Jump to content
  • Popular Contributors

  • Our picks

    • Pernah Menang Lotre Rp. 33 Miliyar Wanita Inggris Ini Kini Jatuh Miskin
      Seorang perempuan Inggris menceritakan kisahnya sempat menjadi seorang miliarder di usia muda setelah memenangkan lotre bernilai miliaran namun kini jatuh miskin.

      Callie Rogers, asal Cumbria, Inggris, pernah memenangkan hadiah lotre pada 2003 lalu, saat dia masih berusia 16 tahun.

      Ketika itu Callie memenangkan lotre senilai hampir 1,9 juta poundsterling (setara Rp 33 miliar untuk kurs saat ini). Berkat hadiah lotre itu, Callie pernah menjadi jutawan termuda di Inggris.
      • 0 replies
    • Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?

      karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,

      sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.

      sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.
      • 0 replies
    • Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      • 1 reply
Ngobas

Pengadilan Jerman Hukum Bendahara Nazi

Recommended Posts

94208324-C73B-46E6-9A70-B4CB60115E34_w64
Mantan pegawai Nazi, Oskar Groening, di ruang sidang pengadilan di Lueneburg, Jerman utara (8/7).

Sebuah pengadilan Jerman telah menghukum mantan pejabat Nazi berusia 94 tahun dengan empat tahun penjara karena bekerja sebagai bendahara di kamp kematian Auschwitz selama Perang Dunia II.

Pengadilan di Lueneburg hari Rabu (15/7) menjatuhkan vonis terhadap Oskar Groening, yang dinyatakan bersalah karena telah membantu pelaku kejahatan dalam lebih dari 300.000 pembunuhan.

Groening mengaku telah bekerja di kamp kematian tersebut, mengumpulkan uang dan barang milik orang-orang Yahudi yang tiba di sana dari Mei sampai Juli 1944. Sebagian besar tahanan dibunuh di kamar gas tak lama setelah sampai.

Groening, yang diberi julukan "Bendahara Auschwitz," mengakui "rasa bersalah moral" untuk aksinya namun mengatakan ia tidak pernah terlibat langsung dalam pembunuhan para tahanan.

Ia mengaku tahu dengan pembunuhan para tahanan di kamar gas, sebagian besar darinya Yahudi, dan memohon maaf.

Lebih dari 1,3 juta orang dikirim ke kamp Auschwitz di Polandia yang didukui Nazi antara Juni 1940 dan Januari 1945, sebagai bagian dari "Solusi Akhir," atau rencana Adolf Hitler untuk membasmi Yahudi di Eropa.

Sekitar 1,1 juta dari mereka, terutama Yahudi, mati dalam kamar gas atau akibat perlakuan kejam, kelaparan dan penyakit. Secara keseluruhan, Nazi membunuh sekitar enam juta dari 11 juta Yahudi sebelum perang di Eropa.

Sumber: voaindonesia.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By CTO_Ngobas
      Hasil sidang memutuskan Dr. Sunarto, S.H., M.H., resmi terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial. Dr. Sunarto, S.H., M.H., meraih 24 (dua puluh empat) suara unggul 3 (tiga) suara dari pesaingnya Hakim Agung Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H., yang meraih 21 (dua puluh satu) suara, sementara satu suara dinyatakan tidak sah. Satu suara yang tidak sah tersebut berisi nama Hakim Agung Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LLM., yang bukan merupakan calon dengan perolehan suara terbanyak dalam voting putaran pertama. Pemilihan ini dilakukan setelah Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial sebelumnya, Suwardi, S.H., M.H., memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2017 lalu. 1 Hari sebelum digelar pemilihan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, Mahkamah Agung melakukan konferensi pers. Adapun pemilihan ini baru digelar sekarang karena adanya isu revisi RUU Jabatan Hakim mengenai Jumlah Wakil Ketua Bidang Non-yudisial. "Mengapa tidak langsung diisi karena ada informasi akan ada revisi UU yang ada perbaikan-perbaikan, antara lain nanti menurut UU yang baru adalah Wakil Ketua ini ada 2, tetapi sampai hari ini tentang ini tidak ada perubahan", ujar Kabiro Hukum dan Humas MA RI, Dr. Abdullah, S.H., M.S., dalam Konferensi Pers yang dihelat pada Hari Rabu 25 April 2018.
      Berdasarkan ketentuan SK KMA Nomor 78 tahun 2018, Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial dipilih melalui proses voting dari dan oleh Hakim Agung, yang saat ini berjumlah 48 (empat puluh delapan) orang. Keseluruhan Hakim Agung tersebut memiliki hak untuk memilih dan dipilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, hal ini diatur berdasarkan UU No. 14 tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 5 tahun 2004, dan terakhir UU RI No. 3 tahun 2009 yang menetapkan bahwa Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh Hakim Agung. 
      Pada pemilihan hari ini terdapat dua Hakim Agung yang berhalangan hadir (satu orang sakit dan satu orang sedang melaksanakan umrah). Namun ketidakhadiran dua orang Hakim Agung tersebut tidak membatalkan proses pemilihan, karena proses pemilihan dinyatakan sah bila dihadiri oleh paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah Hakim Agung yang ada pada Mahkamah Agung RI. 
      Pada putaran pertama terdapat Sembilan calon Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial terpilih, berikut hasil rekapitulasinya : 
      Dr. Dr. H.M. Hary Djatmiko, S.H., M.S. sebanyak 1 suara   Dr. H. Supandi, S.H., M.Hum. sebanyak 6 suara  Prof. Dr. H. Takdir Rahmadi, S.H., L.L.M. sebanyak 8 suara   Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H sebanyak 9 suara  Dr. H. Sunarto, S.H., M.Hum. sebanyak 13 suara  Dr. H. Zahrul Rabain, S.H., M.H. sebanyak 3 suara  Soltoni Mohdally, S.H., M.H. sebanyak 1 suara  Dr.H. Suhadi, S.H., M.H. sebanyak 4 suara  Dr. Yulius, S.H., M.H. sebanyak 1 suara  Karena tidak memenuhi kuorum, Ketua Mahkamah Agung memutuskan dilakukan pemilihan putaran kedua, dengan calon yang mendapat suara terbanyak yaitu Hakim Agung Dr. Sunarto, S.H., M.H., dan Hakim Agung Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H.,. Dalam sambutannya, Sunarto mengucapkan terima kasih kepada semua Hakim Agung yang telah memilih baik memilih dirinya maupun memilih Hakim Agung Andi Samsan Nganro. "Saya akan berusaha memantaskan diri dalam hal kemampuan dan pengetahuan. Dan saya akan senantiasa menjaga integritas agar dapat membantu para jajaran pimpinan khususnya Ketua Mahkamah Agung dalam mewujudkan visi Mahkamah Agung yaitu mewujudkan badan peradilan yang agung.", Janji Sunarto. 
      Sementara Ketua Mahkamah Agung dalam sambutannya mengatakan selamat kepada pejabat terpilih dan Hatta berharap pejabat tersebut dapat mengemban tugas dan amanah yang dipercayakan kepadanya selama 5 tahun mendatang. "Kami berharap kepada Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial yang baru terpilih dapat bekerja dengan penuh keikhlasan dan bekerja secara cerdas dalam mendukung program-program Mahkamah Agung dalam mewujudkan Badan Peradilan yang Agung.", Harap Hatta.
      Mengenal Sosok Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial yang baru
      Sebagai informasi, berdasarkan Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian Mahkamah Agung RI (SIKEP), Sunarto lahir di Sumenep pada 11 April 1959. Sunarto meraih Gelar Sarjana Hukum di Universitas Airlangga Surabaya dengan mengambil konsentrasi Hukum Perdata pada tahun 1984. Dua tahun setelah lulus (1986), Sunarto mengawali karier sebagai Calon Hakim di PN Surabaya dan juga diberikan amanat oleh Ketua Pengadilan setempat (pada masa itu) untuk membantu bidang kepegawaian. Pengabdiannya sebagai Hakim bermula pada tahun 04 Juli 1987 di PN Merauke. Ia bertugas di sana hingga 23 Mei 1992. Dari PN Merauke, Sunarto dipindah ke PN Blora. Ia mengemban tugas di wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur itu dari tahun 1992 hingga 1998. Setelah itu, pada tahun 1998-2003, Sunarto pindah tempat tugas di PN Pasuruan. Kemudian pada tahun 2001 Sunarto berhasil meraih gelar Pascasarjana Hukum Bisnis pada Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. 
      Karier Sunarto mulai menanjak ketika dipindah ke PN Trenggalek. Pada tahun 2003, ia diangkat menjadi Wakil Ketua PN Trenggalek dan pada tahun yang sama pula, posisinya naik menjadi Ketua PN Trenggalek. Pada tahun 2005 saat usianya menginjak 46 tahun, Sunarto diangkat menjadi Hakim Tinggi dengan penugasan pertama di Pengadilan Tinggi Gorontalo. Tidak sampai dua tahun bertugas di sana, Sunarto ditarik ke Jakarta untuk menjadi Hakim Tinggi pengawas pada Badan Pengawasan MA. Tugas itu diembannya sejak tahun 2006 hingga tahun 2010. Pada tahun 2010 karier Sunarto menanjak lagi, di Badan Pengawasan MA RI, ia diberi amanah menjadi Inspektur Wilayah II. Kemudian, Sunarto berhasil meraih gelar Doktoral Ilmu Hukum pada Universitas Airlangga pada tahun 2012. 
      Pada 30 September 2013, Sunarto dilantik Ketua MA Hatta Ali untuk menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam mengawasi perilaku Hakim (Kepala Badan Pengawasan). Sunarto juga sempat ditolak sebanyak 2 kali sebagai Calon Hakim Agung oleh DPR pada tahun 2013-2014. Di tahun 2015, ia pun berhasil menjadi Hakim agung. Tahun 2017 lalu Sunarto dilantik sebagai Ketua Kamar Pengawasan. Di lingkungan Mahkamah Agung, sosok Sunarto yang kini mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial dikenal sebagai sosok yang religius, berintegritas tinggi dan berpembawaan kalem. 
      Berita ini dikutip dari Situs Resmi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI
    • Guest News
      By Guest News
      Polisi meninggalkan pengadilan di Dresden, bagian timur Jerman (10/10), setelah Jaber Albakr, 22, ditahan di Leipzig menyusul perburuan selama hampir dua hari.
      Pemerintah mengatakan mereka yakin tersangka punya kaitan dengan kelompok militan Negara Islam (ISIS) dan dicurigai akan menyerang bandara Berlin, kemungkinan minggu ini.
      Pihak berwenang di Jerman mengatakan, seorang pria Suriah yang ditangkap karena tuduhan merencanakan serangan pemboman telah melakukan bunuh diri di tahanan di Leipzig.
      Kementerian Kehakiman negara bagian Saxony mengatakan, Jaber Albakr, 22, bunuh diri Rabu malam (12 Oktober 2016). Sebuah laporan yang belum dikukuhkan mengatakan Albakr gantung diri, tetapi rincian lebih jauh diduga akan diumumkan Kamis.
      Pemerintah mengatakan bahwa Albakr, yang tiba di Jerman tahun lalu, hampir melancarkan serangan yang mirip dengan serangan di Paris dan Belgia.
      Mereka menambahkan, mereka yakin dia punya kaitan dengan kelompok militan Negara Islam (ISIS) dan dicurigai akan menyerang bandara Berlin, kemungkinan minggu ini.
      Insiden ini akan menambah tekanan pada penguasa negara bagian Saxony, yang sudah dikritik karena membiarkan Albakr lolos Sabtu, ketika mereka bersiap-siap menyerang sebuah apartemen di Chemnitz.
      Albakr telah diintai oleh intelijen domestik Jerman sejak bulan lalu, dan terlihat meninggalkan bangunan itu. Penguasa melepaskan tembakan peringatan tetapi tidak mengejar dia, sehingga dia berhasil melarikan diri. Di dalam apartemen mereka menemukan bahan peledak dan rompi bom.
      Dia ditangkap Senin setelah minta bantuan pengungsi Suriah, mereka mengenali dirinya dari poster buronan, kemudian mengikat dirinya di apartemen mereka di Leipzig serta memberitahu polisi.
    • By Soldierwarworld
      Sebanyak 15 orang tewas dalam serangan tembakan di sebuah pusat perbelanjaan di selatan Munich, Jerman, pada Jumat, 22 Juli 2016. Reuters melansir, sebuah tayangan di televisi menunjukkan puluhan kendaraan darurat berada di luar mal.
      Pusat perbelanjaan itu terletak bersebelahan dengan stadiun Olimpiade Munich, yang pernah menjadi lokasi kejadian saat sekelompok militan Palestina, Black September, menyandera 11 atlet asal Israel dan membunuhnya selama olimpiade berlangsung pada 1972.
      Serangan tembakan terjadi dalam sepekan pasca peristiwa penikaman yang dilakukan seorang remaja pencari suaka berusia 17 tahun, terhadap seorang penumpang kereta. Polisi Bavarian akhirnya menembak mati remaja itu usai melukai empat warga negara Hongkong dan melukai seorang warga setempat saat melarikan diri.
      Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas, dalam laporan surat kabar Bild edisi Jumat, mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk panik. Tapi jelas bahwa Jerman tetap mungkin menjadi target. Insiden penembakan ini seiring dengan serangan di Nice, Prancis, pada perayaan Bastille.
      Saat itu warga asal Tunisia melajukan sebuah truk berkecepatan tinggi ke keramaian orangm dan menyebabkan 84 korban tewas. Kelompok teroris dunia, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim sebagai dalang serangan itu.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy