Jump to content

Eks Karyawan Distro Rugi Rp 200 Juta, Kini Jadi Peternak Beromzet Ratusan Juta


iiee

Recommended Posts

peternak.thumb.jpg.921d169601e42714d3aaff6fc9e43fc8.jpg

"Berubah itu berisiko, tapi tidak mau berubah itu lebih berisiko."

Demikianlah kalimat yang dilontarkan oleh Bayu, pengusaha ternak kambing dan domba asal Sleman, DI Yogyakarta. Peternakan yang tepatnya berdiri di Kecamatan Moyudan itu bernama 78 Farm.

Peternakan yang telah berdiri lama itu berhasil mengucurkan harta kekayaan ke dalam kantongnya sebanyak lebih dari ratusan juta rupiah. Bayu tak menyebutkan nominal pastinya.

Namun, jika melihat kisah hidupnya, perkiraan pendapatan dan harta kekayaannya boleh jadi benar. Pasalnya, jauh sebelum sesukses sekarang, Bayu mesti menghadapi jalan terjal dan berbatu.

Kalimat yang dilontarkan Bayu di awal tadi benar-benar merepresentasikan perubahan hidup dirinya. Jauh sebelum jadi pengusaha ternak, Bayu merupakan pekerja biasa di sebuah distro atau toko baju di Jakarta.

Ia merantau ke Ibukota lantaran keuangan masa mudanya yang tak menemukan angin segar di tanah kelahiran. Selama hampir 12 tahun Bayu bekerja di toko baju tersebut guna bertahan hidup.

Tentu saja, meski bekerja di wilayah Jakarta, gaji Bayu tidaklah seberapa. Menjadi seorang karyawan sebuah distro jelas tak cukup untuk membiayai mimpi besarnya. Kecuali Bayu hanya berniat bertahan hidup, barangkali cukup.

Buktinya, ia tak hanya mampu membiayai kebutuhannya sendiri, melainkan juga kebutuhan hidup keluarganya, anak dan istri. Namun, suatu ketika sang istri mengajak Bayu pulang kampung dan meninggalkan Ibukota.

Mulanya Bayu menolak lantaran usahanya sedang aman dan merasa mencari uang di Jakarta amatlah mudah. Selama tiga tahun, Bayu dan istri terus membicarakan soal pulang kampung dan meninggalkan bisnisnya di Jakarta.

Bukan tanpa alasan sang istri meminta Bayu untuk pulang. Ia merasa rutinitas di Ibukota sangatlah padat sehingga membuat dirinya sukses. Apalagi jenis pekerjaan Bayu bukanlah jenis pekerjaan yang kenal waktu.

Setelah bertahun-tahun berdebat, akhirnya Bayu luluh dan menuruti permintaan sang istri untuk pulang ke Yogyakarta. Sesampainya di Kota Istimewa, Bayu jelas bingung bagaimana ia akan bertahan hidup dan menghidupi keluarganya.

Meski demikian, Jogja bukanlah kota asing Bayu. Ia lahir dan menjalani masa kecil di kota pariwisata itu. Bayu ingat, jauh sebelum memutuskan merantau ke Jakarta, dirinya pernah punya cita-cita membangun usaha ternak.

Akhirnya, bermodalkan tabungan selama bertahun-tahun kerja, Bayu membangun sebuah peternakan. Sayangnya, ia membangun peternakan tersebut dengan penuh ambisi dan tanpa perhitungan.

Ia membiayai segala ongkos produksi peternakannya dengan jor-joran tanpa hitung untung dan rugi. Tak terasa, bukannya mendapatkan untung, Bayu justru mendulang kerugian hingga Rp 200 juta.

Awalnya ia merasa jatuh. Namun, berkat lingkaran pertemanannya yang sehat, Bayu berhasil kembali bangkit. Kerugian sebanyak Rp 200 juta tersebut berhasil kembali hanya dalam satu tahun.

Saat ini, ia total telah punya ribuan ekor kambing dan domba yang terbagi ke dalam 13 jenis, mulai dari perahan, indukan, hingga pedaging. Peternakan 78 Farm juga berhasil menguasai pasar nasional.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...