja sama dengan Telkomsel untuk peluncuran perdana Disney+ (Plus) Hotstar di Indonesia. Posisi Telkomsel sebagai operator telekomunikasi terbesar menjadi salah satu alasan utama kolaborasi ini.
      Regional Lead Emerging Markets The Walt Disney Company APAC, Amit Malhotra, menjelaskan salah satu tujuan Disney Plus Hotstar adalah untuk menghadirkan konten berkualitas sebagai bagian dari perkembangan inovasi digital di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan visi Telkomsel.
      Sebagai operator besar, Telkomsel dinilai memiliki infrastruktur dan jaringan broadband luas, sehingga memiliki akses lebih luas untuk menjangkau masyarakat.
      "Disney ingin memberikan konten digital berkualitas, sama dengan visi Telkomsel. Kami pikir bisa mencapai itu melalui kerja sama dengan Telkomsel agar dapat memberikan konten bagus ke Indonesia, akses mudah dan harga terjangkau untuk semua orang," tutur Amit.
      Jumlah pengguna internet yang cukup tinggi di Indonesia, dan pelanggan Telkomsel yang mencapai 160 juta, dinilai akan membantu Disney menghadirkan pengalaman produk yang baik untuk konsumen.
      "Itu alasan kami bekerja sama dengan Telkomsel, untuk memberikan pengalaman terbaik di Indonesia. Melalui skala ini dan populasi digital di Indoensia, kami harap konten berkualitas kami dan konten lokal akan menciptakan pengapalan produk yang unik," ujar Amit menjelaskan.
      Ekosistem Digital di Indonesia

       
      Direktur Marketing Telkomsel, Rachel Goh, menambahkan bahwa kerja sama ini sekaligus merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun ekosistem digital di indonesia.
      Telkomsel telah membangun jaringan digital di seluruh Indonesia, dan saat ini tengah membangun platform digital untuk menghadirkan konten-konten berkualitas.
      "Telkomsel sudah memiliki jaringan yang bagus, konsumen yang banyak, dan yang terbaru adalah hiburan dengan menghadirkan konten. Dengan jaringan yang bagus, kami bisa memberikan konten-konten yang menghibur. Salah satunya melalui kerja sama dengan Disney," kata Rachel.
      "Kolaborasi bersama Disney Plus Hotstar ini merupakan kolaborasi yang bersifat inklusif, yang kami harapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia," ujar Rachel.
    • By ega
      Masih ingat ketika Quentin Beck (Jake Gyllenhaal) menipu Spider-Man (Tom Holland) tentang multiverse dalam Spider-Man: Far from Home?
      ''Hanya karena Quentin Back berbohong tentang multiverse, tidak berarti itu tak nyata,'' kata Scott Derrickson, sutradara Doctor Strange.
      Marvel Cinematic Universe membuktikannya dengan mengumumkan sekuel Doctor Strange yang berjudul Doctor Strange in the Multiverse of Madness.
      Benedict Cumberbatch kembali memerankan Doctor Strange. Film tersebut juga akan menampilkan Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) karena kejadian di dalam WandaVision (serial tentang Wanda Maximoff di Disney+) akan berkaitan besar dengan film ini.
      ''Dia akan menghadapi hal yang tidak terduga. Aku pikir, dia akan berada dalam posisi seperti penonton yang tidak tahu apa yang akan terjadi,'' kata Cumberbatch.
      Sementara itu, Derrickson yang juga kembali ke posisi sutradara menambahkan bahwa dirinya ingin membuat film ini menjadi film MCU yang paling menyeramkan. Film ini juga akan dibintangi Awkwafina.
    • By black_zombie
      im Eun-hee baru berusia 10 tahun, seorang siswa sekolah dasar dengan mimpi menjadi bintang tenis saat dia diperkosa oleh pelatihnya untuk pertama kali. Tidak hanya sekali, perkosaan itu berulang kali dilakukan oleh si pelatih terhadap Kim.
      Saat itu, calon juara Korea itu masih terlalu kecil untuk tahu bahwa dia telah menjadi korban perkosaan. Tetapi dia tahu bahwa dia merasa takut akan perintah berulang untuk datang ke kamar pelatihnya di kamp pelatihan mereka, rasa sakit yang dialami dan penghinaan yang dirasakan.
      "Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyadari bahwa itu adalah perkosaan," kata Kim. "Dia terus memerkosa saya selama dua tahun... Dia mengatakan kepada saya itu adalah rahasia yang harus dijaga antara dia dan saya."
      Saat ini, 17 tahun kemudian, Kim Eun-hee yang berusia 27 tahun berbicara kepada media internasional untuk pertama kalinya dan tanpa menyamarkan identitasnya, mengungkapkan bagaimana atlet di Korea Selatan telah lama diam, menderita pelecehan seksual oleh pelatih mereka.

      Korsel, selain dikenal dengan keunggulan teknologi dan bisnis pertunjukannya, juga memiliki reputasi yang baik di bidang olah raga. Negeri Ginseng adalah satu-satunya negara Asia, selain Jepang yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin. Negara itu juga secara rutin berada di peringkat 10 besar di kedua ajang olah raga besar itu dengan dominasi di cabang taekwondo, memanah dan seluncur.
      Meski begitu, sistem di bidang tersebut masih berdasarkan hierarki dan patriarki dalam berbagai sisi, seperti memiliki koneksi pribadi terkadang lebih penting performa yang ditunjukkan dalam mendorong karier seseorang. Dalam persaingan yang sangat ketat, banyak atlet muda yang meninggalkan sekolah atau tinggal jauh dari orangtua mereka dan tinggal di asrama selama bertahun-tahun untuk berlatih dengan pelatih dan rekan-rekannya secara penuh waktu.
      Sistem kamp pelatihan yang diterapkan di Korsel mirip dengan sistem latihan di China, yang meski dianggap berhasil mendorong prestasi atlet Negeri Ginseng di dunia internasional, telah terbukti mendorong penyiksaan di beberapa cabang olah raga. Penyiksaan ini terutama terjadi pada atlet-atlet di bawah umur yang berada di bawah kendali pelatih mereka.
      "Pelatih adalah raja dari dunia saya, dia mendiktekan segala sesuatu tentang kehidupan sehari-hari saya dari cara berolahraga sampai kapan harus tidur dan apa yang dimakan," kata Kim kepada AFP. Dia mengatakan, pelatihnya juga memukulinya berulang kali sebagai bagian dari latihan.

      Banyak korban terpaksa diam mengenai perlakuan yang mereka terima karena dalam sebagian besar kasus, mengungkap hal ini ke publik berarti berakhirnya mimpi mereka untuk menjadi bintang.
      "Ini adalah komunitas di mana orang-orang yang berbicara dikucilkan dan di-bully sebagai 'pengkhianat' yang membuat malu olah raga itu," kata Profesor Psikologi Olah Raga Universitas Sogang, Chung Yong-chul.
      Survei Komite Olahraga & Olimpiade Korea pada 2014 menunjukkan bahwa sekira satu dari tujuh atlet wanita mengalami pelecehan seksual pada tahun sebelumnya, namun, 70 persen dari mereka tidak mencari bantuan dalam bentuk apa pun.
      Kim Eun-hee yang kini telah pensiun mengatakan, “Saya merasa ngeri melihat pemerkosa saya terus melatih pemain tenis muda selama lebih dari satu dekade seolah-olah tidak ada yang terjadi. Saya berpikir, 'Saya tidak akan memberinya kesempatan untuk melecehkan gadis-gadis kecil lagi .'"
      Kim mengajukan tuntutan pidana terhadap pelatihnya yang kemudian didakwa. Pada Oktober lalu, Kim Eun-hee berdiri di luar pengadilan untuk mendengar dakwaan dibacakan terhadap mantan pelatihnya atas tuduhan perkosaan yang membuat pria itu dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.
      "Saya terus menangis dan menangis, mengatasi semua emosi ini dari kesedihan menuju kebahagiaan," katanya.
    • Guest News
      By Guest News
      Thanos pertama kali diperkenalkan di Marvel Cinematic Universe pada post-credit film The Avengers. Kehadiran sang Mad Titan cukup menarik perhatian para penggemar Marvel karena dirinya memang dianggap sebagai penjahat nomor satu di semesta Marvel.
      Enam tahun berlalu, karakter yang diperankan oleh Josh Brolin ini akhirnya muncul dalam Avengers: Infinity War. Namun dalam debut filmnya itu ia terlihat berbeda. Kulit Thanos yang semula diwarnai ungu seketika menjadi coklat sedikit bercampur pink.
      Perubahan warna ini sempat menjadi sorotan ketika trailer pertama dirilis. Matt Aitken, supervisor visual effect Infinity War, akhirnya memberikan penjelasan mengapa warna kulit Thanos akhirnya diubah di dalam film garapan Anthony dan Joe Russo.

      “Adegan-adegan di film Guardians adalah di mana kami melihatnya dengan sangat jelas dalam film-film MCU sebelumnya, dan Itu adalah sebuah hal yang luar biasa, jadi kita tidak ingin membuatnya sama seperti itu,” ujar Aitken seperti dilansir Comicbook, Rabu (9/5/2018).
      Aitken menambahkan bahwa mengingat Thanos menjadi sosok sentral di Infinity War dan mengharuskan pengambilan gambar yang banyak, harus ada perubahan tampilan yang dilakukan. Akhirnya penampilannya pun dibuat lebih natural, sosok Thanos dibuat lebih detail dan bentuk wajahnya lebih dibuat alami.
      Ketika Thanos pertama kali muncul di tahun 2012, para penggemar Marvel dengan mudah mengenalinya karena penampilannya dengan warna kulit ungu mirip seperti apa yang ada di dalam komik Marvel. Namun pengembangan karakter membuat tim produksi berusaha membuat tampilan Thanos menjadi lebih realistis dengan kekuatan emosional yang lebih besar seperti di dalam Infinity War.
      Thanos mungkin bukan satu-satunya karakter MCU yang mengalami perubahan penampilan. Beberapa karakter juga mengalami hal sama, namun lebih kepada aspek kostum yang digunakan. Perubahan yang terjadi di dalam wajah Thanos menjadi salah satu perubahan paling drastis sepanjang sejarah MCU.

      “Sejak awal, Marvel sadar bahwa mereka butuh Thanos dengan versi yang lebih baik dan kami tidak pernah diminta untuk membuatnya sama seperti penampilan di versi awal,” ucapnya lagi.
      Avengers: Infinity War sendiri saat ini sedang tayang di bioskop-bioskop di hampir seluruh dunia. Setelah film ini, Marvel Studios sudah mempersiapkan Ant-Man and the Wasp yang rilis pada 6 Juli 2018, Captain Marvel pada tanggal 8 Maret 2019, dan Avengers 4 pada 3 Mei 2019. Sementara itu sekuel dari Spider-Man: Homecoming tayang pada 5 Juli 2019 dan Guardians of the Galaxy Vol. 3 menyusul di tahun 2020.
×
×
  • Create New...