Jump to content

Recommended Posts

4840780_twitterblueori.thumb.jpg.4a2894517188e3df57d2643a51f0c8d2.jpg

Twitter resmi meluncurkan uji coba layanan premium mereka, yang disebut Twitter Blue, di Kanada dan Australia.

Layanan premium itu dapat diakses oleh pengguna Twitter yang menggunakan sistem operasi iOS di kedua negara tersebut mulai Kamis (3/6/2021).

Untuk dapat menikmati Twitter Blue, pengguna harus membayar biaya langganan sebesar 3,49 dollar Kanada atau 4,49 dollar Australia tiap bulan.

Sebagai layanan premium, Twitter Blue menghadirkan sejumlah fitur tambahan yang tidak tersedia bagi pengguna Twitter biasa atau gratis.

1. Bookmark Folder

Twitter telah memperkenalkan fitur Bookmark sejak awal 2018.

Dengan fitur itu, pengguna dapat menyimpan twit yang dirasa menarik untuk dibaca di waktu lain.

Selain itu, fitur Bookmark juga membuat pengguna bisa menyimpan twit tanpa khawatir aktivitasnya akan diketahui oleh pengguna lain.

Misalnya, jika sebuah twit ditandai dengan cara like, maka pengguna lain akan dapat melihat aktivitas tersebut.

Namun, twit yang ditandai ke dalam bookmark, tidak akan diketahui oleh pengguna lain.

Twitter Blue memperkuat fitur itu dengan Bookmark Folder, yakni memberi fasilitas pada pengguna untuk mengategorikan twit ke dalam folder yang dibuat pengguna.

Contohnya, pengguna bisa mengategorikan beberapa twit ke dalam folder "Review Film", "Resep Masakan", atau bahkan "Thread Cerita Horror".

2. Reader Mode

Reader Mode merupakan fitur yang ditujukan agar pengguna lebih nyaman saat membaca utas panjang.

Sebelumnya, layanan semacam itu telah dihadirkan oleh aplikasi pihak ketiga, seperti Thread Reader App.

Untuk menggunakan Reader Mode, pengguna Twitter Blue cukup membuka utas yang ingin dibaca.

Pada utas itu, Twitter Blue akan menyematkan tombol Reader Mode untuk masuk ke mode tersebut.

3. Undo Tweet

Undo Tweet merupakan fitur unggulan dari Twitter Blue.

Dengan fitur tersebut, pengguna Twitter Blue dapat membatalkan twit sebelum diunggah.

Pengguna bisa mengatur jeda waktu sebelum twit diunggah, hingga maksimal 30 detik.

Dalam jeda waktu itu, jika pengguna menemukan kesalahan seperti salah ketik atau salah tag orang, twit bisa dibatalkan sebelum diunggah.

Undo Tweet merupakan jawaban Twitter atas permintaan pengguna yang menginginkan fitur Edit Tweet.

Melansir Tech Crunch, Twitter tidak menghadirkan fitur Edit Tweet, karena khawatir dapat mengarah ke tindakan tidak bertanggungjawab 

Twitter khawatir jika fitur Edit Tweet akan disalahgunakan untuk mengubah total isi dari sebuah twit yang telah diunggah, dan akhirnya menimbulkan informasi yang menyesatkan.

4. Fitur-fitur lain

Selain sederet fitur tersebut, pelanggan Twitter Blue juga akan mendapatkan akses ke fasilitas lainnya, seperti kustomisasi ikon aplikasi, dan tema aplikasi.

Pelanggan Twitter Blue juga akan mendapatkan akses ke layanan customer service khusus.

Negara lain menyusul

Tahap uji coba Twitter Blue sejauh ini baru dibuka untuk pengguna iOS di Kanada dan Australia mulai Kamis (3/6/2021).

Twitter mengumumkan, fitur-fitur lain dan negara yang mendapatkan akses ke Twitter Blue akan segera diumumkan tahun ini.

Biaya langganan Twitter Blue akan menyesuaikan setiap negara, dan dibayarkan tiap bulan.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By purwa_weheb
      Twit pertama bos Twitter Jack Dorsey terjual dalam bentuk aset Non-Fungible Token (NFT). Sebagai informasi, NFT merupakan aset digital unik yang popularitasnya meroket pada tahun 2021.
      Adapun twit yang dimaksud, ia terbit pada 22 Maret 2007 dan berbunyi, "just setting up my twttr."
      Twit itu, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (23/3/2021), dijual melalui lelang pada Valuables, platform yang dimiliki oleh perusahaan berbasis di AS yang bernama Cent.
      CEO dan co-founder di Cent, Cameron Hejazi, mengonfirmasi bahwa transaksi pembelian twit pertama bos Twitter menggunakan aset kripto Ethereum senilai 1630.5825601. Kurang lebih itu setara dengan USD 2,9 juta atau sekitar Rp 41,67 miliar.
      Cent pun menyatakan bahwa pembeli aset itu adalah Sina Estavi (@sinaEstavi). Menurut informasi yang tertulis di Bio, disebutkan bahwa Estavi berbasis di Malaysia dan merupakan CEO dari perusahaan blockchain Bridge Oracle.
      Sebagai aset digital, setiap entitas NFT memiliki tanda tangan digital berbasis blockchain masing-masing yang berfungsi sebagai buku besar dan memungkinkan proses verifikasi keaslian dan kepemilikan aset.
      Hasil lelang untuk donasi
      Pada 6 Maret lalu Dorsey menuliskan twit tautan ke laman di mana NFT itu terdaftar untuk dijual.
      Lalu pada 9 Maret dia pun kemudian mengatakan dalam twit lainnya akan menggunakan hasil lelang itu bitcoin dan menyumbangkannya kepada orang-orang yang terdampak Covid-19 di Afrika.
      Berkat penjualan twit pertamanya, Dorsey menerima 95 persen dari nilai yang ditentukan, sementara Cent mendapatkan 5 persen sisanya.
      "Nilasi dari aset-aset ini mungkin naik, mungkin juga turun, tetapi yang akan bertahan adalah buku besar dan sejarah [yang mengatakan] 'Saya membeli ini dari Anda pada saat ini' dan itu akan terjadi pada pembeli, penjual dan ingatan penonton publik," tutur Hejazi
    • By Forzaken_DT
      Jack Dorsey yang tak lain adalah CEO dari Twitter memanfaatkan browser mesin pencarian untuk berselancar di internet. Namun yang dipakai bukanlah Google, melainkan DuckDuckGo. Hah, apa itu?
      Fakta itu ia beberkan dalam cuitan di akun Twitter miliknya @jack. Hal ini juga berbanding terbalik sebagian masyarakat yang lebih memilih Google dalam mencari informasi di dunia maya.
      "Saya suka @DuckDuckGo sebagai mesin pencari default untuk saat ini. Aplikasi ini bahkan lebih baik," kicaunya.
      Pendiri media sosial berlogo burung ini diketahui memasang DuckDuckGo sebagai mesin pencari informasi default di ponselnya. Melihat cuitan bos Twitter tersebut, DuckDuckGo langsung meresponnya dengan nada bahagia.
      Lalu, siapa DuckDuckGo? Diketahui, DuckDuckGo merupakan mesin pencari yang didirikan pada 2008. Tempat kelahirannya sama dengan Google, yakni berasal dari Amerika Serikat juga.
      DuckDuckGo hadir sebagai mesin pencari yang memprioritaskan privasi penggunanya. Mereka mengklaim tidak menjual data penggunanya.
      Ini bukan pertama kalinya Dorsey 'menyenggol' sejumlah perusahaan teknologi. Sebelumnya, pria 43 tahun itu pernah memposting tweet yang mengejek perubahaan Facebook.
      "Twitter ... from TWITTER," tulisnya.
      Tweet tersebut meledek Facebook yang melakukan perubahaan di sejumlah layanan, seperti menempelkan embel-embel Facebook pada layanan WhatsApp dan Instagram.
    • By BisaJadi
      Tak dimungkuri, banyak dari kita yang menjadikan media sosial (Twitter atau Facebook) sebagai tempat berkeluh kesah, mengabadikan momen berharga, tempat curhat, dan hal lainnya.
      Twitter dan Facebook bahkan memiliki kekuatan untuk menyebarkan suatu berita secara real time dan sangat cepat.
      Belakangan warganet sedang membicarakan dua sahabat kecil yang kembali bertemu setelah dipisahkan selama 12 tahun. Mereka adalah Brianna dan Heidi, dua bocah perempuan yang saling bertemu di Honolulu, Hawaii saat makan malam di kapal pesiar pada 2006 lalu.
      Sebenarnya Brianna dan Heidi hanya bertemu sekali saja pada saat itu. Namun pertemuan singkat itu membuat keduanya akrab kemudian berteman dan bersahabat.
      Sebab menurut pengakuan Brianna seperti yang dilansir Brilio.net dari laman Buzzfeed, di kapal pesiar tersebut memang jarang ada anak kecil yang ikut sehingga cewek asal Mississippi, Amerika Serikat ini langsung merasa menemukan teman ketika melihat Heidi pada saat itu.
      Nah, 12 tahun berlalu, Brianna tak sengaja melihat foto kenangan mereka saat sedang membuka foto-foto dan video masa kecilnya. Ia kemudian berpikir untuk menemukan kembali sahabat masa kecilnya tersebut lewat Twitter.
      Sambil mengunggah foto, ia mem-posting cerita singkat dan berharap bisa menemukan Heidi lewat media sosial Twitter.
      Selang 12 Jam

      Tak disangka, usahanya tersebut terbukti efektif. Hanya selang 12 jam setelah cuitannya dibuat, seseorang dengan akun Twitter @heii_tree yang pemiliknya adalah Heidi membalas postingan itu.
      Ia juga mengunggah fotonya saat ini sambil membawa foto masa kecil untuk membuktikan bahwa cewek yang dimaksud Brianna adalah benar dia.
      "Aku dengar ada yang mencariku," tulis Heidi.
      Tentu saja ini menjadi momen yang tak disangka-sangka. Sejak pertemuannya di Twitter, keduanya pun langsung banyak mengobrol tentang apa yang mereka lalui setelah terakhir bertemu 12 tahun lalu.
    • By BisaJadi
      Media sosial yang pada awalnya hanya bisa digunakan melalui komputer atau laptop, sekarang lebih banyak yang mengaksesnya melalui ponsel.
      Hanya dengan hitungan detik, kamu bisa mengunduh foto langsung dari ponsel ke akun media sosial tanpa perlu membuka komputer atau laptop terlebih dahulu.
      Karena kemudahan dan kecanggihan smartphone yang bisa dibawa kemana-mana, tentu hal ini bisa memancing kamu untuk terpikat terus-menerus menggunakan media sosial.
      Jika tidak mewaspadai hal ini, tentu akan berdampak buruk bagi diri kamu dengan orang sekitar.

      Untuk menghindari hal ini terjadi, simaklah beberapa tips tentang bagaimana cara agar tidak kecanduan media sosial.
      1. Bertemu dan Bicara dengan Teman juga Keluarga
      Ketika kamu berlama-lama dengan media sosial, tentu akan membuat waktu yang kamu habiskan bersama teman-teman juga keluarga akan menjadi sedikit.
      Dan hal ini bisa saja mengurangi kepekaan terhadap orang-orang sekitar karena kamu telah dikuasai oleh dunia maya di smartphone.
      Untuk itu, cobalah untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama sahabat dan keluarga ketimbang dengan media sosial.
      2. Lihat Sepintas atau Baca Sedikit Caption saja
      Saat kamu sedang membaca atau mendapatkan beberapa informasi, pilihlah informasi yang dibutuhkan dan dianggap penting. Ingatlah, untuk tidak menghabiskan waktu hanya untuk membaca review atau hal-hal lain yang kurang penting.
      Cobalah untuk membatasi diri untuk melihat dan membaca berbagai laman di media sosial hanya 15 menit saja. Hindari menghabiskan waktu berjam-jam berselancar di media sosial.
      3. Alihkan Fokus ke yang Lebih Penting
      Semakin banyak waktu yang dihabiskan di dunia maya tentu akan membuat kamu membutuhkan waktu lebih banyak untuk melakukan hal yang lain.
      Otak manusia sendiri sebenarnya membutuhkan waktu 64 detik untuk kembali ke tingkat konsentrasi di mana kamu sudah berada sebelumnya, dan jika dikumpulkan tentu membuat banyak waktu terbuang begitu saja.
      Maka dari itu, cobalah untuk mulai fokus pada satu hal yang lebih penting. Sehingga bisa lebih mudah mengontrol kembali kehidupan menjadi lebih baik dan produktif.
      4. Carilah Hobi Baru
      Cobalah mencari hobi baru yang kamu minati untuk mengisi waktu luang. Gali potensi diri untuk mempelajari hal-hal baru atau bisa juga mencoba melakukan sesuatu yang selama ini ingin dilakukan tapi tak pernah punya waktu lebih untuk merealisasikannya.
      Dengan memiliki hobi baru ini, maka kamu akan bisa menjaga pikiran dan tangan yang biasanya cenderung tak bisa lepas dari smartphone hanya untuk eksis di media sosial.
      5. Hindari Dampak Negatif dari Media Sosial
      Di era globalisasi seperti ini sudah tidak mengherankan lagi bahwa hampir semua orang di dunia ini memiliki akun media sosial dengan berbagai macam tujuan, seperti untuk berbisnis, mencari kenalan, menunjukkan eksistensi diri, dan sebagainya.
      Dengan hadirnya media sosial ini masyarakat pun semakin dimudahkan dalam berbagai aktivitas terutama menjalin komunikasi.
      Tetapi, dibalik segala manfaat yang sudah dinikmati sekarang, juga menyimpan dampak buruk, salah satunya kesehatan mata terganggu, individualis, hingga kriminalitas, dan masih banyak lagi. Untuk itu, bijaklah dalam bermedia sosial dan hindari dampak negatifnya.
    • By dugelo
      Facebook dan Twitter menghapus ratusan akun fake news yang diyakini terkait dengan Rusia dan Iran. Akun-akun itu menyebarkan kampanye disinformasi untuk memengaruhi pemilu AS.
      Facebook mengumumkan hari Selasa (21/8) telah menghapus sekitar 650 laman, grup dan akun setelah menemukan tanda-tanda perilaku pengguna yang tidak autentik di FB dan Instagram.
      Perusahaan media sosial itu mengatakan, beberapa akun diidentifikasi sebagai bagian dari dinas intelijen militer Rusia, sementara sejumlah kegiatan mencurigakan lain berasal dari Iran.
      "Rusia dan Iran menggunakan taktik yang sama ketika datang untuk menciptakan jaringan akun menyesatkan, kata CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg. Dia menambahkan, "perusahaannya bekerja sama dengan penegak hukum AS dalam penyelidikan."
      Juga Twitter mengatakan telah memblokir 284 akun, sebagian besar berasal dari Iran, karena telah mencoba melakukan "manipulasi terkoordinasi".
      Ancaman dunia maya
      Sebelumnya, perusahaan FireEye yang bergerak di bidang keamanan internet mengatakan, mereka memberikan tip pada Facebook dan Twitter tentang adanya upaya Iran, yang dimulai dalam beberapa tahun terakhir dan berlanjut hingga bulan ini.
      "Penting untuk dicatat bahwa aktivitas itu tampaknya tidak dirancang secara spesifik untuk memengaruhi pemilu AS, karena kegiatannya meluas jauh melampaui publik dan politik di AS," kata FireEye. Tapi FireEye memperingatkan, kemungkinan lainnya tidak tertutup.
      Facebook menyatakan, salah satu kelompok yang ditargetkan dalam pembersihan itu adalah "Liberty Front Press," yang telah punya sekitar 155.000 follower di Facebook dan Instagram. Kelompok tersebut dilaporkan terkait dengan media pemerintah Iran, jika ditelusuri dari pendaftaran situs web, alamat IP dan akun administratornya.
      Menurut FireEye, konten dari Iran terutama berusaha mempromosikan propaganda Iran "dengan tema-tema anti Arab Saudi, anti Israel dan pro Palestina."
      Facebook dan Twitter secara signifikan meningkatkan pengawasan platform mereka - terutama menjelang pemilihan paruh waktu di AS bulan November mendatang.
×
×
  • Create New...