Jump to content

Asrama Haji Pondok Gede Mulai Tampung Pasien Covid-19 per Sabtu Pagi Ini


keenion

Recommended Posts

261390302_asramahaji.thumb.jpg.61f387fdbcd60d27fdfc7bb87d51ff62.jpg

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Asrama Haji di Pondok Gede siap beroperasi menjadi RS Darurat untuk pasien Covid-19 pada Sabtu (10/7/2021) pagi ini.

Dari hasil kuniungannya pada Jumat (9/7/2021) kemarin, Jokowi menilai Asrama Haji sudah selesai renovasi untuk menjadi rumahnsakit darurat penanganan Covid-19.

"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), beserta seluruh jajarannya yang sudah bekerja keras dalam waktu lima hari menyiapkan Asrama Haji dikonversi menjadi rumah sakit," kata Jokowi.

Jokowi yakin RS Asrama Haji bisa beroperasi per Sabtu pagi ini, karena dirinya sudah mengecek langsung seluruh kesiapan di rumah sakit darurat tersebut.

"Saya sudah cek ke dalam, peralatan kesehatan, penggantian AC, kemudian perbaikan lift untuk pasien, saya lihat sudah dalam keadaan 99 persen siap," seru dia.

Kapasitas 910 Tempat Isolasi

1079363186_tempattidur.thumb.jpg.35a301be86140d9eb1ea91e5a3e12dc2.jpg

 

Pemerintah telah menyiapkan 910 tempat tidur isolasi, termasuk 36 HCU (high care unit) untuk pasien Covid-19 di Asrama Haji. Termasuk sebanyak 370 tempat tidur untuk tenaga kesehatan.

Selain di Asrama Haji Pondok Gede, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah tempat untuk isolasi lainnya di Rumah Susun Nagrak sebanyak 2.273 tempat tidur, dan di Rumah Susun Pasar Rumput sebanyak 5.952 tempat tidur.

Di samping itu, Pemerintah juga menambah kapasitas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet sebanyak 1.200 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By keenion
      Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto meminta seluruh pihak tetap kompak dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab saat ini varian virus delta semakin meresahkan dan dibutuhkan kerja sama seluruh pihak.
      "Kita harus sangat-sangat waspada dan untuk itu kita harus sangat kompak, untuk itu kita harus meninggalkan perasaan perbedaan pandangan, kita harus tinggalan perbedaan-perbedaan, kita jangan menghujat siapa pun, mengkritik dengan baik, tapi tolong kita harus mencapai atau membangun suatu ketenangan, kekompakan," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (9/7/2021).
      Dia pun optimis Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Prabowo juga meminta masyarakat agar tidak panik. Kuncinya yaitu mengurangi mobilitas.
      "Kita optimis, jangan panik, bahaya ini bisa kita atasi. Tapi tentunya kita harus disiplin salah satunya mengurangi mobilitas yang tidak perlu sekali," jelasnya.
      Patuhi Aturan
      Prabowo juga meminta agar masyarakat patuh aturan pemerintah. Serta berperan untuk menangani pandemi saat ini.
      "Jadi benar-benar harus patuh pemerintah, ambil peran serta dan menyampaikan masalah dengan baik, jangan mencari masalah lagi menghadapi tantangan dan kesulitan," tutupnya. 
    • By keenion
      Kisah memilukan menimpa pasangan suami istri Kades Trosemi, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Sariyanto, 69, dan istrinya, Asih Sariyanto, 64.
      Pasutri tersebut meninggal dunia terpapar Covid-19 di hari yang sama, Jumat (9/7/2021). Sang istri meninggal lebih dulu saat dalam perawatan intensif di RSUD dr Moewardi Solo pukul 03.00 WIB.
      Sementara Sariyanto menyusul kepergian sang istri pada pukul 13.00 WIB. Rencananya kedua pasutri ini akan dimakamkan berdampingan di Dukuh Trosemi hari ini. Sekretaris Camat (Sekcam) Gatak, Ariyanto, menyampaikan kabar duka tesebut.
      “Hari ini kami berduka karena kehilangan Kades Trosemi dan istrinya yang meninggal dunia karena Covid-19,” kata dia
      Kades Sariyanto meninggal dunia di rumahnya saat menjalani isolasi mandiri. Kedua pasangan tersebut sama-sama memiliki penyakit penyerta (komorbid).
      Dikatakannya, Asih Sariyanto telah menjalani rawat inap di RS Moewardi sejak Rabu (7/7/2021) lalu.
      Sebelumnya Sariyanto juga menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun yang bersangkutan pulang paksa setelah mengetahui sang istri di rawat di rumah sakit.
      Kemudian Asih Sariyanto meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB. Prosesi pemusalaran jenazah Asih belum dilakukan, Sariyanto justru menyusul sang istri.
      “Pemusalaran masih menunggu dari RS Moewardi. Nanti akan dimakamkan berdampingan,” katanya.
    • By VOAIndonesia
      Banyak pengelola bangunan kesulitan menjaga keselamatan penghuni atau pengunjung dari penularan virus korona. Sebuah aplikasi manajemen ruang membantu pengelola gedung menata ulang ruang agar lebih aman bagi penggunanya.
       
    • By ega
      Mutasi virus Corona penyebab Covid-19 yang terjadi di Inggris menjadi kekhawatiran baru bagi sebagai dunia. Lalu, apakah virus ini dapat ditangkal dengan vaksin yang sudah dibeli oleh pemerintah?
      Ahli Biologi Molekuler lulusan Harvard Medical School, Amerika Serikat, Ahmad Rusdan Utomo menjawab kekhawatiran soal mutasi Covid-19 tersebut.
      Dia menjelaskan, konsep vaksinasi sendiri bisa menggunakan beberapa cara. Ada yang menggunakan protein virus yang telah dimatikan. Juga bisa menggunakan adonovirus yang membawa materi genetik virus. Bisa pula menggunakan materi genetik dari protein spike (protein tanduk virus).
      "Jadi setelah diinjeksi ke manusia, manusia akan akhirnya timbul antibodi sebagai reaksi terhadap protein spike yang akhirnya terekspresi ke dalam tubuh manusia. Dan ketika lihat antibodi ini mengenali antigennya, dalam hal ini adalah protein spike itu ada titik yang sangat spesifik pada lokasi spike ini (disebut epitop). Epitop adalah lokasi di dalam antigen di mana titik di mana antibodi itu berikatan," papar Ahmad Utomo dikutip melalui video di akun Instagram pribadinya @ahmadrusjdan, Sabtu (2/1/2021).
      Menurut dia, terdapat empat macam epitop di mana protein spike dikenali oleh antibodi manusia. Dia menerangkan tatkala antibodi manusia mampu mengikat protein spike, maka itu akan menghambat ikatan spike dengan reseptor manusia, tempat jalan masuknya virus ke tubuh.
      "Di sinilah konsep vaksin ini," tegas dia.
      Lantas bagaimana jika Covid-19 telah bermutasi? Terlebih lagi mutasinya pada protein spike, apakah vaksin masih bisa efektif?
      "Nah, kita perlu ingat, katakan ada (satu) protein spike yang termutasi ya. Tentu saja untuk antibodi yang ini dia tidak bisa mengenali (satu spike yang termutasi), akan tetapi ingat ada sekitar tiga antibodi karena tiga ini mengenali epitop yang masih normal yang belum termutasi," tutur Ahmad Utomo.
      Sehingga kendati terdapat mutasi pada gen spike virus, maka antibodi yang awalnya mengenal gen spike yang belum termutasi menjadi tidak efektif lantaran sudah tak dapat dikenali.
      Akan tetapi, kata Ahmad Utomo masih terdapat tiga antibodi yang mengenali spike di sisi lain virus. Sehingga diharapkan antibodi bakal tetap mendeteksi Covid-19 yang masuk ke tubuh dan segera menyerangnya.
      "Dan data-data yang ada sekarang dari berbagai macam variasi mutasi varian dari Covid-19, sejauh ini masih bisa diblok," tutur dia.
      Ketangguhan Vaksin Covid-19
      Ahmad Utomo menyampaikan vaksin yang ada saat ini terbukti mampu mencegah gejala penyakit imbas infeksi Covid-19.
      "Apakah vaksin bisa melakukan pencegahan? Dan vaksin yang ada sekarang itu terbukti bisa mampu mencegah gejala penyakit. Jadi kasus terjadinya Covid-19 pada relawan yang divaksin itu jauh lebih rendah daripada relawan yang menerima placebo," urai Ahmad Utomo.
      Artinya, kata Ahmad Utomo, vaksin memiliki efektivitas cukup tinggi. Bahkan mencapai 95 persen.
      "Vaksin ini memang memiliki efikasi lumayan tinggi, berkisar antara 65 hingga 95 persen," kata dia.
      Lantas apakah vaksin mampu mencegah penularan Covid-19? Ahmad Utomo menegaskan belum ada pihak yang mampu mengetahui hal itu. Oleh karena itu, kendati vaksinasi telah dilaksanakan, patuh terhadap protokol kesehatan tetap merupakan kewajiban.
      "Apakah masih bisa mencegah penularan? Kita tidak tahu, oleh karena itu penting bagi kita semua untuk tetap menggunakan masker bahkan setelah divaksin," pesan Ahmad Utomo.
    • By helenefriani
      Kehadiran vaksin Covid-19 dinanti jutaan orang di Indonesia. Perlahan tapi pasti, optimisme melawan pandemi semakin meningkat yang mana tidak hanya berpengaruh terharap kasus Covid-19, namun terhadap pemulihan ekonomi.
      Bagi pengusaha, datangnya vaksin berarti sedikit demi sedikit membangun kepercayaan para konsumen untuk kembali membelanjakan uang mereka. Pengusaha pun mengapresiasi kedatangan vaksin sebagai langkah awal imunisasi masal untuk mencegah penularan virus.
      "Dunia usaha menyambut baik dan mengapresiasi pemerintah yang sudah mulai menyediakan vaksin di Indonesia. Kami yakin ini bisa jadi game changer untuk pemulihan ekonomi di 2021," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (8/12/2020).
      Alasannya, tentu karena adanya vaksin menjadi pendorong bagi pengendalian Covid-19 sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beraktivitas secara fisik dan meningkatkan permintaan melalui konsumsi.
      Kendati, Shinta menyoroti keamanan dan efektivitas vaksin yang harus divalidasi dan benar-benar terjamin kualitasnya. Hal itu juga harus dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat.
      Kemudian, skema distribusi dan operasional harus berjalan cepat dan efektif dengan skala prioritas sesuai ketentuan pemerintah. Insentif terhadap pembiayaan vaksinasi juga harus sesuai dengan tingkat ekonomi masyarakat Indonesia.
      Terakhir, Shinta menekankan agar masyarakat dapat terus diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah dilakukan vaksinasi.
      "Kalau vaksin bisa efektif untuk mengendalikan Covid-19, maka pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen bisa tercapai," ujarnya.
      Kehadiran Vaksin Covid-19 Gairahkan Industri Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan UMKM
      Upaya pemerintah menghadirkan vaksin COVID-19 di Indonesia mendapat sambutan positif dari berbagai dunia usaha. Para pengusaha menilai vaksinasi adalah salah satu jawaban untuk kembali menggairahkan kembali roda perekonomian nasional menyongsong 2021.
      “Tentunya harapan dengan adanya vaksin ini akan menimbulkan rasa aman, rasa percaya dan mengurangi ketidakpastian, sehingga akan membantu orang mulai spending dan mengaktifkan kembali roda perekonomian,” harap Rosan Roeslani, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dalam Webinar KPCPEN dengan tema ‘Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19’, Selasa (1/12/2020).
      Optimisme yang sama juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, yang mengatakan, “Kami juga perlu menggarisbawahi bahwa efektivitas vaksin ini apabila sesuai harapan kita, tentunya akan membawa perbaikan kepada kita semua,”.
      Namun pengusaha meminta pemerintah kembali meninjau kewajiban pengusaha menyediakan anggaran untuk vaksinasi mandiri, karena terpuruknya kondisi finansial banyak perusahaan sebagai dampak dari wabah COVID-19.
      “Karena bagaimanapun juga, kita pada kondisi yang terdampak cukup berat, pada situasi seperti ini,” ungkap Hariyadi.
      Kehadiran vaksin nantinya diperkirakan akan dapat segera memulihkan dunia usaha seperti pariwisata, ekonomi kreatif dan juga usaha-usaha kelompok UMKM yang banyak menyandarkan pada pertemuan fisik.
      Pemerintah sendiri saat ini sudah memberi isyarat akan segera menghadirkan vaksin secara bertahap mulai akhir tahun ini. Sementara itu, data survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan, ITAGI, dan UNICEF menyebutkan sekitar 64,8 persen masyarakat Indonesia percaya dan menerima vaksinasi.
×
×
  • Create New...