Jump to content
black_zombie

Ciri-ciri Daging Busuk

Recommended Posts

daging.thumb.jpg.83ca3a29423711749b50b6d0ad412fb3.jpg

Tips yang kamu praktikan agar daging tetap segar.

Bisa jadi ada beberapa hal yang terlewatkan dan membuat daging tak lagi segar.

Sudah beberapa hari setelah pemotongan, daging akan mulai mengalami perubahan rasa dan warna.

Perubahan ini umunya karena proses pembusukan yang mulai terjadi.

Berikut ini ciri-ciri daging telah membusuk.

1. Periksa warna daging

Warna dapat menunjukan kualitas daging.

Daging unggas yang masih segar bisanya berwarna putih kebiruan hingga kekuningan.

Daging sapi segar dengan warna merah terang.

Namun, warna kemerahan bukan warna alami daging sapi segar, tetapi terjadi karena daging telah terpapar udara.

Itu sebab, daging sapi segar yang disimpan dalam kemasan kedap udara warnanya akan menjadi merah keunguan.

Daging sapi yang berwarna kecokelatan juga tidak berarti berkualitas buruk.

Karena daging dari hewan yang lebih tua akan menghasilkan warna lebih gelap dibandingkan dengan hewan yang lebih muda.

2. Bau

Cara mengindentifikasi daging masih segar atau tidak bisa dengan cara mencium bau.

Apapun dagingnya, jika baunya sudah tengik maka itu menandangkan sudah tak layak konsumsi.

3. Tekstur Daging

Daging yang telah busuk umumnya memiliki tekstur lebih licin.

Hal tersebut dikarenakan sudah tumbuh bakteri yang berkembangbiak di permukaan daging.

Apalagi timbul warna hitam atau hijau, yang menandakan jamur mulai merusak daging.

Mengonsumsi daging busuk sangat membahayakan kesehatan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Daging sapi banyak digunakan dalam berbagai resep makanan.
      Daging sapi sebaiknya digunakan setidaknya dua hari setelah dibeli untuk menjaga kualitasnya.
      Daging sapi yang sudah berlendir atau lengket dan memiliki bau yang tak sedap bisa menjadi pertanda daging sudah busuk.
      Bakteri Patogen
      Bakteri sangat mudah hidup pada daging sapi, terlebih bila terkena atau berkontak dengan udara disekitar.
      Bakteri patogen berkembang biak dalam daging sapi yang telah busuk karena pendinginan yang kurang atau tidak cukup.
      Bakteri seperti Escherichia coli O157: H7, Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Campylobacter jejuni berpotensi tumbuh pada daging sapi dalam suhu ruangan yang bisa menyebabkan keracunan makanan.
      Keracunan makanan menyebabkan diare dan muntah-muntah, dan dalam kasus ekstrim bisa membahayakan jiwa.
      Bakteri Pembusukan
       
      Bakteri juga tetap dapat berkembang biak pada daging sapi yang didinginkan atau dibekukan pada waktu yang sangat lama.
      Pendingin atau kulkas harus dijaga pada suhu 40 derajat Fahrenheit, setara dengan 1-5 derajat Celcius atau kurang setiap saat.
      Daging busuk dapat menjadi tempat hidup bakteri yang disebut Listeria monocytogenes dan menyebabkan berbagai macam penyakit yang gejala awalnya seperti flu.
      Bakteri tersebut dapat menyebabkan meningitis, ensefalitis, dan septikemia, serta memicu infeksi intrauterine atau leher rahim pada wanita hamil.
      Menurut US Food and Drug Administration (BPOM nya amerika), bakteri pada daging busuk mungkin tidak menunjukkan gejala pada orang yang sehat.
      Kelompok yang paling rentan terhadap bakteri ini adalah pasien kanker, orang tua, dan wanita hamil.
      Tingkat kematian akibat penyakit Listeria monocytogenes adalah sekitar 70 persen dengan kurang dari 500 kematian per tahun di Amerika Serikat.
      Saran
      Daging sapi busuk memiliki ciri-ciri lengket saat disentuh dan memiliki warna yang tidak menarik.
      Bagaimanapun juga, mengkonsumsi daging segar akan lebih aman. Cara terbaik agar daging tetap awet adalah dengan mendinginkan pada suhu yang direkomendasikan serta segera mengkonsumsinya segera setelah dibeli.
    • By berita_semua
      Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kentut dengan bau yang busuk? Perut terasa kembung bisa disebabkan oleh berbagai faktor, adapun dikarenakan dari konsumsi makanan tertentu, atau juga akibat penggunaan obat-obatan yang dapat mengganggu sistem pencernaan. Penyebab serta beberapa solusi sederhana untuk mengatasi masalah ini akan dibahas dalam artikel ini.

      Gas di dalam usus adalah campuran dari oksigen, nitrogen, karbondioksida, hidrogen dan metana. Gas ini dihasilkan sebagai produk sampingan selama proses pencernaan makanan. Hal ini umumnya dikeluarkan dari tubuh, baik melalui mulut atau melalui rektum. Ketika gas ini dikeluarkan melalui mulut, hal ini disebut dengan sendawa atau bersendawa, sementara gas yang dikeluarkan melalui rektum disebut flatus, lazimnya kita menyebutnya buang angin, atau yang lebih akrab adalah dengan sebutan “KENTUT”. Gas yang melewati rektum kadang bau dan kadang juga tidak bau. Jika kentut ini berbau busuk, hal ini sering disebabkan oleh fermentasi bahan makanan atau sampah di dalam usus besar. Fermentasi tersebut menghasilkan gas sulfur yang mengakibatkan bau busuk pada kentut.
      Penyebab kentut
      Sejumlah faktor dapat menjadi penyebab kentut. Salah satu penyebab kentut paling umum adalah menelan udara saat makan, yang disebut dengan istilah aerophagia. Hal ini dapat menyebabkan bersendawa dan masalah perut kembung setelah makan. Namun, hal biasanya tidak menyebabkan kentut dengan bau busuk. Kentut dengan bau yang busuk dapat disebabkan oleh pencernaan makanan oleh bakteri di usus. Makanan tertentu yang mengandung jumlah tinggi serat dan karbohidrat kompleks seperti polisakarida, tidak dapat sepenuhnya dicerna oleh enzim perut. Hal ini memberikan kesempatan bakteri di usus untuk mencerna makanan ini dan menghasilkan gas sewaktu masih dalam proses. Ini adalah alasan mengapa makanan seperti kacang-kacangan, kembang kol, dan produk gandum menyebabkan bau busuk pada kentut.
      Mengkonsumsi produk susupun juga dapat menyebabkan kentut. Pada kasus intoleransi laktosa, tubuh tidak dapat sepenuhnya mencerna susu dan produk makanan yang dibuat dari produk susu. Ini memungkinkan bakteri di usus untuk melakukan fermentasi dan menghasilkan gas. Selain ini, kondisi lain dapat disebabkan oleh sembelit, penyakit radang usus, ulcerative colitis, diverticulitis dan sindrom iritasi usus besar. Biasanya, terlalu sering menggunakan obat pencahar serta asupan obat-obatan tertentu seperti antibiotik juga dapat menyebabkan masalah ini.
      Untuk mengurangi kadar gas lambung berlebih dan ketidaknyamanan yang terkait, berikut ini adalah solusinya. Cara terbaik untuk mencegah kondisi ini adalah dengan membuat beberapa perubahan atau modifikasi dalam pola makan dan gaya hidup. Yang pertama, cobalah untuk makan perlahan-lahan dengan mengunyah makanan dengan benar. Hal ini akan mengurangi jumlah udara pada saat anda menelan makanan. Seiring dengan ini, perhatikan jenis makanan yang anda makan akhir-akhir ini. Ini akan membantu anda untuk mengetahui makanan tertentu yang menyebabkan bau busuk si kentut. Jika makanan tertentu menjadi penyebab kentut anda berbau busuk, maka kurangilah untuk mengkonsumsinya.
      Jika anda mengalami intoleransi laktosa, cobalah untuk mengurangi atau menghindari mengkonsumsi produk susu untuk mengatasi masalah kentut. Selain itu juga harus mengurangi asupan minuman berkarbonasi. Makan makanan berlemak terlalu banyak juga dapat menyebabkan masalah kentut. Oleh karena itu, kurangilah jumlah makanan tersebut dan mencoba untuk mengikuti diet yang sehat dan seimbang. Di samping cara-cara sebelumnya, anda dapat mencoba dengan mengkonsumsi jahe, teh peppermint, cengkeh, biji adas, biji kapulaga, kayu manis dan ketumbar.
      Pada umumnya, perubahan pola makan dan gaya hidup yang disebutkan di atas akan membantu anda untuk mengatasi masalah kentut berbau busuk. Namun, jika masalah ini terus berlanjut untuk waktu yang lama, berbicaralah dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa lebih rinci. Kentut yang berbau busuk dan berlebihan dapat disebabkan oleh masalah kesehatan dari saluran pencernaan.
    • By berita_semua
      Pemerintah menargetkan harga daging di pasaran mencapai Rp80 Ribu Per Kg selama bulan Ramadan. Untuk mencapai target ini, sejumlah operasi pasar pun ramai dilakukan.
      Namun, jelang Lebaran, harga daging justru terus mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi terjadi di Aceh yang mencapai Rp160 ribu per kg.

      Menanggapi hal ini, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Sandiaga Uno mengungkapkan, kenaikan harga daging ini merupakan bukti ketidakefektifan operasi pasar yang dilakukan.
      Meskipun sempat mengapresiasi kerja keras pemerintah, Sandiaga menilai banyak yang perlu dibenahi untuk menjaga stabilitas daging sapi.
      "Kalau dilihat dari operasi pasar memang, kita lihat stabilisasi dari segi daging yang tipe daging beku. Tapi kalau daging segar belum tercapai harga yang diinginkan," kata Sandiaga saat ditemui di rumah dinas Saleh Husin, Jakarta, Rabu (6/7/2016).
      "Saya mengapresiasi langkah pemerintah, tapi terakhir malah seminggu sebelum lebaran harganya makin melambung, dan ini menunjukkan bahwa operasi pasar hanya di permukaan saja," jelasnya.
      Sandiaga pun menilai rantai pasok menjadi penyebab utama dari kenaikan harga daging sapi segar sepanjang bulan Ramadan. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat memangkas rantai pasok distribusi jauh-jauh hari sebelum Lebaran.
      "Yang harus diselesaikan itu adalah akar permasalahan, yaitu penyederhanaan rantai distribusi dan mengamankan pasokan," imbuhnya.
    • By BincangEdukasi
      Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kentut dengan bau yang busuk? Perut terasa kembung bisa disebabkan oleh berbagai faktor, adapun dikarenakan dari konsumsi makanan tertentu, atau juga akibat penggunaan obat-obatan yang dapat mengganggu sistem pencernaan. Penyebab serta beberapa solusi sederhana untuk mengatasi masalah ini akan dibahas dalam artikel ini.
      Gas di dalam usus adalah campuran dari oksigen, nitrogen, karbondioksida, hidrogen dan metana. Gas ini dihasilkan sebagai produk sampingan selama proses pencernaan makanan. Hal ini umumnya dikeluarkan dari tubuh, baik melalui mulut atau melalui rektum. Ketika gas ini dikeluarkan melalui mulut, hal ini disebut dengan sendawa atau bersendawa, sementara gas yang dikeluarkan melalui rektum disebut flatus, lazimnya kita menyebutnya buang angin, atau yang lebih akrab adalah dengan sebutan “KENTUT”. Gas yang melewati rektum kadang bau dan kadang juga tidak bau. Jika kentut ini berbau busuk, hal ini sering disebabkan oleh fermentasi bahan makanan atau sampah di dalam usus besar. Fermentasi tersebut menghasilkan gas sulfur yang mengakibatkan bau busuk pada kentut.
      Penyebab kentut
      Sejumlah faktor dapat menjadi penyebab kentut. Salah satu penyebab kentut paling umum adalah menelan udara saat makan, yang disebut dengan istilah aerophagia. Hal ini dapat menyebabkan bersendawa dan masalah perut kembung setelah makan. Namun, hal biasanya tidak menyebabkan kentut dengan bau busuk. Kentut dengan bau yang busuk dapat disebabkan oleh pencernaan makanan oleh bakteri di usus. Makanan tertentu yang mengandung jumlah tinggi serat dan karbohidrat kompleks seperti polisakarida, tidak dapat sepenuhnya dicerna oleh enzim perut. Hal ini memberikan kesempatan bakteri di usus untuk mencerna makanan ini dan menghasilkan gas sewaktu masih dalam proses. Ini adalah alasan mengapa makanan seperti kacang-kacangan, kembang kol, dan produk gandum menyebabkan bau busuk pada kentut.
      Mengkonsumsi produk susupun juga dapat menyebabkan kentut. Pada kasus intoleransi laktosa, tubuh tidak dapat sepenuhnya mencerna susu dan produk makanan yang dibuat dari produk susu. Ini memungkinkan bakteri di usus untuk melakukan fermentasi dan menghasilkan gas. Selain ini, kondisi lain dapat disebabkan oleh sembelit, penyakit radang usus, ulcerative colitis, diverticulitis dan sindrom iritasi usus besar. Biasanya, terlalu sering menggunakan obat pencahar serta asupan obat-obatan tertentu seperti antibiotik juga dapat menyebabkan masalah ini.
      Mengatasi kentut berbau busuk
      Untuk mengurangi kadar gas lambung berlebih dan ketidaknyamanan yang terkait, berikut ini adalah solusinya. Cara terbaik untuk mencegah kondisi ini adalah dengan membuat beberapa perubahan atau modifikasi dalam pola makan dan gaya hidup. Yang pertama, cobalah untuk makan perlahan-lahan dengan mengunyah makanan dengan benar. Hal ini akan mengurangi jumlah udara pada saat anda menelan makanan. Seiring dengan ini, perhatikan jenis makanan yang anda makan akhir-akhir ini. Ini akan membantu anda untuk mengetahui makanan tertentu yang menyebabkan bau busuk si kentut. Jika makanan tertentu menjadi penyebab kentut anda berbau busuk, maka kurangilah untuk mengkonsumsinya.
      Jika anda mengalami intoleransi laktosa, cobalah untuk mengurangi atau menghindari mengkonsumsi produk susu untuk mengatasi masalah kentut. Selain itu juga harus mengurangi asupan minuman berkarbonasi. Makan makanan berlemak terlalu banyak juga dapat menyebabkan masalah kentut. Oleh karena itu, kurangilah jumlah makanan tersebut dan mencoba untuk mengikuti diet yang sehat dan seimbang. Di samping cara-cara sebelumnya, anda dapat mencoba dengan mengkonsumsi jahe, teh peppermint, cengkeh, biji adas, biji kapulaga, kayu manis dan ketumbar.
      Pada umumnya, perubahan pola makan dan gaya hidup yang disebutkan di atas akan membantu anda untuk mengatasi masalah kentut berbau busuk. Namun, jika masalah ini terus berlanjut untuk waktu yang lama, berbicaralah dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa lebih rinci. Kentut yang berbau busuk dan berlebihan dapat disebabkan oleh masalah kesehatan dari saluran pencernaan.
    • By Lisenji
      Ketika Anda membiarkan apel yang sudah dikupas terkena udara, warna putih daging apel akan berubah perlahan-lahan. Pernahkan Anda bertanya-tanya mengapa daging tersebut berubah warna jadi cokelat?
      Menurut Today I Found Out, bagian daging apel berubah warna karena mekanisme perlindungan yang dimiliki apel untuk melawan bakteri dan jamur. Pemicu untuk ini adalah kerusakan sel-sel, seperti ketika Anda memotong apel, yang kemudian menghasilkan enzim tertentu di dalam sel yang terkena oksigen. Ketika ini terjadi, enzim bereaksi terhadap oksigen menciptakan lapisan teroksidasi yang menyediakan beberapa perlindungan terhadap benda asing.
      Lebih teknis, enzim yang disebut polifenol oksidase (juga dikenal sebagai tirosinase), yang terdiri dari enzim monophenol oksidase dan katekol oksidase, bila terkena oksigen akan menghasilkan senyawa fenolik dalam jaringan apel berubah menjadi orto-kuinon atau "o-kuinon". O-kuinon memberikan perlindungan dari bakteri dan jamur karena mereka membentuk antiseptik alami.
      O-kuinon sendiri tidak memiliki warna, tetapi mereka lebih bereaksi dengan asam amino dan oksigen untuk menghasilkan melanin. Melanin inilah yang menjelaskan bagaimana kita mendapatkan warna coklat pada sel-sel potongan apel.
      Jika Anda ingin potongan apel tetap berwarna putih, letakkan mereka di dalam lemari kulkas segera setelah dipotong atau sekaligus meletakkan potongan apel di suhu tinggi seperti ketika membuat pie apel. Langkah ini akan jauh melambatkan reaksi kimia dan proses oksidasi.
      Selain itu, Anda juga bisa melumurkan air lemon di bagian apel yang sudah dipotong agar warna daging tidak berubah cokelat. Air tersebut akan menghentikan oksidasi polifenol dari reaksi dengan oksigen karena asam di dalam air lemon.
×
×
  • Create New...