Jump to content

Strategi Pemasaran Produk


Recommended Posts

jualan.thumb.jpg.44390389832ea371ed876fcdd2bd6c8d.jpg

Apakah Anda sudah punya produk yang beredar di pasaran? atau mungkin Anda baru berencana merilis suatu produk ke pasar? Apapun kondisinya, Anda perlu memiliki strategi pemasaran produk.

Kenapa ini penting? Karena strategi pemasaran produk yang baik dapat membantu Anda memposisikan produk dengan tepat di pasaran. Hal ini tentu dapat meningkatkan daya saing produk Anda.

Di artikel ini, kami akan mengajak Anda mempelajari lebih dalam 5 strategi pemasaran produk yang efektif seperti:

1. Memaksimalkan potensi media sosial

Anda akan mempelajari tiga cara berbeda memanfaat media sosial untuk promosi. Ketiga cara yang dimaksud ialah menjadikan medsos sebagai etalase produk, sebagai sumber informasi seputar bisnis, dan sebagai channel komunikasi antara pemilik bisnis dan pelanggan.

2. Menggunakan influencers atau key opinion leaders (KOL)

Anda akan mengetahui berbagai macam influencers yang sesuai dengan kebutuhan promosi produk Anda. Macam-macam influencers yang dimaksud adalah mikro, makro, brand ambassador, dan evangelist/brand advocates.

3. Menjajal program afiliasi

Strategi pemasaran lewat afiliasi memungkinkan Anda mempromosikan produk ke target pasar potensial lewat partner-partner terpercaya.

4. Membuat video tutorial

Video tutorial bisa jadikan strategi promosi yang menjangkau pelanggan di berbagai tahap customer journey.

5. Blog dan SEO

Blog dan SEO juga bisa jadi strategi pemasaran produk Anda. Terutama ketika Anda ingin mendapatkan pelanggan dari pencarian organik. Cara ini juga bisa dipakai untuk mendidik calon pelanggan potensial dengan informasi bermanfaat.

Tak berhenti hanya pada 5 strategi pemasaran. Kami juga akan membahas berbagai contoh strategi pemasaran produk, alasan menjalankan strategi tersebut, beserta checklist sebelum mengeksekusi strategi pemasaran.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By comporonline
      Perubahan demografi, teknologi, dan lingkungan yang terjadi di Indonesia akan mengubah perilaku konsumen di Indonesia. Muncul konsumen-konsumen jenis baru yang akan mengubah gaya pemasaran di masa mendatang. Seperti apa perubahan yang terjadi?

      Xiaomi mendapatkan momen penjualan paling fantastis di Indonesia. Ponsel buatan Tiongkok yang sedang happening di negaranya itu berhasil terjual 15 ribu unit dalam waktu 10 menit!
      Merek Xiaomi dijual melalui situs online Lazada. Melalui cara penjualan flash sale, dimana pembeli hanya diberi waktu singkat untuk melakukan pembelian, maka banjir pembelian pun terjadi. Tentu saja penjualan yang habis dalam waktu 10 menit tersebut hanya bisa dilakukan lewat online. Ini berbeda dengan rekor-rekor penjualan ponsel sebelumnya seperti Nexian maupun Blackberry yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk habis karena adanya antrean di toko.
      Menjadi salah satu pemilik merek ponsel yang pertama seperti menjadi gengsi bagi konsumen. Apalagilaunching ponsel selalu disertai diskon “gila-gilaan”. Namun, ambisi ini makin termanjakan dengan adanya internet. Konsumen mudah mencari-cari di internet dan kemudian membeli melalui sentuhan jari saja.
      Kedekatan konsumen dengan dunia online menjadi salah satu ciri saja perilaku konsumen yang terlihat berbeda akhir-akhir ini. Pertumbuhan internet di Indonesia yang semakin dahsyat memang menciptakan konsumen yang mulai memilih belanja online sebagai salah satu cara berbelanja. Selain itu juga ada beberapa perubahan perilaku yang mewarnai konsumen Indonesia, sehingga para marketer pun perlu mewaspadai perubahan ini dengan baik.
      Apa sebenarnya yang melatarbelakangi konsumen Indonesia mengalami perubahan perilaku? Sepuluh tahun yang lalu, Handi Irawan pernah meluncurkan buku tentang 10 perilaku konsumen Indonesia. Seperti diprediksi oleh Handi Irawan, beberapa perilaku dalam buku tersebut akan mengalami perubahan di masa mendatang. Jika dahulu konsumen Indonesia tidak sadar lingkungan dan tidak peduli lingkungan, maka pada masa sekarang konsumen sudah mulai memilih makanan yang sehat dan memerhatikan lingkungan dalam memilih produk.
      Perubahan demografi adalah salah satu pendorong terjadinya perubahan perilaku konsumen di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir ini terjadi perubahan demografi di Indonesia. Semakin meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat Indonesia menciptakan masyarakat baru di Indonesia, seperti kelas menengah yang semakin besar, meningkatnya kelompok-kelompok produktif, dan berkurangnya tingkat kelahiran.
      Pendapatan masyarakat yang semakin besar di satu sisi memang terlihat baik. Namun di sisi lain, semakin tingginya kemakmuran masyarakat di sebuah negara menciptakan berbagai penyakit baru. Bila pada saat negara masih miskin, penyakit-penyakit seperti cacar dan muntaber menjadi penyakit yang dominan. Namun saat negara makin makmur, penyakit-penyakit modern menjadi dominan seperti stroke, jantung, kanker, AIDS, dan lain-lain. Jangan heran jika Anda akan menemukan jenis-jenis penyakit baru di masa mendatang.
      Selain demografi, perubahan teknologi juga menjadi penyebab terjadinya perubahan perilaku konsumen. Yang banyak terlihat adalah masuknya internet dalam keseharian konsumen. Kini konsumen merasa tidak bisa hidup tanpa bantuan internet. Konsumen bahkan merasa terdorong untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Konsumen juga semakin percaya bahwa internet menjadi saluran komunikasi dan distribusi bagi produk-produk yang mereka inginkan.
      Sebetulnya internet tidak hanya menjadi satu-satunya perubahan teknologi yang muncul di masyarakat. Teknologi seperti biotechnology dan medical technology membuat konsumen semakin percaya terhadap teknologi yang mengatur dan membantu kehidupan mereka.
      Faktor lain yang akan mengubah perilaku konsumen adalah masalah lingkungan. Kerusakan lingkungan yang semakin parah, isu global warming, dan sulitnya mendapatkan sumber daya alam perlahan akan membuat konsumen semakin sadar lingkungan. Harus diakui, perhatian konsumen di Indonesia terhadap lingkungan sampai sekarang masih terbilang minim. Namun, adanya tekanan danpolicy dari pemerintah serta keadaan lingkungan yang dirasakan akan memaksa konsumen untuk sadar terhadap lingkungan.
      Salah satu masalah yang dihadapi konsumen adalah sampah yang semakin menumpuk. Manajemen sampah akan menjadi masalah di tiap rumah tangga sehingga konsumen akan mulai berpikir untuk membeli produk-produk daur ulang dan tidak terbebani sampah. Salah satunya dilakukan juga dengan mengurangi konsumsi plastik dan material lain yang tidak langsung hancur oleh tanah.
      Online Consumers
      Konsumen baru di Indonesia akan semakin menjadi konsumen online. Para marketer nantinya tidak lagi melakukan segmentasi pasar secara tradisional, namun mereka harus berpikir bagaimana membagi segmen konsumen mereka secara online. Berdasarkan hasil survei, orang-orang yang berusia mapan akan semakin banyak melakukan belanja online. Jika dulu belanja online didominasi oleh kelompok muda, kini kelompok 30 tahun ke atas semakin banyak yang berbelanja online. Itu artinya pasar online pun akan semakin membesar dan marketer harus mulai berpikir memindahkan sebagian channel mereka ke online.
      Connected Consumers
      Konsumen baru akan selalu merasa terhubung dan ingin terhubung dengan orang lain. Mereka selalu meminta rekomendasi dari orang lain ketika membeli produk atau merek. Mereka juga terbiasa membagi sesuatu. Connect dan share menjadi bagian dari kehidupan konsumen. Oleh karenanya marketer tidak boleh melihat konsumen sebagai satu konsumen, tetapi merupakan satu jaringan yang terhubung dengan konsumen lain.  Termasuk juga adaptasi dengan budaya lain secara mudah dan cepat dapat dilakukan konsumen.
      Long Term Consumers
      Konsumen baru di Indonesia semakin berpikiran jangka panjang. Internet membuat konsumen semakin terinformasi dengan baik akan hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan. Konsumen lebih bisa memprediksi sesuatu sehingga merasa membutuhkan persiapan jangka panjang. Apalagi pendapatan konsumen Indonesia juga semakin meningkat sehingga pengeluaran untuk hal-hal yang bersifat jangka panjang bisa mereka lakukan. Pertumbuhan pengguna asuransi yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa konsumen makin melihat jangka panjang.
      Loping Consumers
      Konsumen mudah berpindah-pindah dari satu hal ke hal lain. Ini dikarenakan teknologi memudahkan mereka untuk melihat-lihat serta berpindah dari satu window ke window yang lain. Akibatnya dalam keseharian mereka semakin sulit menjadi loyal, terbiasa multitasking, dan cenderung mencoba berbagai merek karena rekomendasi orang lain. Lihat saja merek Xiaomi yang tiba-tiba melejit dan banyak dibeli konsumen di Indonesia. Padahal sebelumnya kita tidak pernah mengenal merek ini. Di masa mendatang akan timbul-tenggelam merek-merek baru, dan marketer harus mengantisipasi hal ini.
      Health Conscious Consumers
      Konsumen baru Indonesia akan mempertimbangkan kesehatan sebagai salah satu faktor dalam memilih produk. Berkembangnya outlet-outlet modern akan semakin mengakomodasi kebutuhan konsumen akan produk yang menyehatkan. Sekalipun mungkin konsumen tidak paham benar soal kandungan produk yang sehat dan tidak, namun konsumen membutuhkan komunikasi soal “sehat” di dalam produk yang akan mereka beli. Demam lari dan bersepeda juga menjadi contoh bahwa konsumen Indonesia semakin sadar akan kesehatan.
      Environmental Friendly Consumers
      Benarkah konsumen Indonesia peduli lingkungan? Banyak yang masih pesimistis soal ini. Dalam hal lingkungan, konsumen Indonesia belum sampai tahap tidak membeli produk-produk yang tak ramah lingkungan, tetapi mereka akan mulai berpikir soal efisiensi dan penghematan sumber daya. Misalnya, ketika membeli mobil, mereka akan berpikir soal bagaimana mengirit bahan bakar kendaraan. Konsumen juga mulai memilih produk-produk yang hemat listrik dan makan dengan bungkusan yang praktis dan tidak menghabiskan tempat.
    • Guest News
      By Guest News
      Tren belanja global tampak berubah khususnya di kalangan konsumen generasi milenial, yakni mereka yang lahir setelah tahun 1980 dan menjadi dewasa sekitar tahun 2000. Perubahan tampak pada konsumen muda asal China yang pola belanjanya sangat berbeda karena tidak lagi mementingkan barang bermerek.
       
    • By Hernawan
      Dalam industri teknologi, perusahaan-perusahaan seperti Apple, Google dan pemain lainnya "dipaksa" untuk terus berinovasi. Namun bagi pendiri Apple, Steve Wozniak, inovasi bukan hanya sekadar membuat produk yang berbeda dan baru.
      Hal itu disampaikan Woz -sapaan akrab Wozniak-, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, saat berbicara soal inovasi di dalam Apple dan bagaimana Steve Jobs yang juga merupakan pendiri perusahaan tersebut, melihat inovasi.
      "Level inovasi di Apple sangat tinggi, tapi ada orang-orang yang berpikir inovasi sebagai kategori brand baru," tutur Wozniak.
      Menurut Woz, inovasi itu sebenarnya adalah memastikan semua aspek dari sebuah produk bekerja dengan baik dan semua orang dapat memahami bagaimana menggunakannya. Jobs, katanya, sangat mengerti dengan gagasan tersebut.
      "Dengan kata lain, masukkan keseimbangan dari fitur-fitur terbaik dan Anda tidak perlu menjadi kamera top di dunia, prosesor paling cepat di dunia, atau memiliki daya tahan baterai terlama. Anda hanya perlu menjadi yang terbaik di setiap kategori," ungkap Woz.
      Lebih lanjut, Woz melihat kemiripan Chief Executive Officer (CEO) Tesla, Elon Musk, dengan sejumlah karakteristik Jobs. Ia meyoroti kreativitas Musk dan Jobs dalam berinovasi.
      "Steve Jobs membuat iPhone dan memastikan bagaimana setiap detail kecil harus tepat baginya. Kemudian iPhone lahir dan menjadi sebuah transformasi yang indah. Sedangkan Elon (Musk) membuat sebuah mobil untuk dirinya, Tesla Model S, dan berhasil mengambil alih dunia," jelas inventor teknologi tersebut
    • By c0d1ng
      Pertengahan bulan September kemarin, Snapchat telah menghadirkan beberapa fitur terbaru, khususnya fitur selfie. Ya, fitur yang lebih dikenal dengan nama fitur Lenses ini memungkinkan pengguna menambahkan efek khusus pada foto maupun video yang Anda rekam. Saking menariknya fitur tersebut, One Direction memutuskan untuk menggunakannya sebagai media pemasaran album kelima mereka, 'Made In The A.M'.
      Pada video Snapchat ini, terlihat Harry, Niall, Louis, dan Liam tengah membagikan bocoran judul lagu. Kelihatannya, mereka mengambil video tersebut di sela-sela acara tour 'On The Road Again'. Di sana nampak Harry tak terlalu banyak bicara, justru Niall, Louis, dan Liam yang terlihat memanfaatkan fitur Lenses untuk menyebutkan beberapa judul lagu terbaru.
      Album kelimanya ini terdiri dari 17 lagu yang rencananya akan diluncurkan pada tanggal 13 November 2015. Berikut ke-17 judul lagu yang terdapat pada album 'Made In The A.M'.
      1. 'Hey Angel'
      2. 'Drag Me Down'
      3. 'Perfect'
      4. 'Infinity'
      5. 'End Of The Day'
      6. 'If I Could Fly
      7. 'Long Way Down'
      8. 'Never Enough'
      9. 'Olivia'
      10. 'What A Feeling'
      11. 'Love You, Goodbye'
      12. 'I Want To Write You A Song'
      13. 'History'
      14. 'Temporary Fix'
      15. 'Walking In The Wind'
      16. 'Wolves'
      17. 'A.M.'
    • By c0d1ng
      Twitter Headquarter
      Twitter dilaporkan sedang membuat produk baru yang memungkinkan pengguna mempublikasikan konten yang melebihi 140 karakter.
      Dengan langkah ini Twitter menyadari bahwa ada beberapa hal yang tidak dapat diringkas dalam 140 karakter.
      Hingga kini belum diketahui secara pasti produk macam apa yang akan dikembangkan Twitter. Seorang juru bicara Twitter pun menolak mengomentari kabar ini.
      Langkah ini dilakukan Twitter di saat kepemimpinan Jack Dorsey, yang tak lain adalah pendiri Twitter, dan di tengah kondisi pertumbuhan jumlah pengguna yang sangat lesu. Pada kuartal dua 2015 rata-rata pertumbuhan pengguna Twitter tumbuh di laju paling lambat sejak mereka jadi perusahaan publik pada 2013.
      Dalam laporan di depan para investor, Dorsey berkata jumlah pengguna Twitter pada kuartal dua 2015 ini berada di angka 304 juta, naik dari 302 juta pengguna pada kuartal sebelumnya.
      Yang jelas, kini Twitter sedang berupaya mengembangkan layanan yang mudah digunakan dan bisa membuat pengguna menghabiskan banyak waktunya di layanan tersebut.
×
×
  • Create New...