Jump to content

Gisel Bahas Soal Gorden Kamar


Recommended Posts

1860187350_skandalgisel.thumb.jpeg.12c4332a10cb6e9a3c5928457d4369a8.jpeg

Liburan Gisel Anastasia di Sumba harus terganggu usai heboh video syur mirip dirinya yang tersebar di media sosial.

Gisel yang tengah menikmati momen seru bersama keluarga dan sahabat pun tak bisa melepaskan stres karena adanya video syur tersebut.

Tak ingin berita makin simpang siur, Gisel akhirnya memberikan klarifikasi. Ia mengaku kaget usai mendengar kabar video syur tersebut.

"Udah denger, denger banget kan ada apa nih hah again jadi ya sebenernya agak males sih nanggepinnya tapi kan nggak mungkin juga nggak jawab," ucap Gisel Anastasia di video yang beredar di YouTube, Sabtu (7/11).

"Kalo ditanya mah agak nggak happy ya ini kan bukan kali pertama banget gitu jadi ya yang kemarin aja kita masih proses jadi ya udah lah jadi sedikit liburannya ada apa ini kaget," lanjutnya.

Janda Gading Marten itu mengaku sedih terlebih ia khawatir sang putri, Gempita Nora Marten, mengetahui tentang isu miring Gisel.

"(Tau tentang video syur) semalem, cuma ya udah pernah juga kita hadapin aja yang kemarin juga masih diproses jadi akan berjalan berbarengan aja. Sedih sih berkali-kali kan, kepikiran kalo anak ngeliat gimana kayaknya langganan banget. Nggak apa-apa kan aku yang tau kehidupan juga kita yang jalanin," cerita Gisel.

Sama dengan kasus sebelumnya, Gisel menyebut banyak orang di luar sana yang memiliki bentuk muka mirip dirinya.

"Pokoknya aku nggak mau bikin runyam semuanya kalo begitu muka kayak aku juga banyak," kata Gisel.

Tak lupa ia juga membahas soal gorden kamar yang juga disoroti oleh netizen. Pasalnya gorden yang ada dalam video mirip dengan gorden kamar Gisel Anastasia.

"Yang tau aku ya tau lah. Cuma ada aja yang nggak terlalu deket itu tuh kamar kamu banget gordennya gitu kan sedih aku nggak mungkin ngapa-ngapain di kamar aku yang suka ditidurin Gempi gitu," tegas Gisel.

Dua kali tersandung kasus yang sama, ibu satu anak itu pun hanya bisa berusaha yang terbaik untuk membersihkan namanya.

"Ya terserah kalo netizen ya bebas kan selalu diberi tempat jadi ya mau gimana yang bisa aku lakuin cuma menjalani aja membuktikan dan berusaha jadi yang terbaik dari diri aku aja," jelas Gisel.

Masih berada di Nihi Sumba, Gisel pun belum terpikir untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

"Aku sih udah sempet tektokan nanti lah paling kalo pulang kita obrolin baiknya gimana," tutup Gisel Anastasia.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By everybadi
      Beredarnya video syur mirip Gisel di sosial media menimbulkan kehebohan. Belum ada konfirmasi dari Gisel terkait video panas mirip dirinya tersebut. Gading Marten pun belum memberikan komentar.
      Sementara itu, pihak keluarga Gading Martin yang diwakili sang adik, Gibran Marten mengaku belum melihat video syur mirip Gisel tersebut. Pihak keluarga pun tak ada yang membicarakan soal video yang menghebohkan tersebut.
      "Saya juga nggak tahu, memang videonya juga saya nggak tahu gitu," tutur Gibran.

      "Nggak tahu saya, saya juga belum lihat," sambungnya.
      Gibran pun tak dapat memberikan komentar terkait benar atau tidaknya sosok wanita di dalam video tersebut adalah Gisel. Dirinya juga tidak tahu bagaimana respons Gading ketika mengetahui berita yang beredar tentang mantan istrinya tersebut.

      "Saya sih no comment, kayaknya enggak sih," ucap Gibran.

      "Boleh tanya langsung Gadingnya saya nggak tahu beneran kalau ini," lanjutnya.

      "Soalnya belum ngobrol ya, udah lama juga nggak ngobrol sama Gisel jadi kita nggak tahu apa-apa," ujar Gibran kepada awak media.

      Gibran mengaku ia tak memiliki hak untuk memberikan komentar lebih jauh terkait isu yang beredar tentang mantan kakak iparnya tersebut. Sang ayah, Roy Marten pun juga merasa bukan haknya untuk memberikan komentar.

      "Menurut papa sih bukan kapasitas papa untuk jawab bukan kapasitas saya juga untuk jawab jadi ya kalau memang mau nanya mungkin bisa langsung ke Gading ya," ucapnya.

      "Cuma memang kabarnya dari teman juga nanya-nanya benar nggak sih? Dan kalau saya nanya ke Gading saya nggak etis jadi saya juga serba salah makanya kami juga bilang mungkin nanya ke Gading langsung," lanjutnya.

      Diakui Gibran, ia pun pertama kali mendengar kabar video syur mirip Gisel sangat terkejut. 

      "Kaget sih, cuma yang pertama saya minta maaf saya juga belum lihat jadi saya nggak bisa komentar banyak," ungkapnya.

      Hingga saat ini Gading Marten belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan. Menurut Gibran, Gading memang tengah berada di Jakarta dan dirinya baru saja ngobrol dengan sang kakak membahas YouTube mereka. 

      "Kalau Gading tadi pagi kita ngebahas yang lain sih jadi kayaknya mulai ramai jam 11-an saja sama Gading udah ngobrol dari jam 7 sih," ungkapnya.
       
    • By Series_maju
      Saya ajak Anda kembali ke skandal Pemilu 2004 dan Pemilu 2009, pernah ada informasi tentang rekayasa penghitungan suara Pemilu. Diungkapkan oleh Ir Indro Tjahjono, seorang aktivis gerakan kritis mahasiswa tahun 1978, seangkatan dengan Dr Rizal Ramli dan Ir Heri Akhmadi.
      Indro Tjahjono mengungkapkan bahwa KPU telah melakukan kecurangan untuk memenangkan SBY. Dalam dua Pemilihan Presiden, baik di tahun 2004 maupun tahun 2009, melalui manipulasi sistem Informasi Teknologi (IT)
      Dalam Pemilu dan Pilpres 2004, semua PC di KPU yang digunakan untuk penghitungan suara, telah diset-up dengan program khusus di malam hari. Ketika tidak ada orang di KPU, malam-malam ada yang datang. Semua PC diisi program untuk memenangkan SBY dan mendongkrak suara Partai Demokrat.
      Rekayasa dalam Pemilu dan Pilpres 2009, lebih maju selangkah. Semua unit PC milik KPU lebih dulu telah diset-up dengan program tertentu. Rekayasa dan kecurangan IT pada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2009 menurut Indro, memang lebih complicated dan rumit.
      Berlapis lapis skenario firewall dan keamanannya telah diterapkan sehingga hampir mustahil untuk ditembus. Pada 2009, tidak cukup dicurangi dari sisi IT, tetapi juga dilakukan rekaya manual. salah satunya dari DPT (Daftar Pemilih Tetap)
      Rekayasa manual dicocokkan untuk pengontrolan suara dari sisi IT, agar jangan sampai hitungan IT melonjak, tetapi manualnya tidak cocok. Informasi ini belum terkonfirmasi kebenarannya karena Antasari yang hendak masuk mengusutnya telah dikriminalisasi
      Benang merah telah mulai terlihat jelas dan Anas telah memberi petunjuk jelas bahwa semua itu bermuara pada Monas, tepatnya seberang Monas. Sorotan terhadap Presiden SBY belakangan ini, mengingatkan saya pada kegencaran sorotan yang ditujukan kepada Presiden Soeharto.
      Tidak banyak yang tahu bahwa kemunculan SBY lebih banyak ditopang oleh sejumlah ‘kecelakaan’ politik di masa kepresidenan Abdurrahman Wahid. Dan masa kepresidenan Megawati Soekarnoputeri, yang menciptakan kesan sebagai korban penganiayaan politik berturut-turut oleh dua presiden.
      Dasar rakyat Indonesia lebih banyak yang melow sehingga SBY yang terkesan teraniaya otomatis mendapat simpati rakyat. Jika ditelusuri lagi maka simpati rakyat kepada SBY terlihat sejak tahun 2001 sewaktu ramai dekrit presiden Gus Dur.
      SBY diberhentikan dengan hormat dari jabatan Menko Polsoskam 1 Juni 2001, dengan latar belakang tidak setuju terhadap rencana Dekrit Gus Dur.
      Sebabnya Abdurahman Wahid menganggapnya tak bisa diandalkan lagi sebagai Menko Polsoskam untuk menghadapi Jenderal Wiranto. Jenderal Wiranto sebelumnya menjadi Menko Polsoskam dan digantikan posisinya oleh SBY. SBY juga tidak berkutik di depan konspirasi partai-partai.
      Sebenarnya, Abdurrahman Wahid menawarkannya posisi Menteri Perhubungan yang saat itu dijabat Agum Gumelar atau Mendagri, tapi SBY menolak. Menteri yang dipastikan mengundurkan diri karena menolak Dekrit, adalah Sekretaris Kabinet Marzuki Darusman yang sebelumnya menjadi Jaksa Agung.
      Malam menjelang dekrit, Marzuki Darusman masih mencoba mencegah Abdurrahman Wahid, tetapi beliau tetap bersikeras akan melakukan dekrit. Marzuki langsung menyatakan mengundurkan diri dan Abdurahman Wahid menyatakan bisa memahami dan menerima pengunduran diri itu.
      Saat keluar dari ruang pertemuan dengan Presiden, Marzuki berpapasan dengan Agum Gumelar, ditanya, “Bagaimana?” Marzuki menjawab, “Saya cabut”! Agum akhirnya memilih sikap yang sama. seperti halnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Agum juga melapor ke Wakil Presiden Megawati!
      Marzuki Darusman berbeda dengan kedua tokoh tersebut yang lapor ke Wapres Megawati, ia melewatkan acara lapor-melapor seperti itu. Karena tidak lapor, Marzuki kemudian tidak masuk kabinet baru Megawati Soekarnoputeri yang menggantikan Abdurrahman Wahid pasca impeachment
      Sementara Susilo Bambang Yudhoyono maupun Agum Gumelar kembali mendapat posisi di kabinet, tentunya karena merapat ke Megawati pasca dekrit. SBY ikut dicalonkan sebagai salah satu kandidat Wapres dalam Sidang Istimewa MPR 25 Juli 2001 untuk mengisi kekosongan.
      Posisi wapres kosong karena Megawati Soekarnoputeri naik menjadi Presiden RI pasca impeachment Tapi pilihan akhirnya mengerucut kepada dua nama, yakni Hamzah Haz (PPP) dan Akbar Tanjung (Golkar), akhirnya dimenangkan oleh Hamzah Haz
      Gagal menjadi Wapres, SBY dipilih Mega menjadi Menko Polkam 10 Agustus 2001. Hubungannya sebenarnya baik-baik saja dengan sang Presiden. Tetapi pihak ‘istana’, khususnya Taufiq Kiemas, mulai membaca bahwa SBY sedang mempersiapkan diri sebagai the next number one. Mulai muncul serangan, khususnya dari Taufiq Kiemas. SBY dianggap mulai mengabaikan tugas utamanya sebagai Menko Polkam.
      Ternyata kebiasaan mengeluh SBY sudah sejak lama, SBY mengeluh kepada para wartawan bahwa wewenang dirinya berkali-kali dilampaui. SBY juga mengeluh tidak diundang dalam rapat kabinet, dan tidak dilibatkan oleh Presiden dalam pengambilan keputusan di bidangnya.
      Taufiq Kiemas, menyebutnya sebagai seorang jenderal yang kekanak2-kanakan, mengeluh kepada wartawan, bukannya kepada Presiden sebagai atasannya . Pada 9 Maret 2001 ia mengirim surat kepada Presiden mempertanyakan hal kewenangannya sebagai Menko Polkam sekaligus meminta waktu bertemu Presiden.
      Llalu ia diundang untuk hadir dalam rapat kabinet oleh Presiden namun ia ‘membalas’ dengan tidak hadir. Dan malah 11 Maret 2001 mengirim surat pengunduran diri kepada Presiden Megawati Soekarnoputeri.
      Ucapan Taufiq Kiemas, maupun sikap Megawati sendiri, menyinggung rasa kehormatan keluarga termasuk Nyonya Sunarti Sri Hadijah, sang mertua. Istri Jenderal Sarwo Edhie Wibowo itu diketahui menjadi salah satu pendorong utama agar SBY maju bertarung dalam perebutan posisi number one.
      Perjalanan sejarah terpilihnya SBY membuktikan semua yang dihadapi Susilo Bambang Yudhoyono serba beraroma accident. Memang akhirnya kecelakaan-kecelakaan itulah yang membawanya ke kursi number one pada akhirnya.
      Sebagai number one ia tak begitu pandai memilih orang duduk dalam kabinetnya, mungkin karena ia terlalu meladeni situasi kompromistis. Masa kepresidenannya yang pertama, sedikit tertolong oleh the bad among the worst Muhammad Jusuf Kalla yang cukup gesit dan lincah.
      Tertolong oleh keberhasilan Jusuf Kalla ‘merebut’ Partai Golkar melalui Munas di Bali yang sedikit banyak dalam pengaruh iklim money politics. Dalam masa kepresidenannya yang kedua, SBY tertolong oleh kehadiran Sri Mulyani di posisi Menteri Keuangan. Meski pada saat yang sama terjadi sorotan kuat dalam kasus Bank Century dan skandal Mafia Pajak Bahasyim dan Gayus Tambunan.
    • By davidbo

      Pihak berwenang Swiss mengukuhkan mereka telah melakukan serangkaian penangkapan baru atas permintaan pihak berwenang Amerika terkait skandal korupsi FIFA. Sebagian dari mereka ditangkap di hotel yang sama di Zurich, di mana penangkapan pertama terjadi pada Mei lalu. 
      New York Times pertama kali melaporkan hari Kamis bahwa lebih dari 12 orang diperkirakan akan menghadapi dakwaan setelah penangkapan terbaru di hotel Baur au Lac itu. The Times melaporkan beberapa pejabat yang ditangkap itu berasal dari Amerika Selatan dan Tengah, dan dicurigai terlibat dalam pemerasan, pencucian uang, dan penipuan. 
      Menurut laporan itu, mereka yang ditangkap antara lain Alfredo Hawit dari Honduras, Presiden CONCACAF, badan sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia, serta Juan Angel Napout dari Paraguay, presiden badan sepak bola Amerika Selatan CONMEBOL. Para pejabat Swiss menyatakan Amerika Serikat mencurigai keduanya menerima suap jutaan dolar. 
      FIFA hanya menyatakan mengetahui tindakan yang diambil Departemen Kehakiman Amerika itu. Badan pemerintah Amerika tersebut juga bertanggungjawab atas rangkaian penangkapan sebelumnya. Departemen Kehakiman menyatakan dapat melakukan penangkapan itu karena para pejabat FIFA tersebut menggunakan bank-bank Amerika dalam transaksi mereka.
      Para pejabat FIFA berkumpul di hotel tersebut hari Kamis guna membahas proposal yang dimaksudkan untuk mereformasi badan sepak bola dunia tersebut, setelah munculnya tuduhan sejak lama mengenai korupsi yang berpuncak pada penyelidikan kejahatan oleh Amerika Serikat dan Swiss. 
      Pada 18 November lalu, Presiden FIFA yang diskors, Sepp Blatter dan ketua badan sepakbola Eropa Michel Platini kalah dalam upaya banding mereka menolak skors sementara 90 hari yang dijatuhkan komisi etika FIFA. 
      Skors sementara itu melarang Platini bertugas sebagai presiden UEFA dan menghentikan pencalonanannya dalam pemilihan ketua FIFA pada 26 Februari. Blatter juga diskors dari jabatannya sebagai presiden FIFA setelah menjabat selama 17 tahun. 
      Para pengacara Platini segera mengecam investigasi “sepihak, tidak adil dan bias” terhadapnya. Blatter dan Platini diskors pada bulan Oktober. Keduanya terilit skandal korupsi FIFA yang kian dalam. 
    • By c0d1ng
      CEO Toshiba, Hisao Tanaka memberi pidato dalam acara pembukaan pusat penelitian dan pengembangan energi hidrogen di Tokyo, 6 April 6 2015.
      CEO Toshiba Corp Hisao Tanaka akan mengundurkan diri pada bulan September bersama dengan anggota dewan lain termasuk Vice Chairman Norio Sasaki karena dinilai bertanggungjawab atas penyimpangan akuntansi, menurut sumber yang dekat dengan masalah ini.
      Perusahaan asal Jepang ini telah merekrut komite pihak ketiga untuk menyelidiki praktik pembukuan masa lalu yang membesar-besarkan keuntungan perusahaan.
      Komite diharapkan mulai merilis temuannya pekan depan, termasuk soal adanya kesengajaan dalam peristiwa ini dan para petinggi lain yang terlibat.
      Komite independen mengatakan Toshiba membutuhkan perbaikan tata kelola perusahaan. Lebih dari setengah anggota dewan berpotensi diganti dalam rapat umum pemegang saham berikutnya pada September mendatang.
      Seorang juru bicara Toshiba mengatakan perusahaan belum membuat keputusan mengenai masalah ini dan sedang menunggu komite pihak ketiga untuk merilis temuannya.
      Belum jelas siapa yang akan mengisi posisi CEO dan direksi lain. Perusahaan membuka kemungkinan merekrut eksekutif dari luar perusahaan untuk mengisi posisi anggota dewan. 
    • By anon
      Nggak tau apa yang ada dibenak pasangan ini, kalo mereka dipinggir jalan tapi melakukan hal yang seharusnya dilakukan didalam rumah, yaitu melakukan hubungan intim di pinggir jalan.
       
      Kejadian ini berada di negara China ndral. Ya ada yang nonton, tapi mereka gak nyadar. Apakah mereka gak punya rumah?
       

      (Offline)
      7968e0412450cff5110e46f4f523f4ed  
      Gimana menurut jendral?
×
×
  • Create New...