Jump to content

Makanan Ini Bisa Memicu Risiko Kanker Payudara


Recommended Posts

  • Premium Account

payudara.thumb.jpg.352e3ec6ce2937f542536c2b6bea5dec.jpg

Meski secara ilmiah penyebab Kanker payudara belum diketahui, namun menurut sebuah penelitian, makanan yang meningkatkan peradangan di seluruh tubuh menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara sebesar 12 persen.

Temuan tersebut dipresentasikan dalam konferensi online Nutrition 2021 Live. Para peneliti menilai dampak dari pilihan makanan selama 14 tahun dan menemukan bahwa makanan yang meradang berhubungan dengan jenis kanker payudara. Ini berhubungan di antara wanita pramenopause—hubungan yang terjadi terlepas dari jenis kanker lainnya.

Makanan tersebut antara lain:

  • Gula, termasuk sirup jagung fruktosa tinggi
  • Karbohidrat olahan
  • Gorengan
  • Daging olahan seperti hot dog dan sosis
  • Lemak jenuh

Penulis pertama studi tersebut Carlota Castro-Espin, Ph.D.(c) di Catalan Institute of Oncology di Spanyol, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa sebagian besar penelitian melihat konsumsi dan risiko kanker payudara cenderung berfokus pada nutrisi tunggal atau makanan daripada keseluruhan makanan, seperti dilansir This Eat.

Studi ini penting, tambahnya, karena orang tidak mengkonsumsi nutrisi tunggal, melainkan makanan dalam kombinasi. Misalnya saja, makan daging olahan dengan roti yang diolesi dengan margarin, dan minum minuman bersoda yang manis. Menurut David Hanscom, MD, seorang dokter yang berfokus pada pengendalian peradangan pada tubuh, makanan kombinasi tersebut menyebabkan lonjakan besar dalam respons peradangan

Kemudian menyebabkan sistem kekebalan mencoba dan mengendalikan reaksi tersebut, tetapi jika Anda secara teratur makan makanan ini, sistem tidak akan mendapatkan kesempatan untuk berhenti.

Inilah yang dapat menempatkan Anda pada risiko kanker payudara, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian baru-baru ini, tetapi itu juga telah terbukti meningkatkan kemungkinan banyak masalah lain, termasuk gangguan autoimun, masalah kardiovaskular, obesitas, diabetes, dan jenis kanker lainnya.

Makanan ini bukan satu-satunya pemicu respons peradangan

Hanscom menegaskan, makanan ini bukan satu-satunya pemicu respons peradangan. "Stres bisa menjadi penyebab utama peradangan, bersama dengan kurang tidur, merokok, alergi makanan, dan penyakit kronis," katanya.

Kabar baiknya, lanjut Hanscom, ada banyak cara untuk menurunkan peradangan, dan strategi tersebut membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan Anda. Apa saja? Ia menyarankan untuk mengatasi stres terlebih dahulu. Kalau Anda hanya mengubah pola makan tanpa mengatasi perasaan marah akan memiliki efek yang terbatas.

"Bagi banyak orang, stres adalah penyebab mendasar dari beberapa pilihan makanan, terutama makanan yang menyebabkan peradangan, jadi Anda menambah masalah," katanya.

Untuk menghilangkan stres, Anda bisa saja memulai dengan hanya menulis di diary. Ini dapat mengurangi respons peradangan tersebut. Kemudian, memilih makanan anti-inflamasi seperti buah-buahan dan sayuran sehingga Anda tetap berada di jalur yang benar.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By jodang
      Menurut WHO, ada 90.000 kasus kematian pada wanita yang disebabkan oleh penyakit kanker. Salah satu jenis kanker yang sering diderita wanita adalah kanker serviks dan kanker rahim.
      Penting untuk diketahui, bahwa penyakit kanker rahim itu jelas berbeda dengan kanker serviks. Namun kedua penyakit tersebut merupakan salah satu penyakit yang dapat mematikan, terutama bagi kaum wanita.
      Kanker rahim adalah kanker yang berkembang dalam lapisan rahim. Rahim terletak di antara kandung kemih dan rektum, termasuk leher rahim dan rahim. Leher rahim berhubungan dengan vagina, sementara badan rahim berhubungan dengan tuba falopi.
      Sementara itu, kanker serviks merupakan kanker leher rahim. Leher rahim merupakan bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Hampir semua kasus penyebab kanker serviks adalah human papillomavirus (HPV).
      Gejala Kanker Rahim Stadium Awal
      1. Nyeri Pada Perut dan Pinggang
      Kasus kanker rahim yang berkembang pada dinding adenosid rongga rahim biasanya memicu pasien mengeluhkan gejala kanker rahim berupa rasa nyeri yang menekan pada perut hingga pinggang. Gejala kanker rahim ini datang sewaktu-waktu, tetapi kadang muncul cukup kuat pada saat setelah melakukan aktivitas seks. Pada wanita usia subur, rasa nyeri bisa semakin kuat pada saat menstruasi datang.
      2. Perut Membesar
      Jaringan ligamen pada rongga rahim yang mengalami efek inflamasi karena invasi sel kanker biasanya akan membengkak. Ini membuat pasien tampak memiliki perut yang besar dan sedikit terasa keras.
      3. Rasa Nyeri Saat Kencing
      Banyak pasien juga mengeluhkan gejala kanker rahim stadium awal dengan nyeri pada saat kencing kadang juga disertai efek kesulitan untuk kencing. Hal ini dikarenakan lokasi rahim yang berdekatan dengan ginjal dan kandung kemih. Perkembangan sel kanker pada dinding rahim menekan organ-organ lain di sekitarnya.
      4. Menstruasi Berat
      Kebanyakan kasus penyakit ini akan menimbulkan gejala kanker rahim dengan menstruasi yang berat. Darah yang dikeluarkan sangat banyak dengan periode yang panjang. Meski dinding endometrium tidak terinvasi, tetap saja kerusakan pada dinding luar rahim akan mempengaruhi dinding dalam rongga rahim. 
      5. Pendarahan
      Kasus pendarahan rahim memang biasanya lebih banyak terjadi pada kasus kanker endometrium. Tetapi efek dari kerusakan pada dinding luar rahim juga bisa memberi efek tekanan pada dinding dalam rahim dan memicu terjadinya pendarahan. Biasanya gejala kanker rahim berupa pendarahan terjadi relatif lebih ringan hingga hanya muncul bercak darah saja.
      6. Rasa Lelah Berlebihan
      Efek serangan sel kanker banyak pasien juga mengeluhkan masalah kelelahan yang cukup berat. Bukan hanya itu, pasien juga tampak mudah lesu dan lemas. Beberapa pasien juga mengalami gangguan libido akibat efek gangguan fungsi saraf pada area genital wanita.
      7. Masalah Berat Badan
      Gejala kanker rahim pada umumnya juga mudah dikenali dari masalah selera makan yang menurun. Di saat yang sama pasien juga mudah merasa mual dan muntah.
      Di saat yang sama, sel kanker secara agresif menarik lebih banyak nutrisi. Ini akan membuat pasien dengan cepat mengalami penurunan berat badan.
      Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Rahim
      1. Umur
      Peningkatan risiko kanker rahim berkaitan dengan bertambahnya usia seorang wanita. Sebagian besar kanker rahim menyerang wanita yang sudah mengalami menopause di usia 63 tahun ke atas.
      2. Riwayat kehamilan
      Wanita yang memiliki riwayat hamil di atas usia 35 tahun. Dan wanita yang belum pernah hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kanker rahim.
      3. Obesitas
      Keterkaitan wanita obesitas dengan kanker rahim dikemukakan oleh beberapa penelitan. Beberapa penelitian tersebut mengungkapkan, wanita yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30 memiliki peningkatan risiko terjadinya kanker rahim.
      4. Terapi hormon
      Wanita yang memiliki riwayat terapi hormon estrogen, yang biasanya terjadi pada wanita yang telah menopause, memiliki peningkatan risiko terjadinya kanker rahim.
      5. Riwayat keluarga
      Sebanyak 10% penderita kanker rahim disebabkan faktor genetika. Beberapa kasus kanker rahim disebabkan oleh perubahan gen tertentu, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker rahim.
      Jika ada beberapa kerabat dekat dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker usus, payudara atau rahim, maka ada kemungkinan ada genetik diwariskan kepada generasi berikutnya. Kerabat dekat dalam hal ini mencakup orangtua, anak, saudara.
      6. Tamoxifen
      Tamoxifen merupakan obat hormonal yang digunakan untuk mengobati kanker payudara. Obat ini bisa sedikit meningkatkan risiko kanker rahim, bila dikonsumsi dalam waktu jangka panjang.
      Pengobatan untuk Kanker Rahim
      Pengobatan kanker rahim yang umum dilakukan adalah histerektomi atau operasi pengangkatan rahim. Histerektomi dapat dilakukan untuk menyembuhkan kanker rahim stadium awal, namun membuat pasien tidak bisa hamil.
      Kemoterapi dan radioterapi terkadang juga digunakan dan dikombinasikan dengan tindakan pembedahan. Selain itu, terapi hormon juga dapat dilakukan untuk pasien yang belum menopause dan masih ingin memiliki anak.
    • By BincangEdukasi
      Berita berpulangnya Julia Perez, artis yang juga kerap disapa Jupe ini membuat dunia hiburan berkabung. Jupe mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), pada Sabtu 10 Juni 2017, akibat kanker serviks. Kabar duka ini, pada awalnya, disampaikan sang adik, Nia Anggia Perez, lewat akun instagramnya. Dalam caption foto yang dia unggah, dia meminta doa buat kakak tercintanya. 
      Kasus penyakit kanker serviks sebenarnya bukan kasus langka. Sudah banyak penderita kanker serviks, baik di Indonesia, maupun di luar negeri. Kanker ini termasuk jenis kanker yang cukup ganas. Makanya nggak heran, kalau banyak cewek, terutama yang sudah aktif berhubungan seksual dan sudah menikah, khawatir dengan penyakit serius yang satu ini. 
      Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan pola makan dan juga gaya hidup sehat. Selain itu, perlu juga ada pemeriksaan rutin, dengan metode pap smeas. Metode ini dilakukan dengan cara mengambil sel yang ada pada rahim. Sel itu kemudian diperiksa di laboratorium dan dilihat, apakah sel tersebut merupakan sel kanker. Atau, apakah ada kemungkinan sel tersebut tumbuh secara tak normal. 
      Tapi, meskipun nggak menggunakan sistem pap smear, ciri-ciri kanker serviks bisa terlihat, kalau memang stadiumnya sudah memasuki tingkat lanjut. Dilansir dari Cancer.org, gejala ini bisa beragam, tergantung dari kondisi penderita. Namun, ada beberapa ciri umum. 
      1. Ketika kanker sudah menyerbu dan mengganas, ada beberapa tanda umum. Misalnya, keluar darah setelah berhubungan seksual. Kalau kondisi vagina dan rahim sehat, tak akan ada darah yang keluar kecuali kamu sedang menstruasi. 
      2. Selain itu, buat kamu yang sudah menopause, darah juga keluar dari mulut vagina. Padahal, setelah memasuki masa menopause, seharusnya tak ada darah yang keluar dari mulut vagina. 
      3. Kamu juga sebaiknya menghitung dan memerhatikan siklus menstruasimu. Kalau seharusnya mens sudah berhenti, tapi darah masih keluar, sebaiknya periksakan dirimu ke dokter kandungan. 
      4. Keputihan juga merupakan salah satu tanda adanya kanker serviks seperti yang diderita Julia Perez. Tapi keputihan ini nggak biasa. Keputihan ini mengandung sedikit darah. Biasanya, muncul di antara masa menstruasi atau setelah memasuki masa menopause. Selain itu, kalau kamu merasa sakit saat bercinta, sebaiknya kamu juga memeriksakannya ke dokter. 
    • By duniagelap
      Gadis 19 tahun bernama Xu Yanhua di Huangzhou, China, ingin menjual keperawanannya demi mendapat uang buat mengobati penyakit kanker yang diderita kakaknya.
      Senin lalu dia terlihat ada di dalam kereta bawah tanah sambil memegang papan pengumuman yang menyebut dia ingin menjual keperawanannya itu seharga 200 ribu yuan atau Rp 391 juta.
      "Pengobatannya butuh biaya lebih dari 200 juta yuan. Keluarga saya tidak mampu membayarnya. Siapa orang baik hati yang bersedia menyelamatkan kakak saya?" tulis Xu dalam papan pengumuman itu.
      Menurut laporan dari situs 163.com, Xu mengaku mempunyai sertifikat dari rumah sakit yang membuktikan dia masih perawan.

      Dalam papan pengumuman yang dia bawa Xu menjelaskan dirinya berasal dari Qiubei, Provinsi Yunnan. Dia mengatakan saat ini masih duduk di bangku SMA.
      Kakaknya yang berusia 23 tahun didiagnosa menderita leukimia tiga tahun lalu dan keluarga tidak punya cukup uang buat membiayai pengobatan.
      Dia mengatakan keluarganya sudah menghabiskan seluruh uang simpanan untuk membiayai transplantasi sumsum tulang belakang tapi penyakit kakaknya tidak berhasil disembuhkan.
      Kondisi kesehatan kakaknya kini kian memburuk hingga akhirnya dia memutuskan akan menjual keperawanannya.
      Ketika ditemui adiknya di rumah sakit Zhejiang, sang kakak mengatakan dia tidak tahu adiknya mencoba menjual keperawanan.

      "Sekarang saya tahu, dia bodoh sekali," katanya kepada wartawan 163.com. Dia menuturkan ingin adiknya itu pulang ke rumah dan melanjutkan sekolahnya.
      Selain menarik perhatian para penumpang kereta, perbuatan Xu yang ingin menjual keperawanannya itu juga diketahui oleh polisi. Aparat kemudian membawa dia ke kantor polisi. Polisi mengatakan perbuatannya itu ilegal.
    • By berita_semua
      Seorang pria memiliki 'payudara'? Tentu tidak satu pun pria yang ingin memiliki 'payudara' layaknya seorang wanita atau dikenal dengan sebutan Ginekomastia.
      Baik pria usia muda, dewasa, maupun usia tua, mempunyai risiko mengalami masalah ini. Karena itu, banyak pria yang merasa gelisah takut memiliki 'payudara', sehingga mereka mencari tahu bagaimana cara menghilangkannya.
      Testosteron vs estrogen
      Ada satu alasan mengapa seorang pria dapat mempunyai 'payudara' seperti wanita. Tidak selalu karena pola makan yang buruk atau kurang berolahraga, melainkan bisa disebabkan oleh hormon.
      Jaringan payudara dapat tumbuh sebagai hasil dari ketidakseimbangan antara hormon testosteron (hormon seks pria) dengan hormon estrogen pada wanita. Dalam kasus pria remaja, biasanya mereka akan mengalami penurunan testosteron, sehingga estrogen lebih dominan, sehingga 'payudara' mulai tumbuh.
      Kadar testosteron memang dipengaruhi oleh usia. Pria yang lebih tua mungkin mengalami peningkatan ukuran payudara karena kadar testosteron mereka jatuh di sekitar usia 20 tahun.
      Sementara, pria kelebihan berat badan, menghasilkan lebih banyak estrogen karena lemak tubuh ekstra dan enzim dalam sel-sel lemak yang disebut aromatase. Ini mengkonversi testosteron yang mengarah ke masalah tersebut.
      Menjadi gemuk, tubuh semakin menghasilkan estrogen dan lebih banyak estrogen tergantung seberapa gemuk Anda. Namun, sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan hormon tubuh Anda.
      Jadi, apa yang harus dilakukan?
      Operasi pengecilan payudara pria mungkin akan meningkat, tetapi kenyataannya adalah tidak ada jalan pintas untuk menyingkirkan payudara pada pria. Perlu beberapa upaya untuk menghilangkan payudara pada pria.
      Pertama, berolahraga rutin akan meningkatkan testosteron. Membatasi konsumsi alkohol, gula dan karbohidrat dari makanan olahan juga akan membantu.
      Anda pun perlu memasukkan sayuran seperti bayam, kubis, kale, brokoli, dan kecambah ke diet harian. Makanan kaya zinc, seperti tiram, kacang-kacangan, daging merah dan unggas juga dapat membantu menghentikan proses aromatisasi testosteron menjadi estrogen. Dikutip dari Mirror.
    • By Sabrian_daud
      Beberapa bagian tubuh wanita memang tercipta indah dan seksi. Nah, berkaitan dengan hal ini, beberapa waktu lalu, sebuah survei dilakukan untuk mengetahui bagian tubuh wanita yang paling digemari di seluruh dunia, apakah payudara atau bokong. Berikut uraiannya.
      Survei yang dilakukan Pornhub Insights ini ingin mengetahui preferensi melalui metode statistikal. Berdasarkan data terbaru, mereka pun melakukan kalkulasi atau perhitungan tentang daya tarik bagian tubuh wanita di seluruh dunia, apakah bokong atau payudara. Hasilnya, bokong dipandang lebih menarik oleh sebagian besar penduduk di beberapa negara di dunia.
      Seperti yang dikutip dari kompas.com, Bokong sangat populer di kawasan Amerika Selatan dan Amerika Latin. Ini tidak mengherankan, karena operasi untuk membesarkan atau mengencangkan bokong sangat digemari di kawasan-kawasan tersebut, khususnya Venezuela dan Brazil.

      Lalu, di Amerika Serikat, bokong pun lebih digemari ketimbang payudara. Hampir seluruh warga negara bagian AS tersebut mengaku menyukai bokong, kecuali di beberapa negara seperti Kanada dan Argentina.
      Pola yang sama terjadi di benua Afrika, bokong dipandang lebih menarik ketimbang payudara, kecuali di Mesir. Kemudian, di kawasan Uni Eropa, payudara lebih disukai dibandingkan bokong, dengan negara-negara seperti Belanda, Belgial dan Inggris Raya dilaporkan paling populer dalam hal pencarian informasi tentang payudara.
      Lalu, bagaimana dengan negara-negara di kawasan Asia? Menurut data tersebut, sebagian besar negara di kawasan ini, termasuk negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia memandang payudara lebih menarik ketimbang bokong. Hanya beberapa negara di Timur Tengah dan Myanmar yang memiliki preferensi akan bokong.
      Survei yang dilakukan oleh kanal film “biru” ini tidak menunjukkan hal apapun kecuali memberikan gambaran kepada masyarakat. Meskipun terjadi berbagai perbedaan dalam hal budaya dan faktor geografis, terdapat preferensi yang relatif sama dalam hal-hal terkait seksual.
×
×
  • Create New...