Jump to content

Isi RS Covid-19 di Jawa-Bali Sudah Turun di Bawah 60%


congek

Recommended Posts

  • Verified Account

Kendati sejumlah provinsi di Jawa dan Bali sudah melaporkan BOR di bawah 60%, tingkat keterisian rumah sakit di Provinsi Yogyakarta dan Bali masih tinggi.

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit  Covid-19 di Jawa dan Bali mulai mengalami penurunan hingga berada di bawah 60%. Hal ini  merupakan dampak dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kemudian berganti istilah menjadi PPKM Level 4.

“Jadi untuk melihat apakah benar dengan penetapan ini berdampak pada penurunan kasus, berdampak pada angka BOR (tingkat keterisian tempat tidur) di rumah sakit, kita sudah bandingkan dan sandingkan perkembangan BOR isolasi di pulau Jawa dan Bali,” kata Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/8).

Dewi mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur untuk provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten bahkan telah di bawah standar organisasi kesehatan dunia (WHO), yakni di bawah 60%.

Di DKI Jakarta, BOR ruang isolasi rumah sakit Covid-19 saat ini sebesar 31,12%. Dalam satu minggu terakhir terjadi penurunan sebesar 11,50%.

Dewi menambahkan tingkat keterisian ruang isolasi di Jawa Barat saat ini berada di level 35,14%, turun 10,45%. Lalu, tingkat keterisian ruang isolasi di Jawa Tengah juga mengalami penurunan menjadi 40,62% sedangkan tingkat keterisian ruang isolasi di Jawa Timur sebesar 56,15% dan Banten sebesar 35,07%.

“Jadi sudah mampu masuk ke kriteria yang baik, yakni di bawah 60%. Di mana standar WHO itu kan di atas 60% ya itu sudah harus kita wanti-wanti ya,” kata dia.

Namun, masih ada dua provinsi yang tingkat keterisian ruang isolasinya masih di atas 60%, yakni DI Yogyakarta dan Bali. Di Yogyakarta, tingkat keterisian ada di angka 61,87% dan Bali di 74%.

Dewi menyebut, terkait dengan tingkat keterisian ruang isolasi ini dapat beragam meskipun sudah turun karena jumlah ketersediaan tempat tidur di masing-masing provinsi berbeda. “Untuk tempat tidur masih ada dua yang harus tetap hati-hati. Semakin turun kasusnya kita akan melihat tren penurunan juga pastinya di persen BOR isolasi ini,” kata dia.

Di sisi lain, tingkat keterisian ruang ICU di Jawa-Bali masih berada di atas 60% namun tren secara keseluruhan juga mengalami penurunan, kecuali Bali.

Angka keterisian ruang ICU di Bali masih sebesar 80,20% dengan kenaikan 1,27% dalam satu minggu terakhir. Sedangkan di DKI Jakarta, tingkat keterisian ruang ICU sebesar 60,56%, Jawa Barat 64,88%, Jawa Tengah 63,07%, Jawa Timur 72,95%, DI Yogyakarta 65,94%, dan Banten 61,38%.

“Harapan kami jumlah ini masih dapat ditekan lagi, kalau bisa di bawah 60% juga menyusul jumlah keterisian ruang isolasi,” ujarnya.

Penurunan keterisian tempat tidur di rumah sakit ini merupakan kabar menggembirakan mengingat pada awal Juli, angkanya berada di level 80%.

Pada awal Juli, ingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan pasien corona di 6 provinsi di Pulau Jawa melebihi 80% sedangkan di 14 provinsi di luar Jawa dan Bali BOR sberada di angka sekitar 50-80%.

rs-rujukan-covid-19-5-provinsi-di-jawa-merah-bor-di-atas-80-persen-by-katadata.thumb.png.5eec4be4f4be51fad306b8a36f90913a.png

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...