Jump to content

Prabowo: Kita Harus Kompak Hadapi Pandemi, Jangan Menghujat Siapa Pun


keenion

Recommended Posts

86898641_prabowopandemi.thumb.jpg.329d8f58bb38a0271309cf70687cdf3f.jpg

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto meminta seluruh pihak tetap kompak dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab saat ini varian virus delta semakin meresahkan dan dibutuhkan kerja sama seluruh pihak.

"Kita harus sangat-sangat waspada dan untuk itu kita harus sangat kompak, untuk itu kita harus meninggalkan perasaan perbedaan pandangan, kita harus tinggalan perbedaan-perbedaan, kita jangan menghujat siapa pun, mengkritik dengan baik, tapi tolong kita harus mencapai atau membangun suatu ketenangan, kekompakan," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (9/7/2021).

Dia pun optimis Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Prabowo juga meminta masyarakat agar tidak panik. Kuncinya yaitu mengurangi mobilitas.

"Kita optimis, jangan panik, bahaya ini bisa kita atasi. Tapi tentunya kita harus disiplin salah satunya mengurangi mobilitas yang tidak perlu sekali," jelasnya.

Patuhi Aturan

Prabowo juga meminta agar masyarakat patuh aturan pemerintah. Serta berperan untuk menangani pandemi saat ini.

"Jadi benar-benar harus patuh pemerintah, ambil peran serta dan menyampaikan masalah dengan baik, jangan mencari masalah lagi menghadapi tantangan dan kesulitan," tutupnya. 

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Seorang petugas kesehatan memegang vaksin COVID-19 Anhui Zhifei di Shenyang, di Provinsi Liaoning timur laut China pada 21 Mei 2021. (Foto: AFP)
       
      Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh unit Produk Biologis Chongqing Zhifei China untuk penggunaan darurat. Vaksin tersebut merupakan vaksin China keempat yang diizinkan untuk digunakan di Indonesia.
      Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, vaksin rekombinan protein yang akan diberikan dalam tiga dosis dengan jeda masing-masing selama tiga bulan ini memiliki tingkat efikasi sekitar 81 persen, dengan efikasi 77,47 persen terhadap varian Delta, lebih rendah dibandingkan varian lainnya, ujarnya.
      Reuters melaporkan uji coba vaksin Zifivax dilakukan di China, Uzbekistan, Pakistan, Ekuador, dan Indonesia, yang melibatkan 28.000 orang, dengan kemanjuran berdasarkan tingkat keparahan.
      Indonesia juga telah menyetujui penggunaan vaksin Sinovac, Sinopharm, dan CanSino.
      Indonesia, yang beberapa waktu lalu sempat menjadi episentrum COVID-19 di Asia, kini telah memvaksinasi seperlima dari populasinya yang berjumlah sekitar 270 juta orang.
      Indonesia telah mencatat lebih dari 4,2 juta kasus virus corona dengan 142.000 kematian secara keseluruhan, tetapi rata-rata infeksi harian telah turun secara dramatis sejak puncak krisisnya pada Juli.
      Mahendra Suhardono, Kepala Industri Biofarmasi Jakarta yang bermitra dengan Zhifei, mengatakan vaksin Zifivax bisa diproduksi di Indonesia tahun ini.
      Zhifei dan unitnya, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, tidak segera menanggapi permintaan komentar. [ah/rs]
    • By VOAIndonesia
      Seorang petugas kesehatan tampak membersihkan tangannya setelah mengambil sampel tes usap (swab test) dari seorang pasien di pusat tes COVID-19 di Hyderabad, India, pada 11 Oktober 2020. (Foto: AP/Mahesh Kumar A.)
      Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (9/10) mengumumkan bahwa pihaknya telah menetapkan dan merilis definisi klinis standar pertama dari gejala yang umum dikenal sebagai “long COVID”. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengobatan untuk para penderitanya.
      Berbicara secara virtual kepada reporter dari markas besar WHO di Jenewa, Kepala Manajemen Klinis WHO Janet Diaz mengatakan definisi ini disetujui setelah melakukan konsultasi dengan para petugas kesehatan di seluruh dunia.
      Ia mengatakan, kondisi di mana gejala dari sakit yang diderita tetap bertahan melampaui apa yang dialami oleh pasien lainnya, biasanya disebut sebagai “post-COVID,” salah satu dari banyak istilah mirip yang dipakai.
      Gejala ini terjadi pada orang yang sudah terkonfirmasi atau kemungkinan mengidap infeksi virus corona baru, yang “biasanya terjadi tiga bulan sejak mengidap COVID-19 dengan gejala yang berlangsung paling sedikit dua bulan, dan gejala tersebut tidak bisa dijelaskan oleh diagnosa alternatif.”
      Gejalanya mencakup “keletihan, kesulitan bernapas, disfungsi kognitif,” kata Diaz, tetapi ada juga gejala lainnya, yang pada umumnya punya dampak merugikan pada kesehatan sehari-hari.
      Diaz menjelaskan bahwa sampai sekarang, kurangnya kejelasan di kalangan para petugas medis tentang kondisi ini telah mempersulit usaha memajukan penelitian dan pengobatannya. (jm/pp)
    • By ega
      Lebih dari 5000 pesawat komersial di seluruh dunia dalam kondisi menganggur.
      Pandemi telah membawa keruntuhan bisnis perjalanan udara, sekitar seperempat jet komersial di dunia akhirnya menganggur - mangkal di bandara dan hanggar, sementara para pemiliknya sudah memutuskan apa yang harus mereka lakukan.
      Sebagian dari pesawat itu tidak akan kembali mengudara.
      "Para pemilik tidak ingin membayar biaya parkir, dan penyimpangan untuk pesawat mereka," kata James Cobbold, direktur Willis Leaser, perusahaan penyewaan mesin global.
      "Mereka membutuhkannya untuk dioperasikan, atau dengan cara di luar pembukuan, yang berarti menjual suku cadangannya ke pedagang dengan cara dibongkar."
      Rob Morris, adalah kepala konsultan global di Ascend by Cirium, sebuah perusahaan penerbangan dan analisis data. Ia mengatakan terdapat 5.467 pesawat jet penumpang komersial di tempat penyimpanan pada bulan Juli, setara dengan seperempat dari jumlah global.
      Rasio penyimpanan pesawat ini turun 35% dari jumlah global pada akhir Februari 2021, dan secara signifikan turun 64% dibandingkan pada saat pandemi berlangsung di akhir Akhir 2020.
      Namun demikian, masih ada jumlah besar pesawat yang terparkir di hanggar, dan di landasan terbang di seluruh dunia.
      Kondisinya sangat bervariasi, ada yang masih lengkap, sampai benar-benar dipreteli, dan bagian-bagiannya yang tersebar di landasan.
      Salah satu lokasi tersebut ada di Bandara Cotswold dekat Cirencester di Gloucestershire, dan garasi Air Salvage International, sebuah perusahaan khusus untuk pembongkaran pesawat.

      Puluhan pesawat terparkir di Bandara Cotswold - sebagian sudah tak akan mengudara.
      Bradley Gregory, direktur manajer di Skyline Aero, pemasok suku cadang pesawat, dan bagian dari grup Air Salvage International, menjelaskan ada tiga skenario utama saat sebuah pesawat dalam kondisi tak layak terbang dan dikirim ke fasilitas mereka.
      Skenario paling ringan adalah mempertahankan kondisinya tetap layak terbang, dengan melakukan pemeriksaan pra-terbang yang dibutuhkan agar bisa kembali mengudara.
      Skenario kedua, memasukkan pesawat ke tempat penyimpanan dengan jangka-panjang, di mana mesinnya dicopot, dan perawatan dengan intensitas yang dikurangi dari sebelumnya.
      Skenario terakhir adalah pembongkaran atau "part out" di mana pesawat dibawa ke fasilitas untuk dibongkar. Mesinnya, dan suku cadang lainnya dicopot agar bisa digunakan untuk pesawat lain, atau didaur ulang.
      "Sekitar 75-80% pesawat terbang tiba dalam 12 bulan terakhir, masuk ke dalam tempat penyimpangan, tanpa rencana yang segera dari pemiliknya," jelas Gregory.
      Saat ini, terdapat 29 pesawat di tempat penyimpanan; 14 menunggu pembongkaran, dan enam dalam proses pembongkaran dan menunggu untuk dibuang.
      Secara global, pada 2020, sebanyak 449 pesawat dikirim untuk dibongkar. Jumlahnya lebih sedikit dari 2019, yaitu 508 pesawat, menurut Cirium.

      Dalam sejumlah kasus lebih dari 1.000 suku cadang dari sebuah pesawat masih bisa digunakan kembali.
      Perhatian lebih mengacu tahap akhir masa pakai jet penumpang, karena industri ini berusaha untuk lebih ramah lingkungan dan keberlanjutan, dalam menghadapi meningkatnya pemanasan global.
      "Banyak suku cadang yang bisa digunakan kembali, tergantung dari jenis dan model pesawatnya," kata Gregory.
      "Jumlah suku cadang yang dicopot ada sekitar 200 dari model lama dengan komponen yang kurang diinginkan, hingga 1.200 komponen pada model yang lebih baru, terkadang jumlahnya lebih dari itu."
      Selain mesin, komponen yang masih berguna lainnya termasuk instrumen roda pesawat, rem, instrumen penerbangan di kokpit, dan bahkan ban.
      "Ratusan suku cadang dari sebuah pesawat bisa didapatkan melalui kunjungan bengkel reparasi, dan selama mereka memiliki sertifikat ulang, dan tidak rusak dalam reparasi, ini bisa digunakan pada pesawat lainnya," katanya.
      Asosiasi Daur Ulang Armada Pesawat (AFRA) juga mengambil peran di dalam hal ini. Sejumlah perusahaan besar, termasuk mereka yang terlibat dalam pembongkaran diaudit oleh asosiasi. Mereka dipantau dengan ketat untuk memastikan mengikuti praktik manajemen yang baik.
      Di tengah tingginya jumlah dan suku cadang yang bisa didaur ulang, dan digunakan kembali, tantangan lainnya masih tetap ada.

      Bagian dalam kabin sulit untuk didaur ulang dan kebanyakan dibuang.
      "Hal yang benar-benar tak bisa didaur ulang secara fisik saat ini adalah bagian dalam kabin, karena ini terbuat dari campuran plastik," jelas Cobbold.
      "Jadi, jika kita harus membongkar badan pesawat atau bagian-bagiannya, dan bagian dalam kabin tidak termasuk, ini menjadi material yang akan bermuara ke tempat pembuangan sampah," katanya kepada saya.
      Mike Corne of eCube Solutions, perusahaan lain yang menangani pesawat akhir masa pakai, mengatakan daur ulang pesawat kemungkinan akan jadi lebih menantang karena pesawat model baru menggunakan bahan komposit, di mana ini sulit untuk diproses.
      "Saat ini tak ada cara yang hemat biaya untuk mendaur ulang serat karbon," jelasnya.
      Dia mengatakan akan banyak biaya yang dikeluarkan untuk investasi menemukan cara mendaur ulang material seperti itu, dan mungkin, di masa depan, serat karbon akan bisa digunakan kembali.
      Morris dari Cirium memperkirakan bahwa jumlah pesawat yang terparkir di tempat penyimpanan akan meningkat dari 5.467 unit di bulan Juli menjadi 6.120 unit di akhir tahun.

      Perusahaan maskapai penerbangan masih menanti kepastian adanya peningkatan permintaan dari pasar di tengah pandemi.
      Gregory dari Skyline Aero baru-baru ini menerima permintaan untuk membongkar tiga pesawat, hal yang menunjukkan permintaan pasar untuk penerbangan masih lemah.
      "Permintaan mulai meningkat, tapi tidak serta merta meningkatkan banyak daya tarik yang saya kira banyak diharapkan," jelasnya.
      Jika lebih banyak pesawat dialokasikan untuk dibongkar maka industri daur ulang akan siap bekerja.
      "Pada saat ini kami bisa mendaur ulang antara 92-99% sebuah pesawat, melalui proses daur ulang alami atau perputaran ekonomi," kata Cobbold.
      "Saya tidak berpikir orang-orang di luar industri penerbangan memahami seberapa tinggi itu, dan seberapa kreatif sektor yang berhubungan akhir masa pakai dengan industri penerbangan."
    • By VOAIndonesia
      Vaksin Pfizer yang dibeli pemerintah Indonesia Kamis malam (19/8) tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
      JAKARTA — Dalam jumpa pers secara virtual dari kantornya di Jakarta, Kamis (19/8), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan pemerintah Indonesia telah membeli 1.560.780 dosis vaksin Pfizer dan vaksin tersebut telah tiba di bandara internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (19/8).
      "Kemudian 567.500 dosis vaksin AstraZeneca dan lima juta (dosis) vaksin Sinovac yang akan diterima besok. Pemerintah akan terus meningkatkan ikhtiar guna menjamin pasokan vaksin untuk kebutuhan rakyat Indonesia," kata Retno.
      Selain itu, lanjut Retno, pemerintah Indonesia hari ini juga menerima sumbangan vaksin AstraZeneca dari pemerintah Belanda. Dia menambahkan itu merupakan pengiriman tahap pertama dari vaksin AstraZeneca donasi Belanda.
      Retno menambahkan pemerintah Belanda sudah memberikan komitmen untuk menghibahkan tiga juta dosis vaksin AstraZeneca melalui mekanisme kerjasama bilateral.
      Komitmen dari negara Kincir Angin tersebut diperoleh dalam pertemuan antara Menlu Retno dengan Menteri Luar Negeri Belanda Sigrid Kaag serta Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada 1 Juli lalu di Ibu Kota Den Haag.
      Indonesia Targetkan Vaksinasi 200 Juta Warga
      Secara terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah berencana memvaksinasi lebih dari 200 juta penduduk Indonesia hingga akhir tahun ini. Kalau dibutuhkan dua dosis tiap orang maka pemerintah perlu memasok sekitar 400 juta dosis vaksin COVID-19.
      "Alhamdulillah, kita sudah memiliki komitmen untuk memperoleh sekitar 370 juta dosis (vaksin COVID-19). Sedangkan sisanya untuk kontrak yang sudah ditandatangani mudah-mudahan tanggalnya bisa kita pastikan untuk dapat memperoleh 430 (juta dosis) sampai akhir tahun (ini)," ujar Budi.
      Menurut Budi, ada empat jenis vaksin yang dibeli oleh pemerintah Indonesia, yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax. Dari keempat jenis vaksin yang dibeli Indonesia itu, Sinovac sudah mulai diterima sejak Januari lalu, AstraZeneca dan Pfizer baru datang bulan ini.
      Budi berharap hingga akhir tahun ini Indonesia bisa menerima 50 juta dosis vaksin Pfizer dan 20-30 juta dosis vaksin AstraZeneca yang memang dibeli oleh pemerintah Indonesia.
      Budi menambahkan pemerintah masih menunggu persetujuan dari FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika serikat) untuk 50 juta dosis vaksin Novavax yang diharapkan izin itu akan keluar segera.
      Di samping memperoleh pasokan vaksin COVID-19 dengan cara pembelian, pemerintah juga berusaha mendapatkan vaksin COVID-19 melalui mekanisme multilateral Gavi/WHO untuk memperoleh 180 juta dosis vaksin COVID-19.
      Dari Gavi, Indonesia sudah memperoleh vaksin AstraZeneca. Sedangkan untuk vaksin Pfizer dan Sinovac dari Gavi akan diterima mulai bulan Agustus ini. Dari Gavi, lanjut Budi, pemerintah Indonesia akan menerima sekitar 4,6 juta dosis vaksin Pfizer.
      Selain melalui mekanisme pembelian dan Gavi, pemerintah juga menerima hibah vaksin COVID-19 dari beberapa negara, termasuk dari Belanda.
      Bukti Solidaritas Belanda pada Indonesia
      Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert C. Grinjs mengatakan sumbangan vaksin AstraZeneca untuk Indonesia tersebut merupakan bukti solidaritas pemerintah Belanda kepada Indonesia dalam membantu upaya penanganan pandemi COVID-19.
      Seperti Indonesia, lanjut Grinjs, Belanda juga mendukung prinsip kesetaraan akses terhadap vaksin COVID-19 bagi seluruh negara di dunia. [fw/em]
    • By Brenda_Christie
      Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih diperpanjang pemerintah, membuat masyarakat mengandalkan koneksi internet agar tetap saling terhubung tanpa tatap muka langsung.
      Guna menjawab tingginya kebutuhan kualitas koneksi internet, pemerintah terus berupaya memastikan akses internet yang optimal dan merata di seluruh Indonesia.
      Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, mengakui ruang digital memang menjadi opsi wahana kegiatan dan jembatan komunikasi yang efektif bagi masyarakat semasa pandemi. Banyak kegiatan dari luring (offline) beralih menjadi daring (online).
      "Hal ini adalah bagian penting dari adaptasi kita terhadap kebiasan-kebiasaan baru, agar pandemi tidak menghalangi masyarakat untuk terus berkarya. Karena itu, pemerintah terus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas koneksi internet agar masyarakat dapat beraktivitas dengan optimal," kata Johnny, dikutip Kamis (19/8/2021).
      Ia menjelaskan percepatan pembangunan infrastruktur digital menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini.
      “Berbagai ikhtiar peningkatan infrastruktur digital yang terus dikejar pemerintah, di antaranya pembangunan menara BTS, optimalisasi jaringan Palapa Ring, pembukaan titik akses internet baru secara massif, dan penambahan kapasitas satelit," papar Johnny. 
      Targetkan 83.548 Desa 3T Terjangkau 4G
      Mengingat tingginya kebutuhan akan koneksi internet berkualitas tidak hanya di wilayah perkotaan, pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital dengan menargetkan 83.548 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia terjangkau internet 4G pada 2022.
      Dengan demikian, peserta didik di desa sekalipun dapat mengikuti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan lebih baik, serta memudahkan pendidik mengakses beragam materi edukasi. Pemerintah juga telah menuntaskan penyediaan akses internet di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada 3.126 unit fasyankes yang membutuhkan optimalisasi layanan internet.
      Upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung program-program kesehatan masyarakat baik di masa pandemi maupun untuk jangka panjang. Sejalan dengan optimalisasi prasarana, pemerintah juga berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi terkait utilisasi sistem digital, sekaligus memupuk kecakapan literasi digital masyarakat. 
      Gerakan Nasional Literasi Digital
       
      Di antaranya, pemerintah memprakarsai Gerakan Nasional Literasi Digital, yaitu rangkaian kegiatan webinar untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat.
      Untuk mendapatkan informasi webinar yang digelar dalam gerakan ini, masyarakat dapat mengakses media sosial Kemenkominfo dan Siberkreasi.
      Dalam rangka mendukung ekosistem ekonomi digital dan ekonomi maritim, pemerintah juga menginisiasi berbagai program pendampingan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat memanfaatkan sistem digital untuk mengembangkan usaha.
      Adapun, sejumlah program tersebut, di antaranya UMKM Go-Online, Gerakan 1.000 Startup Digital, Digital Entrepreneurship Academy (DEA), serta Petani dan Nelayan Go-Online.
      “Seperti kita ketahui, pandemi mempercepat proses digitalisasi dalam kehidupan kita. Karena itu, kami berharap optimalisasi prasarana digital dapat berfaedah secara maksimal dalam setiap sektor kehidupan rakyat, baik untuk sekarang maupun jangka panjang,” ucap Johnny.
      Dengan peningkatan infrastruktur digital, ia menyebut, pemerintah yakin dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui pengembangan ekonomi digital.
×
×
  • Create New...