Jump to content
VOAIndonesia

Menlu RI: Ventilator Bantuan AS Akan Tiba Akhir Mei

Recommended Posts

3F00D448-C04F-43B7-AF0A-95D7D0081175_cx0_cy9_cw0_w1023_r1_s.thumb.jpg.134c120721f59a9fdff9360fbd6bc893.jpg
Indonesia memastikan kesiapan memproduksi ventilator secara massal bulan depan, Jakarta, 20 Mei. (Foto: Twitter/@BNPB_Indonesia)

WASHINGTON DC (VOA) — Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bantuan ventilator dari pemerintah Amerika akan tiba di tanah air pada akhir Mei atau awal Juni mendatang. Penegasan ini disampaikannya menjawab pertanyaan VOA dalam konferensi pers di Jakarta Rabu sore (20/5).

“Indonesia dan Amerika telah melakukan komunikasi intensif terkait ventilator. Pada 4 Mei USAID di Jakarta telah berkomunikasi dengan Kemenkes untuk mengidentifikasi spesifikasi dan hal-hal teknis lain," ujarnya.

83553077_MenluRIRetnoMarsudidalamkonferensipersdiJakarta.jpg.acb823557b837e2669855090f798fc7d.jpg
Menlu RI Retno Marsudi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5) (courtesy: Kemlu RI)

"Lalu pada 5 Mei, informasi yang diminta USAID pada Kemenkes itu dikirimkan ke USAID. KBRI di Washington DC juga telah memonitor dan mengkomunikasikan hal ini dengan Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional NSC di Amerika. Kami diberitahu bahwa pengiriman ventilator ini akan dilakukan pada akhir Mei atau awal Juni nanti,” papar Retno.

Namun ditambahkannya bahwa Indonesia kini juga sudah mulai mengembangkan inovasi untuk memproduksi sendiri ventilator atau alat bantu pernafasan ini.

Mulai Juni Indonesia Siap Produksi Ventilator

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan ada lima dari delapan jenis ventilator yang sudah lulus “equipment and critical test” di Kementerian Kesehatan.

“Lima ventilator ini dapat digunakan di ICU – yang sifatnya invasif – dan dalam kondisi darurat di dalam ambulans maupun ruang gawat darurat untuk membantu orang yang mengalami gangguan pernafasan. Ini merupakan ventilator pertama buatan Indonesia, dan kami siap memproduksinya secara masif bulan depan.”

1883179549_MenristekBambangBrodjonegoro.jpg.3f2c40df2fc2329fcfdcc102f3636602.jpg
Menristek Bambang Brodjonegoro (foto: courtesy).

Lebih jauh Bambang menjelaskan bahwa setiap pabrik akan mampu memproduksi antara 200-300 unit ventilator per minggu guna memenuhi kelangkaan ventilator dalam menangani pasien virus corona, yang sangat terasa dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Untuk menjadi catatan, inovasi ini baru dimulai sekitar 2,5 bulan lalu. Peneliti dan inovator Indonesia berhasil mengerjakannya dalam waktu sangat singkat,” puji Bambang.

Permintaaan ventilator ini mengemuka setelah Presiden Amerika Donald Trump mencuit pada 22 April tentang pembicaraan telepon yang dilakukannya dengan Presiden Joko Widodo. [em/pp]

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By theblue
      Hamil di tengah pandemi corona Covid-19 tentunya tidak pernah dibayangkan oleh Popi dan suaminya. Namun saat mengetahui dirinya hamil pada Januari lalu, mereka tentu tak menyangka kalau wabah corona juga melanda Indonesia dan bahkan hampir semua negara.
      Namun di sisi lain, Popi dan suami sudah cukup lama menantikan anak kedua setelah dikaruniai anak pertama pada 2013. Mereka pun makin sennag setelah mengetahui calon bayi mereka adalah perempuan karena anak pertama laki-laki.
      Popi dan suami tadinya berencana melahirkan di rumah sakit tempat ia melahirkan anak pertamanya di kawasan Jakarta Pusat. Namun saat wabah corona mulai terjadi di Indonesia, ia mendapat informasi kalau Rumah sakit tempat dia berencana melakukan persalinan digunakan untuk menangani pasien Covid-19 dan sedang kekurangan APD (alat pelindung diri).
      Jadi kalau ia mau melahirkan, maka harus masuk UGD (Unit Gawat Darurat) terlebih dahulu. Ia dan suami pun memutuskan untuk berganti rumah sakit yang juga berada di kawasan Jakarta Pusat. Popi pun sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan di rumah sakit tersebut.
      "Waktu masih awal-awal pandemi dan penerapan PSBB ya prosedurnya nggak jauh beda seperti biasanya. Paling ya harus memakai masker dan cuci tangan. Tapi setelah beberapa kali, kalo nggak salah pas bulan Mei, harus ada protokol kesehatan sebelum dan sesudah diperiksa. Ya biayanya sekitar 200 sampai 300 ribu rupiah tiap kali kunjungan. Terus biaya untuk melahirkan juga naik karena biaya buat protokol kesehatannya lebih besar," terang Popi
      Karena biaya melahirkan naik sampai sekitar 50 persen yang bisa mencapai sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta, Popi dan suami pun mencari altternatif lain.  Mereka pun mendapat informasi dari beberapa teman tentang klinik bersalin yang tak jauh dari rumah mereka. Mereka akhirnya lebih memilih klinik bersalin yang biayanya jauh lebih kecil tapi tetap terjamin dan bisa dipercaya.
      "Tadinya suami sempat kurang setuju karena dia lebih percaya sama dokter spesialis. Tapi setelah mendengar pengalaman beberapa teman, kita akhirnya sepakat memilih klinik bersalin walaupun cuma ditangani bidan. Tapi mereka bidan yang berpengalaman dan sekali menangani persalinan bisa empat sama lima orang bidan yang turun tangan," ucap Popi.
      Untuk biaya diperkirakan tidak sampai Rp10 juta, bahkan bisa memakai BPJS sehingga bisa lebih menghemat biaya lagi. Meski begitu, suami Popi tetap mempersiapkan bujet lebih kalau terjadi sesuatu yang tak diinginkan dan Popi harus melahirkan di rumah sakit. Lalu, bagaimana dengan mereka yang sudah melahirkan di masa pandemi?
      Meningkat Dua Kali Lipat
      Bagi Desi melahirkan di masa pandemi, tepatnya pada Juni lalu, ternyata menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Tentunya ia dan suami senang menyambut kelahiran anak mereka yang keempat.
      Tapi mereka juga harus merogoh kocek cukup dalam yang untungnya memang sudah dipersiapkan sebelumnya. Desi melahirkan anak keempatnya di Rumah Sakit (RS) Hermina Bogor, Jawa Barat.
      "Biayanya sekitar Rp22 juta, terus ada cek kehamilan sekitar Rp2 juta, itu semua udah termasuk biaya buat protokol kesehatan. Total habis biaya sekitar Rp25 juta. Itu pun saya di kamar Kelas 3. Ya mungkin juga karena pandemi dan memang di sana (RS Hermina) biayanya memang cukup tinggi," jelasnya.
      Sebelumnya, ketiga anak Desi lahir di rumah sakit di Jakarta dan biayanya jauh berbeda dengan kelahiran anak keempat.
      "Kalau yang pertama saya agak lupa, yang jelas pas lahiran anak kedua itu sekitar Rp9 jutaan dan yang ketiga sekitar Rp12 jutaan. Nah itu kan beda jauh sama lahiran yang keempat sampai dua kali lipat, ya mungkin juga karena pengaruh pandemi dan tergantung rumah sakitnya juga," lanjut Desi.
      Tiap rumah sakit sepertinya memang menambahkan tarif mereka karena dampak pandemi corona. Biaya tambahan itu biasanya untuk menjalankan protokol kesehatan maupun untuk APD.Di RSIA Asih di kawasan Melawai, Jakarta Selatan misalnya.
      Wajib Rapid Test
      Mereka menjelaskan biaya persalinan di tempat nereka sudah berlaku tarif mulai 1 April 2020 meski tidak menyebutkan berapa persen kenaikannya dari tarif sebelumnya.
      Untuk persalinan normal tarifnya mulai dari Rp19 jutaan (Kelas 3) sampai dengan Rp28 jutaan (VVIP). Sedangkan untuk persalinan Caesar, mulai dari Rp33 jutaan (Kelas 3) sampai dengan Rp48 jutaan (VVIP).
      Tarif tersebut belum termasuk biaya administrasi rumah sakit, tapi sudah termasuk untuk biaya tindakan dan perawatan ibu dan bayi sehat selama tiga hari. Biaya akan bertambah kalau ada tindakan tambahan seperti operasi atau bayi sakit.
      "Untuk melahirkan nanti pada saat masuk untuk rawat inap, untuk penunggu hanya boleh untuk suami saja dan tidak ada jam besuk. Ibu melahirkan juga wajib rapid test. Untuk biaya rapid test sekitar Rp270 ribu," terang mereka lagi.
      Tambahan Biaya untuk APD
      Lalu bagaimana dengan di klinik bersalin? Salah satu klinik di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Klinik Bersalin Lahir di Tembuni, menetapkan tarif yang sama dengan sebelum pandemi.
      "Untuk biaya melahirkan masih sama seperti sebelumnya. Untuk persalinan normal estimasinya Rp25 jutaan (VVIP), Rp22 juta (VIP) dan Rp18 juta (Deluxe). Itu sudah include biaya persalinan, jasa dokter, kamar, obat, dan alat kesehatan. Hanya ada tambahan biaya Rp300 ribu untuk APD," terang mereka melalui pesan elektronik, Jumat, 10 Juli 2020.
      Sedangkan klinik bersalin di Bandung, Jawa Barat, Klinik Utama Jasmine MQ Medika menetapkan tarif berbeda. Untuk biaya persalinan ada kenaikan sebesar 20 sampai dengan 30 persen.
      "Kenaikan biaya karena ada pandemi. Jadi ada protokol pemeriksaan, labaoratorium dan penggunaan APD bagi nakes. Tarifnya mulai dari Rp5 juta sampai Rp25 juta," terang pihak klinik melalui pesan elektronik pada Jumat, 10 Juli 2020.
      Hamil dan melahirkan tentu hal yang wajar dan bahkan membahagiakan bagi pasangan yang sudah lama menantikan kehadiran anak. Namun di tengah pandemi, tentu ada baiknya menyiapkan dana lebih untuk menghadapi segala kemungkinan.
       
    • By black_zombie
      New normal lagi jadi topik yang ramai dibahas netizen di media sosial. Setelah hampir 3 bulan menjalani karantina diri dan work from home,  kabarnya sebentar lagi masyarakat bakal menjalani tatanan gaya hidup baru. Dalam masa ini, masyarakat sudah mulai bisa melakukan aktivitas di luar rumah, tapi tetap memperhatikan protokol kebersihan diri sebagai bagian dari gaya hidup baru.
      Sudah siapkah kamu menghadapinya? Jika new normal diterapkan, ini dia beberapa new normal kits dan panduan yang wajib kamu pahami.
      1. Era New Normal Tetap Memperhatikan Physical Distancing

      Memasuki era new normal kamu memang sudah bisa melakukan aktivitas di luar rumah. Tapi, tetap harus memperhatikan physical distancing. Tetap jaga jarak aman dengan orang lain akan jadi kebiasaan baru dalam new normal. Idealnya, jarak aman antara satu orang dengan yang lain menurut imbauan Badan Kesehatan Dunia atau WHO adalah 1-2 meter.
      2. Masker, Sunglasses, Topi: Pelindung Diri Wajib Saat Keluar Rumah

      Selain menjaga jarak sosial, pelindung diri juga wajib digunakan saat keluar rumah di era new normal. Misalnya saja wajib menggunakan masker selama beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus. Selain itu, nggak ada salahnya melindungi tubuh dengan items lainnya. Tapi, ingat ya kalau nggak perlu Alat Pelindung Diri atau APD kok, karena APD hanya buat tenaga medis. Kamu cukup memanfaatkan sunglasses untuk melindungi mata dan topi sebagai penutup kepala saat sedang berada di moda transportasi umum. Selain bisa melindungi diri, nilai plus-nya adalah penampilan jadi lebih stylish. Kalau memang perlu, kamu juga bisa menggunakan face shield untuk perlindungan yang lebih maksimal.
      3. Cuci Tangan Secara Rutin, Sedia Selalu Hand Sanitizer di Dalam Tas

      Kebiasaan mencuci tangan nggak hanya perlu dilakukan selama karantina diri. Ketika sudah menjalani new normal pun, rutin cuci tangan juga diperlukan buat mencegah bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh. Tangan menjadi media penyebaran bakteri dan virus yang paling cepat, karena sering memegang benda lain. Apalagi ketika sudah kembali bekerja di kantor lagi, di mana kamu bakal sering bersentuhan dengan benda-benda yang berisiko memiliki bakteri dan virus menempel seperti gagang pintu, meja, hingga tombol lift.
    • By plusplus
      Pendanaan dari perusahaan ventura capital (modal ventura) terhadap startup telah menurun secara global. Mengutip Ventura Beat, pendanaan modal ventura telah turun 20 persen secara global.
      Berdasarkan laporan terbaru dari Startup Genome, penurunan tersebut telah terjadi sejak awal kemunculan krisis akibat virus corona pada Desember 2019. Sebagai informasi, Startup Genome adalah organisasi penelitian dan penasehat kebijakan untuk mendukung keberhasilan ekosistem startup.
      Kemerosotan tersebut terjadi lebih parah di China. Negara yang menjadi titik mulai penyebaran virus corona itu mengalami penurunan pendanaan modal ventura lebih dari 50 persen pada Januari dan Februari 2020.
      Meski ada peningkatan pada Maret 2020, angka tersebut masih lebih rendah dari angka sebelum terjadi krisis.
      Pendanaan modal ventura di Asia (tidak termasuk China) juga mengalami penurunan besar pada awal Januari. Tidak ada peningkatan pula pada Maret 2020. Secara terpisah, laporan Layoffs.fyi juga mengungkapkan bahwa 436 startup telah memberhentikan 55.764 karyawan sejak 11 Maret 2020.
      Startup Genome juga menyatakan bahwa empat dari sepuluh startup di dunia berada dalam “zona merah” versi Startup Genome. Artinya, startup tersebut memiliki uang tunai untuk tiga bulan atau kurang.
      Sementara itu, startup yang sudah meraih pendanaan seri A atau selanjutnya, 34 persen dari mereka memiliki uang tunai untuk kurang dari enam bulan.
      Dalam wawancara khusus dengan Uzone.id, Pendiri Dailysocial.id, Rama Mamuaya juga menyampaikan, “Perusahaan apa pun yang bisnisnya tidak sustainable (bad unit-economics), tidak bisa mempertahankan cash (layoff, salary decrease, etc) kemungkinan besar sekali akan tumbang, regardless industrinya apa.”
      Baca juga: Startup Travel Paling Terdampak Corona, Bagaimana Bangkitnya?
      Terkait pola pendanaan terhadap startup, Rama menyatakan bahwa pasti ada perubahan.
      “Investor mulai melihat sustainability, good governance dan good unit-economics sebagai faktor yang menentukan sebuah perusahaan sebagai invest-worthy. Paling tidak selama pandemi ini berlangsung ya, kemungkinan besar tidak permanen,” ujarnya.
      Di kesempatan berbeda, Executive Director UBS, Riaz Hyder juga mengungkapkan bahwa startup sekarang harus berpikir panjang. Bukan hanya berpikir bahwa pandemi akan segera berakhir, tapi harus memikirkan tiga sampai enam bulan ke depan.
      “Setidaknya bahwa situasi tidak akan membaik dan penting sekali untuk para startup untuk memeriksa cash flow, dan juga profitability, karena para investor di saat-saat seperti ini menjadi sangat selektif untuk berinvestasi kepada startup,” ujarnya dalam konferensi pers Gojek Xcelerate, beberapa waktu lalu.
    • By congek
      PSBB Tangerang Raya diperpanjang selama 14 hari ke depan. Sebelumnya PSBB jilid III Tangerang Raya berakhir Minggu (14/6/2020).
      Berdasarkan hasil evaluasi dan telekonferensi dengan Gubernur Banten Wahidin Halim, diputuskan PSBB untuk Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan diperpanjang selama dua pekan. 
      "Rencana kembali diterapkan selama 14 hari, berarti sampai tanggal 28 Juni," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.
      Menurutnya, pelaksanaan PSBB Tangerang Raya cukup efektif menekan angka kasus virus corona Covid-19. Dia menyebut, hari ini tidak ada warga Kota Tangerang yang dilaporkan terjangkit Covid-19.
      "Hari ini tidak ada laporan kasus baru, semoga angka ini terus bertahan. Jadi PSBB ini tahap terakhir, semakin hari semakin membaik,"ujar Arief.
      Alasan Perpanjangan
      Sementara itu, Bupati Tangerang Zaki Ahmed Iskandar menyatakan, perpanjangan PSBB di Tangerang Raya lantaran angka penularan virus corona Covid-19 di tiga wilayah itu masih terbilang tinggi.
      "Masih tingginya angka penularan, masih diatas 1.2. Namun, dilihat dari pasien positif Covid, ODP, ataupun PDP, menunjukkan angka yang cenderung menurun," ujar Zaki.
      Di Bawah 60 Persen
      Zaki menyebut, tingkat kesadaran warga di Kabupaten Tangerang untuk melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 masih rendah atau di bawah 60 persen. Masih banyak warga yang tidak memakai masker dan keluar rumah tanpa keperluan mendesak.
      Namun untuk kali ini, pembatasan akan diperketat hingga ke tingkat RT dan RW. Peran Ketua RT dan RW di masing-masing lingkungan akan dilibatkan lebih aktif lagi.
    • By congek
      Pemprov DKI Jakarta mengizinkan mal untuk kembali beroperasi pada PSBB masa transisi, Senin (15/6/2020). Ada 80 pusat perbelanjaan yang buka.
      Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat menyebut pihaknya kini tengah menyempurnakan peralatan dengan touchless, sebagai upaya menjaga meningkatkan terhindarnya bersentuhan.
      Mal juga wajib memberlakukan protokol kesehatan yang meliputi pemakaian masker, jarak antre satu meter, suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celcius, lift maksimum enam orang, juga pembayaran yang diusahakan cashless.
      Beragam persiapan dan inovasi diterapkan mal-mal tersebut, salah satunya Senayan City. Melalui IGTV di Instagram resmi, mal ini menginformasikan akan beroperasi pada Senin--Minggu juga Libur Nasional buka mulai 11.00--20.00.
      Ragam layanan yang diberikan juga 100 persen touchless agar pengunjung merasa lebih nyaman, aman, dan bersih saat berada di mal. Dalam video berdurasi satu menit dan 32 detik, Senayan City menampilkan persiapan yang telah dilakukan.
      Video diawali dengan stiker kuning bertuliskan "Area Wajib Masker". Berlanjut dengan adanya intensive temperature screening saat pengunjung memasuki mal dan tersedia pula touchless hand sanitizer.
      Kemudian terlihat pula touchless lift button dengan mendekatkan tangan sekitar 10 sentimeter dari sensor. Lalu touchless parking button, disarankan pembayaran cashless, sabun tangan touchless, memberi jarak dua langkah di eskalator, adanya UV-C Merchandise Sterilizer, dan memberi jarak antara pengunjung lain saat duduk.
      Kebijakan Central Park Mall

      Central Park Mall juga menyediakan layanan 100 persen touchless dengan intensive safety screening saat memasuki semua area. Beberapa persiapan mal yang berada di Jakarta Barat ini disampaikan melalui akun Instagram resmi menjelang buka.
      Adalah diwajibkan mengenakan masker, adanya monitoring saat masuk dan keluar, touchless temperature thermal screening. Tim service mengenakan masker, face shield, serta sarung tangan, serta customer service counter shield.
      Setiap pengunjung yang masuk dan keluar area mal dinformasikan untuk melakukan prosedur in and out. Prosedur saat masuk meliputi scan QR Code atau buka link yang tertera di pintu akses, mengisi online form, klik check in untuk tanda masuk ke area mal, tunjukkan bukti check in ke petugas, pengecekan suhu tubuh, gunakan hand sanitizer dan masker setiap saat.
      Sementara untuk prosedur saat keluar adalah scan QR Code atau buka link yang tertera di pintu akses, klik check out untuk tanda keluar dari area mal, tunjukkan bukti check out ke petugas.
      Aturan Lain
      Fitur tambahan pada fasilitas tanpa sentuhan untuk menghindari kontak fisik secara langsung juga termasuk touchless hand sanitizer, touchless lift button, touchless foot pedal lift, touchless payment using apps, touchless menu scan QR Code, touchless mall promotion, hingga touchless parking.
      Central Park Mall juga memastikan jarak aman antara pengunjung di dalam mal, mulai dari pengaturan tempat duduk setidaknya 1,5 meter, dua meter jarak fisik pada garis antrean, jumlah pengunjung terbatas saat di lift, memberi jarak tiga langkah saat di eskalator, memberi arah masuk dan keluar.
      Ada pula layanan sanitasi dan produk yang disediakan untuk kenyamanan pengunjung yakni vending machine masker dan hand sanitizer serta layanan sterilisasi UV-C.
×
×
  • Create New...