Jump to content

Sekda DKI Saefullah Meninggal Karena COVID-19


Recommended Posts

  • Premium Account

1370010802_sekdadki.thumb.jpg.a6cfe272fe6d7165950401baf80b1e0b.jpg

Kabar duka datang dari Pemprov DKI Jakarta. Sekda DKI, Saefullah, meninggal usai positif virus Corona.

Kabar meninggalnya Saefullah beredar siang ini. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Chaidir.

"Iya beliau meninggal. Kami semua berduka," kata Chaidir

Kabar ini juga dikonfirmasi oleh Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik. "Ya betul," ucap Taufik soal kabar meninggalnya Saefullah.

Seperti diketahui, Saefullah tengah berjuang melawan virus Corona yang dideritanya. Pada Selasa (15/9), Anies mengajak seluruh jajarannya mendoakan kesembuhan Saefullah. Selain itu, Anies mengajak untuk mendoakan seluruh warga DKI yang positif COVID-19 segera diberi kesembuhan.

"Saya ingin mengajak pada seluruh jajaran Pemprov DKI untuk mendoakan warga Jakarta yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit, khususnya yang terpapar COVID-19," tulis Anies dalam pesannya, Selasa (15/9).

"Lebih khusus lagi, saya mengajak pada semua, pada seluruh jajaran dan keluarga untuk meluangkan waktu; benar-benar luangkan waktu bersama keluarga untuk mendoakan saudara kita, mendoakan Pak Sekda, Bapak Saefullah yang saat ini sedang dalam perawatan intensif melawan COVID-19," sambungnya.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By Sam
      The coronavirus outbreak is first and foremost a human tragedy, affecting  hundreds of thousands of people. It is also having a growing impact on the global economy. 
      by Matt Craven, Linda Liu, Mihir Mysore, and Matt Wilson
    • By Brenda_Christie
      Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan uang kertas berpotensi menyebarkan virus Corona baru atau COVID-19, sehingga orang harus mencoba pembayaran tanpa kontak fisik. Ia juga harus mencuci tangan setelah menyentuh uang kertas, karena COVID-19 yang infeksius dapat menempel di permukaan selama beberapa hari.
      Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto berpendapat faktor utama penyebaran Corona ialah percikan (droplet) batuk atau bersin dari orang yang terpapar virus tersebut. Ia mencontohkan jika dirinya sebagai orang terpapar.
      “Kalau sekarang saya sakit, lalu saya bersin dan uangnya Anda terima. Lalu Anda menggosok hidung, [maka] tertular," kata Yurianto, ketika dihubungi reporter Tirto, Jumat (27/3/2020).
      Namun jika ia bersin atau batuk lantas uang itu baru dipergunakan orang lain satu hingga dua pekan berikutnya, kata dia, maka tidak akan tertular.
      Yurianto mengatakan uang bukan media utama penyebaran virus COVID-19. Namun ia menegaskan masyarakat harus menekankan pentingnya mencuci tangan.
      “Tidak harus uang. Saya pegang pulpen usai bersin, kemudian pulpennya diberikan ke orang lain, orang itu pegang hidung dan makanan sebelum cuci tangan, maka kena (tular) juga,” kata pria yang akrab disapa Yuri itu.
      Pemerintah pun berusaha mengurangi penyebaran COVID-19, salah satunya dengan mengarantinakan uang. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan untuk pengisian mesin-mesin ATM, akan diisi dengan uang baru.
      “Uang yang masuk ke BI kami masih karantina (selama) 14 hari. Kami utamakan saluran uang baru. Demi keamanan dan keselamatan, disarankan masyarakat gunakan uang elektronik, internet banking, mobile banking dan QRIS," ucap Onny ketika dihubungi reporter Tirto, Jumat (27/3/2020).
      Hal itu ia anggap sangat selaras dengan situasi saat ini karena banyak masyarakat bekerja dan tinggal di rumah. “Jadi dengan gunakan empat hal yang saya sebutkan, berarti kita semua telah turut berpartisipasi menanggulangi penyebaran COVID-19,” imbuh Onny.
      Jika masa karantina uang rampung, kata dia, uang bisa diedarkan ke masyarakat. Karena BI memiliki cukup stok uang baru, maka itu yang kini beredar.
      "Untuk keamanan dan keselamatan masyarakat, yang baru diedarkan sesuai kebutuhan," lanjut Onny.
      BI juga mengklaim jumlah uang tunai yang ada kini cukup memenuhi kebutuhan selama enam bulan. Uang tunai itu akan didistribusikan oleh 46 bank via kantor cabang dan mesin ATM.
      "Stok uang kami jauh lebih dari cukup (sekitar Rp450 triliun), hampir enam bulan. Jangan khawatirkan higienitas uang itu. Kami juga menyarankan (penggunaan) uang non tunai. Bukan hanya mencegah, tapi membuat lebih baik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (26/3/2020).
      Ketua Asosiasi Ekonomi Kesehatan Indonesia Hasbullah Thabrany berujar cara yang dilakukan BI sudah cukup bagus. "Semoga itu membantu, (uang) yang ada di ATM harus steril saja sudah bagus," kata dia ketika dihubungi reporter Tirto.
      Namun upaya tersebut ia nilai tidak cukup efektif karena tidak mungkin seluruh uang harus ditarik dari peredaran, sebab transaksi tanpa uang tunai belum memadai.
      "Saya tidak yakin uang beredar bisa ditarik, juga belum ada data berapa banyak kasus yang tertular dari uang," kata Thabrany.
      Menurut dia bukan lembaran uang yang harus dikarantina, tapi ubah perilaku penduduk. "Jika perlu paksa dengan denda besar," tegas Thabrany.
      Jumlah kasus positif COVID-19 di 28 provinsi di Indonesia mencapai 1.046 pasien per 27 Maret 2020. Dari data itu, 46 pasien dinyatakan sembuh, sementara 913 pasien lainnya berstatus dalam perawatan.
      Angka kematian pasien COVID-19 di Indonesia menjadi 87 jiwa per 27 Maret dan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara, serta melampaui negara-jiran lainnya. Sebagai perbandingan, Malaysia saat ini memiliki kasus terbanyak di Asia Tenggara, yakni 2.031 pasien, hanya memiliki jumlah kematian sebanyak 24 jiwa.
      Kasus Positif COVID-19 Indonesia
      Berdasarkan Data Per 28 Maret 2020

      Data ini sesuai dengan yang tercatat di laman John Hopkins University. Sementara itu, berdasarkan data per 26 Maret 2020 dari WHO, Cina menjadi peringkat pertama dalam kawasan Western Pacific dengan 81.961 kasus Corona. Ada 3.293 kematian di sana. Untuk wilayah Eropa, Italia nomor satu karena ada 74.386 kasus dan 7.505 kematian.
      Indonesia pun menerima bantuan 40 ton alat kesehatan guna penanganan pandemi COVID-19 ini.
      “Bantuan ini berasal dari investor Cina yang berfokus pada hilirisasi minerba. Bantuan tahap 1 sudah tiba, selanjutnya minggu ini akan datang lagi yang tahap 2, kami bergerak cepat," ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Agung Kuswandono.
      Pasokan medis itu terdiri dari test kit Covid-19, swab kit, masker N95, masker bedah, alat pelindung diri seperti baju, kacamata, sarung tangan. Seluruh barang itu akan didistribusikan melalui BNPB, rumah sakit-rumah sakit, dan jaringan Fakultas Kedokteran.
      Peta Sebaran COVID-19 Indonesia
      Data per 27 Maret 2020

    • By congek
      Peneliti mikrobiologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra mengatakan kalau COVID-19 juga berpotensi menular melalui feses. Ini adalah cara penularan lain dari yang telah diketahui luas lewat percikan cairan tubuh yang terkontaminasi virus corona jenis baru tersebut. 
      "Sebetulnya hal ini tidak mengherankan karena pada kasus SARS, kontaminasi feses juga merupakan salah satu rute penyebaran yang terjadi pada sebuah apartemen di Hong Kong," kata Sugiyono kepada ANTARA, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.
      Penularan lewat feses pula yang diduga terjadi dari hewan perantara alami kelelawar ke hewan perantara lain seperti musang dan trenggiling. Musang diketahui menjadi hewan perantara untuk kasus infeksi virus corona penyebab SARS pada 2003 lalu, sedang trenggiling dan ular disebut-sebut untuk kasus virus corona terbaru yakni COVID-19. 
      Sugiyono menuturkan, beberapa studi menunjukkan virus corona COVID-19 terdeteksi pada sampel yang diambil dari area anus beberapa pasien di Cina. "Bahkan persentase hasil positifnya lebih besar dibandingkan dengan deteksi pada sampel yang diambil di area mulut pasien," katanya sambil menambahkan hasil studi di satu rumah sakit di Singapura yang juga menemukan virus itu  pada area toilet, wastafel, lantai, dan gagang pintu.
      Menurut Sugiyono, penyebaran virus melalui feses sebetulnya bukan hal baru. Beberapa penyakit seperti Hepatitis A, polio, dan diare yang disebabkan oleh rotavirus juga menular melalui rute feses. Oleh karena itu, die menekankan, menjaga kebersihan tangan dan sanitasi lingkungan mutlak harus dilakukan untuk mencegah penularan berbagai penyakit, tidak hanya COVID-19.
      "Variasi rute penyebaran ini merupakan salah satu hal yang dapat menjelaskan mengapa COVID-19 begitu massif menular ke banyak orang," katanya.
    • By news
      Sejumlah pemerintah daerah di AS, termasuk negara bagian Washington dan Florida telah menyatakan status keadaan darurat merespons penyebaran virus korona. Jumlah pasien COVID-19 pun bertambah dan demikian pula warga yang meninggal dunia. Bagaimana AS mengatasinya? Kita simak liputan VOA berikut.
       
    • By berita_semua
      KPU DKI Jakarta hari ini akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di dua TPS. PSU dilakukan karena ditemukan adanya pemilih yang mencoblos menggunakan surat pemberitahuan (C6) milik orang lain.
      Dua TPS tersebut adalah TPS 01 Gambir, Jakarta Pusat, dan TPS 19 Pondok Kelapa, Jakarta Timur. PSU digelar atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
      "Bawaslu DKI Jakarta merekomendasikan pemungutan suara ulang di dua TPS. Pertama TPS 01 Gambir dan TPS 19 Pondok Kelapa, Jakarta Timur," ujar komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos di kantornya, Jl Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017)
      Pemungutan suara ulang dilakukan karena di kedua TPS ditemukan adanya pemilih yang mencoblos menggunakan surat pemberitahuan (C6) milik orang lain. PSU digelar hari ini, Sabtu (22/4).
      "Mudah-mudahan besok hari Sabtu PSU siap diselenggarakan di dua kota tersebut untuk kemudian dilakukan pemungutan suara ulang dengan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) diganti semua di dua KPPS yang dimaksud," kata Betty, Jumat (21/4).
      Betty memastikan stok surat suara mencukupi untuk menyelenggarakan PSU. Ada 2.000 lembar surat suara yang disiapkan.
      "Untuk surat suara pemungutan suara ulang memang sudah disiapkan sebanyak 2.000 lembar. Jadi kalau ada dua TPS, rasanya cukup untuk menyelenggarakan PSU tidak perlu lagi menambah jumlah surat suara," ujarnya.
×
×
  • Create New...