Jump to content
VOAIndonesia

Kasus Corona Meningkat, Gubernur Jatim Ingin Tingkatkan Tes Massal

Recommended Posts

AE8CBC30-2891-4704-B887-EDF16E29BF60_w1597_n_r1_st.thumb.jpg.db4f1b9004cd0bed3de817d63cf3c97d.jpg
Pelaksanaan rapid tes di salah satu pasar di Surabaya (Foto: Humas Pemkot Surabaya).

Jumlah kasus corona di Jawa Timur terus meningkat, membayangi DKI Jakarta yang menempati posisi puncak. Pada 21 Mei 2020, 502 dari973 kasus baru secara nasional dilaporkan berada di provinsi tersebut.

SURABAYA — Jawa Timur mengalami kenaikan jumlah kasus baru virus corona.Pada Kamis (21/05), ditemukan 502 kasus baru, sehingga jumlah total kasus di provinsi itu mencapai 2.998. Ketua Gugus Kuratif Jawa Timur, dokter Joni Wahyuhadi, menyebut ada dua kemungkinan penyebabnya.

“Ada dua, bisa masifnya kita tracing, bisa juga memang casenya naik. Ya harus kita pelajari lebih detail. Jadi dua-duanya, kita kan PSBB sehingga pemeriksaannya kan masif, tetapi masih ada cluster-cluster yang tumbuh, yang muncul. Memang bisa dengan mass test naik casenya, bisa, dan itu tidak masalah. Sehingga kita bisa tahu lebih detail, mana-mana yang harus diisolasi. Jadi, naiknya kasus kalau itu karena tracing kita yang lebih bagus, ya memang itu yang dikehendaki, nanti kita langsung isolasi. Pelan dan pasti nanti akan menurun,” jelasnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta dinas kesehatan di kabupaten dan kota di Jawa Timur melakukan lebih banyak tes cepat di kawasan-kawasan beresiko tinggi.

“Bagaimana testingnya ini dipercepat, ini sangat banyak tergantung kepada Dinas Kesehatan di kabupaten kota masing-masing. Seberapa sensitif untuk bisa menyisir daerah-daerah kerumunan rata-rata potensi kemungkinan terkonfirmasi positifnya tinggi. Titik mana yang berisiko tinggi. Maka sensitivitas dengan mekanisme mitigasi yang terukur itu akan sangat membantu percepatan kita melakukan test kit, apakah melalui rapid test atau melalui PCR test,” paparnya.

Khofifah kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin menjaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan. Kedisiplinan dan kepedulian akan bahaya virus corona, kata Khofifah, akan meringankan tugas tenaga medis.

“Seberapa pun banyak dokter penyakit paru yang kita punya, seberapa banyak bed, seberapa banyak rumah sakit, kalau tidak ada kedisiplinan untuk bisa menjaga wajib pakai masker, physical distancing, tinggal di rumah, cuci tangan dengan menggunakan air mengalir, kalau ini tidak berseiring, maka tidak nutut (mencapai), dari seluruh rumah sakit, seluruh bed, seluruh dokter, dan seterusnya,” imbuhnya. [pr/ab]

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

×
×
  • Create New...