Jump to content

Fakta Mencekam Harimau di Singkawang Yang Membunuh Penjaga Kandang


Recommended Posts

1316403013_harimausingkawang.thumb.jpg.7905205c68c7be5953e153baff80bb5b.jpg

Peluru tajam petugas terpaksa melumpuhkan salah satu harimau yang lepas dari Sinka Zoo, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat, 6 Februari. Hal tersebut dilakukan lantaran saat akan diamankan menyerang sang pawang. 

Lepasnya dua ekor harimau berawal dari jebolnya dinding kandang akibat terjangan longsor karena diguyur hujan deras.

"Ya memang kronologinya itu (awalnya) ada longsor yang menyebabkan robohnya dinding kandang itu," kata Pengurus Singka Zoo Singkawang, Elka Surya.

Nahas, saat upaya penangkapan dilakukan, salah satu harimau menyerang seorang penjaga kandang hingga tewas. 

"Karena dia (pawang) berada di dekat dengan lokasi kandang tersebut. Mereka ditugasin buat menghalau (harimau) juga. Ya sendirian," katanya.

Berikut sederet fakta mencekam saat dua harimau dari Sinka Zoo, Singkawang lepas dari kandang hingga tewaskan pawangnya:

Sempat Berkeliran di daerah Pasir Panjang, Lirang

Saat lepas, kedua binatang buas tersebut sempat berkeliaran di daerah Pasir Panjang, Lirang, dan Bokmakong, Kecamatan Sedau.

"Kami sudah menghubungi pihak Sinka Zoo terkait lepasnya dua ekor harimau tersebut dan memang benar, bahwa ada dua ekor harimau yang lepas," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang, Suparto di Singkawang, Jumat 5 Februari 2021, dikutip dari Antara.

Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pontianak pun turun tangan untuk melakukan pencarian.

"Kami sudah meminta pihak Sinka Zoo untuk sementara waktu tutup," ujarnya.

Saat upaya pencarian, Suparto mengaku pihaknya sempat mengalami kendala karena dilakukan malam hari.

"Karena harimau akan lebih aktif dan gesit di malam hari," ungkapnya.

Seorang Pawang Tewas

Menurut Elka, kejadian lepasnya dua ekor harimau tersebut akibat faktor alam. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari mengakibatkan longsor di kawasan Sinka Zoo Singkawang.

"Hujan yang mengguyur selama beberapa hari terakhir mengakibatkan longsor di dekat kandang harimau. Longsor tersebut akhirnya menyebabkan lobang yang cukup besar di kandang harimau dan akhirnya dua harimau kabur," cerita Elka.

Menurutnya, pawang sudah berusaha untuk mencegahnya, namun pawang tersebut ikut diserang oleh harimau hingga tewas. 

Dalam proses pencarian, pihak Sinka Zoo juga berkoordinasi dengan TNI dan Polri. 

"Saat ini kami sudah dibantu oleh pihak polisi dan TNI di lapangan. Semoga saja dua harimau tersebut dapat ditangkap," ujar Elka.

Satu Harimau Dilumpuhkan dengan Peluru Tajam

Harimau.thumb.jpg.b8487aeee863ee5676c0e79ca2686cf0.jpg

Tim gabungan yang terdiri dari BKSDA, TNI-Polri akhirnya mengamankan dua harimau yang lepas dari kebun binatang Sinka Zoo Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu, 6 Februari kemarin.

Harimau kuning berhasil dilumpuhkan dengan peluru tajam pada Sabtu pagi, sementara harimau putih dilumpuhkan dengan peluru bius Sabtu sore.

"Tim terpaksa melumpuhkan dengan peluru tajam karena saat akan dilumpuhkan harimau itu akan menyerang petugas dan dikhawatirkan membahayakan nyawa petugas dan masyarakat, mengingat insting pemburunya sudah kembali," kata Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta.

Pertimbangan Pelumpuhan dengan Peluru Tajam

Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo menjelaskan kenapa salah satu harimau dilumpuhkan dengan peluru tajam.

Pertama, obat bius tidak bisa menembus ke badannya. Kedua, dari BKSDA menyampaikan bahwa naluri alaminya sudah muncul kembali, dimana harimau tersebut telah menjebol beberapa kandang hewan yang ada di Sinka Zoo, kemudian membunuh dan memangsa hewan tersebut.

"Sehingga dikhawatirkan harimau tersebut bisa membahayakan masyarakat yang ada di sekitar Sinka Zoo," ungkapnya.

Adhi menyebutkan, sampai dengan hari ini ada satu korban jiwa akibat serangan hewan buas tersebut.

"Korban bukan merupakan pawang harimau tetapi kiper dari bagian kuda di Sinka Zoo," jelas dia.

Upaya Penangkapan Selaman 36 Jam

Di sisi lain, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Sadtata Noor Adirahmanta menyatakan, petugas gabungan yang mencari harimau tersebut tidak tidur selama 36 jam.

"Kita sangat bersyukur karena penangkapan dua ekor harimau adalah merupakan pekerjaan yang sangat luar biasa namun dapat diselesaikan bersama-sama," kata Sadtata saat memberikan keterangan pers di Pontianak, Sabtu malam dikutip dari Antara.

Untuk itu, dia pun memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang ikut membantu dalam upaya penangkapan dua ekor harimau tersebut.

"Karena atas semua kerja kerasnya, kesabarannya dan soliditasnya menandakan ini sebuah sinergi antarpihak yang luar biasa. Bahkan 36 jam para petugas ini tidak tidur," ucap dia.

Terkait dengan salah satu harimau yang sudah mati karena tertembak dengan peluru tajam, pihaknya akan berkonsultasi dengan tim medis terkait bagaimana penanganannya.

"Hal itu terjadi karena dinilai sudah mengancam keselamatan personel di lapangan," kata Sadtata.

Kondisi Harimau yang Ditembak Senjata Bius

Sedangkan harimau yang ditembak dengan senjata bius, nanti akan dilihat perkembangannya. Apabila sudah sadar barulah bisa dilakukan penanganannya seperti apa.

"Saya rasa sekarang kondisinya sudah aman di dalam kandang," katanya.

Sadtata mengatakan, BKSDA Provinsi Kalbar akan melakukan evaluasi dengan meminta keterangan pihak-pihak terkait bagaimana hal itu bisa terjadi, apa-apa saja yang masih menjadi kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki dan sebagainya.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By davidbo
      Seorang wanita tewas dimangsa oleh seekor harimau di dalam sebuah Taman Safari di Cina.
      Sementara seorang perempuan lainnya terluka parah setelah diserang harimau saat perempuan tersebut keluar dari mobil yang sedang berada di dalam kandang harimau di Taman Safari Cina.
      Rekaman video dramatis memperlihatkan wanita setengah baya mengabaikan peringatan pihak kebun binatang dengan keluar dari mobil, dan dia tewas seketika setelah dia mengikuti wanita muda keluar dari mobil di Badaling Wildlife World, dekat Great Wall of China.
      Kedua wanita tersebut mengabaikan peringatan berulang-ulang agar tetap tinggal di dalam kendaraan.
      Media Sohu melaporkan bahwa keluarga yang terdiri dari seorang wanita yang lebih tua, wanita muda, anak dan seorang pria - berada di taman safari, sekitar satu jam sebelah barat laut Beijing, Sabtu.
      Wanita muda dan pria itu diduga sedang bertengkar, kemudian sang wanita bergegas keluar dari mobil, laporan media Cina.
      Wanita tua kemudian mengikutinya keluar dan langsung diserang oleh harimau Siberia.
      Sang Pria juga berusaha untuk menyelamatkan anggota keluarganya, sementara anak mereka tinggal di dalam mobil.
      Sebelumnya di taman yang memiliki luas 6.000 ha, memang memungkinkan orang untuk mengendarai sendiri atau bergabung dengan tur di dalam kebun binatang.
      Namun tak satupun orang yang berani meninggalkan kendaraan mereka di setiap titik.
      Keluarga tersebut akhirnya diselamatkan oleh staf Badaling, tapi tidak ada yang bisa dilakukan untuk wanita yang lebih tua.
      Sementara si Wanita muda itu terluka parah.
      Ini bukan pertama kalinya harimau telah menyerang seseorang di taman: dua tahun yang lalu, pegawai laki-laki tewas dimangsa oleh salah satu harimau.
      Masuk ke taman biaya £ 5, dan pengunjung dapat memberi makan hewan - meskipun mereka tidak diperbolehkan untuk mendekati warga tarik yang lebih besar.
    • By dugelo
       
      Seekor kambing membuat heboh taman safari Primorsky, di daerah pinggiran Rusia. Gara-garanya si kambing mampu bertahan dan terhindar dari gigitan harimau Siberia.
      Jadi awalnya, si kambing yang bernama Timur dikirim ke kandang harimau Siberia sebagai salah satu makanan dua kali sepekan. Rupanya Timur tak gentar pada harimau yang diberinama Amur.
      Yang lebih menakjubkan lagi, Amur kabur dan minggat dari tempat tempat tidurnya. Timur dilaporkan telah tidur dan menetap di tempat Amur selama lima malam, dan Amur harus tidur di atap rumahnya sendiri.
      Meski terjadi kudeta tak berdarah pada wilayah tempat tidur, tampaknya tidak ada permusuhan di antara kedua hewan itu. Timur terlihat sering mengikuti Amur berjalan ke mana-mana.
      Pengelola taman safari mengatakan nama Timur diambil dari kisah anak pemberani dari buku anak-anak populer di era kejayaan komunis. "Jadi ini nama yang cocok untuk seekor hewan tak kenal takut."
      Diketahui, tak semua harimau Siberia ramah pada kambing. Tahun lalu, dua harimau muda dilepas ke alam liar oleh Presiden Rusia, Putin Putin.
      Mereka menyeberang ke Tiongkok dan membawa malapetaka karena menewaskan puluhan kambing dan ayam sebelum kembali ke Rusia.
      Harimau Siberia adalah spesies yang terancam punah, namun jumlah mereka stabil dalam beberapa tahun terakhir pada sekitar 500 ekor.

    • By oktaviani
      Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui Sang Kakek. Dia mendamprat Kakek dengan kata-kata kasar. Sang Kakek mendengarkanya dengan sabar, tenang, dan tidak berkata sepatah pun. Akhirnya lelaki itu berhenti memaki. Setelah itu, Kakek bertanya kepadanya,”Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” “Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab orang itu.
      ”Begitu pula dengan kata-kata kasarmu,” timpal Kakek .”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasarhanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”
      Lelaki itu mendengarkan Sang Kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian pergi.”
      Kita tidak bisa mengotori langit (Meludah ke langit),karna ludah itu akan kembali pada kita.
    • By Hernawan
      Populasi harimau sumatera diprediksi di bawah 400 ekor.
       
      Penurunan populasi satwa langka di Asia sudah memasuki tahap kritis. Di Indonesia, jumlah harimau Sumatera hanya tersisa kurang dari 400 ekor, meski langkah pemerintah untuk menaikkan populasi harimau sudah dimulai sejak 2010 lalu.
       
      Berdasarkan penelitian yang dilakukan secara berkala, lembaga konservasi lingkungan hidup World Wildlife Fund, WWF, memprediksi jumlah harimau Sumatera terus menurun. Tanda-tanda penurunan populasi harimau tampak di beberapa daerah di Sumatera, terutama di wilayah Riau.
       
      Koordinator Konservasi Gajah dan Harimau WWF Indonesia, Sunarto, mengatakan populasi harimau di wilayah Riau utara dulu cukup padat. Namun, saat ini boleh dibilang tidak ada, kecuali di satu blok hutan yang relatif kecil di Senepis.
       
      Kemudian di bagian selatan yang mengalami deforestasi sangat hebat, termasuk di daerah Tesso Nilo, populasi harimau yang ditemukan akhir-akhir ini sangat sedikit.
       
      “Ini indikasi kuat bahwa harimau mengalami penurunan atau justru menghilang di tempat-tempat yang habitatnya rusak atau terfragmentasi,” kata Sunarto.
       
      Perambahan hutan
      Penyebab penurunan populasi harimau di Sumatera, menurut Sunarto, cukup beragam. Namun, yang utama ialah perambahan hutan dan konversi lahan ke perkebunan sawit.
       
      Hal ini diamini Rusmadya Maharuddin, juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia. Khusus di Riau, menurutnya, perambahan hutan dan konversi lahan terjadi di Senepis, Rimbang Baling, dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Laju deforestasi tersebut praktis menghancurkan habitat alami harimau dan satwa lainnya.
      Soal deforestasi hutan pernah ditelaah mantan peneliti di Kementerian Kehutanan dan kini bekerja di Universitas Maryland, Amerika Serikat, Belinda Margono. Dia menyebutkan Indonesia mengalahkan angka deforestasi Brasil seluas 460.000 hektare, setahun setelah moratorium penebangan hutan diberlakukan. Namun, Kementerian Kehutanan mengatakan laju deforestasi jauh lebih kecil dibandingkan hasil penelitian tersebut.
       
      “Kalau kita lihat di Sumatera, hutannya hanya tersisa 25% hingga maksimum 27%. Kemudian populasi harimau di bawah 400 ekor. Ini dua angka yang saling terhubung,” kata Nyoman Iswarayoga, direktur WWF Indonesia.
       

      Aksi perambahan hutan dan ulah pemburu menjadi faktor penyebab penurunan populasi harimau.
       
      Ulah pemburu
      Selain perambahan hutan, perburuan juga memiliki dampak negatif bagi populasi harimau. Koordinator Konservasi Gajah dan Harimau WWF Indonesia, Sunarto, mengaku kerap menemukan jerat yang khusus digunakan memerangkap harimau. Lalu ada pula jerat untuk satwa mangsa harimau.
       
      “Harimau itu unik dalam artian bobot hewan buruannya di atas 20 kilogram, seperti rusa, kijang, dan babi hutan. Kalau satwa-satwa itu semakin langka, harimau sulit untuk mendapat mangsa dan populasinya pun terancam,” kata Sunarto.
       
      Penurunan populasi harimau di Sumatera, terutama di Riau, terjadi meski pemerintah telah mencanangkan upaya menaikkan jumlah hewan tersebut sejak 2010. Sebagai gambaran peliknya upaya tersebut, luas hutan di Riau mencapai ratusan ribu hektare yang harus dijaga segelintir petugas.
       
      “Kita punya 426.000 hektare. Hutan di Rimbang Baling saja 90-an ribu hektare. Sedangkan jumlah polisi hutan tidak sebanding dengan luas kawasan,” kata Kamal Amas, kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau.
    • By ginseng
      Peter Kertesz seorang dokter gigi di Harley Street, London, bersama timnya melakukan operasi gigi terhadap Amir, seekor harimau sumatra jantan.
       
      Seorang dokter gigi di Harley Street, kawasan klinik medis swasta, London, melihat adanya 'bahaya' dalam mulut ketika ia mengoperasi gigi seekor harimau.
       
      Amir -seekor harimau Sumatra yang sudah langka dan berusia 9 tahun- menderita patah gigi dan memerlukan tambalan di tiga gigi depan untuk mencegah masalah di masa yang akan datang.
       
      Dia dibius di Kebun Binatang Satwa Liar Howletts di Kent, Inggris, lalu dibawa ke rumah sakit untuk dirawat oleh ahli gigi untuk hewan jenis kucing, Peter Kertesz.
       

       
      Dokter hewan di Kebun Binatang Howletts, Jane Hopper, mengatakan Amir kini sudah pulih lagi dengan sempurna tetapi mereka masih akan memantaunya selama beberapa minggu ke depan.
       
      Para ahli mengatakan operasi itu merupakan prosedur yang sulit karena akar gigi harimau bisa enam kali lebih panjang daripada akar gigi manusia.
       
      Ben Warren -kepala bagian hewan karnivora di Taman di dekat kota Canterbury, Inggris selatan- mengatakan, "Meskipun gigi yang patah tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi Amir, kami tahu tambalan gigi akan merupakan tindakan terbaik untuk mencegah kerusakan."
×
×
  • Create New...