Jump to content

Masa Depan Hubungan Tak Cuma Modal Perasaan


BincangEdukasi

Recommended Posts

cinta.thumb.jpg.53d9f51bfc496869f1de9af4100814d8.jpg

Menjalin hubungan yang langgeng jelas jadi cita-cita hampir setiap orang. Rasa cinta yang mendalam serta keinginan untuk mempertahankan membuat apa saja rela dilakukan. Tak terkecuali keputusan untuk selalu berbenah diri dan belajar demi menjadi yang terpantas untuk menjalani hidup dengan pasangannya.

Bicara soal cinta tak bisa dipisahkan dengan perasaan. Tanpa rasa cinta serta kasih sayang hubungan akan terasa hambar dijalani. Kedua hal itu juga yang menuntun kamu dan dia masih bertahan hingga sekarang. Tapi, sayangnya cinta saja tak cukup untuk membawa langkah kalian ke masa depan. Perlu adanya pendukung lain yang mesti kamu perhatikan. Inilah beberapa hal yang wajib kamu perhatikan dan pelan-pelan mesti kamu terapkan.

1. Mengedepankan rasa saling percaya, dan membuang jauh-jauh buruk sangka

Dalam hubungan, sikap saling percaya jelas dibutuhkan dan jelas rasa cemburuan mesti segera enyah. Sebab cemburu buta pula yang memupuk sikap posesifmu kepada pasangan. Hanya karena pasanganmu pergi bermain bersama teman-temannya bukan berarti ia melupakanmu, atau saat ia bertukar pesan dengan lawan jenis tak juga berarti ia selingkuh. Kamu nggak semestinya berburuk sangka dengan hal-hal sepele. Cemburu buta semacam ini justu mengindikasikan bahwa cintamu berlebihan sehingga mengabaikan logikamu.

2. Menuntut pasangan harus didasari alasan yang masuk akal. Bukan tuntutan kekanak-kanakan semacam “Pokoknya, kamu nggak boleh main sama Galih!”

Rasa suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju terhadap sikap maupun pemikiran pasangan wajar terjadi pada setiap orang. Keinginan untuk mengubah kebiasaan pasangan juga sesuatu yang hampir sebagian orang alami, tapi perlu diperhatikan bahwa tidak boleh memaksa. Menuntut boleh saja, tapi kamu juga mesti mempertimbangkan alasan pacarmu melakukan hal tersebut. Dan lagi kamu juga mestinya punya alasan yang masuk akal.

3. Jauhkan sikap semena-mena. Seperti ketika kalian berselisih paham, usahakan tak terlontar kalimat intimidatif atau yang menyakitkan

Quote

 

“Awas kamu kalau kalau ngerokok lagi, nggak akan kutemui lagi kamu.”

“Iya tapi kan nggak di depanmu, jadi nggak merugikanmu”

“Sama saja”

“Hmm”

 

Cinta bersumber dari kenyamanan, maka hubungan nggak akan berjalan baik jikalau masih ada sesuatu yang bikin nggak nyaman. Salah satu contohnya adalah keegoisan. Atas nama cinta dan perasaan, sebaiknya jauhkan hubungan kalian dari keputusan sepihak. Cinta adalah masalah penyesuaian, semua mesti dibicarakan. Tak bisa jika tiba-tiba kamu mengancam pasanganmu karena ketidaksukaanmu terhadap kebiasaannya. Siapa juga yang bisa berkembang di bawah keegoisan dan ancaman?

4. Berbeda pendapat itu lumrah, karena itu kamu harus punya kontrol atas perasaanmu, seperti rasa mudah tersinggung yang sejatinya nggak perlu

Dalam hubungan pastilah terdapat perbedaan pendapat, tak hanya saat kamu ngobrol masalah serius melainkan juga ketika kamu sedang bercanda dengan pacar. Di sinilah kamu mesti jauhkan diri dari sikap sensitif karena akan banyak sekali isi kepala pasanganmu yang mungkin nggak sesuai denganmu. Pandai-pandailah mengelola perasaan agar nggak mudah tersinggung.

5. Karena dengan modal cinta belum tentu bisa menjamin segalanya, sumber penghasilan juga sebaiknya sudah kalian punya

Sebelum menikah dan memutuskan mengarungi kerasnya hidup berdua, modal finansial juga wajib dipikirkan. Pasangan butuh makan, hidup butuh tempat tinggal, anak butuh sekolah dan lain sebagainya baiknya dipikirkan sejak dini supaya pada saatnya nanti kamu nggak kelabakan mengurus semuanya.

6. Orientasi masa depan dalam hubungan butuh kedewasaan dan jelas kamu tak butuh lagi yang namanya drama

Kamu sudah dewasa dan hubungan juga sudah berjalan lama, buang jauh-jauh yang namanya drama. Cemburu, sensitif, egois adalah drama-drama yang nggak dibutuhkan hubungan. Jika ingin hubunganmu berjalan ke masa depan sebisa mungkin untuk mengurangi drama dalam hubungan. Sebab drama menghambat perkembangan hubungan. Hubungan nggak butuh sifat kekanak-kanakan, tapi membutuhkan sikap penuh kedewasaan dalam menyelesaikan masalah bersama.

Itulah beberapa hal yang mesti diperhatikan kalau kamu ingin melanjutkan hubunganmu terus menuju masa depan. Hubungan berjalan nggak hanya bermodal perasaan, melainkan hal penunjang lainnya seperti yang telah diulas di atas. Tenang, kamu masih punya banyak waktu untuk belajar dan memperbaiki kesalahan yang kamu lakukan dalam hubungan. Semangat!

Link to comment
Share on other sites

  • 3 weeks later...

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By pasmantap
      Buat kamu yang sedang putus cinta, lihatlah ini ndral





























    • By c0d1ng
      Pada kolom komentar di video Youtube acara musik, ada seorang pria yang berkomentar bukan tentang acaranya.
      Namun, pria ini berkomentar karena dia menemukan pacarnya sedang pergi bersama pria lain.
      Dalam komentarnya, pria dengan nama akun Youtube Akbar Iss ini mengatakan ucapan terima kasih kepada KompasTV dan Tulus karena dengan adanya video konser ini ia jadi tahu bahwa pacarnya selingkuh.

      "Terima kasih om tulus ... makasiih KOMPAS TV . dengan ada nya konser ini .. Saya jadi tahu di menit 2 : 21 pacar saya jalan sama orang lain ... Saat aku ingin mengajak nya jalan berdua," tulis akun Youtube Akbar Iss.
      Video ini sudah diunggah di Youtube Inspiras Musik pada 8 Juni 2016 dan sudah ditonton 776.000 viewers.
      Namun, Akbar Iss baru pada 3 bulan yang lalu mengirimkan komentarnya.
    • By belumada
      Cinta dalam diam - Dalam rasa cinta terpendam yang belum tersampaikan kepada yang dituju
       
    • By cinta_segiempat
      Saat indahnya cahaya rembulan , dan bintang bersinar di gelapnya malam, Kulihat impian bersamamu. Ketika sunyinya malam disambut indahnya senang di pagi ini, Kurasakan indahnya pesonamu.
      Tapi aku takut, semua harapan, dan impian bersamamu, hanyalah sebatas mimpi, dan harapanku tiada tercapai. Andai semua itu nyata, kurasakan betapa sempurnanya hidup ini jika kau ada di sisiku.
      Terlihat bayang-bayang atap rumah di dalam mata anak remaja itu, terbangun, tersadarkan, di atas sandaran empuk di ruangan itu. Tampak kebingungan, dan keheranan dalam wajahnya.
      “Alhamdulillah, rupanya kamu telah siuman”
      “Anda siapa? saya di mana? kenapa saya ada di sini?”
      “Saya pak Ahmad, kamu sudah 4 hari tidak sadarkan diri, nama kamu siapa nak?”
      “Nama? nama saya?”
      Pesisir paling selatan Pulau Kalimantan, menjadi saksi kecelakaan besar, meledak dan tenggelamnya sebuah kapal. Tiada seorangpun yang selamat selain remaja ini, kedua orangtuanya juga tidak selamat dalam kecelakaan itu. Perjodohan keluarga yang mengantarkannya ke Kalimantan, namun, amnesia menimpanya, hilang seluruh ingatannya, termasuk amanat dari orang tuanya, amanat berupa restu dari seorang kiai di Banyuwangi, untuk menikahi Neng Nadhil putri dari kiai Yusuf, seorang pemuka agama di Kalimantan.
      “Iya, nama, kamu tidak tahu siapa namamu?
      “Nama? Siapa nama saya? saya tidak tahu siapa nama saya”
      “(Rupanya anak ini hilang ingatan) Baiklah saya panggil kamu Taufiq, Kahlil Taufiq”. Pak Ahmad memilih nama itu, setelah tampak tertulis nama Kahlil Gibran pada kalung di leher remaja itu, mungkin remaja ini sangat menggemari ‘Kahlil Gibran’, Sang legenda maestro cinta.
      ***
      Hari ini indah berteman sinar mentari. berawal dari mimpi tuk menjalani hari
      Dengan senyum keindahan bermula meniti esok dalam doa, dan cinta…..
      Sebulan lamanya Taufiq menjalani kehidupan barunya bersama laut, pantai, dan karang, bersama seorang saudagar nelayan. Taufiq adalah anak yang rajin, ulet, dan cerdas, belum lagi pribadinya yang religius, karena dulu dia memang hidup di lingkungan pesantren. Kehidupan Taufiq yang penuh kekosongan berubah, Pak Ahmad yang sudah menganggap dia sebagai anak sendiri, untuk menyekolahkannya kembali, di sebuah universitas di sana.
      “Taufiq, besok kamu ikut tes di kota, kamu sudah bapak daftarkan untuk melanjutkan sekolahmu”
      “Baik pak”
      “Di sana nanti kamu pasti akan bertemu yang namanya wanita, setelah kamu melihat wanita kamu akan mengidap rasa, yang namanya cinta, saya hanya menyarankan, kamu jangan mudah jatuh cinta, sebab dibalik rasa cinta pasti ada sakit hati”
      “Hahaha, bapak bisa saja”
      ***
      Meskipun ingatan Taufiq hilang, namun naluri kecerdasan Taufiq tidak ikut hanyut terseret ombak dalam kecelakaan itu, terbukti dia masuk dengan peringkat dua teratas, Taufiq berhasil lolos tes.
      Namun ada yang membuat terkejut dalam hatinya, melihat nama di peringkat pertama, nama seorang wanita, teringat nasehat dari pak Ahmad.
      “Siapa dia? Lia Resty? Seorang wanita?”
      Memang benar nasehat pak Ahmad, wanita memang memalingkan, merubah, dan magic, dicarinya siapa pemilik nama itu, hingga ia dapati seorang gadis bermata indah, pemilik nama itu. Sekali lagi, nasehat pak Ahmad memang benar. Memang benar.
      “Assalamualaikum, kamu Lia Resty?”
      “Iya, ada apa?”
      “Selamat ya, kamu peringkat satu, namaku Taufiq”
      “Oh, iya, terimakasih, panggil saja aku Lia”
      Untuk ketiga kalinya, memang benar, nasehat pak Ahmad memang benar, setelah kamu melihat wanita kamu akan mengidap rasa, yang namanya cinta. Kehidupan Taufiq yang penuh kekosongan sontak berubah, di saat seorang wanita hadir dalam hidupnya, membuat kisah cinta dimulai. Tiada yang tahu bahwa wanita ini bisa menghiasi hidupnya yang baru. Kisah cinta mereka terus berjalan hingga mereka tuntas menyelesaikan sekolah mereka.
      Aku memujamu dalam kisahku walau sesaat dulu kau tak pernah ada Aku mengabdikanmu dalam ceritaku walau dahulu kau hanya semu.
      Pemilik sepasang mata yang teduh, membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Dan terus mengumumkan rasa syukur atas ciptaan indah Sang Maha Kuasa. Taufiq jatuh cinta pertama kali. Hingga sebait janji dengan Tuhannya diucapkan, bahwa Taufiq mencintai Lia.
      Aku tak tahu siapa yang ada dalam hatiku, aku tak mau terburu-buru, biarlah Allah yang akan menjadi pembimbing bagi hamba seperti aku dalam menemukan sang bidadari, andai bisa, kamulah bidadari itu, tapi aku tidak tahu, karena semua telah diukir dalam kanvas takdir, lauhulmahfudz.
      ***
      Pagi itu, langit biru yang terang sontak berubah gelap, saat kendaraan yang dikendarai Taufiq menabrak sebuah pohon, saat ia menghindari penyeberang jalan. Kecelakaan yang kedua kalinya ini membuat Hanif kembali tak sadarkan diri selama 4 hari.
      “Taufiq, kamu sudah sadar?” tanya Lia dengan khawatir
      “Taufiq? Aku bukan Taufiq, Aku Rahman, maaf, kamu siapa?”
      “Taufiq, ini aku Lia” air mata Lia mulai menghiasi matanya.
      Di saat kisah cinta yang baru saja dimulai, ingatan Taufiq kembali hadir. Kembalinya ingatan Taufiq harus dibayar mahal dengan hilangnya memori kisah hidup barunya itu. Namun dia masih teringat dengan sosok wanita dengan mata itu, dia melihat air mata Lia, teringat janji yang ia lantunkan kepada Tuhannya, bahwa ia mencintai wanita itu. Keadaan ini membuat Taufiq berada dalam suasana yang sangat membingungkan. Pilihan antara harus menjalani amanat dan perintah dari orangtuanya untuk menikahi Neng Nadhil dan menjalani hari-hari indah saat bersama Lia dan keluarga barunya.
      Pilihan diantara Restu dan Janji.
      ***
      Tiada yang tahu taqdir tuhan, setelah lulus meneruskan sekolah, Lia harus pergi untuk kembali ke daerah asalnya. Menambah rasa sakit dalam hatinya, terbuktilah nasehat pak Ahmad dulu.
      “Taufiq, maaf maksudku, Rahman, aku pamit pergi, terimakasih atas kenangan yang kau berikan, bukan maksudku meninggalkan dirimu karena sakit hatiku, namun aku harus kembali ke asalku”
      “Sepenuh maaf dariku, kedatanganku ke Kalimantan ini, atas perjodohan dari keluargaku yang harus aku wujudkan, Lia maaf”
      Bayangan tentang Lia pun belum juga dapat hilang dari benak Taufiq, entah kenapa air mata yang meleleh dari kelopak mata gadis itu membuat Taufiq membeku dalam ketakutan. Air mata Lia membuat Taufiq sadar bahwa Lia mencintainya.
      Namun Lia harus pergi meninggalkan dirinya, membawa rasa sakit dalam hati, membawanya pergi untuk selamanya.
      Hati kecil yang tengah sepi selalu berbisik dalam takut, membuat hatiku gulana memilih Restu atau Janji.
      ***
      Tiba saatnya ia bertemu dengan jodohnya, ia berangkat menuju Banjarmasin untuk bertemu dengan bidadarinya, bidadari yang telah dipilih dan direstui oleh keluarganya. Berbekal keyakinan dalam hati, tawakkal, dan kepasrahan, serta berserah diri kepada Sang Pemilik Jagad Raya, Taufiq menuju ke rumah Kiai Yusuf, ayah dari Neng Nadhil, wanita yang dijodohkan keluarganya.
      Disinilah kepasrahan Taufiq dalam teka-teki cintanya memuncak, teka-teki Di Dalam Restu dan Janji, siapa bidadari yang akan mendampingi hidupnya kelak.
      Bergetar hati Taufiq saat pandangannya beradu dengan calon bidadarinya yang akan menjadi pelengkap separuh imannya. Bibirnya membisu bahagia, hatinya tak berhenti bertasbih. Seakan mimpi, pandangan Taufiq masih terpaku pada sosok anggun nan bersinar wajahnya.
      “Kamu? Kamu bidadari milikku?”
      Air mata yang kembali menetes dari wajah cantik itu membuat ingatannya serontak mundur mencari nama gadis bermata indah “NadhilLia Resty Jasmiena”.
      Gadis yang dicintainya, ternyata gadis yang dijodohkan keluarganya. Neng Nadhil adalah Lia, NadhilLia Resty Jasmiena.
      Dan kini Taufiq mendapatkan Restu dalam Janji, Janji dalam Restu. Di dalam Restu dan Janji, Kaulah bidadari itu.
      ***
      “Saat Kucoba menepis bayangmu aku tak bisa, kamu adalah kenangan terindah bersama waktu. Dan biarlah aku bermain bersama rindu ini, rindu yang akan kubawa ke surga nanti. Lalu kupersembahkan kepadamu, sebagai mahkota berbalut permata”
      “Cinta yang agung adalah ketika kau menitihkan air mata dan masih peduli dengannya, adalah ketika dia tak memperdulikanmu, namun kau masih menunggunya dengan setia, adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kau masih bisa tersenyum, sembari berkata “Aku turut bahagia untukmu”. (Kahlil Gibran)
      “Apabila cintamu tak berhasil, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi, ingatlah bahwa kau akan menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, maka kamu tidak perlu mati bersamanya. Orang yang kuat bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh” (Kahlil Gibran)
    • By cinta_segiempat
      Kemarau ini sudah terlalu panjang, walau kalender musim sudah puas kita pasang untuk berganti. Kamu, dalam hatimu dan segala perasaan yang telah bercampur pengalaman di setiap musim berganti adalah satu wujud kesetiaan yang teramat panjang untuk aku ceritakan.
      Tapi lelaki mana yang bisa menolak sebuah kesetiaan? Lelaki mana yang tidak mau mendapatkan itu dari wanitanya?
      Lima tahun telah berlalu, sejak kali terakhir hujan menemukan langkahmu. Selanjutnya adalah kemarau yang berkepanjangan. Dan kamu masih setia; untuk percaya hujan akan kembali datang dan melepas segala gerah, segala kering, segala haus, segala kerinduan akan kesejukan yang kamu sudah mulai lupa seperti apa rasa dan wujudnya.
      Sedang hujan, aku tahu dia lupa di mana dan kapan waktu yang tepat melakukan perjumpaan denganmu. Tapi doa dan harapmu, tidak satu orangpun ragu.
      Terkadang aku lelah, menjadi saksi sejarah hidupmu. Hanya hujan yang kamu tunggu. Bukankah kemarau ini telah berkali mencoba membakarmu? Tapi yang lembut dalam hatimu itu selalu menyediakan sumber air yang tidak pernah habis mencipta harapan akan datangnya hujan.
      Sudah berapa kali aku memintamu segera pindah, mungkin di lain tempat hujan telah turun. Tapi kamu selalu menolak, katamu sebuah penantian panjang adalah laku hidup jika ingin mendapatkan siraman hujan. Tapi apa harus selama ini?
      Aku kalah, tentu saja oleh sabarmu. Berkali aku kibarkan bendera tanda menyerah, lalu kamu diam-diam memapahku kembali berdiri, untuk kemudian percaya hujan tidak akan lama lagi. Tapi hujan seperti apa yang kamu tunggu? Kalender sudah berganti, dan hujan di hatimu tidak juga hadir menemani.
      Ketika akhirnya segala doa dan harapmu dalam setiap rapal mantra dan keyakinan laku hidupmu memberikan sebuah kabar bahwa hujan akan segera datang, aku hanya bisa diam.
      Bukan sebab aku tidak percaya, lebih dari itu aku sangat berterima kasih, tanpamu mungkin aku sudah lebih dahulu hilang dan kering bersama kemarau yang tidak berkesudahan ini.
      "September selalu memulai hujan, percayalah hujan akan turun untuk aku juga untuk kamu," begitu ucapmu. Aku diam, dalam diam aku berdoa mensyukuri tiap hari dalam putaran tahun yang telah berganti musim berulang kali.
      Beruntungnya aku memiliki kamu yang setia menanti ketika hujan turun dan janji suci siap untuk diikrar dan diamini sebagai wujud segala angan menjadi ingin dalam ikatan suci.
      Terima kasih, telah bersamaku melewati kemarau panjang, kemarau yang tidak berkesudahan, yang darimu aku percaya lima purnama tersisa akan bisa kita lewati dan hujan akan segera menghampiri. Terima kasih untukmu yang percaya bahwa akan ada sebuah kalimat suci yang akan menyatukan dua hati dalam satu lindungan restu Tuhan.
      Terima kasih untukmu yang telah mengajari aku bagaimana menjalani proses hidup yang singkat demi kehidupan yang lebih panjang. Terima kasih, telah setia menunggu hujan untukku.
      Seperti yakinmu, melewati purnama kelima untuk sampai pada bulan September hujan akan datang. Ketika itu, percayalah aku benar ingin menjadi hujan untuk segala kemarau di hidupmu.
      Saat hujan datang, percayalah akan ada aku di sisimu, yang selalu menenangkan kekeringan hidupmu, dan mengecup keningmu sebelum kamu terlelap bersama hujan. Seperti segala doa dan harap yang menahun telah kamu tanamkan untukku, saat menunggu hujan.
      Wanti, begitu aku memanggilmu saat menunggu hujan.
×
×
  • Create New...