Jump to content

Hindari 3 Kesalahan Keuangan Ini Saat Memasuki Usia 30 Tahun


Recommended Posts

059398800_1593101822-Tips_Keuangan.jpg.4745beaa8ab3533d46abdf10297dec30.jpg

Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan uang. Ketika sudah menginjak usia 30 tahun maka keputusan keuangan yang dibuat akan berdampak besar pada masa depan Anda.

“Ketika belajar menggunakan uang dengan bijak, maka dapat menjalani hidup seperti yang diinginkan,” kata Marguerita Cheng, seorang perencana keuangan.

Menurut para ahli berikut 3 kesalahan keuangan yang harus dihindari di usia 30-an:

1. Tidak Menentukan Tujuan Keuangan

Usia 30-an adalah waktu yang tepat untuk membuat rencana keuangan jangka pendek dan panjang. Apakah Anda ingin menabung uang untuk masa pension, dana darurat atau membeli rumah, maka usua 30-an adalah waktu yang tepat.

Salah satu cara untuk memulainya adalah mengikuti petunjuk dari Kumiko Love pendiri situs web nasihat keuangan The Budget Mom. Anda dapat menggunakan lembar kerja untuk menuliskan rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Tidak Menabung untuk Masa Pensiun

Pakar keuangan sering menekankan untuk pentingnya mulai menabung untuk masa pensiun lebih awal. “Seseorang yang berusia 30-am memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kekuatan bunga majemuk, di mana jumlah kecil yang diinvestasikan dapat tumbuh besar dalam waktu yang cukup,” kata Kaleb Paddock, perencana keuangan bersertifikat.

Bunga majemuk dapat memberikan Anda keuntungan atas keuntungan tersebut. Yang berarti uang Anda tumbuh secara eksponensial di mana semakin lama Anda biarkan maka akan cukup untuk berinvestasi dalam dana pensiun.

3. Tidak Mencatat Pengeluaran Anda

Pada usia 30-an, Anda harus mengawasi ke mana perginya uang. “Pengeluaran yang tidak masuk akal setiap harinya akan bertambah dan menjadi perusak kekayaaan terbesar dari waktu ke waktu,” kata Kristin O’Keefe Merrick, seorang penasihat keuangan.

Menghabiskan lebih sedikit dari yang dihasilkan adalah kunci untuk mengumpulkan kekayaan. Memang lebih mudah untuk diucapkan dari pada dilakukan.

Untuk mengetahui pengeluaran berlebihan, Anda harus terlebih dahulu menguasai arus kas. Mulailah dengan memantau kebiasaan belanja selama 30 hari. Sehingga akan mulai melihat pola ke mana perginya uang dan bagaimana bisa menguranginya.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By PusatInformasi
      Kasus pertama terinfeksi virus corona, diduga kuat gara-gara tersebar lewat uang dan dibenarkan oleh seorang spesialis ahli penyakit menular Jepang.
      "Jika Anda menyentuh dengan tangan dengan virus, saya pikir ada risiko infeksi jika orang lain menyentuh tagihan," ungkap Spesialis dalam Penyakit Menular Hideomi Nakahara, Ph.D. kepada Fuji TV, Kamis (27/2/2020).
      Penelitian di luar negeri telah menunjukkan bahwa virus influenza pada tagihan uang kertas menurutnya sempat bertahan selama lebih dari dua minggu.
      "Koin, seperti halnya uang kertas, meningkatkan risiko kita terinfeksi apabila menyentuh benda lain dengan tangan," ujar dia.
      Di Jepang sejak minggu lalu sudah ada kekhawatiran tentang menyentuh uang tunai saat berbelanja termasuk menyentuh barang belanjaan juga bisa menularkan infeksi virus corona.
      Melihat supermarket, setelah pembeli membayar, kebanyakan orang menggunakan tangan mereka menyentuh uang dan belanjaan untuk mengemas makanan.
      "Saya pikir mencuci tangan selalu dan mendisinfeksi tangan sendiri adalah cara paling penting untuk melindungi diri dari infeksi virus," tambah Dokter Nakahara.
      Pada 26 Februari, baru diketahui bahwa seorang karyawan Bank of Mitsubishi UFJ di Kota Konan Perfektur Aichi telah terinfeksi virus corona baru.
      Tanggal 25 Februari staf bank tersebut sudah mengalami panas tubuh lebih dari 37,5 derajat namun tetap bekerja di bank tersebut.
      Petugas bank hari ini menjelaskan kepada para nasabahnya, "Karena ada yang terinfeksi jadi banyak tempat harus di disinfektan, apakah berkenan?" tanya petugas bank kepada nasabah yang masuk yang menyarankan juga menggunakan semprotan disinfektan pada tangan semua nasabah yang masuk bank tersebut.
    • By qbonk
      Anda sekarang sampai di laman ini dan membaca kalimat pertama di artikel ini dari sebuah desktop browser. Tak kecil pula bahwa Anda memiliki lebih dari satu peramban yang terpasang, entah itu Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple Safari, Opera, Microsoft Edge, atau mungkin Internet Explorer. Atau mungkin Anda malah menggunakan browser di luar nama-nama itu? Kemungkinan selalu ada.
      Kalau Anda mencermati, pasar browser merupakan pasar yang cukup kompetitif. Selain nama-nama mapan yang sudah disebut di atas, kini ada juga penantang baru seperti UC Browser dan Vivaldi. Bagi sebagian orang, mungkin fenomena ini sedikit aneh. Soalnya jarang terdengar dari media bahwa suatu browser saking lakunya sampai membuat developernya seperti sedang mendapatkan durian runtuh alias kebanjiran duit. Kendati demikian faktanya, perusahaan swasta macam Opera Software tetap bisa hidup dan beroperasi sedari berdiri 1995 silam, walau Juli 2016 lalu bisnis utama mereka yang meliputi browser dan aplikasi kemanan telah menjadi milik sebuah konsorsium asal Tiongkok yang di dalamnya ada Qihoo 360, perusahaan yang juga mengembangkan peramban.

      Kembali ke premis yang sudah tertuang di judul, bagaimana browser meraup keuntungan? Saat menghadiri Collision Conference 2017 di New Orleans, Amerika Serikat, Jon von Tetzchner bersedia membocorkan sekeping dari rangkaian bisnis model perusahaannya, Vivaldi, yang ternyata juga dilakukan perusahaan swasta pengembang browser lainnya.
      “Bisnis model kami sebenarnya sama dengan browser lainnya. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari kerja sama dengan search engine, misalnya. Jadi, Anda memilih dan menentukan mesin pencari yang dimasukkan di browser tersebut. Kami sendiri baru saja menambahkan Ecosia. Intinya, kami bekerja sama dengan perusahaan itu dan kami pun mendapatkan pemasukan,” jelas CEO Vivaldi Technologies tersebut.
      Oleh karena itu meskipun Anda dan warganet lain bisa menggunakan browser secara gratis, monetisasinya tetap berjalan di ‘belakang layar’.
      Lalu, berapa nominal yang bisa dikantongi oleh developer browser tersebut? Tanpa segan, von Tetzchner mencontohkan revenue perusahaannya yang lalu, Opera, yaitu $1 setiap user dalam setahun. Kalau dikonversi menjadi rupiah, yaitu Rp13 ribuan, jumlah itu memang bukan uang yang besar. Namun, tetap saja bisa menjadi melimpah ketika pengguna browser tersebut kian banyak.
      Sekadar informasi, Vivaldi sendiri adalah peramban yang sedikit berbeda. Diluncurkan sejak awal tahun 2015, Vivaldi mengandalkan user interface (UI) yang lebih menyenangkan, dengan beragam fitur yang belum disediakan oleh browser lain, seperti analisis terhadap situs yang telah dikunjungi oleh user. Keunggulan UI Vivaldi sendiri dapat dilihat dari tampilannya yang minimalis dengan ikon dan font standar plus skema warna yang bisa menyesuaikan background maupun desain dari sebuah situs yang sedang diakses. Pemakai peramban berlogo ‘V’ itu pun dapat mengubah temanya secara keseluruhan, posisi tab, address bar, hingga start page-nya.
      Apabila Anda sudah pernah menggunakan Vivaldi di desktop dan kepincut dengan tampilannya sembari bertanya-tanya apakah browser tersebut akan tersedia dalam versi mobile, sabarlah sedikit lagi. Kepada Rob Pegoraro, pemandi sesi diskusi tersebut, von Tetzchner menyatakan bahwa ia dan timnya mengaku sedang mengerjakan mobile browser Vivaldi, tepatnya untuk sistem operasi Android. Versi iOS-nya nanti akan lahir begitu code base-nya telah siap, karena berbeda dengan Android.
      “Kami berharap Apple melakukan hal yang tepat dan berhenti melarang core browser lain untuk berjalan di platformnya,” keluh pria 49 tahun itu.
    • By dugelo
      Setiap orang memiliki alasan masing-masing untuk membeli suatu barang dengan cash atau kredit. Sebagian orang menganggap membayar cash atau tunai lebih baik. Namun, tak sedikit pula orang yang berpendapat lebih menguntungkan membayar kredit atau dicicil.
      Lantas, benarkan membeli barang dengan sistem kredit ada keuntungan tersendiri ketimbang membayar lunas?
      Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, membeli barang dengan kredit keuntungannya adalah kita bisa memperoleh barang yang kita inginkan dengan lebih cepat walaupun keuangan kita tidak mencukupi.

      "Kita bisa mendapatkan barang-barang yang kita inginkan dengan lebih mudah walaupun duitnya nggak cukup buat beli cash," jelasnya dihubungi Okezone.
      Namun, dia pun mengingatkan, meski membeli barang dengan melakukan kredit memberikan kemudahan. Ada hal yang mesti dihindari, yakni perilaku konsumtif.
      "Dan ini akan mendorong kita berperilaku konsumtif membeli barang yang semata hanya keinginan bukan kebutuhan," lanjut Andi.
      Ditambah lagi, membeli barang dengan kredit terkadang memberikan godaan bagi orang-orang yang membeli barang dengan kredit jika bunga yang ditawarkan sangat menggiurkan.
      "Apalagi kalau kreditnya bunga nol persen," tambahnya.
    • By davidbo
      Kelebihan dari BitCoin sebagai alat pembayaran adalah sifatnya yang simple dan ringkas. BitCoin merupakan alat transaksi orang per orang dan hanya orang yang memegangnya yang bisa menggunakannya. Selain itu dalam menggunakannya pun, kita tidak perlu menyertakan informasi pribadinya seperti pada mata uang bank atau akun transaksi online lain. Hal ini tentunya memberikan keamanan informasi dari sang pemilik.
      Yang menjadi kerugian dari pemakaian BitCoin adalah karena bentuknya yang hanya berupa file, memungkinkan BitCoin menjadi rusak/ hilang/ terhapus jika terjadi sesuatu dengan perangkat tempat kita menyimpan BitCoin tersebut. Dan kelemahan terbesarnya adalah karena BitCoin merupakan sebuah alat transaksi yang hadir karena ada kemauan dan kepercayaan dari para penggunaya. Hal ini memungkinkan suatu saat BitCoin bisa benar-benar tidak bernilai karena sudah tidak ada yang mau menggunakan mata uang tersebut.
      Berikut sebuah video dalam bahasa inggris yang memaparkan dengan ringkas apa dan bagaimanakan BitCoin tersebut bekerja.
      Mata uang BitCoin memang merupakan hasil dari perkembangan dunia teknologi ecommerce yang tumbuh terlalu massif. Dan bagi Anda yang memang seorang pelaku ecommerce boleh saja mengikuti dan mengerti lebih dalam tentang perkembangan yang ada,  namun yang terpenting adalah tetap mengutamakan keamanan transaksi anda. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan mata uang virtual unik yang satu ini.
    • By c0d1ng
      Mata uang virtual Bitcoin kembali naik ke permukaan setelah seorang warga Australia bernama Craig Steven Wright, diduga sebagai kreatornya. Berikut adalah beberapa hal menarik soal mata uang kontroversial ini.
      Apa itu Bitcoin?
      Bitcoin adalah jaringan pembayaran peer-to-peer yang bersifat terbuka (open source) dan juga merupakan mata uang digital yang diperkenalkan sekitar tahun 2009. Bitcoin dihasilkan server khusus yang berfungsi layaknya 'tambang'. Sistem akan secara berkala mengeluarkan angka-angka rumit yang akan diterjemahkan sebagai Bitcoin. Nah, angka-angka itu yang akan ditangkap oleh para miner melalui alat mereka. Semakin cepat alat yang dimiliki, maka kemungkinan mendapatkan Bitcoin semakin besar.
      Apa uniknya Bitcoin? Kendati hanya mata uang digital, namun bisa jadi alat pembayaran di dunia nyata. Bitcoin mampu menembus batas sekat negara. Banyak orang suka Bitcoin karena mampu jadi alat pembayaran tanpa kartu kredit, biaya administrasi dan tentu saja tanpa harus mematuhi regulasi di setiap negara--setidaknya sampai saat ini.
      Siapa Pencetusnya?
      Sekitar bulan Oktober tahun 2008, seseorang atau mungkin sekelompok orang dengan nama Satoshi Nakamoto menerbitkan sebuah makalah yang menguraikan sistem electronik cash peer-to-peer ini.
      Inti dari makalah itu, Satasohi Nakamoto ingin memberikan ide sebuah terobosan dalam menggunakan kode software untuk mengotentikasi dan melindungi transaksi tanpa menggunakan bank sentral di suatu negara. Siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto bikin penasaran banyak kalangan. Mungkinkah Craig Steven Wright benar benar dia?
      Bisa Digunakan di Dunia Nyata
      Sekitar bulan Mei 2010, atau tiga bulan setelah Bitcoin benar-benar diperkenalkan secara serius di dunia maya, seseorang mengaku telah membeli pizza dengan menggunakan Bitcoin.Salah satu anggota bernama Laszlo memposting sebuah gambar pizza ke forum Bitcoin. Dia mengklaim berhasil membeli pizza tersebut dengan membayar 10 ribu Bitcoin.
      Dalam transaksi Bitcoin, tidak menggunakan perantara, atau tanpa bank. Selain itu, tidak ada komisi atau biaya administrasi untuk tiap transaksi. Setiap pembeli juga tidak perlu memberikan nama asli.
      Menuai Kontroversi
      Bagaimanapun juga Bitcoin adalah mata uang virtual yang berkembang biak di dunia maya. Sehingga kekhawatiran rekening Bitcoin akan terkena hacking dan pencurian mungkin saja terjadi. Atau bisa jadi bitcoin digunakan untuk melakukan transaksi kriminal
      Dulu, sebuah website belanja online, Silk Road, ditutup pihak berwajib Amerika Serikat karena terbukti digunakan untuk perdagangan narkoba, senjata, software peretas website, bahkan jasa tukang pukul. Menurut FBI, melalui website ini, terjadi transaksi Bitcoin senilai USD 1,3 miliar dan pemilik website menerima USD 80 juta.
      Pernah Dijual Indomaret
      Bitcoin pernah dijual di Indonesia via iPaymu di gerai Indomaret. Cara pembelian via toko ritel ini sebelumnya bisa terlaksana atas kerjasama antara Bitcoin Indonesia dengan iPaymu.com. Sistem iPaymu terhubung dengan 10.000 gerai Indomaret di seluruh Indonesia. Sehingga pembelian Bitcoin bisa dilakukan melalui iPaymu yang sistemnya tersedia di Indomaret.
      "Tetapi sistem tersebut tidak kami lanjutkan per tanggal 4 September 2014 bersangkutan dengan keberatan dari pihak Indomaret," ujar CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan. Ya, penjualan bitcoin di Indomaret itu hanya terjadi dalam waktu singkat.
      Pelaku Bom di Indonesia Minta Tebusan Bitcoin
      Belum lama ini, ada peledakan bom di Mall Alam Sutera. Motif Leopard Wisnu Kumala, pelaku peledakan bom di Mal Alam Sutera, ternyata adalah pemerasan. Leopard mengancam pihak manajemen mal dan meminta bayaran sebanyak 100 Bitcoin.
      Setelah bom tersebut meledak, pelaku kemudian mengirim email pemerasan kepada manajemen mal yang berisi permintaan untuk mentransfer sejumlah dana lewat Bitcoin. Pihak mal pun memberinya 0,25 Bitcoin. Dari sanalah Leopard akhirnya tertangkap oleh pihak yang berwajib.
      Bank Indonesia Larang Bitcoin
      Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan pernyataan tentang Bitcoin. BI tegas menyatakan Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah.

      "Memperhatikan Undang-Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta UU No. 23 Tahun 1999 yang kemudian diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2009, Bank Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin dan virtual currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs
×
×
  • Create New...